SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

September 20, 2018

Mau Main sama Alpaca di Korea Selatan?

Jika jawabanmu untuk pertanyaan di judul tulisan ini adalah iya, maka kamu berada di tempat yang tepat. Saat ke Korea kemarin, saya mengunjungi keluarga jauh beda klan yang sempat kirim ancaman, katanya kalau tidak datang berkunjung, saya akan diludahi oleh alpaca satu geng. Makanya main ke Alpaca World jadi satu-satunya itinerary yang saya buat wkwk.
1 comment

September 14, 2018

Solo-Traveling First-Timer: Expectation vs Reality

Another Expectation vs Reality series, tapi kali ini bukan mengangkat tempat melainkan pengalaman saya melakukan debut solo traveling ke Korea Selatan. Kalau mau baca seri sebelumnya, silahkan klik di sini dan di sini, biar update wkwk.

Ketika saya pergi, teman-teman di jagad maya banyak yang DM memuji betapa saya berani dan hebat mau melakukan solo traveling ke luar negeri. Saya hanya balas 'Hehehe keren yha' saja padahal asal you tempe yah, saya mah huhuhu mulu selama ngalor ngidul sendiri, dari yang nyasar sampai lelah karena beberapa kali salah platform stasiun. Tapi ada juga lho momen huhuhu berubah jadi khukhukhu.

Bagaimana debut pertama saya ke luar negeri sendiri? Apaqa sesuai ekspektasi diriqu? Baca terus deh, biar ente tahu rasanya.
4 comments

August 12, 2018

Makan dengan 1 Koin ¥500 di Tokyo? Mana Saja tuh~

Selamat datang di seri lanjutan tulisan traveling hemat di Tokyo, Jepang.  Mengikuti hasil polling yang saya buka di Instagram, maka kali ini saya akan bongkarrrr dua belas restoran murah meriah yang bisa kalian coba di Tokyo yang bayarnya cukup dengan satu koin ¥500! Bongkar! Bongkarrr!
8 comments

July 29, 2018

Let Me be Your Guide to Enjoy Tokyo in Very Gembel Way

Ini adalah most requested article dari para umat-umat pembaca setia justinlarissa.com. Sebenarnya agak sebal juga, kok bisa-bisanya mereka berpikir saya backpacker-an di Jepang, memangnya saya ini tidak tampak mewah gitu? Memangnya kalian tidak lihat saya ini bukan backpacker. Jangan suka judge sembarangan, qu taq suqa.

Maka dari itu, saya akan memberikan panduan menikmati salah satu kota mihil-nyebelin tapi cakep dengan satu-satunya cara yang saya tahu. Cara gembel.

Saya akan bagi panduan ini dalam 4 poin besar: akomodasi, transportasi efektif, makan, dan gaya hidup. Jadi jika situ tipe menginap di hotel, makan tinggal tunjuk, sama sukanya tempat wisata berbayar, sudah tetap baca saja untuk hiburan. Oke, kita mulai nyok!
19 comments

July 16, 2018

Pasar Tsukiji Cintaqu 🖤

Sepertinya saya kena sebuah hukum, apa ya namanya, ketika dulu benar-benar dihindari, sekarang malah dicari-cari. Saat kecil saya paling malas ke pasar. Becek dan bau amis adalah dua alasan yang tidak bisa ditolerir (biasa anak kota belagu gitu wkwk). Tapi sekarang setiap saya bepergian, saya selalu cari pasar. Alasannya bukan hanya untuk melihat aktivitas lokal, tapi juga untuk berhemat karena biasanya makanan di pasar itu murah. Nah di Tokyo ada sebuah pasar yang terkenal di seluruh alam semesta. Kamu pun (kalau kamu anak hits) harusnya sudah pernah dengar. Namanya Pasar Ikan Tsukiji.

14 comments

July 5, 2018

Hal Apa yang Tidak Ada di Tokyo tapi Ada di Kamakura?

