Image Slider

Hong Kong's Spots Found: Dari Impor Telur sampai Pelembab Super

24 April 2017
Jalan-jalan ke Hong Kong kemarin, saya dan Mas Gepeng mengambil banyak sekali foto (+ video) sampai harus nambah beli memory card. Semua di Hong Kong sangat menarik. Semua terasa baru dan menyenangkan untuk setiap menit setiap langkah menemukan hal baru. Dan beneran deh, 5 hari di Hong Kong saya merasa masih banyak rahasia yang belom saya eksplor. Yaa sama sih ya, orang ke Indonesia juga 5 hari bakalan kayak baru nemu seupil rahasia Indonesia yang buanyak banget itu. Kami beruntung banyak jalan kaki di Hong Kong, jadi selain duitnya hemat, kami juga merasa menikmati Hong Kong lebih dekat apalagi gak pergi ke tempat-tempat 'biasa'.

Apa yang ada di kepala mu ketika melihat telor-telor ini? Telor rebus pasir hitam? Atau tanah? Atau telor keramat? Telor gaib? Sesungguhnya saya juga gak tau ini telor diapain. Nanya sama dedek-dedek seksi yang jaga toko juga dia gak ngerti bahasa inggris jadi ya, entahlah. Akhirnya selagi Mas Gepeng mengamati Google Map, saya menunggu diseberang tokonya menanti ada yang beli. Eh taunya si dedek-dedek penjaga tokonya ambil satu lalu dikupas. Warnanya putih aja dong kayak telor rebus biasa! Tapi harusnya rasanya berbeda sih karena saya mencium bau rempah-rempah herbal mirip bau jamu gitu. Ada yang udah pernah coba?

Beruang kutub paling sedih di Hong Kong. Oh man, I'm so sorry for your ice :'( Sebenernya agak kurang pas naruh beruang kutub di musim dingin seperti sekarang apalagi pake meleleh esnya. But campaign still a campaign! Stop global warming! Kasian ini beruangnya nanti kesumukan.

Always excited to see some succulent especially in Hong Kong. Why? They groomed them very well, clean and healthy! For medium size (one hand), price around HKD5 - HKD10. Every time I see succulent, I got awe by them! They're so pretty and charming with their petite size! Even so, I didn't buy any plant in Hong Kong simply because our flight back was late and add more hours to quarantine waiting process was not a wise-decision. Further we know that we are not necessarily allowed to bring the plant into the plane. I don't know China Airlines' rules about this but I am not interested in finding out more hahaha. Fyi in the US, you can't bring along crops and the like unless you make a license card first. Maybe you thought the bouquet of flowers could easily pass from the inspection. Watch out, a bouquet of flowers containing pieces of berries or the tip of a pine and seeds, will miss out from your belongings after passing the check out gate. I'm not ready for that kind of surprise.

Udah pernah makan swike? Enak ya hahaha. Orang Hong Kong juga suka makan katak lho. Katanya sih di goreng atau di sup. Katak goreng memang enak, tapi kalo ngeliat aslinya dulu rasanya piye gitu ya. Geli! Apalagi matanya semacam menyihir gitu kayak siapa yang mau makan dia bakalan dihipnotis lalu bunuh diri. Katak-katak ini ditaruh dalam rangka kawat dan mereka gak lompat-lompatan tuh meski tutupnya saya buka lebar. Udah pasrah kali ya. Penjual katak di Hong Kong gak sebanyak yang menjual aneka makhluk laut. Hanya ada satu yang saya temui. Apa ini berarti orang Hong Kong lebih suka makan seafood ketimbang amphibi? 

Baca juga dong: Everything We Ate in Hong Kong

Tau kah kamu kalo orang Hong Kong mengkonsumsi dua jenis telur? Yang cokelat itu telur asli ayam Hong Kong, sedangkan yang putih itu impor dari Thailand. Kenapa orang Hong Kong butuh telor dari Thailand (yang mungkin gak tau ini ayam jantan, ayam betina, atau ayam setengah jantan setengah betina)? Menurut ibu yang jualan, telor asli sini mahal harganya jadi perlu telor 'bantuan' yang lebih murah. Hemmm. Faktanya per Desember 2016, Hong Kong mulai melarang impor daging ayam dan burung serta telur  turunannya dari Jerman mengingat negara itu sedang tren flu burung, setelah hampir mengimpor 2 juta telur ayam dari awal tahun sampai Oktober. Langkah lain pemerintah Hong Kong untuk melindungi warganya dari wabah flu burung adalah melarang impor telur asin dari Vietnam dan telur ayam dari Tennessee, Amerika.

