Image Slider

Mau Wajah Tetap Kinclong saat Traveling? BACA INI! BACAAA!!!

13 June 2017
Siapa yang kalo lagi traveling, kulit wajah suka menjadi kusam, kering, atau berminyak karena gak bisa adaptasi dengan cuaca baru ayoo ngacuuung? Meskipun kamu hobi pakai hashtag #belakanggenic, kulit wajah yang sehat akan bikin acara eksplorasimu lebih asik karena kamu cantik lho! Masa iya lagi jalan-jalan terus ngaca di jendela kereta terus wajahnya kusam? Naaaah kabar baiknya adalah ada satu produk yang bisa banget kamu andalkan untuk membuat kulitmu strong saat dibawa traveling. Bragg Apple Cider Vinegar with The Mother, atau singkatnya cuka apel. Pernah dengar?

Cuka apel adalah hasil fermentasi buah apel. Buah ini memiliki kadar gula lebih dari 9% sehingga bisa dikonversi menjadi cuka. Proses pembuatannya pun sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Formula hasil fermentasi sari buah apel ini terkenal dengan nutrisi penting seperti kalium, natrium, klorida, fosfor, kalsium, pektin, bioflavonoid, beta karoten, tembaga, dan ragam vitamin seperti A, B1, B2, B6, C, dan E. Dengan keunggulan sebanyak itu, gak heran cuka apel menjadi formula canggih yang dari dulu sudah diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah dan mendukung kesehatan tubuh.

Saya sudah menggunakan cuka apel sebagai toner hampir 3 bulan dan surprise dengan hasil yang saya peroleh! Ini adalah product of the year versi saya! Super super cinta! Apa yang terjadi?

Kulit wajah jadi lebih cerah
Orang dengan warna kulit sawo gosong seperti saya akan sangat mudah menyadari ketika tone warnanya menjadi lebih cerah dari biasanya. Serunya cerah wajah lebih permanen, bukan khayalan semu biasa. Jadi bagi yang suka melancong kesana kemari, yakin lah dengan pemakaian rutin cuka apel sebagai toner + pembersihan wajah yang baik, maka sepanjang waktu wajahmu akan selalu moist dan cerah sepanjang hari.

Kulit wajah jadi lebih lembab
Ini yang paling saya suka. Cuka apel ternyata bisa kunci kelembaban dengan sangat baik. Saya rajin pakai setiap habis cuci muka pagi, siang, dan malam. Setelah dipakai, tekstur wajah terasa bouncy dan lembab bahkan kalo didiamkan agak lama, dia akan terus begitu sampai saya tambahkan serum dan pelembab. Luar biasa ya! Tenang saja kalo kamu di tempat dingin atau berkeringat karena panas, kulit yang telah terkena manfaat cuka apel akan lebih jago menjaga kelembaban, kulit jadi bebas kering bebas minyak.

Kulit wajah bebas noda dan jerawat
Suatu hari ada satu jerawat muncul di bawah hidung. Ketika terasa mulai sakit pas dipencet, saya kompres dia pakai cuka apel. Melakukan ini setiap hari membuat saya makin terbiasa dengan bau kecut-elek si cuka and guess what, jerawat saya kempes! Gak pakai adegan gunung meletus heboh cus cus. Kulit gak iritasi, butiran putih yang ada di jerawat pun mengering dan lepas sendiri. Bahagia banget sampe mau nangis. Hal ini juga saya lakukan di jerawat Mas Gepeng yang kulitnya berminyak, hasilnya pun sama.

Kulit Jadi Lebih Tangguh
Dengan 3 kelebihan yang saya sebutkan tadi, satu lagi yang terlihat adalah kulit wajah saya jadi lebih kuat. Pagi dan sore terkena polusi karena naik motor, seharian dalam ruangan ber-AC (ini biasanya kulit wajah saya jadi benar-benar kering sampai harus oles ulang pelembab), jalan-jalan di Jogja, di Bekasi, di Kuala Lumpur, semua saya lalui dengan kulit bebas kusam dan 'tahan banting'. Kulit saya baik-baik saja. Bahkan serum super mewah saya kalah canggih sama cuka apel. Hebat sekali.


Gimana? Luar biasa banget cuka apel ini kan? Beli gih! Hahaha. Sesungguhnya saya menyesal kenapa baru coba sekarang, kalo tau begini kan dari dulu udah pakai karena pas di Hong Kong kulit wajah saya kering banget. Apakah kamu pernah coba? Cocok? Dan apakah sejak pakai cuka apel foto-foto mu pas travelling makin kece karena wajahmu kinclong?

