SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

Makan di mana Kalau ke Medan? (UPDATED)

Sejak pernah tinggal di Medan tahun 2013 silam, saya selalu senang jika bisa datang ke sini barang menghabiskan akhir pekan atau business trip. Medan, meski berisik tetap menarik. Medan, meski panas berdebu, kulinernya tetap membuat daqu menggebu-gebu.

Tulisan ini adalah remake dari tulisan sebelumnya dan saya membaginya ke dalam beberapa klasifikasi: aneka nasi & lauk pauk, aneka soto, sate padang, dan aneka mie. If you're looking for something sweet to eat in Medan, just skip this article because you won't find any. Tulisan ini saya dedikasikan kepada pecinta santan, daging/jeroan, dan rasa yang tidak pernah ada dimanapun khukhukhu.

Nasi dan Lauk Pauk

1. Wajir Seafood

One of the best place to eat seafood with great taste, jumbo portion, and affordable price is Wajir Seafood. WAJIR ya, bukan wanjir. Rumah makan yang berada di Jalan Kolonel Sugiono ini punya banyak menu seafood yang tidak akan mengecewakan. Semua makanan disini fast food, alias udah siap masak semua tinggal dihangatkan lalu disajikan.

Berbagai olahan seafood seperti cumi, udang, kepiting, ikan-ikan, belut, kepah, ada semua di sini dimasak dengan bumbu macam-macam seperti saus telur asin, cabai hijau, saus tiram, goreng mentega, asam manis, tauco, saus pedas, sambal merah, dan lain-lain. Saya pribadi paling suka cumi telur asin dan belut cabai hijau.

Menu-menu favorit di Wajir Seafood
Selain itu, kamu bisa juga coba tom yum yang rasa asam pedasnya wow lezat seperti makanan khayangan, juga hotplate kangkung yang gurih, atau fuyunghai terong yang unik. Buat yang tidak suka ikan tapi mau makan di warung seafood, bisa pesan olahan ayam dan daging sapi.

🚩 Jl. Kolonel Sugiono No. 31
πŸ•’ 16.00 - 23.00 WIB
πŸ’° Lauk pauk Rp25ribu - Rp60ribu
πŸ’‘ Paling cocok buat makan ramean
πŸ’‘ Pelayanannya cepat
πŸ‘Œ Makan malam

2. Martabak Salim

Martabak Medan itu mirip sama martabak Aceh, dimasak pakai roti cane dan ada cocolan kuah kari sebagai pelengkap. di Medan, kamu akan mudah menemukannya selama yang jualan orang asli Medan wkwk. Nah ada satu nih martabak yang stop, engkau menchuri hatiqyu hatiqyuu~~ adalah Martabak Salim yang terletak di Simpang Bromo.

Yang membuatnya berbeza dengan martabak lain adalah isiannya tebal, penuh daging dengan rasa bumbu kari yang kuat. Kalau makannya dicocol kuah kari, namanya jadi kari spesial wkwk. Pokoknya enak lah. Martabak yang worth every bites.

🚩 Jl. Arif Rahman Hakim, No. 156, Simpang Bromo, Sukarame
πŸ•’ 08.00 - 21.00 WIB
πŸ’° Lauk pauk Rp25ribu - Rp60ribu
πŸ’‘ Paling cocok dimakan saat sore mendung-mendung adem
πŸ‘Œ Cemilan because I'm umat yang tidak menjadikan martabak sebagai lauk wkwk

3. Rumah Makan Mandailing

Jika kamu ingin mencoba makanan super otentik khas Medan, kamu harus mampir makan di rumah makan Mandailing. Di rumah makan ini banyak sajian khas yang tidak akan kamu temukan dimanapun, kecuali kalau ibu mu orang Mandailing ya. Meski sering disama-samakan, sebenarnya Suku Mandailing memiliki bahasa, aksara, sistem sosial, adat, dan kebiasaan yang berbeda dengan Suku Batak dan Melayu. Makanya olahan kulinernya pun berbeda.