Gangster pojokan! Seru ya liat patung dewa dewi ini plus dupa-dupa yang sudah mengecil. Kalo boleh ngaku, saya tuh suka lho sama bau dupa. Bau mistis gitu tapi enak hahaha. Dan patung-patung ini berpose seolah melindungi toko selagi masih tutup (atau selagi yang punya sedang pergi entah kemana). Apalagi yang mukanya merah merah itu, serasa kalo ini toko dimalingin, bakalan terbakar dengan satu tatapan tajam -maaf kak, kebanyakan nonton The Flash jadi begini imajinasinya.

Baca juga dong: Minggu Pagi di Martapura

Karena di Indonesia belom ada yang jual (ada sih online shop yang emang impor barang-barang anti main stream), pas liat toko kosmetik Lush di Hong Kong saya langsung birahi! Bayangin, tokonya eye catching dengan segala kesederhanaan yang ditampilkan, tapi isinya bok, superrrrr! Contohnya sampel masker almond diatas, semua jenis face mask di tampilkan seperti itu ya ampun menggoda aduhai.... Asyiknya lagi kamu bisa cobain semua! Yaa gak maskeran langsung di wajah gitu sih, tapi di tangan dan SUMPAH YA demi mama yukkero, habis di scrub sama masker ini langsyuuung lembuuut!

And this moisturizer, is the MOST moisturizing moisturizer ever! EVER! Innalillahi enak pisan. Saya coba ditangan (yang tadi udah dibersihkan) dan lembut lembabnya tahan lama sampe balik hotel which is sampe 6 jam. Ini serius sih, beneran enak banget! Lembabnya luar biasa! Kandungannya organik dan handmade. Plus karena kandungan argan oil, shea butter, rosewood oil, ylang-ylang oil, fair trade organic cocoa butter, rose hip oil dan oil-oil lainnya, pelembab ini teksturnya balsam which is canggih gila untuk kulit kering. Beberapa review yang saya baca, pelembab ini cocok untuk kulit berminyak. Padahal pas saya coba ditanggan itu gak oily sama sekali lho (padahal kulitnya lagi kering banget karena udara dingin). Selain yang ini, varian moisturizer Lush juga oke lho! Banyak yang saya coba di tangan (HA) dan semuanya kece! Saya kepengen beli tapi sungguh, uang ngepas itu perkara berat kalo ketemu benda kayak begini. Kalo nanti ketemu lagi tokonya pas jalan-jalan, saya bakalan beli! TOP wish-list!

Baca juga dong: Currently Day and Night Skincare Routine + Favorite Products for Dry Skin Survivor

Pas lagi jalan-jalan sekitar pasar, Mas Gepeng manggil saya dari seberang dengan bilang "sayang, ini surgamu nih!". Beneran ternyata. Surga! Hahaha. Saya suka banget makan jamur. Setiap belanja sayur, pasti ada jamur entah jamur champignon, jamur tiram, jamur enoki, jamur portabella, jamur kancing, pasti selalu ada jamur. Dengan macam jamur sebanyak ini, sepertinya cocok kalo saya tinggal di Hong Kong.

Ada seorang teman, namanya Mba Titi, dia suka koleksi post card. Nah kebetulan di Hong Kong kami dapet post card gratisan dari pameran. Edisi spesial gitu. Lalu Mas Gepeng dapat ide untuk mengirimkannya langsung dari Hong Kong. Seperti yang dilihat di foto, mesin pengiriman posnya udah otomatis. Jadi tinggal masukin beberapa uang koin sesuai tarif, lalu keluar perangko. Setelah ditempel kami hanya perlu minta cap ke Pak Petugas lalu memasukan kartu pos ke dalam mesin yang tadi. Jadi biaya hanya keluar untuk perangko aja. Keren ya!

The Clock Tower Hong Kong. Gak ada yang spesial sih dari foto ini selain karena agak blurry, yaa memang gak ada yang spesial aja hahaa. Tempat ini jadi salah satu spot touristy dan landmark di Hong Kong, berdiri sejak 1915 bersama The Kowloon-Canton Railway. Saya dan Mas Gepeng hanya ingin foto berdua aja, gak ada yang lain. Kami bersyukur sekali bisa main ke Hong Kong, bisa naik tram, bertemu hal-hal baru, hal-hal asing, dan menyadari bahwa menginap di hotel murah yang kecil bisa berdampak buruk bagi hubungan badan suami istri hahaha. Wish you have a great long weekend dear blessed people. I love you.

