SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

ABOUT JUSTIN

NEWSLETTER

Makan Bahagia di Lombok

Di kisah terbaru Dragon Ball Super, Beerus, Dewa Penghancur yang jago bela diri luar biasa mengurungkan niatnya untuk menghancurkan Bumi karena dia merasa makanan di Bumi adalah makanan paling enak di alam semesta. Saya setuju dengan Pak Beerus. Saya rasa, perdamaian dunia akan terwujud ketika semua orang menyebalkan itu duduk bersama, makan makanan enak, dan tertawa bersama. Nah yang kemarin bikin kami merasa damai bahagia di Lombok adalah ketika bisa mencicip makanan yang lezat-lezat berikut ini.

Ayam Taliwang Khas Pak Udin
Berada di Jalan Gelatik, Mataram, hampir setiap hari rumah makan ini ramai pengunjung. Kursi yang disediakan pun banyak, ada yang di dalam ada juga di halaman ruko. Ayam Taliwang merupakan makanan khas kampung Tarang Tarang Taliwang, Sumbawa Barat, NTB. Bumbu ayamnya merupakan campuran dari cabe merah kering, bawang merah, bawang putih, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam. Yang bikin beda lagi adalah ayam taliwang ini menggunakan ayam kampung muda, jadi kecil mirip makan burung puyuh.

Ayam Goreng Taliwang. Karena basicnya ayam taliwang adalah ayam bakar berbumbu, jadi yang digoreng gak terlalu tasty. Gurihnya datang dari dagingnya yang gak pake apa-apa udah enak. Ayam kampung muda juga gak alot ternyata, makannya santai. Kalo makan di Lombok, selalu disajikan beberok, irisan timun, dan sambal pelala. Beberok adalah lalapan khas Lombok yang isinya terdiri dari irisan terong mentah dilumuri sambal tomat. Sambal tomatya gurih, gak manis kecut kayak pasta tomat gitu. Nah kalo sambal pelala itu terbuat dari terasi dan tomat, gak pedas tapi enak banget asin-asin.

Ayam Bakar Taliwang. Ini jauh lebih enak dari yang digoreng. Jauh jauh jauh! Enak banget mamaaa! Bumbunya terasa dan menyerap karena setelah digoreng, dia dibakar lagi. Bakarnya juga gak garing-garing amat. Semua empuk! Sampe kepalanya juga empuk! Nah yang saya bingung adalah ayam ini gak pedas, seperti kebanyakan orang bilang mkanan di Lombok itu pedas-pedas. Mungkin yang pedasnya kalo makan ayam plecingan.

Pelecing kangkung, seger banget sis! Kangkung dan tauge dan kacang panjang di rebus, diguyur sambel pelala (ya sambel tomat lagi), pake kacang, timun, dan kelapa yang udah dicampur gula merah. Selain kangkung, terong pelecingnya juga enak lho! Saya malah lebih suka terongnya daripada kangkung.


Ayam Taliwang & Seafood Kartika Jaya
Selain cicip yang direkomendasiin teman, saya juga cicip yang di warung tenda pinggir jalan. Disini saya pesan ayam bakar pelecingan, yang kemarin gak sempat saya cicip di tempat Pak Udin (kemarin cuman cuil punya Mas Gepeng). Surprisingly, enak juga lho ayamnya! Bumbunya pol sedapppp banget! Sambel tomatnya pun sedap!

Ini ayam bakar saus madu. Enak ini ayamnya. Kirain bakalan manis peliket piye gitu ya tapi normal kok manisnya. Sedapnya lagi dia kecampur sama sedikit bumbu pelecingan jadi unik rasanya. Oh catatan tambahan, orang Lombok ramahnya keterlaluan. Semuanya baik. Remaja yang suka mangkal jualan karcis wisata yang biasanya alay-alay malesin, ini ramah dan bersahabat. Gak pada culas, jujur-jujur. Seneng deh. Para penjual di warung tenda ini juga ramahnyaaaa baik bener.


Sate Rembiga Ibu Sinnaseh
Dahulu kala, ada seseorang yang ahli banget bikin sate. Dia menjual sate-sate itu dirumahnya di Jalan Rembiga. Makanya sekarang sate sapi berbumbu pedas manis itu dinamakan Sate Rembiga. Salah satu yang terkenal adalah punyanya Ibu Sinnaseh. Terletak di dekat bandara lama Lombok, rumah makan ini menyediakan parkir luas (meski butuh effort lumayan karena ngatur parkirnya susah), dan pengunjung setiap hari selalu rame.

