SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

ABOUT JUSTIN

NEWSLETTER

SUNFLOWERS GANG

As I promised here, now I'm going to share the details of my sunflowers. Forgive me for the hiatus, but now my sunflower gang is ready to catch up. Meskipun sebenarnya mereka sudah memasuki fase kehidupan yang lain tapi janji tetaplah janji. Saya ingin berbagi detail badan-badannya si bunga dan cerita mereka (dan juga musuh bebuyutan yang menyebalkan itu). Let's go get some updates...

MADA
















Mari kita mulai cerita pertama dari bunga yang masih kuncup. Bunga ini tumbuh di halaman dalam bersama jenis tanaman lain seperti lidah buaya, rumput, sere, pandan, dan sebagainya. Jadi, di halaman dalam memang tidak banyak bunga matahari karena lahannya sudah sempit.

Masalah paling menyebalkan yang diakibatkan oleh hama adalah pada bunga yang masih kuncup. Ini anggota geng halaman depan, namanya Mada. Meski memiliki banyak sekali daun yang besar dan batang yang kokoh, Mada memiliki kesulitan untuk mengembangkan bunganya. Kalian lihat beberapa daun berbentuk keriting melingkar? Kebanyakan dari mereka kena serangan hama yang bersarang di permukaan bawah daun. Hama ini menghambat pertumbuhan mereka, menghambat mereka berkembang lebih besar. Meski tetap tumbuh, tapi jauh lebih lambat dibandingkan dengan yang di luar. 

Calon bunganya pun lama sekali tumbuh. Lihat itu kelopaknya sudah panjang-panjang tapi belum mekar juga. Saya tidak mengerti apa yang terjadi di dalam tapi ini cukup membuat khawatir. Setelah beberapa minggu, bunga Mada mekar tidak sempurna. Kepalanya baru keluar setengah, mahkotanya tumbuh besar, tapi bagian yang lain ga ikutan tumbuh. Jadi kaya  tumbuh setengah. Kasihan sekali.


TSUBASA





Remember Tsubasa? Saya pernah ceritakan sebelumnya disini. Tsubasa sudah tumbuh besar menjulang, dan bayi-bayi barunya yang sangat mencuri perhatian. Saya kira tidak akan banyak bayi yang tumbuh di Tsubasa, tapi ternyata banyak dan lucu-lucu. Hampir di setiap cabang ada satu sampai dua bayi baru.

Bayi matahari tidak mekar bersamaan, dan mereka tidak menunggu besar dulu untuk mekar. Ada kok yang masih sebesar tutup botol Aqua tapi sudah mekar dengan mahkota kuning yang cerah sekali. Jumlah kelopak pun tidak sama antar satu bayi dengan bayi lainnya. Saya ga tau kenapa, tapi yang penting mereka sehat saya udah seneng *mewek*



Begini bayi Tsubasa setelah tumbuh besar. Berbeda dengan bunga matahari yang saya lihat di luar negeri, bayi bunga matahari saya tumbuhnya tidak sebesar bunga utama (atau memang begitu kali ya..). Bunga utama selalu besaaar sekali kaya mangkok mie ayam, tapi bayi bayi kecil mereka paling besar hanya seperempatnya.



KABAYAN


Ini adalah si Kabayan yang sudah bulat dan brewok. Kelopak Kabayan tidak terlalu banyak tapi sehat-sehat. Nah setelah beberapa minggu mekar mempesona, poni Kabayan mulai lunglai dan masuk style poni lempar. Musim panas tidak membuat Kabayan jadi jabrik. Tapi ada bayi-bayi kecil tumbuh di badan Kabayan sekitar 4 atau 5 buah gitu saya agak lupa.



Ini dia baby Kabayan. I love to see those green balls, bulat, ada rambut ikalnya, berbulu, dan tumbuh dengan sangat cepat. Sayang sekali dalam keadaan tertutup itu, sudah ada hama menyerang. Lihat titik putih di kelopak mereka? Itu ulah hama. Saya berusaha untuk mempertahankan mereka tanpa pestisida dengan rajin membersihkan dan menyiram mereka pagi dan sore.