5 Sensasional Places You Must Visit in Singapore

19 April 2017
Singapura sampai detik ini masih menjadi magnet bagi warga Indonesia untuk berlibur. Selain aksesnya mudah dan jarak yang dekat, Singapura selalu punya atraksi baru yang benar-benar bikin kita bisa excited eksplorasi negara yang luasnya gak sampai sebesar Jakarta ini. Tercatat sejak tahun 2015, ada lebih dari 15juta orang Indonesia berkunjung ke Singapura! Banyak ya bos! Bahkan itu lebih banyak 3 kali lipat ketimbang penduduk aslinya mereka! Negara pertama yang memiliki The Coke Hug Me Machine ini punya puluhan tempat atraktif yang menarik orang-orang dari Indonesia bahkan seluruh dunia untuk datang berkunjung, salah limanya yang paling kece adalah berikut ini.

1. Boat Quay and Clarke Quay 
Muda mudi Singapura lagi seneng nongkrong disini nih di tepi Sungai Singapura. Tempat yang terkenal adalah Boat Quay dan Clarke Quay. Dulunya tempat ini merupakan pelabuhan paling rame di Singapur. Sekarang rame juga tapi setelah pusat perdagangan dipindah, kawasan ini dipenuhi oleh ekspat-ekspat necis, wisatawan, dan penduduk setempat yang nongkrong sembari menikmati lanskap kehidupan pinggir sungai Singapur yang classically glam. Di sepanjang sungai, terdapat blok-blok perumahan dan pertokoan dengan pub, restoran, butik, mall, dan juga klub-klub gaul. Serunya lagi adalah gaya asli abad 19 tetap dipertahankan sehingga ada campuran antara gemerlap lampu pijar dan pemandangan klasik kolonial. Perpaduan yang menyenangkan.

2. Singapore Flyer
Ingin melihat 3 negara sekaligus dari ketinggian? Dari atas Singapore Flyer, kita bisa melihat Singapur, Malaysia, dan Indonesia sekaligus. Gak heran karena bianglala setinggi 165 meter ini adalah kapsul pengamatan tertinggi di dunia mengalahkan Star of Nanchang (China) dan London Eye (Inggris)! Dari ujung tertinggi bianglala ini, kamu bisa melihat seluruh penjuru Singapura dengan view 360 derajat.

Tapi kalo gak berani naik karena takut ketinggian atau gak punya uang (HAHA), foto-foto dengan latar belakang Singapore Flyer juga tetep keren loh. Coba datang ke sana malam hari dan kamu akan melihat indahnya lampu-lampu dari Singapore Flyer dengan gedung-gedung di sekitarnya yang dipantulkan dengan indah oleh air laut dari Marina Bay yang ada di hadapannya. Magic.
Photo Courtesy: thousandwonders.net

Baca juga: Our Journey to Genting Highlands

3. Singapore Zoo
Kebun binatang ini diklaim Pemerintah Singapura sebagai yang terbaik dan terlengkap di seluruh negeri. Setiap tahunnya, lebih dari 1 juta wisatawan memadati kawasan konservasi ini. Ragam heman yang tinggal disini juga banyak, termasuk hewan-hewan langka yang sudah sulit dijumpai di alam liar. Hewan-hewan itu dibiarkan hidup di tempat terbuka, seperti alam di mana mereka hidup. Sebut aja padang rumput Afrika juga gurun Australia yang dihuni kawanan Kanguru

Main ke kebun binatang ini gak hanya terbatas pada pagi atau siang hari saja. Di malam hari, Singapore Zoo menawarkan petualangan Night Safari yang seru! Kamu akan diajak naik mobil dan keliling melihat bagaimana kehidupan hewan di malam hari yang tentu berbeda dengan siangnya. Selain itu di kebun binatang ini juga terdapat Rainforest Kidzworld yang bakal memanjakan anak-anak. Happy kids happy family.
Sumber foto: wrscomsg.wordpress.com

4. Botanical Garden
Melihat hutan kecil di tengah kota, kenapa enggak? Singapura membangun Botanical Garden dengan luas 64 hektar tepat di tengah kota dan usianya sudah lebih dari 150 tahun lho, makanya tempat ini juga merupakan UNESCO World Heritage Site. Gak hanya diisi dengan tanaman-tanaman yang hijau, di Botanical Garden kamu juga bisa melihat banyak tanaman langka dari berbagai negara. Masuk ke Botanical Garden, kamu akan menemukan hutan yang sejuk dan cantik. Dan cukup dengan berjalan kaki untuk mengelilinginya, kamu akan menemukan jalan keluar langsung ke Orchad Road yang menjadi pusat Singapura. Seru kan?
Sumber foto: ddproperty.com