101 Alasan Kenapa Jalan Sama Teman-Teman itu Super Menyenangkan!

24 May 2017
Tahun 2017 ini, saya dan Mas Gepeng punya goal untuk lebih banyak traveling sama teman-teman. Goal itu kami canangkan setelah pergi naik Gunung Gede akhir Desember lalu sama teman semasa kuliah yang berujung pengalaman super-duper-seru-dan-gila-dan-ya-ampun-ayo-lakukan-lagi! We were so happy to share journeys with friends! Bahkan semasa kuliah, kami selalu berpetualang dalam tim, gak pernah solo sama sekali. Memangnya apa sih yang bikin jalan sama teman-teman itu menyenangkan? Nih saya kasih 101 alasannya!

1. Susah Senang Sama-Sama
Basic, tapi memang efeknya ngaruh banget. Misal ada satu yang ngelucu atau yang kepeleset dan patut ditertawakan, lalu yang ketawa rame banget kan seru ya! Heboh gitu! Pun ketika lagi ada yang kesusahan, duitnya hilang atau kesasar, gak bakalan sedih karena temennya banyak dan kepala untuk menyelesaikan masalah juga banyak.

2. Patungan
Nah ini paling asyik juga. Kalo ramean, tempat menginap bisa pesan apartemen (seperti yang saya dan teman-teman lakukan di Penang), bayarnya pun patungan. Lebih hemat! Kalo jalan perlu sewa mobil pun juga bisa lebih hemat kan.

3. Ada yang Fotoin
Hahaha, ngakuuu siapa yang seneng kalo jalan-jalan ada yang fotoin? Saya sih udah punya Mas Gepeng, tapi kan jadi jarang ada foto berdua. Pas di Lombok, ada teman kami, Awang, yang fotoin dan lumayan juga hasilnya (daripada lumanyun kan). Tahun lalu main ke Malaysia dan Singapur pun kami juga ada foto berdua. Happy!

4.  Persepsi yang Berbeda
Saya paling suka dengar pendapat orang lain tentang sesuatu entah tempat atau makanan atau apalah hal yang di eksplor bareng. Suka lagi kalo beda pendapatnya, jadi kan tambah kaya pandangannya. Terus jadi tambah informasi juga akan banyak hal meski yang dilihat itu sama.

5. Learn from Others
Kemarin di Penang, saya banyak dapet insight tentang traveling with kids. Meskipun belum punya bayi, saya dapat gambaran gimana sih repot dan serunya jalan-jalan sama bayi. Nanti akhir tahun saya akan ke Filipina sama 5 orang teman lain dan tebak-tebak apa yang akan saya pelajari dari mereka semua.

6. Ada yang Bisa Diutangin
Jangan ketawa. Ini beneran hahaha. Kemarin di Penang saya bawa uang ringgit itu ngepas dan pas jalan-jalan keliling George Town saya udah kehabisan uang. Mau ngambil di ATM kok ya mesti nyari dulu (ATM ada di deket New Lane Hawker Center). Jadi saya ngutang dulu sama temen untuk masuk ke museum, jajan makanan, dan beli cinderamata. Baru deh pas udah punya uang beuuuh royaaal!

7. More Food to Try
Jalan-jalan sama teman lalu wisata kuliner, maka variasi makanan akan lebih banyak dan bisa saling cicip sehingga perbendaharaan rasa akan semakin kaya. Sebelumnya disepakati dulu kalo saat makan, masing-masing orang akan memesan makanan yang berbeda jadi itu meja penuh dengan berbagai makanan berselera.

8. Banyak Ide
Pertama kalinya jalan-jalan dan mati gaya gak tau mau ngapain lagi itu pas ke Belitung. Itu beneran saya dan Mas Gepeng buntu mau ngelakuin apa lagi (meski sesungguhnya ada banyak hal yang bisa dilakukan). Kondisi seperti itu kalo perginya rame-rame, pasti bakalan mudah terpecahkan karena pasti bakal ada yang nyeletuk ide sekecil apapun. Jadi no more bingung.

Dan temukan 93 alasan selanjutnya dengan cari tiket, ajak teman-teman, lalu pergi dan rasakan sendiri keseruan yang gak akan pernah ditemukan ketika kamu pergi solo atau dengan suami. Happy long weekend (bagi kaum yang ambil cuti!).

