setan kotoran

23 November 2010
"kau aneh. kau ga seru. kau terlalu naif dan sok misterius. entahlah. kau membosankan sekali."
ya, begitu lah aku.
(mungkin) aku manusia paling tidak seru sedunia.
bahkan aku adalah sesuatu yg lebih membosankan daripada rautan pensil dan sinetron kelas teri.
lalu aku berjalan seadanya.
dengan mata sayu dan bibir terbuka sedikit.
dan hanya membawa satu buah handuk.

"untuk apa kau terus berjalan kalau begitu? handuk pun tidak bisa jadi makanan dan pencuci mulut."
aku sedikit penasaran.
ada apa di ujung laut,
ada apa di atas puncak tertinggi sebuah gunung,
ada apa di ujung lorong gua yang gelap,
ada apa di ujung jalan raya,
ada apa di ujung jembatan kayu yang sempit,
katanya ada sesuatu.
aku tidak tau juga untuk apa aku berjalan.

"kau benar-benar butuh dokter. dan psikiater."
bukan.
kau jangan sok tau.

"kau butuh uang dan baju baru untuk pergi berlibur ke pusat kota atau gedung pencakar langit."
bukan.

"okey. kau harus segera tidur sekarang."
bukan.
bukan.
bukan.
kenapa kau selalu memaksa menebak apa yang aku butuhkan.
kau seperti kotoran.
kau sampah.

"hei, kau membutuhkan ku."
salah besar.
aku tidak butuh tukang dikte.
aku tidak butuh orang sok tau.
aku tidak butuh orang kaya.
apapun yang seperti kau.
aku hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan.
tentang dunia ku yang kau bilang aneh.
dan pilihan ku berdiri di ujung jalan buntu.

"..."
susah sekali mencarinya meskipun semesta luasnya tak terkira.
ah, setan!

Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!