5. Jurong Bird Park
Bersama dengan Singapore Zoo dan River Safari, Jurong Bird Park merupakan salah satu tempat yang termasuk kawasan konservasi bernaung dibawah Wildlife Reserves Singapore (WRS). Mengajak anak atau keponakan ke Singapura, or even you are a bird-lover, jangan lewatkan Jurong Bird Park. Taman ini memiliki ribuan koleksi burung dengan berbagai jenis dan warna yang memikat! Serius cantik banget! Gak hanya membuat kita belajar tentang burung, kita akan merasa terhibur dengan tempatnya yang ditata rapih dan photogenic.
Sumber foto: expedia.co.th

Masih banyak tempat menarik lainnya dari Singapura, dan nggak akan cukup dijelajahi hanya dalam waktu satu minggu saja. Biar liburanmu lebih seru, lebih baik main ke tempat-tempat ini diluar musim liburan sekolah. Selain pengunjungnya lebih sedikit, tiket pesawat Tigerair diluar musim liburan juga lebih murah lho. Good news from heaven for you! Ada banyak promo yang bisa kamu manfaatkan dari Tigerair untuk terbang ke Singapura dari berbagai kota di Indonesia! Informasi selengkapnya tentang promo Tigerair bisa kamu cek lewat media sosial atau website resmi maskapai ini. Jadi, tunggu apalagi? Lihat kalender, cek tabungan, beli tiket, daaaan selamat eksplor Singapur!

Everything We Ate in Hong Kong (maybe also a Halal-Food Guide hehe)

9 April 2017
When HK round-trip tickets are in hand, we were so excited about what dishes we would find out there. Mas Gepeng made a list about halal-restaurants and turned out to be hundreds that actually I didn’t really care about. I eat what I want to eat and talk to myself that I would take off my hijab when I arrive in HK and eat everything no doubt. Yeah from my photos you know that’s not happened at all HAHAHA. So, you’re Muslim or not, here what we ate in Hong Kong.

Hungs Chinese Restaurant, Halal Food Hong Kong
Hung's Chinese Restaurant
In my personal rank, their chicken wings ARE THE BEST IN THE WORLD! My friends told me that I can’t do that hyper-judgment to a dish because I’m not even try every dishes in the world but for 26 years of my life, I know this is the best chicken wings ever! Their secret is ngohiong or as known as five spice powder. Ngohiong is popular spice used in China and what make it powerful is the ingredients. Ngohiong are fusion from fennel seed, clove, pepper, cinnamon, and anise blended together. The taste was unique, sweet and sour together, little bit spicy but delicious really! They marinated the wings and deep fried until golden-brown. Better eat while its hot.

Another dishes they provide are fried rice (they have eight variants), lots of vegetables kind of dishes, seafood like steam whit pomfret, shechuan style stir-fried shrimp, garlic steam fresh scallop, and many more. We tried their sautéed choy sun in garlic sauce and taste’s AMAZING. We also tried their preserved olive fried rice and also taste’s AMAZING and the portion was huge (if you are a small belly and have to eat every three hour like me, I strong recommend this place for you and I suggest you to bring your own Tupperware). But I didn't fall in love with their steam scallop because it tastes no surprise even soy sauce they put on top of angel hair was wonderful.

Where to find them?
It is on the first floor building behind Chunking Mansion. Signs are everywhere don’t worry.

Ma’s Restaurant
I’m gonna do my hyper-judgment again this time because Ma’s’ DEEP FRIED EGGPLANT WITH PEPPER AND SALT was absolutely, precisely, DELICIOUSSSSSHHHHHH! Are there anyone here fall in love so hard with eggplant like I do? Please? Anyone? When we walked around HK wet market, I found they have very big and long eggplant. Two times bigger than we usually have in Indonesia. So I thought it would be so fantastic to have them fried and it's true baby! Their eggplant beat any eggplant cuisine I’ve ever tried in my life. If you want more deliciousness, chunks fried eggplant together with crumb. ENAK NDES! Magic! Best part is the crunchy stays forever. HKD74 worth to try!

Another menu we tried is deep fried wonton and beef tripe cold noodle with sesame sauce. Both menus are satisfying but my eggplant still won the medal hahaha. Another menu you can try in Ma’s Kitchen is mutton curry, steamed chicken with salted and ginger sauce on rice, spicy fish with vegetable, marinated chicken in chili sauce, and many many more menu. We didn’t order drink because they provide free (and refill) plain tea. Pleasure for backpackers.