Ada beberapa rumah makan Mandailing di Medan dan saya berkesempatan coba di tempat Hj. Nuraini yang sudah berjualan sejak 1970. Si Opung The Legend masih turun tangan memasak semua kudapan dengan dibantu oleh ibu-ibu lain. Ia hanya bisa bahasa Mandailing, jadi teman saya yang bantu berkomunikasi dan bilang, "Ini teman saya dari Jakarta dan katanya suka semua masakan Opung!"

Saat itu yang saya coba lumayan banyak. Ada sayur ubi tumbuk berkuah, ikan mas arsik asap, gulai telur bebek, belut bumbu rendang, ikan sale gulai, sambal ikan baledang, dan lain-lain. Aroma dan racikan rempahnya memang unik, tak sama dengan masakan Sumatera Barat (baca: Padang) atau Sumatera Selatan (baca: Pagaralam, karena ogut dulu selama 2 bulan makan makanan SumSel tiap hari wkwk).

🚩 Jln. Sei Deli, seberang Masjid Maraset kalau masuk dari Jalan Adam Malik
πŸ•– 08.00 - 16.30 WIB
πŸ’° Minimal Rp25ribu
πŸ’‘ Menu disajikan dalam jumlah banyak, pastikan kamu ambil seperlunya dan jangan jorok-jorok yha
πŸ‘Œ Makan siang bersama-sama

4. Nasi Goreng Komdak

Ada banyak tempat makan nasi goreng di Medan, mulai dari yang jual orang Medan asli sampai orang Jawa. Nasi goreng Komdak ini kebetulan memang orang Medan yang jual jadi rasanya cenderung gurih, berminyak, dan tidak manis. Buat saya pribadi, primadona di sini bukanlah nasi gorengnya, atau mie goreng, atau sate padang, melainkan es jeruknya.

Es jeruk di sini legit sekali. Bukan yang nyelekit macam sirop abang-abang sekolahan tapi manis jeruk yang matang sempurna dan lembut rasanya. Sungguh enak. Bahkan es jeruk harganya lebih mahal dibanding nasi gorengnya wqwq.

🚩 Jl. KH. Zainul Arifin, seberang Medan Sun Plaza, sebelah Kuil Shri Mariamman
πŸ• 17.00 - 02.00 WIB
πŸ’° Rp12ribu untuk nasi goreng, Rp15ribu untuk es jeruk
πŸ’‘ Jangan datang pas musim hujan~
πŸ‘Œ Makan malam

5. Nasi Goreng Pandu Raya

Adalah nasi goreng Medan pertama yang saya makan, dan tempat ini lah asal mula istilah 'nasi goreng semalam suntuk'. Tempat ini merupakan kumpulan beberapa penjual nasi goreng di Jalan Pandu, yang sebenarnya rasa antar penjual tak terlalu jauh berbeza. Buat saya pribadi, rasa nasi goreng di sini tidak begitu spesial. Ada rasa rempahnya sedikit, tapi tidak gurih. Jadi kalau makan di sini saya selalu minta telur ceplok setengah matang untuk dipecahkan lalu dibalurkan ke nasi. Rasanya memang jadi lebih ciamik apalagi kalau dikunyah bareng semur dagingnya. Kuning telur memang hebat.

Nasi Goreng Pandu yang khas dengan semur daging berwarna merah

Lalu apa istimewanya tempat ini? Saya rasa ambience-nya. Tempat ini asyik buat nongkrong ramai-ramai karena kapasitasnya besar juga nuansanya hidup tapi bukan yang bising sekali. Khas anak nongkrong kaki lima gicudeh~

🚩 Jl. Pandu. Ps. Baru, yang oren oren pokoknya wkwk
πŸ•’ 18.00 - 03.00 WIB
πŸ’° Rp15ribu per porsi
πŸ’‘ Minta nasi gorengnya pedas saja biar makin lezat
πŸ‘Œ Makan malam

6. Sop Sipirok

Tidak saya makan dengan nasi sih, tapi ITU SUM SUM KERBAU DISEDOT innalillahi Ya Tuhankuuu, enak banget! Pantas saja dia legendaris bahkan jadi salah satu kudapan saat perhelatan the never ending wedding days of Bobby-Kahiyang.