24 Hours in Penang: Places to Visit

23 May 2017
Jadi, apakah yang saya dapatkan setelah dua puluh empat jam main ke Penang? OMG Penang artistik banget ya gengs! Buat yang suka city-sightseeing atau jalan-jalan santai melihat bangunan bersejarah nan klasik dengan sentuhan beautiful murals and lovely cafe, I must say Penang is one of the best recommendation. It was like Penang really made for tourist! Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Penang dengan mobil pun menyenangkan karena pemandangan kanan kiri adalah tebing tinggi dan hijau, kebun kelapa sawit, dan langit biru melengkapi. Tapi yang namanya hidup kan gak sempurna ya, di post kali ini saya juga menyampaikan ketidaksempurnaan dari spot-spot yang saya datangi di Penang.

Camera Museum

Tempat yang banyak mendapat penghargaan dari TripAdvisor ini mengklaim dirinya sebagai Museum Kamera Pertama di Asia Tenggara. TripAdvisor menghadiahi tempat ini dengan award sebagai Travellers' Choices (2015), Top Ten Museum in Malaysia (2015), Top Three Museum Specialty in Penang, dan Top Ten To Do in Penang. Lokasinya berada di Lebuh Muntri, George Town, dan museum ini nyempil ditengah ambience of heritage area yang disekitarnya banyak sekali historical building yang sangat artsy dan klasik.

Koleksi kameranya luar biasa. Banyak sekali jenis kamera yang belum pernah saya lihat sebelumnya, pun merk-merk yang sama sekali asing di telinga saya (meski ada juga replika kamera dan kamera 'kopong'). Ada kamera lego, kamera bentuk senapan (machine gun camera), kamera lomo, dan lain-lain. Namun sayangnya, kamera-kamera ini hanya digeletakin gitu aja tanpa cerita atau penjelasan atau apa kek fun facts atau teka-teki silang gitu. Jadi ya benar-benar hanya lihat koleksi kamera.


Bangunannya sih well-designed, tapi kecil banget! Lebar muka gak sampe 5 meter (tanpa kafenya ya) dan model museumnya lorong dua tingkat. Dengan kondisi museum yang hanya jadi ruang pamer kamera, eksplor museum bisa selesai dalam waktu 30 menit udah sama foto dan terkagum-kagum. Buat RM20 itu emm agak gak berasa. Beruntung saya pergi sama @_lulabi, jadi lumayan bisa ada yang jelasin cara kerja dark room, pinhole room, dan info-info receh lain. Sebenarnya ada museum guide-nya juga sih, tapi yaudah lah hahaha.

Penang Street Art

Kalo atraksi yang ini udah well-known banget ya di Penang. Saya sendiri pun penasaran sama gambar-gambar ekspresif yang bertebaran dimana-mana. Di Museum Camera ada, lalu jalan kaki sedikit entar nemu yang anak kecil lagi pull up di jendela atau nama aslinya Little Girl in Blue. Yang rame lagi mural anak kecil naik sepeda, anak-anak mau ambil kue, dan sebagainya. Kalo lihat di peta wisata George Town, ada 20an mural yang must visit. Tapi kalo diperhatikan, masih ada banyak juga street art yang lain entah itu mural atau seperti wrought-Iron street art.

Paling enak menikmati street art sambil jalan kaki atau naik sepeda. Tapi sore-sore aja, kalo siang panasnya bikin kelojotan. Dan siap-siap antri foto karena tempat ini sangat touristy sehingga banyak yang mau foto dimana-mana. Paling geram kalo satu orang fotonya sampe 10 kali. Nunggunya garing gitu hahaha. Saya suka sekali mural-mural ini. Semuanya memunculkan interpretasi yang hidup dan terima kasih kepada si ganteng Ernest Zacharevic yang udah bikin Penang terasa sungguh unik. Eh tapi Zach ini gak hanya melukis di tembok-tembok Penang lho, tapi dimana-mana! Cek website-nya, mantapjiwa semua!

Pas lagi keliling cari street art, ada ini nih jualan ice ball. Jadi es serut dibentuk bola dengan mangkuk lalu disiram sirup berbagai rasa. Keliatan menggoda banget di siang bolong minum dingin manis seger yummm! Tapi kalo kalian tipe yang panas-panas-minum-dingin-terus-pusing kayak saya, mending gak usah. Sebenernya kemarin saya penasaran karena teman saya bilang ice ball ini terkenal banget sampe masuk TV. Tapi berhubung saya belum pegang uang ringgit sama sekali saat itu, jadi cuma bisa liat mbaknya bikin aja.


