Image Slider

Mari Bicara tentang Fish and Chips di Scarborough, North Yorkshire

14 August 2017
Ketika saya berkata ke teman-teman yang tinggal di Britania Raya bahwa saya akan pergi ke Scarborough, mereka semua clueless dan bertanya-tanya, tempat apa itu dan apa yang akan saya dan Mas Gepeng lakukan disana? Saya pun menjawab singkat, "Mau makan fish and chips di pinggir laut dong!". Saya suka sekali makan ikan. Saya juga selalu suka kentang goreng. Jadi misi kecil yang saya bawa jauh dari Jakarta menuju kota kecil di timur Inggris ini adalah untuk mencicipi makanan yang terkenalnya ngalah-ngalahin sapi gondrong Skotlandia. Dan memakannya di kota bertebaran seagull ini jadi pengalaman yang benar-benar menakjubkan untuk kami.

Fish and chips 'lahir' di Inggris dari 'rahim' kaum Marrano Portugal sekitar abad 16 silam. Kaum Marrano yang menganut kepercayaan yahudi terbiasa mengkonsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari. Ikan yang dimakan pun hanya badannya, gak pakai kepalanya (mereka mungkin belom pernah coba gulai kepala ikan kakap, hahaha). Salah satu kebiasaan lain orang Yahudi adalah menggoreng ikan di hari Jumat. Esoknya pas hari Sabat, mereka akan lanjut makan ikan itu tapi dalam keadaan dingin karena di hari itu mereka gak boleh masak. Makanya biar si ikan awet, mereka membalut ikan dengan tepung agar dagingnya terjaga dan rasanya tetap enak. Begitulah asal mula inspirasi ikan ditepungin.

Ketika makanan ini mulai dikenal masyarakat luas dan ternyata disukai, fish and chips mulai terkenal. Makanan ini dulunya populer di kalangan rakyat jelata karena pangsa pasar perdana masakan ini adalah kaum pekerja. Disajikannya aja pakai kertas koran, udah macam gorengan yang biasa kita beli di pinggir jalan. Namun, semakin banyak orang mengkonsumsi fish and chips dan sadar bahwa tinta koran itu gak baik jika menempel pada makanan, di awal abad 19 metode penyajian sudah mulai beralih ke kertas laminasi (greaseproof paper).

Salah satu penyajian fish and chips yang menggunakan kertas laminasi dengan piring kertas

Fish and chips sudah jadi makanan favorit orang Britania selama ratusan tahun. Perkembangan moda transportasi jadi salah satu andil kenapa konsumsi fish and chips jadi semakin merajalela. Gimana gak, nelayan lebih mudah dalam mengantarkan hasil tangkapan, konsumen mau makan ikan kapanpun dimanapun juga gak ada masalah. Termasuk ketika saya secara acak memilih Scarborough sebagai tempat untuk menikmati makanan favorit Kate Moss dan Victoria Beckham ini. Karena disini (dan dimanapun) udah pasti ada fish and chips.

Ketemu VW combi kuning-kuning gemes! Pengen bawa pulang!

Secara geografis Scarborough berbatasan dengan laut utara (The North Bay) dan laut selatan (The South Bay). Lautnya tenang, garis pantai panjang, ombak ringan, dan berbau segar. Mungkin ini pengaruh cuaca. Jika di negara tropis, bau ikan bercampur dengan bau keringat si nelayan, gak heran tiap lewat laut baunya bikin 'bangun'. Saya memilih kota para Scarborians untuk mencicipi fish and chips khas Britania simply karena kota ini berbatasan langsung dengan laut dan pemandangan yang disajikan pun luar biasa cantik. Untuk menuju Scarborough, kami naik kereta dari Edinburgh dan transit satu kali di York. Perjalanan dengan kereta secara total memakan waktu 4 jam, jauh lebih cepat ketimbang naik bus -lagipula jarang sekali ada bus yang punya tujuan ke Scarborough.

Menurut beberapa sumber, perdagangan ikan di Scarborough masih aktif meski sebenarnya mengalami penurunan ukuran bisnis. Pusat aktivitas perdagangan seperti pasar ikan, restoran seafood, atau pasar-pasar lainnya banyak bermuara di sekitar pantai. Makanya sesampainya di Scarborough, kami langsung ke West Pier, dermaga terdekat dengan Scarborough Harbour untuk mencari restoran fish and chips dengan pemandangan laut. 

