Early December

10 December 2015
Watching: Dua film yang akan saya ceritakan lagi nanti ketika memiliki anak. Pertama le Petit Prince, one of the most beloved story. Tn. Aviator, seroang kakek tua dengan rumah kayu yang hidup di tengah kota modern, memiliki cerita tentang The Little Prince yang digambar dan ditulisnya sendiri. Ide membaginya dengan seorang gadis kecil yang baru pindah rumah ke sebelah rumahnya ternyata berbuah sebuah kisah manis antara mereka berdua. Gadis kecil ini 'membantah' papan kehidupan yang sudah di rancang Ibunya dan menenggelamkan imajinasi ke dalam kisah si pangeran kecil. Entah jika anak-anak menontonnya, tapi buat saya, cerita ini sangat sarat makna. Film ini menunjukan kebenaran sederhana untuk para dewasa yang merasa hidup mereka sudah sangat ideal, namun ternyata banyak yang terlupakan. Selain animasi dan cerita yang apik, soundtrack film ini juga membuat saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Sangat sederhana, pas, dan ekletik. Semuanya sangat sempurna!

Film kedua adalah The Good Dinosaur. God I love this movie to the moon and back and back again thousand times! Film ini bikin bahagia banget! Cerita Arlo, Spot, dan makhluk lainnya sangat lucu, tolol, menggemaskan, konyol, menyentuh, membuat saya terhibur dan sangat terinspirasi. Saya tidak pernah kepikiran kalo seandainya asteroid tidak jadi menghantam bumi kala itu, tapi film ini menyajikan imajinasi itu dan seger banget rasanya! Keindahan pemandangan alam dan sungai bening, dinosaurus, hewan-hewan aneh, kemunculan manusia, kombinasi mereka semua terkemas dalam sebuah cerita bagus yang bikin saya tertawa dan nangis bergantian, parah lah! Meskipun saya yang berusia seperempat abad ini mewek, tapi film ini memang untuk anak-anak banget soalnya ada versi dubbing Bahasa Indonesia. So that's why I love my childish-side hahaha.

 

Listening: On repeat the Coldplay songs especially album studio ke-7 mereka bertajuk A Head Full of Dream. Buat saya, Coldplay memang spesial. Lagu-lagu mereka selalu penuh energi, entah untuk yang bernuansa pop atau rock. Di atas saya masukin video klip single Adventure of A Lifetime dimana Chris Martin, Guy Berryman, Will Champion dan Jonny Buckland 'digantikan' oleh para simpanse. Saya termasuk orang yang gembira luar biasa dengan fenomena video klip bersirat nuansa kampanye pelestarian hewan. Video klip satunya adalah Ink, salah satu lagu favorit saya dari Coldplay.

Reading: Happily Ever After dari Winna Efendi. Novel ini sudah mengudara sejak setahun lalu namun baru menangkap mata saya beberapa bulan silam. Saya lagi suka banget baca buku tentang keluarga, jadi setelah membaca sinopsis novel ini, melihat halaman depan, lalu membaca review pembaca di goodreads, saya pun menjadikannya teman. Di awal cerita, saya sempat gak mood karena cerita percintaan dan konflik khas anak SMA yang tidak menarik –sebutkan saja, cowok anak band rebel ganteng mengkhianati pacarnya dan pacaran dengan cewek popular. Ditambah kehidupan anak SMA yang digambarkan memakai make up, bagi saya, tidak pas. Tapi setelah masuk ke cerita antara Lulu dan Eli, lalu penyakit ayahnya yang semakin parah, saya kembali merasa bergegas untuk melanjutkan dan menyelami ceritanya. Cara penulis menggambarkan kehidupan keluarga Lulu semasa sakit si ayah sangat apik, saya sangat sangat menikmatinya. Jika mengeluarkan bagian Ezra, make up anak SMA, dan Mia –adik Eli yang penokohannya (lagi-lagi buat saya) tidak pas, novel ini akan saya kasih empat bintang.

Begitulah cerita saya belakangan ini. Apa yang sedang kamu nikmati? Apa kalian juga menikmati novel Winna Efendi? Share ya.
Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!