Tulang iga sebesar itu ditaruh mangkuk dengan kuah kaldu sapi, lalu diberi sedotan untuk menghisap lemak-lemak maha enak yang ada di sum-sumnya. Karena rumah makan ini ramai betul, jika kamu tidak kebagian sum-sumnya, coba sop dagingnya saja. Itu juga legendaris enaknya.

🚩 Jl. Sunggal No. 14, Sei Sikambing
πŸ•– 10.00 -15.00 WIB
πŸ’° Monmaap ogut lupa, waktu itu dibayarin~
πŸ’‘ Makan sop dagingnya pakai sambal ijo yah
πŸ’‘ Depan rumah makan ada yang jual es kelapa pakai jeruk, enak itu!
πŸ‘Œ Makan siang

Aneka Soto

7. Soto Kesawan

Terletak di Jalan Ahmad Yani 116, Soto Kesawan adalah soto butek yang dengan isian daging dan udang. Kuahnya menggunakan santan dan aneka rempah, sehingga menciptakan rasa bukan hanya gurih, tapi lezat, ringan, dan menyegarkan. Apalagi ketika ditambahi sambal khas soto medan yaitu ulegan cabai rawit yang dicampur kecap dan bawang goreng, waahh mewah betul! Metul!

Kelezatan Soto Kesawan sudah menggaung kemana-mana, bahkan konon Pak SBY juga pernah makan di sini —terus pusing tidak, Pak?. Yang membuat tempat ini makin spesial adalah suasana restoran yang klasik, kuno, dan sederhana. Si ibu yang melayani memang agak jutek, tapi yasutralah wkwk. Oh iya kalau makan di sini, kita bisa lihat pengunjung lain yang kebanyakan orang tua, jadi saya yakin memang soto ini sudah enak dari dulu.

🚩 Jalan Ahmad Yani, Kesawan, depan Tjong A Fie mansion (map)
πŸ•’ 08.00 - 14.00 WIB (Minggu tutup)
πŸ’° Rp25ribu (termasuk nasi)
πŸ’‘ Suasana tempatnya memang nyaman, tapi jangan di buat nongkrong karena kapasitasnya terbatas jadi biar bisa gantian
πŸ‘Œ Sarapan atau makan siang

8. Soto H. Anwar Sulaiman

Soto H. Anwar adalah tempat langganan saya untuk sarapan dan sampai sekarang rasanya masih konsisten. Berbeda dengan soto Medan pada umumnya, kuahnya tidak pakai santan dan cenderung bening (meski tidak bening-bening amat).

Kuahnya lembut dan gurih, ditambah sambal cabai hijau dengan kecap wah makin nikmat. Isian soto bisa kombinasi atau satu jenis, misalnya mau paru semua bisa, mau dicampur babat juga bisa. Yang saya suka adalah paru di sini digoreng setengah garing sehingga pas dicampur di kuah soto jadi kenyal-kenyal gimana gitu.

