WEDDING ENVY

28 May 2015
Jika ada yang ingin saya lakukan saat ini, sesuatu hal yang sudah membuat saya muak dan segalanya terasa tidak nyaman, adalah saya ingin berhenti melihat dan mendengar tentang pernikahan. Saya ingin membuang semua undangan pernikahan yang di antar Pak Pos dengan dedikasi, saya ingin membuang semua e-mail subscribe mengenai info-info pernikahan, saya ingin menangis melihat gambar Instagram yang selalu post foto pengantin dengan kecantikan sempurna, dan saya benar-benar sangat mual sekarang. 

I just want to stop thinking about my wedding day. Saya ingin berhenti ditanyai dan diberi tau mana yang baik dan mana yang tidak baik. Saya ingin berhenti menulis to-do-list tentang apa yang harus saya lakukan untuk membuat ini sempurna. Dan setelah seminggu ini kena maag yang tidak bisa hilang bahkan ketika saya bermimpi, I know its getting worse, my friend. 

Semua ini mulai saya rasakan ketika saya merasa sangat tidak sabar untuk menikah. Saya, kan, baru bisa menikah di bulan Agustus karena mengikuti peraturan kantor. Tapi Agustus masih habis lebaran dan itu lamanya lama banget seperti berabad-abad. Hal seperti ini mungkin memang common di perusahaan saya, bahkan ada yang sudah 'menunggu' sampai dua tahun lho! Hal ini lah yang bikin saya bisa senang dan sebel dalam waktu yang bersamaan ketika menerima undangan pernikahan dari sana sini sana sini. I do not compete with anyone, and I don't know why I am so impatient. Saya juga ga nyaman kalo ngeliat posts pernikahan di Instagram atau Path, entah kenapa itu membuat saya merasa inferior.

Here's the stress: Wedding Perfection. Even I have my dress and make-up guru, even I keep my body with the utmost attention, even I try not to squab my pimples, but as you can see I don't have Emma Stone's flawless beauty, I don't look like models also. I can't hand the finest flowery bridesmaid dresses, I can't have a garden wedding with rabbits, cats, and birds, I can't blarney my daddy to do what he's not familiar of like present me a poem or having me flowery crown, because having a garden wedding is odd in my family, because I can't have the full color invitation, and because all the things seems so beautiful but mine's not. Moreover, I need to deal with the budget that we have, that our family have, and our life necessities after the day. You know its pretty oppress. 

Hssssh my negative list goes on and on. You know how f*cked up my mood is because I have to done the to-do-list of wedding run-up while my wedding-envy is running on my mind. Hence, I really have to break up with those negative list, I need to clean up my process for a good result. Someone once told me when you find what you want or plan a part of your big day, stop looking for more ideas. You will always find something cool, different, or more beautiful out there. Trends and ideas are always changing. So I said to myself, even if our day doesn't rival the weddings of Andien-Ippe or The Bride Story, we can make an entirely beautiful-to-us day. So I start to change some things:

Saya uninstall Path dan Instagram. Saya ingin benar-benar menikmati dunia secara langsung, menikmati apa yang saya miliki dan mengerjakan hal yang bisa saya lakukan untuk hari pernikahan kami.
Handphone saya offline ketika sudah pulang ke rumah. Family conversation never fails you.
Berhenti untuk mencari ide-ide baru, berhenti dan percaya pada selera kami berdua. Its OUR day! Enough said.
Have a date with your besties. They really know how to handle their anxious-bride-to-be-bestfriend.
Baca komik, bukan novel, bukan majalah lifestyle. KOMIK. 
Essential oil is a good help.
Eat steak with mushroom sauce and spinach. Abaikan timbangan, itu kuasa Tuhan.
Bekerja tenang, bukan bekerja keras. Cerdas atau nggak itu belakangan. Setidaknya untuk sekarang-sekarang ini saja.
Menikmati apa yang kami lakukan. Entah itu memilih cincin, memilih warna kain, memilih back drop, memilih lagu-lagu, menentukan mahar, semua tentang kami harus "kami banget". 
NO MATTER how big my pimples are, how brown my skin was, I believe when I'm happy, I will always look beautiful. Dan dandanan paes ageng Jogja akan menyempurnakannya.
Menghargai bantuan, semangat, dan pertanyaan "gimana persiapan?" yang sering terlontar dari teman-teman. I know you guys care, thank you (kisses). 
My bridesmaid are the prettiest whatever clothes they wear.
I believe with My Mom, she'll choose the yummy food and everybody's loves!


Menikah dan membangun keluarga bukan lah kompetisi. When, where, and how the wedding is not represent greatness or fortune, you know everything's happen for a reason right? Dan saya yakin, bagaimanapun hari pernikahan kami akan berlangsung, dengan niat yang baik inshaa Allah akan mendatangkan doa dan rejeki yang baik, dan yang penting, kami tulus ingin berbagi kebahagiaan bersama kalian semua.

Brides, brides-to-be who simply like to dream in advance, how do you avoid feeling inferior or getting overwhelmed by the wedding run-up?


Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!