Bukit Bendera (Penang Hill)

Kalo denger bukit-bukit itu saya langsung jadi excited. Suka bener berada di ketinggian, hijau-hijau, dan udara dingin sejuk. Untuk naik ke Bukit Bendera, kita harus naik tram dari Penang Hill Lower Station, di kawasan Ayer Hitam. Harga per orang non Malaysia adalah RM30 (bayar tunai). Mahal bener kalo dibandingkan dengan naik gondola Genting Highlands yang hanya RM12 round trip. Mana antriannya panjang haha. Dan saya pikir, naik tram ini akan sangat nyaman dengan semua orang duduk, gak penuh, dan bisa bebas foto-foto. Tapi armada tram-nya sedikit, saat itu yang aktif kayaknya hanya dua naik turun gantian (mungkin sebenarnya ada banyak tapi karena tamu lagi gak bejibun, jadi yang diaktifkan dua aja). Alhasil banyak yang berdiri, yang duduk gak bisa liat pemandangan. Yang berdiri juga mau foto susah karena mesti pegangan hahaha. Meskipun begitu,  seru kok naik tram. Paling seru kalo duduknya di ujung-ujung, jadi pas keretanya naik atau turun bisa lebih asyik sensasinya.

Di atas bukit ada banyak atraksi seperti botanical garden, love lock, pemandangan kota, foto sama ular atau burung kakatua, dan jajan di kafetaria Astaka. Makanan disini biasa aja rasanya (ada nasi goreng, laksa, mie-mie-an, fish-ball soup, dll). Yang paling saya suka sih mango ice -potongan besar mangga manis di taruh di atas es serut lapis jus mangga, diberi potongan stroberi, lalu ada satu scoop es krim mangga dan jeli-jeli rasa mangga. Rasakan semua itu dalam satu kali gigitan. Wuoooh sensasi dingin nan manis kecut segar bikin merem melek. Enak!

Kek Lok Si Temple

Tau kah kamu kalo Dewi Kwan Im (Buddha Avalokitesvara) itu matanya buta? Selama saya nonton Sungokong di tv, gak pernah ngeh kalo dewi welas asih yang suka membantu geng Biksu Tong mencari kitab suci itu buta. Memang sih selalu menunduk, tapi kirain karena doi terbang. Jadi menurut cerita teman saya, Mbak @teyhergika, Dewi Kwan Im dulu mengorbankan matanya untuk menyelamatkan Bapaknya dari kematian. Bapaknya itu jahat dan saat sekarat gak ada yang mau berkorban untuk menyelamatkan. Akhirnya karena kebaikannya itu, diangkatlah Kwan Im menjadi Dewi.

Saya pernah lihat patung dewi besar begini di Manggar, Belitung, dan di Rantau Prapat, Medan. Baru kali ini saya lihat yang diluar Indonesia. Patung Dewi Kwan Im sebelumnya terbuka, namun baru dibangun 'rumahnya' dan sampai kemarin masih dalam proses penyempurnaan. Dari kuil utama, kita bisa lihat pemandangan Penang dari ketinggian. Seluruh kota terlihat bahkan sampai lautnya juga kelihatan. Penang dari kejauhan tampak pucat. Warnanya cenderung kelabu, persis ketika menyeberang dari Kuala Lumpur, tampak dari jalanan dan bangunannya semua pucat. Padahal ketika kami keliling George Town, nuansa colorful sekali dengan berbagai historical building dan pernak-pernik keagamaan merah dan kuning. Penang memang lebih indah jika dilihat dari dekat.

Di Kek Lok Si temple ada banyak kuil-kuil. Karena kami membawa batita-batita gemes rasanya kurang bijak kalo kami banyak turun untuk mampir ke kuil. Tapi kalo kalian punya banyak waktu dan suka menikmati temple, saya saranin untuk mengeksplor dari bawah. Banyak hal menarik yang bisa diamati ketika berkunjung ke tempat ibadah. Mulai dari bagaimana mereka sembahyang, atribut apa aja yang digunakan, seperti apa ruangan tempat mereka berdoa, apa makna dibalik itu, bagaimana aktivitas ziarah mereka, dan macam-macamnya. Secara harafiah, Kek Lok Si temple artinya Wihara Kebahagiaan Tertinggi. Selain patung Dewi Kwan Im yang tingginya hampir 1000 kaki ini, ada juga Pagoda Rama VI (atau nama lainnya Pagoda Sepuluh Ribu Buddha) yang beneran ada tuh 10.000 pagoda terbuat dari batu pualam dan perunggu.

