SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

June 21, 2018

Tempura Tendon Tenya: Makan Gorengan Naik Level!

Makan gorengan naik level? Sejak kapan gorengan ada levelnya? Begini gengs, mari kita bahas sebentar tentang gorengan dengan memfokuskan diri pada makanan yang khusus digoreng pakai tepung. Apa saja yang pernah kalian coba selain ayam kentaki, tahu isi, mendoan, terong goreng, dan udang goreng tepung yang ada di warung padang? Apa? Tuh kan banyak wkwk. Daku sendiri tidak bisa hidup tanpa gorengan, dan tempura termasuk yang paling saya suka. Lalu kenapa tempura di Tendon Tenya dibilang naik level? Simple, karena belinya di luar negeri HAHA.
No comments

June 13, 2018

Taiyo no Tomato-men: Bagaimana Rasanya Makan Ramen dengan Kuah Tomat?

Jika mendengar kata ramen, apa yang terlintas dikepalamu? Mie dengan kuah soyu/kecap asin Jepang yang gurih? Atau kuah miso yang lebih mild karena campuran kaldu? Makanan asli Cina tapi berkembang dan jadi identitas Jepang ini memang selalu menggoda. Ada satu ramen unik yang baru saya temui di Jepang, namanya Taiyo no Tomato-men. Apa yang membuat dia berbeza?
2 comments

June 6, 2018

What Traveling Has Taught Me for 28 Years

Akhir Mei lalu, saya officially sudah hidup 28 tahun di dunia, usia tanggung untuk mengikuti tagar #30anuntuk20an atau menipu satpam kampus bahwa saya bukan alumni melainkan mahasiswa akhir. Selama 28 tahun, setiap tahun saya melakukan perjalanan. Dari usia masih 0 menikmati roadtrip dari rumah sakit ke rumah yang jaraknya tidak sampai 5 km, lalu darmawisata, simulasi naik haji, mudik, kunjungan ke museum, kemping, ekspedisi, KKN, sampai akhirnya bisa melihat negara lain.

Semakin bertambahnya usia, semakin jauh jarak perjalanan yang saya tempuh, semakin banyak pelajaran dan insight yang diberikan oleh perjalanan untuk saya. Ternyata ya gengs.....
4 comments

May 24, 2018

Buka Puasa di Jogja, Rekomendasi 20 Jajanan yang akan Membuat Maghribmu Penuh Suka Cita

Yogyakarta atau Jogja biasa kita menyebutnya adalah kota yang penuh kemeriahan saat Bulan Ramadhan. Meriah di masjid dengan acara bagi-bagi takjil, meriah juga di jalan dengan aneka jajanan khas yang hanya kita temukan di sini bahkan ada juga yang hanya pas bulan Ramadhan. Kepada umat-umat yang senang jajan, nih ada rekomendasi 20 jajanan di Jogja cocok untuk buka puasa atau mokel siang siang wkwk.

Mentok
Jajanan khas Kauman ini bisa dibilang mirip arem-arem. Bedanya kalau mentok aroma makanannya tercium tajam. Jadi saat kamu buka bungkusan daun pisang itu, kamu akan mencium aroma opor yang lezat sekali. Lapisan lontongnya lembut dan isian ayamnya gurih sekali.
πŸ’° Sekitar Rp3000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan

Bur Saren
Sama seperti mentok, ini jajanan khas Kauman yang sudah makin susah ditemui kecuali pas bulan Ramadhan. Bur saren atau bubur saren adalah sebuah makanan dengan tekstur kenyal berwarna hitam—sepertinya terbuat dari beras ketan, yang dicampur gula jawa dan bubuk merang (batang padi yang dibakar), dengan siraman kuah santan kental perasan pertama. Rasanya manis gurih, dan ada pedas-pedas mericanya. Ini yang unik dari bubuk merang. Rasa pedas seperti merica ini seolah nyelekit-nyelekit, seperti makan bubuk mesiu, tapi tidak terlalu banyak. Seru sekali.
πŸ’° Sekitar Rp2500an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman

Bur saren, jajanan dengan bubuk mesiu wkwk

Carang Gesing
Tampilannya boleh saja tidak fotojenik, tapi makanan ini enak lho. Bahan dasarnya dari potongan pisang kepok lalu dicampur adukan telur ayam dan gula pasir. Setelah dibungkus dengan daun pisang, baru deh dikukus. Buat penyuka makanan manis, carang gesing adalah makanan khas Kauman yang tidak boleh kamu lewatkan kalau buka puasa di Jogja.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman

Carang gesing cintaqu~

Aneka Botok
Banyak yang memakan botok sebagai lauk pauk, namun kalau di pasar takjilan, ukuran kecilnya membuat botok jadi cemilan buka puasa yang menarik. Seperti yang sudah kita tahu (eh, pada tahu kan ya?), botok memiliki cita rasa gurih-gurih manis gitu karena menggunakan parutan kelapa dan gula jawa. Selain jamur, isian yang ada di botok ada teri, tuna, ayam, dan lain-lain
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau mana mana ada

Aneka Pepes
Biasanya yang jual botok itu juga jual pepes, tapi ada juga spesialis penjual pepes yang ragam filling-nya banyak banget. Mulai dari tuna, kerang, cumi, kakap, teri, udang, jamur, dan lain-lain. Pun pepes yang dijual di pasar takjilan biasanya berukuran kecil, jadi tinggal lep saja.
πŸ’°Sekitar Rp2000 - Rp5000 sesuai ukuran dan margin jualan wkwk
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau mana mana ada

Aneka pepes mungil-mungil

Jadah Manten
Kalian pernah dengar orang Joga asli ngomong jadah manten? Perhatikan penekanannya saat ngomong jadah. Mereka biasanya menaruh qalqalah sugra sehingga terdengar seperti jad-dhah, lucu sekali wkwk. Anyway, jajanan ini khas Jogja dan kamu bisa mendapatkannya kapan saja tidak hanya pas Ramadhan. Daging ayam/sapi cincang berbumbu manis dijadikan isian ketan yang sudah dikukus bersama santan, lalu dibentuk bulat pipih kemudian dilapis kulit dadar. Finishingnya ada juga yang pakai sapit. Lho lalu apa bedanya dengan semar mendem? Yah, tak jauh beda, hanya bentuk akhirnya saja kalau semar mendem digulung seperti risol.
πŸ’° Sekitar Rp2500an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

Jadah manten

Jadah Tempe
Another jadah yang juga favorit saya adalah jadah tempe, jajanan khas Kaliurang. Jajanan ini adalah gabungan antara jadah (ketan dengan campuran kelapa) dan tempe bacem dimakan bersamaan. Jadi rasa manis dan gurih dan peliket-peliket menimbulkan sensasi makan tersendiri. Meski dia khas kaliurang, ada juga kok yang jual di pasar takjilan.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

Serabi Pisang
Pernah makan serabi kan? Kalau belum coba sana beli dulu. Rugi betul bagi yang lidahnya serabi-virgin. Nah di Jogja ada juga serabi yang khas (saingannya serabi notosuman wkwk). Namanya serabi pisang dan qu kasih bocoran ya, ini enaq! Adonannya dari tepung beras lalu dicampur pisang. Meski dimasak dengan kuali serabi seperti biasanya, tapi dia dibakar juga dan penyajiannya kering alias tanpa kuah sama sekali.
πŸ’° Sekitar Rp2500an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman

Serabi bakar rasa pisang yayangqu~

Serabi Kocor
Jika tadi serabinya kering, yang ini berkuah nih. Serabi kocor adalah serabi yang 'dikocorin' kuah. Begitu saja esensi namanya wkwk. Adonannya sama dari tepung beras tapi campurannya menggunakan kelapa parut. Setelah dipanggan di kuali tanah liat, serabi disajikan dengan siraman kuah gula jawa dan santan.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

Oblok Oblok
Oblok oblok juga dikenal dengan nama pis kopyor. Jajanan ini berupa air kelapa dengan isian roti tawar, potongan kelapa tipis-tipis, kolang-kaling, dan gula pasir. Rasanya manis dan gurih, apalagi paduan rasa roti yang khas dengan manisnya air kelapa sangat unik. Kalau mau yang lebih enak lagi, coba beli yang bungkusannya daun pisang.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Kauman

Mas Gepeng bilang, jajanan yang penampilannya tidak menarik adalah jajanan asli Jogja. Dan percayalah, meski tidak fotojenik, oblok oblok sungguhan enak!
Ini yang versi agak rapihan dikit, tidak dimasak dengan daun pisang. Enak juga kok

