Infeksi Hari Senin

8 December 2014
I've been feel so sick about office, bloody sick! In the last two weeks I feel like in the nightmare named 'office' and feels so sluggish, lethargic, and emotionally slothful (even those three words presents the same feeling!). Saya tidak banyak mengerjakan tugas, sehari-hari cuma browsing random things, glued to social media, sering menggerutu dengan suasana kantor yang akhirnya bikin aura suram kelam. Tambah lagi saya sakit pencernaan. Jadilah hidup rasanya ga nikmat blas! Even I still can having fun with peers, my appetite is okay, my relationship is good, and everything is on the good track actually, but not my work. How severe?

As a (hard-core) Gemini, being in routines gives a gloomy weather of my mood. Saya merasa jenuh setengah mati dengan suasana kantor. Apalagi setelah si bos (yes, BOSS) meminta untuk seluruh karyawannya pake seragam. MAN! SERAGAMAN DI KANTOR YANG UDAH PAKE SERAGAM! Gila gila gilaaaa! Ini kayanya si bos abis kena cuci otak Plankton! Akhirnya mood saya naik turun. Males ngerjain kerjaan (padahal targetnya banyak, dan ini mau akhir tahun), merasa suntuk di kantor, bawaannya mau pulang terus, bangun tidur bawaannya mau tidur lagi, males dandan (tapi tetep pake pinsil alis), terus di rumah kalo ada waktu lowong malah soc-med mulu, weekend isinya kalo ga tidur ya tidur-tiduran, yaaa setidak-produktif itu hidup saya. Sampah bener. Siang itu saya scroll timeline Instagram untuk mengisi kebosanan. Dengan mata sayu a la pemabuk, saya memandangi mereka yang bisa saya 'kepo' satu per satu. 

People I followed in social-media mostly ones who work at “home”. They do what they're passionate about, they enjoy weekdays and weekend, and, ehem, in my opinion, they seems so wealthy. Feel free to you guys judge me as an envy one or orang-yang-kurang-kerjaan-amat. But I guarantee this is not about suspicious or accusing that they did bad things. Saya benar-benar penasaran, apa yang mereka lakukan sampe kok dalam usia muda, mereka udah 'mewah' banget gitu hidupnya? Melihat dari apa yang mereka kenakan, gadget yang dipakai, tempat mereka hang out atau sekedar brunch, dan tempat belanja belinji. Padahal kalo di lihat, dia freelancer, dia hanya menulis di blog, dia hanya rajin foto dengan pakaian yang modis dengan gaya masa kini (yaaa gaya yang gaya gaya gitu itu loh, yang mukanya dingin terus kakinya disilang atau ditekuk, terus matanya kaya lagi cari harapan Tuhan), dia hanya nge-post foto-foto menarik tentang makanan dan tempat-tempat hits, terus pas saya ‘kepo’-in, saya akhirnya tau. Pakaian yang dipake itu biasanya mahal (buat yang hobi info-in tag ootd-nya sih), terus tasnya kebanyakan merk Hollywood semua gitu, terus lebih banyak post soal 'baju hari ini' ketimbang 'apa yang dikerjakan hari ini' (itu penting juga lho buat di share). But really, mereka dapat uang darimana? Apakah dengan jadi fashion blogger, mereka dapet penghasilan sebesar itu? Apakah dengan jadi beauty buzzer, mereka jadi selalu mudah membeli make up mahal? Apakah dengan selalu jadi stylish, sangat cantik (with or without make up), mereka jadi selalu pakai baju yang mahal (berdasarkan ukuran saya ya nih)? Malahan kadang-kadang dapet endorsement yang luar biasa kece berat. Honestly I curious, how they work, how they make (and save) money, and what actually they do?