Baca juga dong: Minggu Pagi di Martapura, Banjarmasin

New Lane Hawker Center

Banyak hawker center di Penang dan salah satu yang dekat sama tempat kami menginap adalah New Lane Hawker Center. Kalo kalian browsing di Google tentang what to eat in Penang atau must try food in Penang atau apalah yang makanan-makanan di Penang, mayoritas apa yang diceritakan sama semua. Saya sampe bertanya-tanya, emang apakah hanya ini yang dimakan di Penang? Ternyata pas saya ke New Lane Hawker Center, semua makanan yang direkomendasikan di banyak artikel itu ada semua lho! Sebut aja oyster omelette, koay teow, ayam panggang BBQ, apong telur, kuih ketayap, hockkien mee, loh mee, fish ball, berbagai jenis bubur, stir fried clams, laksa, cuttlefish kangkung, sate-sate, gorengan-gorengan lucu, nasi ayam berbumbu, aneka masakan sea food, bahkan yang jualan durian juga mangkal disini. One stop food solution lah pokoknya.

Penjual disini ada yang ramah ada yang jutek, ada yang bau asem ada yang wangi, seru lah jalan-jalan disini. Tempatnya juga bersih. Kalo malam, penjaja makanan bisa lebih banyak lagi. Entah apa aja yang dijual tapi kalo saya lihat sih ramainya bisa dua kali lipat. Mirip dengan Temple Street Market, Kowloon, Hong Kong. Ramai, gemerlap, dan hidup. Makanan apa aja yang kami cicip di Penang akan saya tulis nanti yaa.

Baca juga dong: Everything We Eat in Hong Kong (maybe also a Halal-Food Guide hehe

Diluar tempat-tempat itu, saya juga sempat mampir ke KFC (mereka punya cheesy wedges dan hanya ada di Malaysia!) dan Hassan Briyani House untuk makan ayam -lumayan nostalgia sama makanan Nepal. Gimana 24 jam di Penang? Cukup? ENGGAK! Gak cukup blas! Tempat historical gini pasti punya banyak rahasia, entah itu yang mempengaruhi bumbu makanan serta tata kotanya (seperti artikel ini yang menceritakan tentang George Town). Bahkan saya belum nemu tuh pasarnya. Definitely will come back to Penang someday.

24 Hours in Penang: Before you Get There

18 May 2017
Bulan Mei tahun lalu saya pergi ke Malaysia (yang jadi pengalaman pertama saya keluar negeri) untuk eksplor Kuala Lumpur dan Singapur. Mei tahun ini saya eksplor Penang, salah satu tempat touristy di Malaysia yang konon sangat menarik baik dari sisi city tour-nya mau pun kulinernya. Yummm! Malah sepertinya Penang memang dipersiapkan untuk menjadi destinasi wisata karena akses yang sangat mudah dan semua yang di Penang itu sangat atraktif untuk turis. Sebelum ke Penang, cekidot dulu nih info-info berikut untuk referensi.

Bagaimana cara ke Penang?
Ada banyak cara menuju Penang dari Indonesia. Pertama kalo mau langsung bisa naik pesawat ke Bayan Lepas Penang International Airport, ada banyak maskapai yang provide seperti Malindo/Lion Air, Air Asia, JetStar, Tiger Air, Malaysia Airlines, dan Sriwijaya. Kalo saya kemarin terbang dulu ke Kl, lalu road trip naik mobil, pilihan bijak untuk menghemat uang apalagi kalo perginya ramean dan punya waktu sedikit. Perjalanan dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 4 jam dan jalanannya super lancar. Bisa juga naik Aeroline atau travel bus lainnya.

Opsi jalan darat lain dari Kuala Lumpur adalah naik kereta ETS (Electric Train Service), bisa berhenti di stasiun mana aja seperti Stasiun Air Itam atau Stasiun Butterworth atau mana aja bebas sesuai keingingan. Harganya menyesuaikan kelas yang kita pilih. Kalo mau murah, belinya ETS Silver Service, nyampenya yaa lama gitu karena berhenti di setiap stasiun. Kalo mau tengah-tengah ada ETS Gold Service yang gak begitu banyak pemberhentian dan armadanya banyak. Kalo mau mewah naiknya ETS Platinum Service yang harganya sekitaran RM70-an. Konon dengan kereta termahal kamu akan sampai Penang dalam waktu kurang dari 4 jam dengan kecepatan 160km/jam! Widiiih!