When we ate here, we found something interesting: Hong Kong people do not mind to share table with other people when they eat and sit alone. I thought it was just one at that time but I also found in public spaces, they are do sharing table even with us -total stranger. People on the table might not have conversation after all but sharing table is most sweetest thing I found in Hong Kong. I'm sure love that because I always wanted to do in Indonesia, wherever I sit alone enjoying my time writing or read books. This is worth to copy.

Where to find them?
21-25 Cheung Sha Wan Road, Sham Shui Po, Hong Kong. Use MTR from anywhere and stop at Sha Wan and then walking for around 15 minutes. Save offline map and you'll be easier to find them.

Sushi Take Out
Is sushi a halal-food? I don't know but IMHO, they're halal because its fish and raw proceed. Sushi Take Out is not only my favorite place, is a key to life savvy in HK. They put reasonable price for every meals they have and I was overwhelmed happy. For a nigiri or gunkan with any toppings, it cost HKD3 which is only IDR5142 and they use fresh meat –better reason because in Indonesia, it’s hard to find super fresh sushi like this in medium economical segment. They also have norimaki set like Californian, rolled salmon, and cost less than HKD50! We have them for brunch and dinner and never been satisfied with sushi like this. Thank you for breezing wind and fresh meat, Hong Kong. I love you!

Where to find them?
Sushi Take Out in Hong Kong has 15 branches. The closest from Chunking Mansion is at Prince Edward MTR Station, other 14 stalls are here. They also have places to dine in.

Ebeneezer’s Kebab Express
When you’re abroad and clueless about local-halal-food to find, go for kebab. I think put kebab and another Turkish or Indians dishes around the world is a brilliant idea –and they’re halal-ness make it even better. I’ve tried Shiraz Kebab in Singapore (taste so good), in Hong Kong I tried Ebeneezer’s kebab and curry rice. Taste wonderful! Fillings available here is donar (lamb), gyros (chicken), chicken tikka, shish taouk, kofta, hallumi cheese (I actually wanted to order this but they said it tastes so salty-cheese and I wouldn't like it, and now I'm brutally curious!), Turkish meatball, falafel (vegetarian), and greek salad in pita. Beside their flavorful kebab (damn I love their minty sauce!), other menu you can try is salads, curries, samosas, spring rolls, falafels (alone), and French fries. For a kebab, price is around HKD40 – HKD60, others menu also around that price. If you want lunch package, they have 8 HKD40-menus (kebab/curry + soft drink) which available at 11 am - 5 pm. 

Where to find them?
This is also part of Ebeneezer’s Kebabs and Pizzeria. This eatery has outlets all over Hong Kong, easy to find.

Dim Sum at Islamic Centre Canteen
Planning trip to Hong Kong, I really don’t care or even think about anything else other than dim sum. I love dim sum than siomay. I love dim sum than batagor. I love dim sum than martabak. I love dim sum better than his other families! This time round, my husband asked me to go to Wan Chai to try halal dim sum in a masjid’s canteen. Even I know this is not the best dim sum (yes, I know the best place haha), but trying them in their origins was really made my day.

They have so many kind of dim sum but please note, around 10 am to 3 pm is business hours for dim sum. So if you don’t want to miss any kind of their dim sum, come around 10 am to 1 pm. We’re lucky to try some like steamed beef balls, steamed shrimp dumplings, steamed chicken and vegetable wraps, steamed chicken with black fungus, and steamed vegetables dumpling (for this one, I asked to have my new-friend’s order hahaha). I’m didn’t order anything fried because I only love steamed dim sum.

As usual, I have my own rank and the winner dim sum at this canteen is……..the steamed chicken and vegetable wraps! Woo hoo! Why? Because the chicken taste so calmly good with it natural broth, kani stick as compliment, young corn and black fungus complete the whole package oh yessss taste brilliant! Wrapped in bean curd also make everything better! For the second place goes to steamed beef balls yaaaay….. Why? Because it was bouncy and taste so good.

Where to find them?
Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre 40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Yat Sin St.

Wai Kee Restaurant
Another bucket list to go to Hong Kong after dim sum is trying their roast duck/goose. I’m so much crazy about duck, you know! And they say Wai Kee has one of the best duck rice in Hong Kong. The best part? It’s halal! Before going here, I’m walking hilariously to Yat Lok and have been dreaming in advance to go here. Yat Lok Roast Goose Restaurant has won One Michelin Star (2015) although they have a small place, and since that award-winning Yat Lok started serving amazing roast meat with their family secret recipe. I know this place not halal and I want to eat there no matter what. But I can imagine how strong the wrath of God if I do that hahaha. So my mind got clear when we stand in their very long queue. What about Wai Kee? Yesss THEY HAVE ME MOUTHGASM because their roast duck like a shooting star! Oh my God I found my highlight! You really have to try I mean it! The golden-crisp duck skin is yummy and strongly favors. Tasty spices brilliantly sink in duck skin full of fat. The duck meat is juicy and tender. Melted my heart!