Sesuap kebahagiaan~

🚩 Jalan Brigjen Katamso No. 43, ada di deretan ruko-ruko (satu deretan sama Istana Maimun)
πŸ•’ 07.00 - 10.00 WIB
πŸ’° Rp18ribu
πŸ’‘ Makan pakai emping dan plis cobain isian parunya yah bepque~
πŸ‘Œ Sarapan

9. Soto Sinar Pagi

Kembali lagi ke soto kuah santan, Soto Sinar Pagi adalah salah satu primadona dan sepertinya semua orang yang berkunjung ke Medan setidaknya pasti direkomendasi untuk makan di Rumah Makan Sinar Pagi ini. Soto dengan kuah kental berwarna kuning kehijauan ini memiliki rasa gurih yang sedikit berbeda dengan soto lainnya karena ia menggunakan jintan. Rasanya segar, kaya rempah, dan kalau dimakan bersama nasi panas, paru, dan sambalnya, seketika tubuh mengeluarkan asap dan seolah terlahir kembali, ciye~

Menggoda yha. Bisa penuh begitu isinya~

Soto Sinar Pagi hampir selalu ramai apalagi saat weekend. Datanglah lebih pagi agar tidak makan sambil dipelototin orang yang antre menunggu.

🚩 Jln. Sei Deli No. 2D, Silalas (map)
πŸ•– 07.00 - 15.00 WIB
πŸ’° Rp25ribu (termasuk nasi)
πŸ’‘ Bukan tempat yang kondusif untuk makan dengan tenang dan damai amitaba~
πŸ‘Œ Sarapan

10. Soto Pak Lebot

Beruntunglah para umat-umat pembaca justinlarissa.com karena sekarang kalian tahu salah satu soto legendaris yang hanya diketahui oleh orang Medan asli. Another soto santan yang kaya rempah, yang telah melayani perut-perut pecinta soto Medan selama belasan tahun. Soto Pak Lebot.

Soto ini menggunakan kuah santan pekat namun bedanya dengan soto santan lain adalah rasa kuah Pak Lebot lebih creamy. Aroma dan gurih rempahnya kuat namun saat disruput, rasanya ringan dan lembut sekali. Jadi makan daging sapi dengan kuah santan dan lembut, sensasinya seperti kena angin sepoi-sepoi wqwq.

🚩 Jln. Laksana No. 14
πŸ•’ 08.00 - 15.00 WIB
πŸ’° Rp18ribu (belum sama nasi)
πŸ’‘ Makanlah selagi panas, sruput dulu sambil merem~
πŸ‘Œ Sarapan

Sate Padang

11. Sate Padang H. Amiruddin

Kamu pernah tidak makan sesuatu yang kamu suka banget, setiap hari dengan menu yang sama, lalu sampai dititik kamu eneg dan tidak mau makan lagi? Pernah? Nah ini terjadi juga antara saya dan Sate Padang. H. Amiruddin. Satenya dahsyat betul. Potongan daging besar, empuk, dan kuah kentalnya legit sekali, membuat saya selama 4 hari makan sate ini tiap sore. Pesanannya sama: lidah sapi. Sesekali ada usus dan jantung, tapi mayoritas lidah. Setelah itu saya tidak lagi makan sate padang selama 2 tahun wkwk.

Sate lidah dengan potongan besar dan pas digigit dia krenyes krenyes gitu
Sate padang dan teman-temannya
Kunjungan ternyar Oktober lalu saya makan yang di cabang Kesawan dan rasanya tetap dahsyat. Wah. Potongan daging dan lidah tetap tebal dan besar, kuahnya masih kental dan awet sekali kentalnya, tidak tahu-tahu mencair wkwk.

🚩 Ada 3 cabang: Jl. Sutrisno, Kesawan, dan satu lagi apa ya lupa
πŸ• 11.00 - 24.00 WIB
πŸ’° Rp35ribu untuk 5 tusuk + lontong, atau 7 tusuk satenya saja
πŸ’‘ Cobain kripik balado atau krupuk kulit nya dimakan pakai kuah sate!
πŸ‘Œ Cemilan sore~

Aneka Mie

12. Mie Balap Jalan Wahidin

Mie balap ini bukan masak sambil adu lari yah melainkan masaknya cepat dengan memasukan bahan-bahan sekaligus biar makin cepat, jadi seolah balapan. Padahal mah ya emang cepat sih. Memangnya ada yang masak mie goreng pelan-pelan?

