SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

ABOUT JUSTIN

NEWSLETTER

Ber-Banjarmasin dengan Soto Banjar dan Kain Sasirangan

Melanjutkan cerita hari terakhir di Banjarmasin, masuk waktunya brunch kami diajak makan di Depot Soto Banjar Bang Amat yang udah terkenal dimana-mana. Tempatnya luas banget, parkirannya juga muat banyak. Awalnya hari Jumat kami kesana tapi ternyata khusus Jumat, tempat soto ini tutup. Berada di pinggir sungai Martapura, Soto Bang Amat terasa adem dan lumayan bersih. Dan perlu dicatat kalo Soto Bang Amat dan Soto Bawah Jembatan itu beda ya.

Menu utama ada dua: Sop Banjar (pake nasi) dan Soto Banjar (pake ketupat) –bumbu dan topping keduanya sebenernya sama aja. Diiringi alunan musik panting khas Banjar dan pemandangan Sungai Martapura, pengalaman makan terasa banjar banget.

Dalam seporsi soto banjar terdapat potongan ketupat (yang banyak banget), bihun, paha ayam kampung –dan suwiran dagingnya, irisan putih telor rebus –dan telor rebusnya juga, wortel, seledri, cacahan kol, bawang goreng, semua dibalut kuah rasa khayangan yang merupakan racikan apik dari bumbu basah (bawang dan jahe), rempah-rempah (kayu manis, lada, biji pala, kapulaga, dan daun sisir), susu putih cair, dan air kaldu ayam. Endeuuuuussss!

Ada menu pendamping di depot soto ini yaitu sate ayam. Rasanya standar sate ayam pada umumnya dan saya kebetulan gak suka perpaduan rasa antara sate dengan soto. Jadi saya kali ini dibikin terbang kepayang dengan Soto Banjar nan lezat rupa makanan surgawi.

Setelah makan, kami yang masih belom bisa beradaptasi dengan sejuta matahari di Banjarmasin, merasa kelojotan dan gak kuat buat jalan-jalan lagi. Kami pulang, tidur siang, main sama Elsa, dan packing. Bersyukur banget kami bisa main ke Banjarmasin, apalagi jamuan keluarga Mas Agung dan Mbak Ines luar biasa baiknya. Seperti rejeki untuk anak soleh yang rajin membantu orang tua.

Sorenya kami pergi ke pusat oleh-oleh bernama Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura. Saya pribadi kesini khusus untuk hunting kain karena sejak teman kantor saya kasih hadiah pernikahan berupa kain Sasirangan hijau, saya udah naksir dan mau punya beberapa sebagai koleksi.

Kain Sasirangan memang indah-indah semua. Hijau, kuning, jingga, biru, ungu, merah, semua warna ada kecuali putih (agak jarang ada Sasirangan warna putih, mungkin jatuhnya jadi kurang meriah kali ya). Saya beli dua jenis couple, dua buah yang satuan, dan satu bentuk selendang. Di pusat oleh-oleh ini juga sedia permata-permata khas Banjarmasin lho, batu akik segede bakso urat juga ada. Tapi kalo beli oleh-oleh disini, sedia uang tunai ya karena mereka belom pada punya mesin EDC dan ATM-nya lumayan jauh.

Pertokoan CBS ini selain buat belanja, juga jadi tempat jalan-jalan sore warga sekitar dan wisatawan. Selain punya banyak pilihan buat belanja, tempat ini dihiasi ornamen bangunan yang islami banget dengan doa-doanya. Jadi berasa belanja syariah.

Puas belanja kain, saya beli kerupuk kuku macan dan kacang-kacang buat oleh-oleh temen kantor dan tetangga. Kalo oleh-oleh yang begini gak usah jauh-jauh belinya, di swalayan lokal pasti pada punya kok.

Dan saatnya kita pulang kembali ke rumah, menabung, dan merencanakan perjalanan kami selanjutnya yihaaaa. Terima kasih udah ikutin cerita kami dari hari Kamis, Jumat, Sabtu, sampai Minggu di Banjarmasin. Dari tempat jajan kuliner Banjarmasin yang aduhai, sampe tempat-tempat seru yang menambah kaya pengalaman kami. Banjarmasin bungas!

No comments

Post a Comment

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.