Hahahaha, ini Kebayan habis dikeramasin. Nggak ding. Ini Kabayan setelah 3 bulan mekar besar. Dia mengering dan "rambutnya" mulai berubah kaku. Tidak ada lagi jambul dan brewok, Kabayan siap meregenerasi dirinya dengan memberikan bibit baru. And see the Kabayan's babies are growing yellow!




 Kebayan's baby is awesoooome!


MAYU




This is Mayu. Dia masuk geng halaman depan 2, seperti terlihat disini. Mayu sudah masuk fase "keramas" dan biji yang dihasilkan cukup sedikit. Tidak semua bunga matahari memiliki banyak daun ditubuhnya, jadi saya rasa kenapa Mayu tidak tumbuh tinggi-tinggi karena daunnya sedikit dan ukurannya sedang. Daun Mayu hanya tumbuh di bagian atas, sedangkan yang bagian bawah sedikit dan sudah kering. Mayu cenderung bersih dari hama, kelopaknya panjang dan kuat


DAYU




Tetangga Mayu, sebut saja kembarannya. Berbeda dengan Mayu, Dayu tumbuh tinggi sekali dengan batang sedikit lebih ramping dari Audrey. Karena itu, Dayu paling gampang goyang-goyang kalo kena angin tapi tidak patah. One thing you need to know about sunflower is they are very strong. Tidak mudah patah, bahkan ketika sudah kering kerontang. Super!


ELESA



Little Elesa is part of geng halaman depan 2 (tengah sih sebenernya). Elesa ini kecil, mungil, bunganya tidak besar, batangnya kecil, dan daunnya tipis. Ternyata semakin tipis daun bunga matahari, semakin sedikit dan halus bulu mereka. Di halaman depan 2, bunga matahari hidup berdampingan dengan lidah buaya dan daun pandan. I don't know which is give bad and good influence but Elesa is beauty as well. Tidak ada bayi yang tumbuh di badan Elesa, dia tunggal dan disukai oleh lebah.


HAMA



Bukan, ini namanya bukan hama. Saya ingin bercerita mengenai musuh bebuyutan saya yang paling menyebalkan di dunia! Can you see white sticky things there? It's almost everywhere. Di batang, daun, kelopak, mahkota, biji, semuanya di serang. Menyebalkan sekali benda ini. Teksturnya sepertipermen karet, hanya saja terbuat dari kapas dan benang. Lengketnya banget banget, selengket lem aibon!

Saya pernah coba membersihkan dengan sikat, ga bersih juga. Di siram banyak-banyak pun percuma. Saya coba keluarkan effort lebih dengan membersihkan pake jarum, lumayan bisa diangkat meski akarnya masih lengket. Tapi kalo semua bunga saya bersihkan sampe cling, yang ada saya encok, lalu infeksi pantat dan kena kanker kulit karena kelamaan di bawah matahari (lebay sih ini hahaha). Akhirnya saya pasrahkan saja ke yang maha kuasa.




Take a look to a white round objects in the petals. White ant. Semut putih. Semut jelek. Semut menyebalkan. Dia ini lah hama paling hama sedunia! Dia ini yang bikin sarang putih-putih di bunga matahari saya. Yang saya heran, dia tidak mudah ditemukan. Entah bersembunyi di dalam bunga atau di tempat-tempat pelosokan, tapi saya sangat sulit untuk menangkapnya. Kebetulan ini ketemu, saya siksa dia hahahaha! Dasar semut nakal!

Okay. Itu dia cerita terbaru dari keluarga matahari. Sudah ada beberapa biji kecil yang di ambil dari Audrey dan Kabayan, tapi belum kering semua jadi masih belum banyak biji yang bisa di panen. Untuk generasi berikutnya, saya ingin mencoba menggunakan pestisida untuk mengusir hama. Ada yang punya rekomendasi pestisida untuk bunga matahari yang ramah lingkungan? Atau ada yang punya tips merawat bunga matahari? Can't wait to see your comments.

No comments

Post a Comment

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.