Other menu we tried is steamed chicken in bowl. This one use spicy rice (like Hainan) and steamed chicken which taste also heaven! They steamed very well, no mushy-texture, and deep marinated. For HKD38, this bowl gonna bowl your mind up high! Oh, P.S.: it's not me or Mas Gepeng make the bowl dirty before we eat heheh.

Where to find them?
No. 5 Cooked Food Centre, Bowrington Road Market, Wan Chai, Hong Kong. Use MTR, stop at Causeway Bay, go to exit A (Times Square), and walk around 10 min.

---

Hoooossshh writing full in English this long make my stomach itchy. I wish this post help you to find halal food in Hong Kong or give you some powerful information. Food experiences in Hong Kong are priceless. Even it's halal doesn't mean the chefs are not Hong Kong people. That's why along with the delicious food, the combination of eating while being surrounded by busy Hong Kong people and market environment gives your senses a complete Hong Kong food experience. Next post I'll share snacks we tried in Hong Kong. See you soon fellas and have a good day!

P.S.: I'm still learning to write in English, if you find wrong grammar or have recommendation about better sentences, please let me know so I can fix it because sharing is caring. Thank you :)

Dijutekin Florist Cantik di Flower Market

6 April 2017

Enjoy Universe - Dijutekin Florist Cantik di Flower Market
Pulang dari Hong Kong, banyak yang bertanya “Justin ke Macau juga? Shenzhen?”, atau juga “Justin ke Disney Land dong!”, atau lain lagi “Justin ke Hong Kong ya kemarin, main ke Ocean Park ya?”. Well, selain saya gak suka yang mahal-mahal, tempat yang sebenarnya bisa bikin saya senang adalah tempat-tempat sederhana salah satunya adalah pasar bunga yang saya kunjungi di Hong Kong. 

Pasar bunga atau flower market letaknya di Prince Edward Road, Mong Kok. Naik MTR (Mass Transit Railway) turun di Prince Edward atau Yau Ma Tei atau Jordan terus jalan kaki atau naik bus atau naik tram atau naik taksi. Penunjuk jalan di HK sangat mudah dan ada dimana-mana jadi tenang, gak akan kesasar. Flower market ini terdiri dari banyak sekali toko bunga besar dan kecil, buka setiap hari dari jam 9.30 sampai 19.30. Saya kesana siang agak sore jadi wajar disana lagi ramai-ramainya.

Dua kesan yang saya rasakan saat datang kesini adalah: rapih dan bersih. Semua tanaman ditata sedemikian rapih diwadahnya mau pun di rak. Gak ada becek, gak ada kotor bunga yang jatuh dan terinjak-injak, semua sangat bersih. Kualitas tanaman juga patut diacungi jempol. Sukulennya sehat-sehat, daun dan batang segar semua, bunga-bunga harum sebenar-benarnya, dan pohon-pohon pendek yang dijaja disana sangat kokoh. Everything in here were well groomed. Kalo berkunjung kesini, perhatikan peraturan yang disediakan ya misalnya ada sticker yang bertuliskan ‘no photograph’ atau ‘no touching’ atau ‘no ngutang’ –gak ding, itu dipatuhi ya. Seperti yang saya bilang, orang sini kan judes tuh jadi kalo gak resek aja dijudesin apalagi yang songong. 

Saat saya mengunjungi HayFever, sebuah toko bunga gitu, ada florist yang lagi merangkai bunga dalam wadah kecil-kecil. Mbaknya cantik dan terlihat ramah, jadi saya coba ajak ngobrol sedikit supaya gak terlalu ganggu. “Ini pesanan atau memang dibuat untuk dipajang?”, tanya saya. “Pesenan”, jawabnya singkat dengan senyum seadanya. Saya yang udah biasa banget dijudesin orang Hong Kong ya udah sabar-sabar aja ya.

Mbak ini beneran canggih sih merangkainya. Wadah kaca yang bentuknya mirip botol sake, dihias bunga besar kecil bernuansa putih tapi ajaibnya, dia gak bikin rangkaian itu pucat. Pokoknya cakep. Saat saya melihat dia memotong bagian bawah tangkai, saya kembali bertanya dan kali ini saya bikin tipe pertanyaan tertutup aja biar gak sakit hati. “Ini memang harus dipotong lancip begitu?”, tanya saya. “Iya, dia mesti lancip”, jawab si Mbak sambil agak kagok dan kibas poni. “Mbak boleh saya videoin gak?”, tanya saya menawarkan dokumentasi dan promo wajah + skillnya dengan gratis (siapa tau kan dia ditawarin main film). Tapi dia menolak dengan tegas dan kali ini dia memasang wajah mengusir. FINE! GUA PERGI! Sambil salah tingkah dan sok lihat-lihat bunga, saya menyapa“have a nice day” sambil ngacir yang tentu saja cuma dibalas senyum getir yang boro-boro giginya, jigongnya aja gak keliatan.