Banyak lavender tumbuh liar di Scarborough dan fungsinya disini untuk mempercantik meja atau memberikan aroma lembut dalam ruangan, bukan untuk mengusir nyamuk.

West Pier adalah dermaga yang paling hits di Scarborough. Selain jadi tempat berkumpulnya para nelayan dan menaruh ikan, disini juga dermaga untuk orang-orang yang mau naik yacht dan main ke Luna Park (jika kamu bisa melihat bianglala pada foto diatas, nah itu dia letaknya Luna Park). Disini juga rutin diselenggarakan festival tahunan Seafest yang mempertemukan seluruh artist dari segala penjuru di Britania untuk merayakan sejarah penangkapan ikan di wilayah ini. Seru ya! Yang saya heran dari tempat ini adalah ada banyak tempat makan eskrim di pinggir pantai. Heran karena mereka masih buka di musim penghujan dan dingin seperti ini. Apakah Scarborians suka makan es krim pas musim dingin? Apa gigi mereka gak ngilu?

Kembali ke dunia ikan, ada beberapa restoran fish and chips di Scarborough. Salah dua yang terkenal namanya Winking Willys (as they called themselves the famous fish and chips), juga Golden Grid Fish Restaurant yang sudah aktif sejak 1883. Tapi karena saya mengamini sebuah nasihat yang mengatakan bahwa jangan pernah makan fish and chips ketika kamu gak melihat laut, maka saya memilih makan di Harbour View Cafe yang letaknya persis diatas gudang ikan di dermaga dan menghadap laut.

Gimana gak mewek minum cokelat panas sambil lihat pemandangan kayak begini?

Siang itu Scarborough sedang hujan gerimis. Suhunya 10℃, lumayan membuat jaket hangat kami rembes dan kaki berasa cekit-cekit kedinginan. Harbour View Cafe berada dilantai dua bangunan gudang ikan. Tenang, gak ada bau amis atau lendir licin yang bakal bikin kepeleset. Semua disini tertata rapih dan bersih. Abang nelayannya aja ganteng. Kami duduk persis di depan pintu kedua yang menampilkan pemandangan dermaga, laut tenang, dan bangunan-bangunan medieval khas Inggris. Beruntung sekali.

Kami pesan fish and chips yang lagi promo dua porsi £16, hot chocolate, dan air mineral. Dalam satu piring besar ada ikan cod yang di deep fried, home made chips (kentang goreng), mushy peas (kacang polong yang dihaluskan), dan potongan lemon segar. Seperti yang kamu lihat di gambar, ikannya besar banget! Super besar! Gak seperti jajan kami di Skotlandia yang selalu sepiring berdua, kami sengaja pesan satu satu karena ingin menikmati fish and chips dengan sebaik-baiknya dan sekenyang-kenyangnya. Selain ikan, Harbour View Cafe juga menyediakan goujons (ikan kecil panjang-panjang di goreng tepung), udang, pie daging, sosis, omelet, chicken nuggets, dan lain-lain.

Tau kah kamu bahwa makan fish and chips itu lebih sehat ketimbang makan pizza, burger, atau kebab? Satu porsi fish and chips mengandung karbohidrat, vitamin B6 dan B12, vitamin C, zat besi, zinc, kalsium, omega 3, dan serat. Kadar garam dan pengawet yang digunakan pun jauh lebih sedikit. Fish and chips yang disajikan itu dimasak ketika ada yang pesan, jadi benar-benar hangat dan fresh. Makannya pun bebas rasa bersalah. Oke, saya akan deskripsikan satu piring kebahagiaan ini.