Kendaraan di Penang gimana?
Kalo di Kuala Lumpur ada RapidKL, di Penang ada RapidPenang. Bus umum ini menjangkau tempat-tempat atraktif dan harganya juga lumayan terjangkau. Kalo maunya sendiri bisa naik taksi (tanpa argo). Nah kalo mau keliling George Town buat observasi bangunan atau street art hunting yang butuh naik turun jalan kesana kemari, bisa sewa sepeda (sekitar RM5) atau naik becak (harga sesuai negosiasi) atau jalan kaki.

Nginepnya dimana?
Karena kami adalah grup dengan 3 kepala keluarga, jadi akomodasi paling affordable adalah apartemen/condominium. Kami sewa satu unit condominium di Desa Pelangi via booking.com untuk satu malam seharga RM300 dengan fasilitas 3 kamar tidur dengan AC, 2 kamar mandi, dapur lengkap pake magicjar, microwave, water heater, panci piring sutil dll, ruang keluarga dengan tv cable, juga WiFi. Dua hari satu malam disini nyaman sekali, meski perabotannya lawas tapi gak horor kok. Letaknya yang di sentral George Town membuat kami mudah kemana-mana. Kalo mau cari penginapan, ada 3 lokasi yang direkomendasikan buat pelancong: George Town, Batu Ferringhi, dan Tanjung Bungah. Selain condominium, George Town punya banyak hotel/guest house mungil yang artsy dan juga terjangkau. Kalo mau city-tour, piling nginep di daerah George Town adalah pilihan terbaik.

Lalu, kemana aja di Penang?
Saya dan teman-teman pergi ke 4 tempat: Camera Museum, Penang Street Art di George Town, Penang Hill, dan Kek Lok Si Temple. Semua tempat itu mudah dijangkau dari tempat kami menginap. Kalo makan, kami jajan-jajan di New Lane Hawker Center, KFC (teteuuup), Hassan Briyani House, dan food court Penang Hill. Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di Penang, malahan street art Penang itu banyak banget! Toko dan kafe yang ada di daerah George Town pun banyak yang menarik, mulai dari makanan asli sampe makanan western ada semua. Kalo mau punya banyak foto artistik, Penang tempatnya.

Jadi, udah siap eksplor Penang dengan sumringah?

Akhirnya Ngerasain Terbang Sendiri Ke Luar Negeri! Pake KLM Pula!

15 May 2017
Benarkah? Sungguh? Iya! Selama hampir 27 tahun hidup saya, ke luar negeri selalu sama suami, gak pernah sendiri. Dan karena masalah percutian, Mas Gepeng gak bisa berangkat hari itu jadi saya melakukan segala hal berkaitan dengan penerbangan dan imigrasi sendirian. Kalo terbang skala nasional sendiri sih, udah biasa. Tapi, maaan, keluar negeri dan meski hanya ke Malaysia itu tetep degdegan ya!

Lebay banget lu! Gimana sih ceritanya?
Saya dan Mas Gepeng, bersama teman-teman baik kami akan jalan-jalan eksplorasi Penang dan Kuala Lumpur selama 4 hari. Berhubung masing-masing dari kami tinggal di tempat berbeda (malahan ada yang memang tinggal di KL), jadi meeting point kami semua langsung di KL. Saya berangkat sendiri dari Jakarta dan Mas Gepeng akan menyusul dua hari kemudian.

Terus yang dipersiapkan apa aja?
Saya udah web check-in untuk penerbangan dengan KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) Royal Dutch Airlines dan prepare banget berangkat ke bandara 4 jam sebelum perjalanan. Saya sengaja minta cuti tambahan karena pingin packing dan mempersiapkan perjalanan dengan tenang. Sepanjang jalan saya berkali-kali ngecek pesawat ada di terminal dan gerbang yang mana. Ada kayaknya setiap 30 menit ngecek lagi. Entah kenapa insecure banget hahaha! Sampai di bandara lancar (meski kurang nyaman karena bus Damrinya udah yang reyot gitu), lalu saya bingung. Ini ke imigrasi dulu atau masuk dulu ya?