Telur Gulung
Hmm, apakah ini makanan khas Jogja? Tentu tidak. Tapi ini salah satu jajanan favorit untuk buka puasa. Ada gitu yang tidak suka telur gulung? Beberapa penjaja di Jogja biasanya menjual sudah dalam bentuk gelasan isi lima buah. Jangan lupa sausnya ya supaya lebih enak. Makanlah selagi hangat.
πŸ’° Rp1000 per tusuk
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja atau di SunMor

Terlalu seksi untuk dilewatkan, apalagi dimakan saat jeda tarawih wkwk

Kipo
Pertama kali lihat kipo, saya bertanya-tanya, ini makanan apa sih kok 'nemplok' begini? Bentuknya memang seperti ceplokan adonan begitu, tapi siapa sangka rasanya manis. Dia seperti klepon hanya saja kelapanya di dalam dan bentuknya pipih. Sederhana sekali. Mungkin membuatnya bisa sambil merem.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman

Kipo si jajanan nemplok

Kicak
Jajanan Jogja memang banyak yang menggunakan ketan, salah satunya adalah kicak. Jajanan ini terbuat dari kelapa muda, gula pasir, dan daun pandan yang diaduk hingga kalis, lalu ditambahkan potongan nangka, kemudian ketan putih (yang sudah dikukus bersama kelapa ya), lalu dimasak sampai airnya habis. Untuk menikmati jajanan khas Kauman ini ada dua cara, dimakan begitu saja atau disiram kuah gula. Saran saya kalau makan ini agak belakangan saja, karena dia bikin kenyang.
πŸ’° Sekitar Rp2000an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

Kicak kemasan plastik. Kalau warnanya putih, berarti pakai gula pasir. Ada juga yang pakai gula jawa jadi warnanya agak butek cokelat gitu
Kicak yang dibungkus dengan daun pisang, rasanya lebih enak gimana gitu

Setup Jambu
Salah satu penemuan berharga saya saat mencari takjil di Pasar Kauman adalah setup jambu. Minuman tradisional yang hanya muncul pas Ramadhan ini sungguh menggunggah sanubari. Rebusan air sereh, kayu manis, cengkeh, gula pasir, juga jambu biji merah rasanya segar dan legit sekali. Kalau ingin kesegaran ekstra, sajikan dingin-dingin. Namun kalau diminum agak hangat juga tak kalah nikmat.
πŸ’° Sekitar Rp2500an
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman

Setup jambu pujaan hatiqu~

Cilok Gajahan
Bukan jajanan khas Jogja, tapi cilok gajahan ini fenomenal banget gengs. Untuk jajan cilok, kita harus antri yang bisa-bisa bikin ngamuk sampai minta dicolok saja. Kurang fenomenal apa coba. Saya pernah antri kedapatan nomor 78 sedangkan yang sedang dibuat itu nomor 63! Qu taq sanggup~ Jadi apa istimewanya cilok gajahan ini pemirsa? Ternyata ya memang enak sih wkwk. Terasa ada dagingnya, bukan aci semata. Memang lebih berkualitas ketimbang cilok-cilok yang ada di pinggir jalan.
πŸ’° Rp5000 untuk 20 buah
🚩 Alun-alun selatan

Cilok gajahan ukurannya kecil-kecil

Takoyaki
Lagi-lagi bukan jajanan khas Jogja apalagi khas Indonesia, tapi perlu diakui keberadaan penjaja takoyaki di Jogja bersaing sekali. Ada dimana-mana, di kampus, di kantin, di supermarket, di pasar takjilan, wah pokoke nandi ndi ono. Sejujurnya saya belum pernah makan takoyaki real dari Jepang (baru nanti bulan depan wkwk) jadi saya tidak tahu juga apakah yang di Jogja ini sudah cukup enak atau tidak. Tapi lumayan buat buat takjilan lah ya. Penunda lapar.
πŸ’° Sekitar Rp10000an, tergantung isiannya
🚩 Anywhere anywhere out of this world

Pecel
Bagi you you yang cinta sama pecel, silahkan buka puasa dengan makanan yang menyegarkan ini. Penjaja pecel di pasar takjilan tak pernah padam, selalu ada dan selalu laris. Biasanya penjaja juga menyediakan gorengan atau sate-satean sebagai pelengkap. Harganya pun variatif sesuai permintaan. Buat yang suka memulai berbuka dengan sayuran, ini pilihan cocok.
πŸ’° Sekitar Rp10000an
🚩 Here there and everywhere