Ketika masih hangat-hangatnya, saya belah dua badan ikan lalu asap berbau segar itu ngebul-ngebul di hidung. Hmmmm segaaaar! Mata saya berbinar girang melihat daging fillet ikan putih bersih, kinclong, tebal, dan seolah memanggil saya untuk segera mencicipi. Lalu saya ambil potongan kecil daging ikan cod itu, dihirup sebentar, lalu dikunyah. Ooooooh. Mata saya menutup dan kepala geleng-geleng. ENAK SEKALI! Percayalah, daging ikannya sangat lembut. Ini serius lembut sekali. Daging ikan yang seperti kapas. Rasanya pun segar, persis karena ikannya fresh jadi rasanya benar-benar gurih. Adonan tepung yang melapisi ikan juga sangat light, gak oily, dan renyah. Gak bikin eneg. Ketika saya menaburkan perasan lemon diatas seluruh badan ikan, wuoooh rasanyaaa yaaaa Tuhan, tambah enak! Seger banget ya ikan yang habis ditangkap, digoreng sebentar, lalu dikasih perasan lemon. Semua rasanya lumer didalam mulut. Nuansa segar dan gurih. Sungguh nikmat duniawi yang sehakiki-hakikinya!

Dan saya baru tau bahwa kacang polong yang ditumbuk rasanya jauh lebih enak ketimbang dimakan bulat-bulat. Side dish ini menjadi salah satu penyempurna karena rasa pahit khas kacang polong jadi agak manis dan lumer karena dia mushy, dan ketika kamu mengunyahnya bersamaan dengan ikan, ya ampuuuunn ampuuuunnnn enak buanget! Jodoh sempurna! Gak heran kalo review yang diberikan pada kombinasi makanan ini mayoritas bintang lima. Kalian harus coba! Sungguhan!

Satu lagi side-dish-kickass yang diberikan adalah the chips. Bukan, bukan french fries, tapi chips. Kentang asli yang dipotong-potong besar lalu digoreng hingga keemasan dan disajikan hangat dengan cocolan mushy peas dan saus tartar, apalagi kalo bukan surga disetiap gigitan! Homemade chips are always the best! Saya pastikan dalam satu piring ini isinya enak semua 💛

Pas masuk ke kafe, saya sempat kaget melihat di mbak kasir itu. Ini Meghan Trainor? Etapi kok mirip Adele? Dan setelah diamati, ternyata wajah si mbak ini gabungan kedua penyanyi yang sama-sama montok itu.

Secara keseluruhan, tempat ini paripurna. Pelayanannya ramah, pemandangannya ciamik, makannya udah deh, beneran ini adalah makanan paling enak selama kami di Britania. This whole package made us in tears. Bersyukur sekali kaki ini belok menuju dermaga. Mungkin rasanya akan berbeda kalo makan di tengah kota. Selain di Scarborough, kami juga mencicipi fish and chips di Bold Street, Liverpool. Dan benar saja, makan fish and chips sambil melihat laut lebih menakjubkan rasanya.

Kenikmatan dalam sekali suap!

Jika mengelilingi Britania Raya dari satu kota ke kota lainnya, hampir selalu ada restoran fish and chips. Misalnya di Scotland ada Fochabers Fish Bar, di Wales ada Andrews Fish Bar, dan di London ada Poppies Fish & Chips. Malahan ada National Fish & Chip Awards yang tahun ini dimenangkan oleh Kingfisher Fish & Chips di Plymouth sebagai Takeaway Fish and Chip Shop of the Year. Bukan lagi sekedar makanan kelas pekerja, fish and chips sudah menjelma menjadi identitas Britania Raya yang menggaung luas gak hanya di kota besar tapi juga kota-kota kecil. Bahkan 80% orang Britania memakan fish and chips minimal sekali dalam setahun dan lebih dari 250 juta porsi fish and chips terjual dengan bahagia setiap tahunnya! What a huge! Kalo saya kesini lagi, sudah dipastikan makanan surga ini ada di list what-to-eat-seaside-in-UK 😚

Highland Scotland: Simply Best Destinations full of Surprises!

23 July 2017
Awal tahun 2016 lalu, portal Independent memaparkan hasil survey ONS (Office for National Statistics) yang menyatakan bahwa orang paling bahagia di United Kingdom berada di Highland, Skotlandia. Hasilnya luar biasa, lebih dari 43% orang yang tinggal di Highlands menyatakan kebahagiaan berada di level tertinggi! Saya mengangguk yakin. Pasalnya 3 hari eksplor Skotlandia itu beneran berkesan. Bikin happy! Lucunya lagi sebenarnya tempat-tempat yang saya datangi dengan tur itu mayoritas masuk kategori simply best destinations yang turned out jadi pengalaman yang menakjubkan untuk saya dan Mas Gepeng. Apa aja ituuu?

