MAKE A TERRARIUM AND BE HAPPY!

11 April 2016
It’s not a myth that I am a loyal-user of Kiehl’s products, and also their marketing program has been so fun to follow. Bersamaan dengan diluncurkannya dua lini cream mask terbaru mereka, Kiehl’s Indonesia mengadakan acara Terrarium Workshop bekerja sama dengan Wakutu Indonesia di gerai Kiehl’s di beberapa mall Jakarta. Terrarium belakangan ini sudah mencuri perhatian saya, khususnya sejak memiliki rumah. Saya selalu berpikir, dengan menaruh terrarium di cabinet kayu kami, atau di dalam kamar tidur, atau di ruang tamu, akan membuat rumah mungil kami makin ciamik. Jadi pas salah satu BA Kiehl’s Seibu GI nelpon saya ngajak ke workshop terrarium (dan dia berjanji untuk kasih sample masker, penting ya!), saya langsung mengiyakan.

Terrarium adalah tanaman yang ditaruh di dalam wadah kaca atau pelastik transparan. Biasanya tanaman yang dipake adalah yang low maintenance karena fungsi dasarnya yang sebagai pajangan, seperti succulent, lumut, atau tanaman mini lainnya. Tanaman-tanaman itu akan diatur sedemikian rupa agar terlihat cantik dan tetap hidup meski berada di dalam ruangan.

Eh tapi, ternyata gak cuma tanaman lho yang sengaja dirawat dalam sebuah terrarium, tapi hewan juga. Kalo kamu pelihara kalajengking, belalang, ulet, atau kecoak (yakeleeesss), bisa juga pake terrarium. Pun ekosistem desainnya juga beragam disesuaikan dengan hewan atau tanaman yang kamu pelihara, contohnya ekosistem gurun pasir untuk kaktus/succulent, ekosistem terrestrial untuk yang suka bikin tebing-tebingan, ekosistem tropis untuk lumut dan semak belukar, juga in vitro terrarium yang pake teknik kultur jaringan tanaman.

Saya pribadi suka terrarium yang dominan hijau. Salah satu succulent favorit saya adalah yang jabrik-jabrik kaya buaya.

Membuat terrarium ternyata sangat tricky karena semua harus serba hati-hati. Urusan desain pun gak asal taroh aja. Harus dipertimbangkan juga bagian belakang yang ditutup batu kristal, tinggi tanaman apakah menutupi yang lain, bagian kosong-kosong yang bikin jelek, juga batu hiasan. Urutan media yang ditaruh pertama batu besar sebagai tempat air terakhir, lalu pasir malang, baru tanah bersekam dan berpupuk, terakhir ditutup batu kristal.

Ini lumut kering yang diwarnai. Lucu ya. Kaya bulu ketek.

Batu-batu hiasan. Saya suka yang coklat.

Punya saya! Mehehehehe... Cakep yaa…

Berhubung peserta workshop di sesi kedua hari ini sedikit, jadi teman-teman Wakutu kaya guru private banget ngajarin dua orang aja. Mereka ini sabar-sabar banget lho nanganin saya yang berantakan banget bikinnya hahaha.

Seperti biasa, peserta workshop juga dapet goodie bag yang kali ini isinya ada dua travel size produk Kiehl’s, satu buah cupcake, dan empat mini size Naked Press Juice yang rasanya enak-enak banget!

A bucket of happy-succulents! Super pretty!

Nah beruntungnya saya hari itu, peserta workshop yang sedikit memungkinkan saya untuk dapet mini facial bebas antri. Saya coba masker Cilantro & Orange Extract Pollutant Defending Masque untuk facial and it feels so good really hooaaaahh. Kulit saya ‘murahan’ kalo ketemu produk yang melembabkan, gampang digoda dan sebenarnya itu bagus juga sih. Saya jadi tau mana produk yang oke buat kulit saya, mana yang gak. Nah saya suka deh sama masker ini, dikulit terasa lembut dan sejuk dingin. Tambah lagi facial-nya BA Kiehl’s uuooh so good. Feel a lot younger than before.

Hari yang menyenangkan dan penuh inspirasi, rasanya mau kumpulin mangkok sama botol sirup buat dibikin terrarium semua ahahaha. Ternyata beneran cakep banget kalo ditata di meja kayu! Terima kasih Inggris untuk menemukan benda ajaib ini. Kamu pernah bikin terrarium juga? Bisa gak sih bikin di botol youC1000?
Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!