Lapak pecel laris manis tanjung kimpul

Aneka Tahu
Saat hobi kemping dulu pas kuliah, saya selalu beli tahu-tahuan sebagai snack. Kalau kalian ke pasar tradisional dan main ke tempat penjaja kue subuh, kalian bisa lihat aneka macam olahan tahu yang enak--nak seperti tahu bakso, tahu telur puyuh, tahu bulat, tahu kotak, tahu isi, tahu kentaki, tahu bacem, tahu petis, dan sebagainya. Tahu memang mudah diolah karena dasarnya sudah enak. Yang agak jarang dijual itu tahu kentaki, pastikan kamu coba ya kalau jajan di pasar takjilan. Coba pas udah adzan tapi.
πŸ’° Sekitar Rp500an per tahu
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

Tahu telur puyuh

Sate Kere dan Sate Gajih
Saat jalan ke pasar takjilan di sepanjang Jalan Jogokariyan, saya menemukan banyak penjaja sate kere dan sate gajih. Sate-sate kurang pamor ini memang agak membuat ketar-ketir bagi yang mau coba. Nih misalnya sate kere, lha kalau makan ini terus jadi kere? Terus makan sate gajih, lha nanti kolesterol naik gimana? Atau satenya keburu dingin terus gajihnya nempel di langit-langit mulut gimana? Apapun itu, sate-sate ini enak kok. Dan plis sate kere bukan gegara yang makan jadi kere tapi karena dia dibuat dari tempe—dulu orang kita makan ini sebagai alternatif, karena sate daging hanya bisa dimakan penjajah.
πŸ’° Sekitar Rp1000an per tusuk
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan

Aneka Jenang
Makanan manis gurih nan legendaris ini sangat cocok untuk melegakan tenggorokan yang kering kerontang setelah puasa. Jenisnya pun berragam seperti jenang candil, jenang grendul, sampai jenang 8 rasa. Untuk mendapatkan jenang-jenang ini, kamu bisa datang ke pasar takjilan (biasanya sudah bentuk gelasan) atau  ke pasar tradisional seperti Pasar Lempuyangan (coba punya Bu Gesti), Pasar Pathuk, dan Pasar Kranggan.
πŸ’° Sekitar Rp5000an per porsi
🚩 Pasar Jalan Jogokariyan atau Pasar Kauman atau pasar tradisional Jogja

My taste buds and memories of Jogja are always filled with a 'sweet' taste. I remember my father, who is from Jogja, once bought me breakfast of sweet porridge or 'jenang'. Since then, I have always tried to find a delicious jenang that reminds me of my childhood, on every visit to Jogja. . . This morning, Bu Sugesti's jenang served in a 'pincuk'--a cone-shaped bowl made of banana leaf-- located in the middle of Lempuyangan Market, sparked happiness within me! A mix of candil or grendul—cassava balls—with white and red sweet porridge blend perfectly at only IDR5K! . . To enjoy this savory-sweet taste of Bu Gesti's jenang candil thas has been served since 1950, it's obligatory to wake up early. She starts serving since 8AM and the lot is out by 11AM. First come, first serve! . . #hiddengemjogja by me & @iwashere_id #GHhiddengem #food #foodporn #streetfoodphotography
A post shared by Marrysa Tunjung Sari [Sasha] (@poeticpicture) on



Setelah membaca tulisan ini, saya rasa teman-teman tidak akan bingung lagi mau takjilan apa, ya kan ya kan? Ini ada 20 jenis, untuk 20 hari. Sisa 10 hari lainnya masak sendiri saja, agar-agar atau kolak biji salak atau ya nugget ayam deh yang gampang wkwk. Jadi, mau coba yang mana nanti sore?
6 comments

May 17, 2018

Percayalah, Warga Sipil (Pas-Pasan) pun Bisa Keliling Dunia dengan Asas Hemat Pangkal Kaya

Gaes-gaesku yang baik hatinya, siapa di sini yang sangat ingin mengikuti Work Tip dari @slowtravelstory ini: stand up, stretch, talk a walk, go to the airport, get on a plane, and never return? Saya sih mau dong! Nomadic living is awesome you know! Tapi saya mau ada syaratnya, yaitu tetap kaya raya sejauh atau selama apapun saya traveling. Asyik kan bosqu~