Di mata orang Tokyo, Kamakura adalah kota sebelah yang seru untuk dieksplor dan cucok jadi lokasi darmawisata. Banyak anak sekolah berakhir pekan di sini untuk memenuhi tugas atau sekedar piknik bersama teman, seperti Yamada Miiko dan Shimura Mari—dari komik Hai Miiko!—biasa lakukan.

Di sini saya akan berbagi semua yang saya tahu tentang Kamakura kepada umat-umat pembaca sekalian. Ceritanya akan lumayan panjang (seperti biasa), jadi mending ambil minum deh, sirup Tjampolay pisang susu atau teh tarik Aek Cheong juga boleh. Dan seperti judul tulisan ini, saya akan beritahu hal-hal yang tidak ada di Tokyo tapi ada di Kamakura. Biar seru, saya akan sampaikan tersirat, kamu temukan sendiri ya. Semangat kakaak~
8 comments

June 27, 2018

Japan First-Timer: Expectation vs Reality

Suatu siang yang cerah di stasiun Tokyo sentral, cuaca hati saya yang tadinya cerah juga tahu-tahu bercampur awan kelabu. Pasalnya saya kebingungan, bagaimana caranya saya bisa tembus gate karcis kereta ini padahal kartu sudah di tap bolak-balik di beberapa gate. "No, this ticket only for subway. You are in JR Station. Okay, we'll buy tickets for you both, come here!", ajak seorang lokal membawa kami ke mesin tiket dan setelah beberapa tut tut tut tut, tiket ketengan menuju Kinshicho sudah di tangan.

Meski ada banyak artikel yang traveler sejagad raya sudah tulis, nyatanya saya dan Mas Gepeng tetap kesasar mendapat banyak kejutan di Jepang. Quote yang bilang bahwa "better to see something once than to hear about it a thousand times" itu sungguh benar adanya gengs. Dan ini saya rangkum hal-hal yang saya temui as Japan first-timer.
23 comments

June 21, 2018

Tempura Tendon Tenya: Makan Gorengan Naik Level!

Makan gorengan naik level? Sejak kapan gorengan ada levelnya? Begini gengs, mari kita bahas sebentar tentang gorengan dengan memfokuskan diri pada makanan yang khusus digoreng pakai tepung. Apa saja yang pernah kalian coba selain ayam kentaki, tahu isi, mendoan, terong goreng, dan udang goreng tepung yang ada di warung padang? Apa? Tuh kan banyak wkwk. Daku sendiri tidak bisa hidup tanpa gorengan, dan tempura termasuk yang paling saya suka. Lalu kenapa tempura di Tendon Tenya dibilang naik level? Simple, karena belinya di luar negeri HAHA.
8 comments

June 13, 2018

Taiyo no Tomato-men: Bagaimana Rasanya Makan Ramen dengan Kuah Tomat?

Jika mendengar kata ramen, apa yang terlintas dikepalamu? Mie dengan kuah soyu/kecap asin Jepang yang gurih? Atau kuah miso yang lebih mild karena campuran kaldu? Makanan asli Cina tapi berkembang dan jadi identitas Jepang ini memang selalu menggoda. Ada satu ramen unik yang baru saya temui di Jepang, namanya Taiyo no Tomato-men. Apa yang membuat dia berbeza?
6 comments

June 6, 2018

What Traveling Has Taught Me for 28 Years

Akhir Mei lalu, saya officially sudah hidup 28 tahun di dunia, usia tanggung untuk mengikuti tagar #30anuntuk20an atau menipu satpam kampus bahwa saya bukan alumni melainkan mahasiswa akhir. Selama 28 tahun, setiap tahun saya melakukan perjalanan. Dari usia masih 0 menikmati roadtrip dari rumah sakit ke rumah yang jaraknya tidak sampai 5 km, lalu darmawisata, simulasi naik haji, mudik, kunjungan ke museum, kemping, ekspedisi, KKN, sampai akhirnya bisa melihat negara lain.

Semakin bertambahnya usia, semakin jauh jarak perjalanan yang saya tempuh, semakin banyak pelajaran dan insight yang diberikan oleh perjalanan untuk saya. Ternyata ya gengs.....
8 comments
© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.