Enjoy Universe - Dijutekin Florist Cantik di Flower Market
Sebenarnya gak si Mbak itu aja yang judes, kebanyakan orang di toko bunga juga pada judes. Lama kelamaan saya terbiasa juga dijudesin mbak-mbak Hong Kong. Template-nya memang begitu kayaknya atau memang karena pas peak hour, entahlah. Meskipun begitu, orang Hong Kong baik-baik kok. Mereka mempersilahkan saya foto, pegang-pegang bunga, dan keluar masuk tanpa membeli. Saya juga dipersilahkan main dengan kucing salah satu florist, menciumi lavender sampe mabuk, mengelus sukulen-sukulen yang menggemaskan, dan saya memiliki hari yang penuh warna. Worth to remember.

12 Facts I Found on My First Day in Hong Kong

29 March 2017
Hari pertama sampai di tempat baru adalah hari yang paling saya suka! Pertama kali melihat tempat baru dengan segala hal yang juga belum pernah saya temui sebelumnya, selalu selalu bikin bersemangat karena getting new things makes us feel so good rite? Apalagi saya belum pernah pergi ke tempat  yang oriental seperti ini. Mata berbinar-binar, alis berkerut karena banyak pertanyaan, suara "hooo" kedengaran setiap saat, seru banget ketemu pengalaman baru apalagi di Hong Kong banyak hal-hal menarik.

(1) Ketika menyeberang, orang Hong Kong berjalan lebih cepat dari orang Singapur. Sebagai orang yang berjalan pelan, mengamati orang berjalan cepat menjadi sensasi setiap saya pergi ke tempat baru. Orang Jakarta berjalan lumayan cepat, khususnya pas lagi di terminal busway atau di stasiun. Orang Singapur lebih cepat lagi, meskipun mereka jalan di trotoar atau menyeberang jalan. Tapi ya, orang Hong Kong jauh lebih cepat lagi. Cepat banget! Meski mereka jalannya bareng temen-temennya, ya satu geng itu jalannya cepat banget!
Additional fact: Menurut New York Times (per Februari 2016), kota yang pejalan kakinya berjalan sangat cepat diantaranya adalah Singapur, Copenhagen (Denmark), Madrid (Spanyol), dan Guangzhou (China). Orang Hong Kong gak masuk dalam list itu. Jadi mungkin saat itu saya merasa orang Hong Kong berjalan lebih cepat simply karena mereka sedang kedinginan hahaha.

(2) Orang Hong Kong itu galak. Gak tau sih emang dari nenek moyangnya galak atau ada pengaruh dari budaya mereka, tapi serius mereka galak. Galaknya bukan marah-marah gitu tapi judes. Paling judes kalo ngadepin orang gak ringkas, gak well-prepared, atau lelet. Misal pas makan di Wai Ki. Saya pesan menu tapi ternyata gak ada, pas saya mikir lagi mau pilih menu apa, belom semenit si ibu udah mendesah sinis lalu pergi. Contoh lain lagi pas saya beli jajan di 7-Eleven. Pas di kasir, saya sempat ribet nyari koin sambil mengeja uang yang harus saya bayar. Si mamang kasirnya gak sabaran dan langsung bilang "just give me that money, go go", gitu. Padahal antrian dibelakang saya cuma 1 orang dan dia terlihat masih cari-cari barang. Galak kan!

(3) Gak ada debu di Hong Kong. Polusi udara mereka sumbernya ada dua: asap rokok dan asap kendaraan (yang gak pekat-pekat amat juga). Jadi bunga-bunga yang tumbuh di trotoar bisa terlihat super kinclong nyaris mirip bunga pelastik, karena mereka gak berdebu dan warnanya kontras.

(4) Pasar sayur dan daging buka dari pagi sampai sore dan yang sore-sore pun tetap segar. Meskipun gak kinclong, tapi untuk ukuran pasar mereka bersih lho. Gak ada tuh becek, tumpukan sampah, bau gak sedap, pokoknya bersih dan nyaman. Penjualnya juga gak ada yang bau ketek. Yaaa didukung cuaca juga sih hahaha. Tapi saya suka main ke pasar-pasar di Hong Kong. Interaksinya seru untuk diamati meski gak paham apa yang mereka bicarakan.