Ada banyak tempat yang jual mie balap, tapi yang membekas di hati saya ada di Jalan Wahidin. Ada dua tempat yaitu Mie Balap di simpang Jalan Gajah dan Mie Balap Bang Udin (beda beberapa meter ke depan). Kedua tempat menjual mie balap seafood dengan kuah pedas yang khas.

Untuk yang di simpang Jalan Gajah Mada, kokinya semua laki-laki dan jualannya di atas gerobak. Mie digoreng di atas kuali dengan tungku kayu bakar. Biasanya mereka sudah masak dalam jumlah banyak jadi tinggal cyduq saja.

Tidak jauh berbeza, Mie Balap Bang Udin juga menjual mie balap enak namun semua kokinya adalah ibu-ibu. Memasak juga dalam jumlah banyak tapi tidak sebanyak koki laki-laki. Tempat makan yang Bang Udin lebih humanis ketimbang simpang Gajah Mada karena tidak berdiri diatas comberan wkwk.

Mienya bisa kwetiau bisa mie bihun, tapi memang lebih enak yang kwetiau sih~
🚩 Jalan Wahidin
πŸ•’ 07.00 - 14.00 WIB
πŸ’° Rp15ribu per porsi
πŸ’‘ Saya lebih suka yang di simpang Gajah Mada karena udangnya besar dan bakso ikannya banyak wkwk
πŸ’‘ Makan lah saat masih kebul-kebul
πŸ’‘ Kuah pedas dicampur rata yha
πŸ‘Œ Sarapan

13. Mie Ayam Jamur H. Mahmud S.

Satu-satunya mie ayam jamur yang saya coba di Medan adalah milik H. Mahmud S. Mahmud ini bukan mamah muda ya, monmaap. Menu andalannya ada tiga yaitu mie ayam jamur spesial, mie ayam biasa, dan mie ayam pangsit. Semua menggunakan bumbu yang sama hanya beda topping, mienya pun buatan sendiri, sehingga satu mangkuk memang spesial sekali.

Buat saya mie ini memiliki cita rasa unik. Kuahnya kaya rempah meski tetap berkiblat pada rasa manis. Saya suka mienya kenyal sekali, cocok dengan kuahnya yang kental. Kalau kamu mau coba makanan lain, di sini menyediakan variasi beragam seperti ada capcay, bakso, aneka olahan ayam, cumi goreng tepung, dan sebagainya.

🚩 Ada 4 cabang: Jl. Abdullah Lubis (depan mesjid Al-Jihad)—I ate here, Carrefour Komplek Citra Garden, Carrefour Plaza Medan Fair, dan Amaliun Foodcourt
πŸ•’ 08.00 - 24.00 WIB
πŸ’° Rp15ribu - Rp20ribu per porsi
πŸ’‘ Pangsitnya dicobain yha
πŸ‘Œ Makan sore~

14. Mie Aceh Titi Bobrok

"Bang, aku gak suka Mie Aceh Titi Bobrok ini, hambar kali dia", protes saya. "Loh yang benar mie aceh ya begitu gimana kau ini, yang lain-lain lah itu apa, salah itu!", jelas Bang Torang, teman Medan saya. Begitu lah saudaraqu~ Cari review yang lain yah, supaya lebih objektif. Untuk Titi Bobrok saya tidak bisa cerita banyak wkwk. Lanjoooottt~~

15. Mie Instan di Kantin Kantor Wilayah BRI Medan

LHO KOK MIE INSTAN MASUK LIST? Weits, tenang bepque, memang mie instan mau diapakan juga sudah pasti enak. Tapi yang di kantin kantor BRI ini spesial karena kuahnya pakai kaldu udang dan gurihnya pas betul. Kuahnya jadi agak nyemek butek dan kalau bercampur mecin-mecin mie instan, apalagi yang bisa saya bilang kalau makanan ini memang titisan dari surga?

