Jadi, Bagaimana Yogyakarta? #2

20 November 2015
Back again to Yogyakarta posts! Kali ini saya mau berbagi hal yang saya sukaaaa banget yaitu makan hahaha. Jogja pernah sukses bikin saya memiliki bobot 59 kilo dulu pas kuliah karena makanannya yang murah dan banyak. Buat saya, makanan di jogja merupakan daya tarik nomor 2 setelah kenangan, hahaha. Ini saya kasih tau satu yang sukses bikin saya nagih!

Jadi, bagaimana Yogyakarta?

- Part 2 -

Brongkos Handayani

Are you guys know what is this? Hmm, hmmm? Semur? Salah. Rawon? Ini tidak segelap itu. Pernah mendengar brongkos? Salah satu makanan khas Jogja yang masih satu keluarga dengan rawon. Siang itu ketika panas membuat dahaga mengkerut, Mas Gepeng mampir buat minum es campur langganannya sejak SMP. Ternyata tempat itu juga menyediakan brongkos dan beberapa makanan khas lokal lain seperti nasi pecel, nasi rames, dan nasi campur.

Masih misteri kenapa dulu saya tidak berniat mencicipi brongkos padalah sering banget lihat warungnya -pembelaan saya adalah mungkin karena namanya brongkos, tidak komersil. Tapi pas mampir kesini, saya langsung berniat coba karena warung makan ini rame banget lho! Rame banget beneran! Bahkan ada beberapa pendatang yang lagi wisata pun diajak si tour guide kesini.

Gambar di atas adalah Brongkos Koyor. Kuahnya enak banget, gurih, manis, sedap banget. Agak mirip sama rawon tapi ini lebih kental dan berasa kaya gule, meskipun sama-sama pake kluwek. Dagingnya juga empuk, tambah lagi pake campuran koyor dan tahu, wah enak!

Salah satu jenis brongkos yang lain, yaitu brongkos telur. Daging dan koyor digantikan telur bacem, tahu bacem, kacang, dan kuahnya disaji bercampur dengan nasi. Meskipun secara pribadi saya tidak suka, tapi rasanya enak juga kok. Mas Gepeng habis seporsi kinclong tidak bersisa. Brongkos dimakan bersama es campur ternyata ide yang buruk, hahaha. Sebaiknya makan brongkos dulu sampai habis, baru deh lahap es campur.



Tempat makan juga menyediakan 'teman makan' pelengkap, seperti bergedel, daging empal, tempe goreng, rempeyek, dan lain-lain. Saya paling suka sama daging empalnya! Empuk sempurna!

Warung Handayani! I love you!


Jamu Ginggang

Salah satu tempat selalu yang saya datangi ketika ke Jogja adalah Toko Jamu Ginggang. Jamu yang dijual disini banyak macemnya. Di bagi dalam 3 kelompok ada jamu biasa, jamu dingin, dan jamu telur. Untuk yang familiar sama jamu gendong yang suka keliling rumah menjual beras kencur, paitan, kunir asem, temulawak, watukan, itu semua masuk jamu biasa. Kalo mereka semua jadi dingin, namanya jadi jamu dingin. Nah kalo jamu telur, jamu biasa dikasih additional kaya telur ayam kampung, madu, dan anggur. Saya paling favorit jamu yang pake telur dan madu, entah itu beras kencur, kunir asem, uyup-uyup, atau ngeres linu.
Jamu disini dibuat langsung oleh ahlinya dengan racikan yang sudah turun temurun dan terpercaya. Toko Jamu Ginggang memungkinkan orang untuk melihat pengolahan dan pencampuran jamu karena konsep toko ini open kitchen. Bersihnya dapur dan tempat makan membuat saya yakin selain sehat, jamu disini juga higienis.

Berniat mencoba sesuatu yang belum pernah, saya memesan jamu galian putri dengan telur dan madu -dan Mas Gepeng adalah penggemar setia jamu paitan. Tampilan jamu galian putri butek dengan ampas rempah-rempah yang memenuhi dinding gelas. Setelah mengaduk mencampur telur dan madu dengan jamu, saya lalu menegak. Dan saya kasih tau ya, serius. Ini jamu ga enak! Jauh lebih ga enak dari paitan! Serius! Rasanya pahit, rempahnya tajam banget, pedas, aneh, mencekik, mencekam, menderita! Enggan menerima gelar kufur jamu, saya menghabiskannya seteguk, minum jahe, lalu teguk, minum jahe lagi, teguk lagi, minum jahe lagi, sesekali istirahat mengembalikan mental. Saya habis dua gelas jahe untuk segelas jamu galian putri.

Tapi saya tetap cinta jamu! Saya akan minum jamu lagi disini, dengan telur dan madu, lalu bergurau santai kala sore. Jamu, Jogja, dan sore hari memang sempurna.
2 comments on "Jadi, Bagaimana Yogyakarta? #2"
  1. Jamu Ginggang deket rumah sayaaa justiiiin !!!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih dimanaya? besok kalo kesana kita ngejamu bareng doong

      Delete

I'd love to hear from you!