15 comments

May 9, 2018

Foto Esai: Mari Kita Berjalan-Jalan Sebentar keliling New York

Jika kamu berada di New York, apa yang kamu akan lakukan? Menyanyikan lagu Welcome to New York sambil menari di sekitaran broadway? Napak tilas di 9/11 Memorial & Museum? Atau jajan makanan kekinian seperti @yukianggia lakukan saat ini? Karena seperti kata Taylor Swift, (we) searchin' for a sound we hadn't heard before (in New York), saya persembahkan foto-esai Ibu Kota Amerika berkolaborasi dengan Nabilla, Agung, dan Mas Tegar—teman-teman saya yang sudah duluan menginjakkan kaki ke NYC.
1 comment

May 8, 2018

Hal-Hal Sial yang Bisa Terjadi saat Balapan Perahu Naga

Saat menuju titik start—Foto milik Juniwulan Dewi, diambil dengan Nikon CoolPix900, diedit oleh Justin Larissa
Berita paling gresssss dari #justinindyo—yang lagi sepi traveling ini wkwk—adalah kami jadi juara 2 kelas mix community acara Jakarta Dargon Boat Festival Tahun 2018 yang diselenggarakan 5 - 6 Mei kemarin di Mall Baywalk Pluit lho. Keren ya. Rasa bangga (dan gosongnya) awet sampai sekarang.

Untuk melihat keseruan lomba, teman-teman bisa akses tagar #JDBF2018 di Instagram atau lihat koran-koran ibu kota atau kanal berita online. Saya disini mau cerita yang tidak kalah seru dari euphoria kemenangan wkwk, yaitu kesialan-kesialan yang dapat terjadi saat ikut balapan perahu naga karena, well, shit happens kapan pun dimana pun ya kan? Bahkan bisa terjadi di setiap tahap-tahap lomba. Tidak percaya? Lanjut baca.

4 comments

April 29, 2018

Pesan Tiket Bus di Traveloka? Ini Dia Keuntungannya!

Pesan Tiket Bus di Traveloka? Ini Dia Keuntungannya!
Tidak seperti pesawat dan kereta, selama ini tiket bus masih kerap sulit dipesan secara online. Belum lagi, masing-masing armada kadang memberlakukan harga berbeda. Ketiadaan integrasi penjualan tiket bus secara online ini kadang juga membuat dilema tersendiri. Terutama saat musim libur panjang. Alhasil kehabisan tiket pun jadi hal yang tak luput dihindarkan, sedih ya bep~

Untungnya gaes, sekarang problem tersebut sudah ada solusinya! Lewat tambahan fitur baru, Traveloka kini menghadirkan layanan pemesanan tiket bus secara online. Wih, canggih ya! Dibandingkan membeli tiket dengan cara konvensional, fitur pemesanan tiket bus dari Traveloka ini tentu memiliki keuntungan yang lebih beragam. Lantas apa saja keuntungan memesan tiket lewat aplikasi Traveloka? Coba cekidot sini.

No comments

April 19, 2018

Kepada yang Mau ke Nepal untuk Pertama Kalinya, Silahkan Baca 20 Nasihat Berfaedah ini

Traveling ke Nepal Pertama Kali
Entah ada angin apa (karena kita sedang musim hujan-yang-angin-anginan wkwk), belakangan banyak orang-orang yang membahas Nepal dan bertanya-tanya hal ini itu ke saya. Memangnya saya ini apa? Travel blogger? Iya sih. Nah karena Nepal itu sungguh menyenangkan untuk dieksplor dan saya adalah travel blogger yang berpedoman pada azas sharing is caring, saya persembahkan 20 nasihat buat kamu-kamu yang hendak menjadi Nepal First Timer.

8 comments

April 5, 2018

The Bali Food-Mile from Ubud, Canggu, to Jimbaran

The Bali-Food-Mile
Katanya Pinterest, everyone should have a love affair in Bali. And I do have a love affair, not with my husband—karena cinta kita bersemi di Jakarta wkwk, tapi sama makanannya! Dari yang tradisional sampai yang sehat-sehat vegan cucok meyong gitu tersebar di area-area eksotis Bali seperti Ubud, Canggu, dan Jimbaran. So gaes let me share our "Bali Food-Mile" to show you where to get more out of your day. Buat yang lagi holiday-holiday cantik atau eksplorasi a la My Trip My Adventure di Bali dan butuh asupan kelezatan hakiki dari makanan-makanan khas dan sehat, monggo dilanjut baca.
10 comments
© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.