Oke kalian bisa tertawa dan mengatakan "buset ni orang beginian aja kagak tau diaaaa!" tapi serius saya blank beneran soal ini. Saya telepon Mas Gepeng untuk mengkonfirmasi dan apa coba yang dia bilang? "Hmm apa kamu tak biarin aja ya biar nemu sendiri jalan keluarnya hahaha", begitu katanya yang jelas saya sambar dengan "ENAK AJA!"

Saya pun nanya petugas untuk memastikan lagi dan dia menyampaikan kalo saya harus check in dulu baru ke imigrasi. Sip! Paham! Selanjutnya saya cari counter check-in KLM di gate 2 sesuai instruksi. Lah kok gak ada? Lalu saya jalan terus dan menelaah dengan teliti semua counter-nya satu per satu sampe akhirnya tiba di gate 1. "Waduh, masa gue salah terminal si?", gumam saya dalam hati. Lalu saya kembali menyisir counter satu per satu dengan sangat hati-hati sampe kembali di ujung gate 2. Masih gak nemu juga tuh counter KLM. Nyerah, saya tanya ke petugas bandara. "KLM di gate 3, Mbak!", wooooh sompreeet!

Saya kemudian print tiket dan masukin tas ke bagasi. Ransel yang saya bawa memang kecil, hanya 23 liter. Tapi bodohnya adalah saya bawa sabun muka yang botolnya ukuran 250ml which is bakalan di suruh buang pas lagi masuk karantina, sekali-kalinya banget begini karena biasanya sabun cuci muka saya selalu dalam bentuk tube. Petugas counter pun menanyakan keberadaan Mas Gepeng dengan perhatian, "Kenapa Mbak ini Bapak Gepeng gak jadi berangkat? Sakit ya?". Oh sekarang pun kalo mau berangkat ke Malaysia juga harus tunjukin tiket pulangnya lho! Setau saya memang seharusnya gitu sih untuk negara-negara yang bebas visa supaya jelas kesana bukan buat kabur dari kejaran kenangan yang menyakitkan lalu bunuh diri melainkan memang mau liburan dan bakalan pulang. Tapi dua kali ke Malaysia ya baru kali ini ditanyain dan di input dalam sistem informasi mereka.

Aman bagasinya?
Aman. Tapi ada yang tolol juga nih. Pas saya udah mau masuk ke imigrasi saya baru ingat charger Hp saya ada di tas ransel itu! Saya bergegas balik ke counter dan gajah-makan-kawat-wah-gawat tasnya udah gak bisa di ambil. Makin makan-kawat lagi adalah karena baterai Hp saya udah tinggal 20%! Saya pun cari toko yang jual asesoris Hp. Ada satu dan harga kabel USB-C paling murah Rp239ribu dan kepalanya Rp295ribu. Buset masa setengah juta buat casan doang! Saya pun mau beli kabelnya aja dan konfirmasi ke simbaknya "Di dalem ada kan ya colokan ngecas yang bisa pake colokan USB gini?", kata mbaknya ada. Tapi saat itu saya merenung, mencoba menenangkan diri. Saya takut sekali kalo Hp sampe mati apalagi dalam keadaan sendiri begini. Tapi masa beli kabel dua ratus rebu? Itu jatah makan seminggu lho! Bisa kan ya Hp-nya dimatiin aja baru dinyalain lagi pas di KL? Toh bawa majalah juga jadi gak bakalan mati gaya. Oke. Saya pun gak jadi beli. Maaf ya mbaknya. Tapi sesungguhnya, di terminal 2 (gak tau kalo di terminal lain) gak ada tuh colokan casan USB. Semuanya pake stop kontak! Kacrut ya mbak di toko pake kibul-kibul! Untung gak jadi beli.

Selanjutnya saya ke imigrasi. Sampai sini saya udah mulai percaya diri karena petugas counter tadi menjelaskan informasi dengan detail sekali. Saya kemudian masuk ke ruang boarding sambil menerka-nerka, "habis ini ngapain lagi ya biasanya?". Lalu panggilan untuk boarding pun dikumandangkan. Karena saya duduk di bagian tengah, saya menunggu panggilan kedua dari pihak maskapai. Pesawat KLM yang saya tumpangi hari itu adalah tipe boeing 777 yang besaaar dan kursinya 3-4-3.