Glencoe
Secara gak resmi, Skotlandia ini dibagi 2: Highlands dan Lowlands. Glencoe berada diantara perbatasan keduanya, berdekatan dengan Gunung Ben Nevis yang tingginya lebih dari 4000 kaki. Siang itu suhu 7°, paling rendah selama kami di UK. Beruntung anginnya gak begitu kencang, jadi semriwing hanya karena suhunya memang dingin, gak pake di tampar-tampar angin berair. Kami turun dari bus daily tour berbayar yang kami ikuti hari itu, lalu mata kami terhipnotis. "Wah aku akhirnya nemu gambar untuk bikin kartu lebaran kita!", teriak saya spontan. Serius, Glencoe bagus banget! Bagus! Banget!

Secara geografis, Glencoe adalah lembah yang terbentuk karena peristiwa geologis gunung api ratusan juta tahun lalu. Uniknya, proses itu membuat Glencoe memiliki deretan perbukitan yang kalo hujan, air akan mengalir mengisi lembahan sungai berkelok yang membuat pemandangan jadi ciamik. Katanya kawasan Glencoe juga menjadi tempat shooting film Skyfall-nya James Bond, tapi karena saya lupa juga filmnya gimana, jadi ya gak cari tau haha.

Dalam perjalanan naik bus, saya melihat jalur kereta West Highland Railway yang disebut-sebut sebagai jalur kereta paling Indah di Britania dan bersaing indahnya dengan El ChePe di Meksiko atau Semmering Railway di Austria. Saat itu lagi gak ada kereta The Jacobite, The Famous Steam Train, yang mengantar penumpang dari Fort William ke Mallaig, tapi saya ingat betul adegan Hogwarts Express berangkat dari King's Cross Station lalu melewati daerah Glenfinnan viaduct dengan suara roda kereta yang khas dan Harry Potter memandang keluar jendela melihat pemandangan yang luar biasa cantik, lalu datang Ron Wesley sambil malu-malu.


Spean Bridge Woolen Mill, Fort William
Selepas main ke Glencoe, bus kami transit ke sebuah kafe di daerah Spean Bridge, Fort William untuk makan siang dan istirahat. Kalo baca ulasan di TripAdvisor, paling malesin tempat ini pas peak hour (emangnya ada peak hour yang gak malesin?) sekitar jam 2an gitu. Saat kami kesana memang sedang ramai karena banyak bus tur yang mengagendakan kesini. Tapi beruntung kami gak kesulitan cari tempat duduk dan pesanan pun datang dengan cepat. Kami makan baked potato dengan butter yang ditabur cheddar cheese segambreng! SUMPAH kejunya enak banget!


Ternyata keju cheddar di Skotlandia sama yang biasa saya makan (sebut aja namanya keju Kraft, haha) rasanya beda lho. Yang di Skotlandia lebih umm, gimana ya, ada rasa pahit khas keju dengan gurih milky yang pekat, kebayang gak? Pokoknya ENAK! Bahagia banget kami dapet kentang segitu besar dengan taburan cheddar yang gak main-main banyaknya. Makan sepiring berdua pun tetap terasa nikmat. Kalo kami perhatikan orang-orang disekitar sini makan, piring mereka gak pernah bersih cling gitu, pasti ada sisa entah roti entah salad entah kejunya. Apa seharusnya kami dapat diskon karena makanan kami habis gak bersisa?

Geng pesepeda transit makan siang. Mayoritas dari mereka sudah agak tua, hanya dua yang mungkin masih 30an. Turun dari sepeda, parkir, mereka tampak segar sekali karena menuruni bukit dengan rintik hujan dan udara sejuk. Sebenarnya pingin ngobrol sama mereka, hanya saja saat mereka masih mengantri makanan, tur kami sudah harus lanjut lagi deh.

Disini juga ada toko Highland Soap yang menjual sabun handmade dan skincare. Saat saya mampir masuk, wangi lemon grass langsung tercium. Sebagai pecinta aroma terapi, saya langsung bahagia seketika. Bahkan saya sampai terdiam beberapa saat saking menikmati aroma khas sereh yang biasa saya nikmati kala tidur. Toko ini punya banyak varian sampo, sabun, lotion, krim, lip balm, lilin juga cairan aroma terapi. Varian aroma dan ekstraknya juga banyak, ada  apple blossom, hebridean seaweed, highland honey, highland lavender, juniper berry, scottish honeysuckle, dan lain-lain. Semua varian beraroma sedap, organik, alami, dan herbal therapy khas Highlands.