Yang membedakan sate rembiga dengan sate lain adalah penggunaan gula merah dicampuran bumbu olesan daging yang bikin sate rembiga rasanya pedas manis sedap slurpp slurrpppp. Jujur ini makanan paling enak yang saya cicip di Lombok. Nagih banget satenya. Dagingnya juga empuk dan ya ampun bumbunya meresap sempurna. Sate ini seriously bikin saya birahi!

Satu porsi sate hargnya IDR20.000 untuk 10 tusuk. Gak bisa bilang ngenyangin apa gak karena buat saya masih kurang hahaha. Kami juga pesen beberuk sebagai pendamping makanan. Tapi beberuk disini beda saya yang di ayam taliwang. Selalin terong yang dipotong lebih kecil-kecil, mereka juga mencampur kacang panjang dan saus tomatnya jauuuuh lebih pedas.


The Cowshed
Yang agak modern dikit, kami jajan steak di daerah Senggigi. Tempat ini gak sengaja kami lihat pas pulang dari lihat matahari terbenam di Pantai Senggigi. Mencoba mencari reviewnya di TripAdvisor (ini salah satu portal kepercayaan saya haha), akhirnya kami + Awang cicip makan disana. Menu utama disini tentu saja steak sapi dengan 6 menu utama: Tenderloin Ted, Sharp Shootin' 'Sir'Loin, Rosie Rump, Scotch Fillet the Kid, Tough T-Bone, dan Reef and Beef (steak sapi dikasih udang). Untuk saus, ada banyak banget pilihan diantaranya jamur manis, creamy mushroom, bearnaise, Jack Daniels BBQ sauce, creamy blackpepper, dan creamy wholegrain mustard. 

Tenderlooin 200gr, dengan salad dan dua saus (complimentary dari operasional manager restoran karena kita baru pertama kali kesini) creamy mushroom dan bearnaise. Paling suka saus bearnaise karena terbuat dari yogurt. Daging pake yogurt ternyata cociks banget! Semua saus kita coba kecuali yang Jack Daniels. Semuanya enak. Sausnya juara banget!

Menurut saya The Cowshed memang punya taste khusus untuk saus dan mereka memaksimalkan itu karena daging steaknya gak berbumbu sama sekali. Dagingnya pure daging aja tanpa garam atau merica atau lada.

Enaknya semua bumbu basic itu disediakan di setiap meja, lengkap dengan tabasco, minyak zaitun, saus sambal, jadi bisa custom sendiri rasanya mau seperti apa. Tapi yang disayangkan adalah daging saya datang dalam keadaan medium rare, padahal pesen rare. Jadi untuk mengakali ketidaknyaman itu, saya lumuri daging dengan saus bearnaise campur creamy mushroom. Kecuali daging yang terlalu matang, semuanya welldone, termasuk pelayanannya.


Jadi gimana? Lapar? Haha. Lombok menyenangkan sekali. Menyenangkan hati dan menyenangkan perut. Have a nice Monday everyone!

8 comments

  1. waaah, kamu sukanya rare??? hahaha, aku mah msh tahap medium rare :D.. rare ga berani ;p..

    nah, aku jg bingung tuh mba ama org2 yg bilang ayam taliwang itu pedes.. krn dr semua restoran lombok yg jual ayam taliwang yg pernah aku coba, ga ada tuh yg pedes -__-.. semuanya normal2 aja... tapi kalo plecing kangkungnya, ituuuu baru pedes ;p.. jd sbnrnya bukan ayam taliwangnya kan yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya sih gitu ya Mbak Fanny, soalnya belom nemu ayam taliwang pedes, Di Jakarta ada yang jual ayam taliwang dan keliatan 'membara' banget bumbunya, persis lumuran sambal gitu. Mungkin itu versi yang pedesnya :p

      Delete
  2. Lombok memang gudangnya makanan enal untuk yg suka pedes. Sayur plecing di ksh sambel duhh jd kebayang enaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya saya masih penasaran sama pedasnya makanan Lombok,, karena kemarin coba yang paling pedas si sate rembiga dan itu masih biasa aja sebenernya. Berarti masih harus eksplor lagi hahaha

      Delete
  3. Wah asli nih hidangannya bikin ngiler semua 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semuanya enak banget Mbak Rita. Makannya gak hanya bikin ngiler, tapi juga bikin hati gembira :)

      Delete
  4. Lapar banget mbak, hahaha. Jadi penasaran sama rasa Ayam Taliwang dan Pelecing Kangkungnya. Selain itu aku masih penasaran banget kepengen ke Lombok. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lombok buat saya sangat worth it to visit Mbak Riska. Bagus pantainya, orangnya ramah, penginapan murah, makanan enak. Semoga bisa segera main kesana ya :)

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.