🚩 Kanwil BRI Medan, Jl. Medan Putri Hijau
πŸ•– 08.00 - 16.30 WIB
πŸ’° Rp10ribu sudah sama telur
πŸ’‘ Bisa bayar pakai Brizzi lho~
πŸ‘Œ Sarapan. Da bezt!

16. Mie Ayam Mas Panjang Polonia

Mie ayam Jawa yang disukai oleh orang Medan, karena rekomendasi makanan ini keluar dari orang asli Medan yang berbadan security tapi hati Hello Kitty wkwk. Mas Panjang beserta seluruh antek-anteknya adalah orang Jawa, pun penjual lainnya seperti rujak, ayam penyet, dan pecel lele juga orang Jawa. Tak heran rasa mie didominasi oleh rasa manis. Tapi ada yang menarique, manisnya bukan yang khas kecap gitu tapi ada aroma karinya sedikit, jadi memang berbeza ya.

Kuahnya kental dan semurnya juga gurih. Mienya tidak mengandung pengawet dan sajiannya selalu buanyak, you pasti kenyang deh. Karena lokasinya yang agak minggir dari pusat kota, saya biasa menghabiskan waktu sarapan agak panjang sambil kongkow. Ada beberapa cemilan yang bisa kamu nikmati seperti tahu bakso, sate ayam, sate usus, atau puding telur (half boiled egg versi orang Medan wkwk).

Sarapan mie ayam~
 πŸš©Jl. Perhubungan Udara, Suka Damai, Medan Polonia
πŸ•– 07.00 - 18.00 WIB
πŸ’° Rp15ribu untuk mienya saja dapat bakso kecil 2
πŸ’‘ Cobain puding telur dan rujaknya ya gengs
πŸ‘Œ Sarapan. Da bezt!

⸺⸻
Sudah ngos-ngosan belum bacanya? Masih ada banyak yang belum saya tulis dan banyak rekomendasi yang belum saya coba. Pesona kuliner Medan memang qu cintah~ Dan sekarang saya butuh bantuan teman-teman pembaca sekalian untuk memberikan rekomendasi kuliner Medan, karena awal tahun depan saya akan ke sana lagi. Tulis di kolom komentar ya~

8 comments

  1. waaa, sebagai anak medan aku malu. belum coba semua makanan di list di atas.
    tambahan : mie ayam akong acim, lontong medan kak umi, sate padang afrizal amir, mie rebus jalan pagaruyung, ya Allahhh~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah gila ada list tambahan! Aku siap balik main lagi ke Medan kalo gitu :)))

      Delete
  2. Wah....πŸ˜€ jadi kpn yak saya bisa jalan2 kulineran di Medan😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yakinlah, makanan enak enak di Medan akan segera Mbak Rita cicip :D Kalo udah cicip, tulis di blog yaa

      Delete
  3. Jd tmabh pengen ke sana. Hahaha
    Bnyak yg blg kiliner di sana enak enak.
    Bahkan nyokap balik jkt dr sana naik 10 kg sebulan XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak banget Mbak! Temen saya juga naik tuh 10 kilo hahaha, soalnya makanannya berlemak dan nagih nagih semua :D

      Delete
  4. Aku tambahin vote rekomendasi utk Nasi Goreng Komdak dan Soto Sinar Pagi. Never leave Medan without trying them! Kalau minuman, buat penggemar kopi, harus coba Kopi Kok Tong. Thank you for sharing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah iyaaa Kopi Kok Tong aku tau tuuh! Lupa balik lagi pas ke sana wkwk. Makasih ya sudah diingetin. Sebenarnya ada satu lagi yang aku mau cerita tapi lupa nama tempatnya, yaitu sop kambing di daerah Kesawan. Yang jual kokoh Cina yang sudah tua. Jualnya hanya malam hari. Lupa sekali namanya apa~~

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.