Gemes yaaa sama tokonya! Perasaan suka cita ini persis seperti yang saya alami pas ke toko Lush di Hong Kong. Produk-produk alami wangi begini memang bikin birahi. Toko ini adalah usaha keluarga yang proses produksinya berada di Lochaber, salah satu tempat dengan pemandangan super indah di Highland Barat. Paling senengnya lagi, mereka gak uji coba produk di hewan alias cruelty free. Saya paling hormat dengan produk seperti ini. Kalian harus coba body lotion-nya yah!


Doune Castle
Siapa disini yang suka nonton Game of Thrones? Saya pernah coba nonton selama 15 menit, lalu ganti nonton maraton The Hobbit. Saya gak suka film itu. Atau ada yang pernah nonton film lawas Monty Python and the Holy Grail? Doune Castle di Stirling ini menjadi tempat shooting kedua film tersebut. Dengan membayar tiket masuk sekitar £5, kamu bisa menikmati labirin-labirin magis didalam kastil yang dibangun pada abad ke-13 lalu, bahkan bisa sok main perang-perangan dengan membeli pedang pelastik.

Keberadaan kastil ini sangat strategis karena dekat dengan Stirling Castle, dilalui sungai disisi timur dan barat, juga berada di Skotlandia pusat. Untuk rincian bangunannya bisa cek disini, karena kemarin pengalaman yang membekas bagi saya bukan tentang kastilnya melainkan tentang Cassie, anjing ras campuran yang menghampiri saya secara, mungkin sengaja.

Hai hai. Sini sini.

Siang itu matahari sedang manja, cahayanya tenang berikan kau perlindungan. Apa sih. Pokoknya siang itu saya dan Mas Gepeng piknik makan kacang di rerumputan sekitar Kastil Doune. Gak lama ada anjing jalan ke arah kami, seolah kawan lama karena wajahnya senang bener. Kami bertemu si ibu pemilik anjing. Dia ramah luar biasa. Gak pakai basa basi, ibu Meg (sebut saja begitu) mengobrol dengan kami seolah sebelumnya udah pernah kenal. Kami pun cerita kalo punya anjing pom, yang sebenarnya punya kakak ipar kami tapi kan gak papa, biar bisa ngobrol sesama dog person. 

Meg mengatakan Cassie adalah anjing yang bersahabat dan penuh semangat. Meg pun mengajak Cassie main lempar kayu, gak lupa dia melibatkan kami para peserta tur. Cassie itu yaaa lucu banget! Lucu yang beneran ngelawak gitu karena saat dia menangkap kayu dan menggigitnya, dia membawa si kayu berkeliling. Awalnya pura-pura mau kasih ke yang lempar, eh taunya belok terus lari keliling-keliling. Dasar tukang pamer! Gigit nih!


Loch Katrine
OH ada yang mau saya ceritakan. Jadi saat ikut tur, kami bertemu orang Indonesia juga. Dia teridentifikasi orang kita karena Mas Gepeng lihat dia pakai celana jins Lea, haha. Ada yang gak menarik dari orang ini, tapi menarik untuk diceritakan. Jadi Mas H ini sebelum ke Skotlandia, dia pergi main ke Islandia. Mendengar itu, kami excited dan jadi mau dengar cerita tentang negara yang selama 5 tahun berturut-turut mendapatkan predikat negara paling aman di dunia ini. Tapi boro-boro dapet cerita, jawabannya dia tuh ya malesin banget.

Misal nih kan kami nanya, "Wah Mas, disana makannya apa Mas?", si masnya menjawab, "Yah makan seadanya". Terus kami masih lanjut nanya nih karena penasaran, "Hoo disana yang khas makanannya apa Mas?". Tau jawabannya apa? "Yaa makanan biasa gitu gitu lah". IH! Kan sebal ya! Mas Gepeng sih masih sabar dan mau ngobrol sama Mas H, kalo saya mah udeh ya bye! Setelah beberapa kali ngobrol, Mas H ini tau-tau jadi selalu ngintilin saya Mas dan Gepeng terus. Jadi pas turun dari bus, dia (seolah) nungguin kami terus jalan bareng. Saya lama-lama risih. Terus saya ngajakin Mas Gepeng untuk sembunyi dan menghindar kalo ada si Mas H.