Lalu, gimana terbang bersama KLM?
Pertama, awak pesawat mereka sangat ramah. Pramugara dan pramugarinya bukan yang muda mudi kinclong cantik seksi bahenol dengan baju serba ketat melainkan ibu-ibu senior dengan messy hair dan bapak-bapak tinggi menjulang dengan setelan jas biru tua yang rapih. Mereka menyapa, bertanya nomor kursi, lalu menunjukkan jalur dengan sopan. Pas saya menemukan kursi saya telah diduduki orang lain, saya sengaja ngadu ke pramugara untuk bantu mengecek. Kenapa sengaja? Pertama, saya mau pemanasan bahasa inggris dan paling seru di mulai dari pesawat. Kedua, saya mau tau gimana caranya mereka menangani masalah ini meski saya sih sebenarnya bisa aja negur sendiri lha orang Indonesia juga.

"Oh okay miss let me handle it for you", begitu kira-kira Mas Pramugara merespon aduan saya. Dia bertanya nomor kursi si penumpang yang salah duduk itu lalu bertanya ke saya, mau tukeran tempat duduk sama penumpang ini atau tetap mau di tempat semula yang dekat jendela. "Next to the window please", jawab saya. Penumpang dipersilahkan pindah dan saya duduk di kursi sesungguhnya. 

Pesawat KLM nyaman sekali: tv dengan film-film terbaru dan kebersihan yang mumpuni. Gak enaknya adalah headset yang diberikan itu yang IEM jadi ribet ya buat yang jilbaban macam saya ini. Terus makanan yang disediakan adalah pie veggie yang isinya kentang tumbuk berbumbu persis kayak makan dal di Nepal. Bedanya ini kentang semua dan agak eneg. Minumnya standar ada teh, jus, dan air mineral. Saya gak tau makanan vegetarian itu diberikan hanya kepada yang berjilbab atau semuanya dapat makanan serupa karena mungkin karena berangkat dari Indonesia jadi makanannya mesti halal, tapi sebenarnya gak mesti kentang semua gitu sih isinya hahaha.

Sesampainya di Kuala Lumpur gimana? Bingung lagi?
IYALAH! Awalnya memang teman saya udah kasih ancer-ancer naik KLIA Express sampe KL Sentral lalu jalan lurus kiri lalala cari McD, teman saya akan menjemput disana. Saya oke oke aja tapi sesungguhnya saya mau nangis hiks. 

Saya mendarat di KLIA2 dan pas jalan kaki mengikuti lorong, kok gak ke tautan bagasi ya ini? Mana tempat bagasinya? Apa tadi kelewat? Masa sih kelewat? Saya sampe balik badan lalu diam. Mana yang kelewat? Mana sih? Lalu saya liat lagi tulisan tautan bagasi di papan informasi arahnya berhenti di pusat informasi. Setelah tanya ke petugasnya, jadi saya harus naik kereta dulu ke KLIA untuk ambil bagasi disana. Yaelaaah! Katro!

Setelah ambil bagasi, gimana caranya nemu KLIA Expressnya?
Saya pokoknya berpegang teguh sama papan informasi di bandara KLIA. Semua terpampang jelas dan untung ada WiFi gratis yang sinyalnya strong jadi saya bisa langsung kontak teman saya. Awalnya saya bingung tuh, KLIA Express itu kereta apa bus. Tanya Mas Gepeng baru deh dikasih tau itu kereta hahaha. Lagian dulu pernah naik bus namanya kan Sky Bus.

Tiket KLIA Express bisa beli online bisa juga on the spot. Harganya beda RM15 dan lebih mahal kalo ots. Harganya RM55 sekali jalan atau sekitar Rp150ribu. Mahal bener. Kalo naik bus waktu itu hanya RM10 kayaknya. Tapi naik kereta ke KL Sentral ini hanya memakan waktu 30 menit aja. Kereta nyaman dan ada WiFi juga! Bahagia ya.

--

Saya turun di KL Sentral stasiun dan bingung lagi. Tadi disuruh kemana ya? Lurus, mentok, belok kiri, ke McD. Saya akhirnya ketemu Mas @andreasfreddy dan Kak @_lulabi, para penjemput. Mau nangis rasanya karena saya berhasil juga sendirian terbang ke negeri orang. Terima kasih semesta karena sudah membantu saya dengan cara yang bermacam-macam. Bener kata Mr. Moon dalam film Sing, jangan biarkan ketakutanmu menghalangi kamu melakukan apa yang kamu suka. Saya suka jalan-jalan, saya suka mengeksplor hal baru, dan jalan sendiri bukan jadi penghalang untuk melakukan itu.