(5) Perempuan di Hong Kong bisa tahan jalan kaki jauh pakai high heels. Jauh disini beneran jauh ya (itungan saya sih hahaha), tapi tahan banget pakai sepatu hak yang minimal 3 senti lah tingginya. Pun orang yang pulang kantor masih bela-belain pakai high heels. Dan banyak perempuan Hong Kong yang merokok.

(6) Hong Kong transportation is super excellent! Gampang banget kemana-mana dan segala sarana yang disediakan sangat memudahkan (lebih mudah ketimbang Singapur malah). Kalo pun pergi kesini sendirian, gak kenal siapa-siapa, tetap akan mudah pergi kemana pun dan kembali pulang. Sign dibuat sangat mudah dipahami, selalu menyala, dan ada dimana-mana. Eskalator juga hampir tersedia dimana-dimana, jadi gak bakalan sedih mendaki tangga. Paling okenya lagi ya, semua moda transportasi muraaaaah meriaaaah! Kereta MTR 5 dolar (memang harga menyesuaikan jarak tapi serius, terjangkau banget!), bus juga murah, tram apalagi, dua dolar aja! Dan semuanya nyaman bin bersih! Canggih gila!


(7) Majalah porno, DVD porno, dan sex toys dijual bebas di Hong Kong. Suatu ketika saya melewati gang kecil di pinggir jalan besar, lah isinya jualan majalah porno semua. Plus DVD-nya, CD-nya, sama sex toys seperti penis-penisan dan macam lainnya saya gak ngerti. Wow! Sebagai orang yang pertama kali lihat langsung begituan dan ini mudah sekali ditemui, saya sungguh terkaget-kaget. Cuman warungnya gak deketan sama toilet umum jadi habis beli gak bisa langsung masturbasi hahaha.

(8) Mobil mewah lebih sering keliatan ketimbang kucing jalanan (padahal saya lihat kucing di Hong Kong juga hanya sekali). Macam mobil mahal seperti Porsche, Aston Martin, Maserati, Ferrari, Mazda, Tesla, BMW, Nissan GTR, Shelby Mustang, Rolls Royce, Bentley, ada semua ngalor ngidul di jalanan Hong Kong yang mulus bebas lobang atau polisi tidur. Kaca mobilnya pun kebanyakan dibuat bening atau pas lewat, kacanya dibuka sampai bawah entah buat hemat bensin atau mau pamer.

(9) Dan orang Hong Kong jaraaaaaaaang banget pakai sandal! Kalo bisa saya ibaratkan dari 100 orang, yang pakai sandal hanya 3 orang (ini hasil pengamatan tiap mau nyeberang traffic light ya, dan 3 orang itu termasuk saya hahaha). Kembali lagi, negara ini dingin jadi kalo pakai sandal ya kakinya jadi dingin.

(10) Lalu lintas disini sangat rapih. Ada sign menyeberang jalan dan traffic light yang gak pernah ngadat. Makanya kalo pas lampu hijau, mobil akan melaju kencang entah pas lurus ataupun belok. Beneran gak usah berani-berani nyeberang kalo lampu tandanya masih merah. Cari aman aja udeeeeh.

(11) Banyak taman umum di Hong Kong dan yang bikin saya bahagia adalah toilet umum mereka bersih sekali. Sabun tersedia, air oke, lantai dan dudukan WC bersih, tisu aman, jumlahnya banyak, saya yang awalnya paling anti buang air di toilet umum jadi terbiasa. Meskipun gak bakalan saya bawa juga kebiasaannya di Indonesia.

(12) Orang Hong Kong gak suka 'mengganggu' orang lain untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka. Maksudnya begini, misalnya pas lagi di eskalator. Gak semua orang terbiasa berdiri di satu sisi eskalator sehingga jalan eskalator untuk mereka yang terburu-buru suka zig-zag atau malah terhalangi. Nah orang Hong Kong gak bakalan tuh colek-colek minta minggir atau ngedumel nyalahin orang lain. Mereka lebih memilih untuk bergerak nyelip atau meliuk-liuk demi bisa lewat. Atau pas lagi di trotoar, kan banyak tuh orang jalan sambil nunduk mainan hp. Orang Hong Kong yang gak mainan hp memilih untuk menghindar meski jalannya mesti geser agak jauh ketimbang pas-pasan berhadapan dengan orang yang menghalangi jalan mereka.

Exiting? BANGET! Seruuu eksplor Hong Kong kesana kemari! Welcome to the attractive city, see you on the next post.