Pas mau jalan ke kafe dekat danau, saya tarik Mas Gepeng untuk sembunyi. "Bentar, lihat itu disana ada si Mas-nya! Tunggu dulu sini sembunyi", bisik saya ke Mas Gepeng sambil cekikikan. Terus kami sembunyi. Pas Mas H mendekat, kami geser, dia mendekat lagi, kami geser lagi, terus begitu sampai akhirnya gak papasan sama si Mas H hahaha. Sometimes doing silly things is fascinating. Dan di kafe kami main sama si pug gemes ini. Sekali lagi, kami ngobrol sama orang lokal dan dia sangat sangat ramah. Bahkan saya dikasih snek untuk coba kasih makan si pug. Senang sekali!

Jadi cerita tentang danaunya apa? Seperti yang terlihat, danau ini tenang dan menyenangkan. Orang Skotland menyebut danau ini The Victorian Playground karena sejak dulu sekali, danau ini udah jadi tempat wisata favorit apalagi tercatat bahwa kapal uap Sir Walter Scott itu pertama kali berlayar di danau ini. Pas kami disana, kapal uap yang sudah satu abad mengajak orang keliling menikmati pemandangan Loch Katrine ini sedang bersiap berlayar. Banyak opa oma yang naik perahu, mungkin mereka sedang arisan atau reuni atau memang kegiatan ini sangat ramah lansia. Selain naik kapal uap, menikmati Loch Katrine bisa dengan jalan kaki atau naik sepeda (bisa sewa on the spot).


Loch Ness
Menurut Wikipedia, ada lebih dari 30.000 danau di Skotlandia! Buanyak ya! Nah salah satu yang terkenal adalah Loch Ness. Pada episode 102 komik Doraemon, Nobita dan Dorami berhasil menemukan Nessie, monster legendaris yang konon bersemayam di dasar Loch Ness. Dorami memancing si monster untuk berenang dari Skotlandia ke danau belakang sekolah which is di Jepang melalui lorong yang menghubungkan kedua danau tersebut. Hanya 3 orang yang melihat si monster: Nobita, Dorami, dan Giant (selamat ya!). Serunya di komik itu ada penjelasan tentang penelitian Nessie yang dipresentasikan oleh Nobita. Jadi edukatif juga untuk yang baca.

Nessie yang digambarkan berleher panjang ini konon adalah makhluk purbakala yang 'terjebak' di danau sejak puluhan ribu tahun lalu. Jadi dahulu kala, Skotlandia diselimuti oleh glasier-glasier raksasa. Pas glasier itu mencair, aliran air memenuhi daratan dan mengikis wilayah bebatuan. Saat itulah para makhluk purbakala berenang keliling Skotlandia sampai akhirnya air surut, muncul daratan-daratan dan terbentuk lah danau. Hal itu yang menyebabkan makhluk purbakala yang lagi berenang jadi berada di dalam danau. Nessie konon adalah salah satu yang mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi air dan bertahan hidup. Tapi ya pas juga sih Nessie tinggal disini, karena Loch Ness ini adalah danau paling dalam di Eropa! Jadi dia lumayan bisa guling-guling.

Lalu bagaimana cara menemukan Nessie? Pertama, berdoa yang khusyuk. Kedua, ikutan naik perahu tur keliling danau, siapa tau kan pas Nessie lagi cari angin. Ketiga, berenang ke dalam danau yang sebenarnya ini gak direkomendasikan sih karena dasar danau ini diapisi tanah berwarna hitam dan partikel-partikelnya memenuhi seluruh air danau, jadi kalo berenang ya gak lihat apa-apa. Keempat, punya kapal eksplorasi Dorami. Kelima, ah sudahlah, gak usah, duduk aja pinggir danau menikmati pemandangan. Toh sejak tahun 1934 sudah banyak cara dilakukan guna menemukan Nessie dan yah, mungkin Nessie itu pemalu jadi gak muncul-muncul (kecuali di komik Doraemon).