Kemudian ketika saya ga masuk kerja kemarin karena sakit, saya mencoba mengisi waktu dengan membayangkan jadi (beberapa dari) mereka. Okay, imagine I was a travel blogger, I sponsored to do 5 trips a month, posts awesome pictures during traveling on Instagram, and report to my blog two days after get back. Imagine how happy I am get payed for traveling around the world, for trying street food or classy coffee shop. Saya akan tampil di berbagai acara mewakili sesuatu, apa yang saya kenakan sangatlah penting sehingga saya harus memakai baju sponsor merk yang bagus dan kece. Saya akan bepergian dan bertemu banyak orang, saya tidak boleh 'butek' dan harus good looking so I use prestigious facial wash and daily cream. But then, in the last minute before get nap, I miss the way I am being a good mama-papa-girl who helps prepare breakfast, I do miss to have chit chat with neighbors, and I'm so dang miss play hide and seek with my Himalayan kitty. Ketika saya ingin benar-benar hanya di rumah, makan mie instan kari kental dan sirup Marjan, tapi sayangnya saya masih harus ke Zimbabwe selama satu minggu. Ketika saya ingin istirahat bermalas-malasan menikmati tidur siang, saya harus duduk menyambung internet dan menulis catatan perjalanan.  So it wasn't easy at all.

Imagine I was a beauty buzzer, I try so many dashing make up and make reviews to my website. I am the luckiest darling on earth 'cause I can use Kiehls all variant for free, or Glamglow or the whole colours NYX matte lipstick. I feel wonderful when MUA do a magic with my face. With those satisfactions, I spread the world about my experience using that beauty things and everybody would be happy. Sampai ketika wajah saya kemudian timbul ruam, atau menjadi kasar karena kebanyakan dandan, saya harus keluar uang ekstra untuk perawatan wajah dan itu tidak disponsori. Di saat yang sama, seorang pembaca merasa 'tertipu' karena produk yang saya review membuat kulitnya mengelupas dan timbul flek-flek coklat, menuliskan kata-kata jahat di kolom komentar yang menyakiti hati saya (hiks hiks). So it wasn’t easy at all.

Imagine I was an artist. I make handmade postcards, I use earth creatures to make a beautiful photos, I design my living room so unique and  I go to artsy places. People well - known me as a cool artist, as a creative junkie, as an inspiration. But somehow, nobody knows I'm furiously looking for inspiration, nobody knows how many canvas die unavailing because of my misstep, nobody knows how desperate I am when my pics looks so boring for weeks, and nobody knows how I using money carefully because I'm not have a monthly salary. So it wasn't easy at all.

Lalu, saya terdiam.

Saya merasa tolol sekali. Saya merasa sangat bersalah karena telah membutakan mata, hati, dan pikiran dengan kacamata yang tertutup sebelah. Hey, THEY’RE WORK SO HARD! Mereka belajar, mereka berkembang, mereka pintar mengelola kesempatan, mereka tricky dalam mengelola banyak hal, mereka terus berinovasi, and they're enjoy the way they live the life. They can overcome the interference. They can write diligently while so much things to do. They learn how to capture images so fukkin awesome that burns out my appetite. They take care their skin that looks flawless yet fabulous sampe mereka dipercaya untuk memasarkan beauty products yang berkualitas.

Why so curious? Why so envy? I have my own path, my own way to enjoy what I'm doing. Nothing comes easy. Bukan kah untuk lahir ke dunia saja kita sudah melewati proses yang sama sekali tidak mudah, masa iya hidup terus jadi lebih mudah gitu? Saya ingat seseorang baik pernah berkata, “orang sukses itu yang bekerja lebih keras, yang lembur memenuhi deadline, yang tidak akan berhenti sebelum tugasnya selesai”, terus orang yang cuman penasaran sama cara hidup orang lain beneran deh, buang-buang waktu. Padahal alasan semula saya follow mereka ya untuk inspirasi, untuk motivasi, bukan untuk sekedar penasaran mereka dapet duit darimana lalu saya jadi males-malesan kerja. I need to restore my view about everything in soc-med -terus keluar angin di hidung.

I work as a banker in a very success one of Indonesian's bank (ah thats my pride!), enjoy monthly salary and facilities, get bonus, and I should living in so much happiness behind my petite cubicle. Saya punya rekan kerja yang baik baik, yang suka bawain makanan, yang selalu membuat hidup suasana kantor. I can make my petite cubicle a little bit artsy then, terus bisa belajar foto-foto dari Instagram juga. Saya pun belajar dandan dan ngerawat tubuh dari para beauty blogger. Saya perlu mengingat kembali kenapa saya follow mereka di soc-med dan kenapa saya rajin membaca blog mereka. Yes, I'm looking for inspiration, a (maya)teacher, a beauty guru. Saya suka belajar dari mereka, apalagi ilmunya gratis. Happy kan?



Have a nice rainy day, beautiful souls.


much love,
Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!