WHEN WE FIGHT AFTER FISHY THING

3 September 2015


Beberapa malam lalu saya sedang mengalami hal paling menyebalkan sedunia bernama PMS. Can't you believe that? PMS at 25th? Kirain bakalan sedikit lebih kalem ternyata ga juga hahaha. Udah senat senut di kantor, akhirnya saya memutuskan pulang naik GoJek (karena Mas gepeng masih ada kerjaan). On my way home, I tried to thing what fun activities I should do for stay away from PMS so husband will meet a lovely wife after knock three times at door. And, tadaaaaaa! Saya ingat ada baby fish yang belum saya masak! Hihihihi asiiiikkk.

Sesampainya di rumah, mulai saya cuci ikan kecil-kecil itu dan menyiapkan bumbu yang diperlukan. The best part was, this is my VERY VERY first time cooked fish in real. Maksudnya, ikan yang sudah mati namun bentuknya masih utuh seperti ikan. Belum pernah sebelumnya saya masak ikan yang bentuknya masih ikan banget gini. Kalo masak ikan selalu yang sudah berubah bentuk entah sarden, tuna kaleng, tuna asap Otaji, salmon fillet, atau mama yang masak dan saya yang lanjutin masaknya aja. Jadi, ini dia ikan beneran! Saya tidak pernah bisa liat mayat ikan, apalagi dipegang-pegang, takut hidup lagi terus loncat. GLEK! Emm, tiba-tiba ikan-ikan kecil kunyuk ini terlihat kaya ikan hiu! Gyaaaaaaaaaaaaakkk!!!!! Yakin deh setelah ilang bekunya, itu ikan-ikan pada hidup lagi terus lompaaaatttt!!! MAYGAAAATT! Ekornya, siripnya, sisiknya, MATANYA, gilaaaakkk matik guaaaaa!!!! *drama abis.


Begitulah. Saya masak ikannya pake gaya krispi-krispi dengan telor asin -thanks Google! Lalu setelah masakannya jadi, pas banget Mas Gepeng pulang dan langsung minta peluk karena dia baru kehilangan duit seratus ribu -sabar ya beb. Meja makan sudah siap untuk di serbu. Belum menyentuh apa-apa, lalu Mas Gepeng komentar mengenai ikan goreng berpenampilan pas-pasan di atas meja. 'Cetik', pematik api PMS istri sedikit terpetik. Komentar berbumbu penjelasan ini itu terus muncul sembari makan malam di mulai. "Cetrekkkk", api menyala.

Semalaman dan sesiangan (hari berikutnya) saya marah. Marah serius. Siapa yang ga marah kalo makanannya di komentarin terus coba? I was happy cooking for my husband but what he did! Zzzzzahat! KZL KZL KZL! Saya pun ambil sikap dengan ngambek masak dan kasih Mas Gepeng uang jajan buat beli makanan sendiri. Istri mogok masak. Titik.

Pagi hari saat pantat kami sudah sama-sama duduk di kursi kantor, kita ngobrol kecil kecil lewat WhatsApp. Mas Gepeng menjelaskan kenapa sekarang gantian dia yang marah. He? Iya. Kok sekarang dia yang marah? Kok gitu?

Suami punya peran untuk membimbing istrinya supaya bisa terus dijalan yang benar, temasuk saat mengelola emosi -setidaknya begitu kata salah satu situs di laman Google. Mas Gepeng marah karena 3 permintaan maafnya tidak saya gubris. Yes, excessive wife mode ON! Mas Gepeng memang memberi penjelasan dan maaf dengan cara yang sangat baik. His voice as tender my bear-y blanket, he's so sweet. But the wife is like gorilla.

Bisa di bilang yang salah sebenarnya di moment. I can say that have too much opinions when your dish just get done is like horrrrrrrible massacre (don't do that at home, okay?). Mas Gepeng sangat menghargai masakan saya, dan memang tidak baik terlalu banyak mengomentari ketika kita tidak tau ada cerita apa dibalik sepiring kecil ikan beleketrek enak itu. Dia menjelaskan apa yang sebenarnya dia pikirkan dan minta dijelaskan apa yang terjadi juga sama saya. Perbincangan semakin membaik ketika sudah sama-sama tau apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang ada di kepala si suami dan apa yang ada di kepala si istri. And I'm badly sorry for being such a bad gorilla (forget about PMS), to my husband. I'm forgive my husband for being so painful commentator, and also forgive my self for a bad-look baby nila.

Jadi istri masih mogok masak? Hahaha absolutely not! Cooking is one the way I say I loooove my husband so much! And eat up my food is the way he say he love me much more. So this post has it happy ending, like all fairy tales. I love happy ending. The sun shine brighter. The battle is over with two winner yeaaay. Um, I wanna hug my bear!



Beautiful gorilla :p
Justin Larissa
Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!