Meski keberadaannya masih entah dimana, legenda monster misterius ini telah membantu pertumbuhan wisata dan perekonomian warga sekitar. Orang-orang berdatangan, entah untuk naik perahu mencari Nessie atau sekedar nongkrong di kafe atau beli oleh-oleh khas Loch Ness atau menginap di hotel untuk liburan. Eh ngeh gak ada 3 ekor kura-kura di halaman rumah foto diatas? Rumah ini berada di dermaga parkir kapal wisata Loch Ness dan mereka memelihara Charlie, Henry, dan Fred, kura-kura jenis Mediterranean Spur-Thighed (dan mereka semua cewek lho!). Pertengahan tahun seperti ini adalah saat mereka sedang aktif-aktifnya, mumpung summer. Kalo udah memasuki Oktober, mereka akan hibernasi dan sama yang punya akan dimasukkan ke kulkas khusus yang menjaga suhu agar gak drop. Kalo mereka kena suhu ekstrim pas winter, akan berpengaruh pada kesehatannya karena trio kura-kura ini umurnya udah 100 tahun!


Aberfoyle
Tau kah kamu, ada lebih dari 6 juta ekor domba yang tersebar di 14.000 lebih peternakan di seluruh Skotlandia? Memang jika dibandingkan dengan populasi domba di negara kita masih kalah banyak (fyi, ada 18 juta ekor domba lho di Indonesia!), tapi kalo jalan-jalan keliling Skotlandia dan melewati bukit atau padang rumput, bakalan ketemu banyak domba hidup bebas berkeliaran lagi merumput atau gegoleran santai. Pemandangan yang sangat saya suka!

Siang itu kami ke The Scottish Wool Centre (TSWC) di Desa Aberfoyle, Perthshire, Stirling, untuk mampir makan dan main dengan domba-domba. Desa ini berada di Stirling dan banyak sekali tempat wisata di sekitar sini seperti National Wallace Museum, Queen Elizabeth Forest Park, Loch Lomond, Trossachs National Park, Loch Katrine yang tadi, Loch Lubnaig, dan Loch Ard. Secara umum desa ini cantik, bersih, dan khas Skotlandia. Sedikit kendaraan, orang lalu lalang santai keluar masuk toko.

TSWC ini tempat sempurna untuk bersantai. Ada anjing, bebek, domba, serta pemandangan dan sungai kecil yang membuat acara makan siang atau minum teh menjadi sangat syahdu. Malah katanya suka ada pertunjukan anjing gembala oleh para peternak. Kami main-main dengan domba dari pagar pembatas, bulunya ternyata beneran lembut lho! Enak sekali di pegang! Kalo baunya sih tetep ya bau khas domba. Tapi beneran deh, enak banget gusel-gusel bulu dombanya! Saya jadi ingat dengan Dolly the Sheep, mamalia pertama yang merupakan hasil kloning dari somatic cell dewasa. Dolly adalah domba lokal Skotlandia yang berhasil bertahan hidup selama 6 tahun dengan riwayat kloning. Berbeda nasib dengan domba yang berkeliaran bebas di padang rumput, Dolly selama hidupnya tinggal di Roslin Institute di Edinburgh. Untungnya Dolly dipertemukan dengan domba gunung Welsh yang tampan dan mereka punya anak-anak domba yang lucu. Jadi Dolly gak kesepian.

 Kucing pertama yang kami temui di Britania! Halo pus pus...

Setelah main domba, kami makan siang di Lomond Restaurant. Menu yang disajikan lumayan mirip sama yang di Spean Bridge, hanya yang membedakan ada menu domba-dombaan namanya Scotch Pie dan Haggis. Awalnya mau coba haggis, makanan khas sini, tapi kok masih geli kalo tau itu dibungkus dilambung domba haha. Scotch Pie pun sebenarnya olahan daging domba juga, tapi bentuknya semur dan disajikan bersama kacang polong dan chips (kentang goreng). Ternyata rasanya ya persis semur! Hahaha. Persis banget lah sama semur yang biasa kita makan di Indonesia. Yang salut adalah daging dombanya lembut banget. Rasanya enak. Saya suka. Tapi Mas Gepeng gak suka dan basically dia memang bukan penikmat wedus. Makanan ini kami pesan satu buat berdua karena sebelum makan kami udah ngemil sandwich.

Kilmahog
Entah apakah saya ini aneh atau sebenarnya ada orang yang sama dengan saya hanya belum ketemu aja, tapi saya punya cita-cita untuk ketemu sapi (atau banteng) yang gondrong-gondrong. Di Nepal kemarin saya baru ketemu patung Yak, tapi di Skotlandia kemarin saya ketemu sapi gondrong alias SI BOS TAURUUUUSS huwaaaaa! Bahagia banget hiks hiks terharu... Eh tunggu, ini sapi gondrong apa sapi emo? 😝

Pada dasarnya hewan ternak Highlands itu udah famous gegara tampilannya yang unik, salah satunya si hairy cow cintaku ini. Jika membaca sejarahnya, dahulu kala sapi seperti ini ada dua tipe lalu lama kelamaan jadi satu tipe aja. Kayak apa ya tipe satunya dulu? Apa rambutnya sleek ya? Nah sapi gondrong emo yang saya temui kemarin rambutnya messy dan agak kasar dan agak bau haha. Gak papa yang penting lucu. Selama di Skotlandia saya ketemu sapi ada dua warna: hitam, kuning, dan ginger-red. Tapi ada juga lho yang warnanya putih! Wih! Sapi emo blonde! Keren ya. Kalo kamu perhatikan dengan seksama, rambut sapi gondrong itu terdiri dari dua lapisan. Yang paling luar dan agak berminyak fungsinya untuk melindungi diri dari air hujan, sementara lapisan paling dalam untuk menghangatkan tubuh ketika musim dingin. Gak kebayang kalo ada sapi beginian di negara tropis, gak hanya lepek, dia pasti udah ngamuk-ngamuk macam kang ojek yang diklakson kang ojek lainnya jam 12 siang.

Sapi gondrong bisa hidup sampai 20 tahun, lebih lama dari jenis sapi lainnya. Kalo saya bandingkan sapi gondrong dengan sapi biasa di Skotlandia, sapi gondrong kalah besar. Hal ini dikarenakan sapi biasa butuh lemak lebih untuk menghangatkan tubuh jadi makannya juga jadi lebih banyak. Selisih beratnya bisa 38%, tapi katanya tingkat kolesterolnya lebih rendah -padahal sama-sama makan rumput ya, saya gak paham deh kalo yang ini.

Bos taurus adalah celebirty! Semua orang berlomba untuk berfoto. Kalo si bos gak dikandangin, saya yakin dia udah lurus rapih rambutnya karena pada pingin nyisirin.

Ini sapi yang saya temui pas di perjalanan. Saya kurang tau kastil apa yang ada diatas tebingan itu tapi melihat segerombolan bos-bos taurus ini rasanya pingin lari-lari terus jambakin rambutnya terus tarik-tarik tanduknya! Gemes parah! Apalagi pas mereka mendongak untuk melihat-lihat ke depan atau mencari umpan buah yang diberikan para turis, astagaaa pisapi, rambut mu lho di jepit kek! OH kalian harus lihat pas mereka lagi garuk-garuk badannya di pagar! *pengsan*

Aaaaah saya cinta Skotlandia! Entah bagaimana mereka melakukannya, entah apa yang orang Britania rasakan tentang negaranya, tapi saya, orang asing norak yang liat sapi aja girangnya bukan main, merasa perjalanan 3 hari di Skotlandia adalah perjalanan dengan keajaiban (even with a tour). Destinasi-destinasi sederhana yang penuh kejutan! Pokoknya happy dengan segalanya! Semoga kalian menikmati jurnal yang panjang pisan ini yah 😆


Catatan plus-plus:
  • Untuk keliling Highland saya mengikuti daily tour yang berangkat dari Edinburgh. Ada dua tur yang saya ikuti: Scottish Tours (bayar) dan Hairy Coo (gratis). Tapi selain dua itu, masih ada beberapa lagi dengan paket tur yang beragam. Googling aja. Jangan lupa bandingkan harganya ya, karena selisihnya lumayan banget.
  • Khusus untuk tur Hairy Coo, saya ada kasih tips ke si guide karena menurut saya dia memang menyenangkan. Kasihnya sih bebas, semampunya aja. Saya kemarin kasih £5 + RM5 haha.
  • Penyelenggara tur gak menyediakan payung, jadi usahakan bawa payung kecil ya karena cuaca Skotlandia itu labil.