Merangkum Lebihan Cerita Perjalanan ke Bangka Belitung

18 January 2017
museum kata andrea hirata
Honestly, I'm now starring at monitor figuring out what I want to write about....... my days at Bangka Belitung. Saya terbiasa menulis semua pengalaman traveling lengkap semua tempat, karena hampir semua tempat itu membekas dan sangat memorable dan worth to share. Lalu apakah perjalanan kami di Babel gak penting? No, it was also our highlight. Tapi ada sesuatu yang terjadi, sesuatu bernama mati-gaya-parah karena, entah lah, apa ya, gak bikin sumringah gitu. Sampai ketemu momen blank berdua gak tau mau ngapain, mau apa, mau ngobrol apa, mau baca apa, pokoknya itu benar-benar-benar blank. Mungkin hal ini juga yang bikin perjalanan kami ke Babel jadi highlight: Most Nganggur Moment while Traveling even with Your Husband! Hahahaha. Tapi cerita perjalanan kami gak boleh menguap hilang begitu aja. Nah ini kompilasi segala foto dan catatan perjalanan kami selain pantai-pantai dan danau-danau.

taman satwa tanjung pandan
Taman Satwa Tanjung Pandan
Belakang Museum Tanjung Pandan
Jalan Melati no 41, Kelurahan Air Saga,
Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Forgive me for open this post with something I hate but I can't help myself to say that Taman Satwa Tanjung Pandan adalah tempat "pertunjukan" satwa PALING BURUK yang pernah saya lihat! Oke kalo kata teman saya, Surabaya lebih neraka. Tapi kita bahas di taman satwa ini. Dengan tiket masuk Rp2000 ke Museum Tanjung Pandan which is really old but not cool. Lemari usang tanpa perawatan, kaca kotor berjamur, yaaa pokoknya gak kece lah. Pas ke belakang dan melihat taman satwanya, hati ini bukan lagi sakit, tapi marah! This place is a piece of shit! Anjrit mau misuh banget bawaannya! Hewan-hewan diberikan kandang yang kotor, tanpa alat main atau air yang cukup. Kandangnya usang, kumuh, dan beberapa hewan tinggal sendirian disana. Sendirian dalam gelap, lembab, dan dikunjungi oleh orang-orang yang gak menunjukkan rasa sayang sama sekali. Hari itu ada sebuah keluarga berkunjung untuk wisata. Keliatan mau wisata karena mereka pake bajunya 'niat'. Sang Bapak ini nusuk-nusuk burung elang supaya dia mau terbang atau sekedar mengepakkan sayap. Gak mendapatkan pemandangan yang diinginkan? Kayu tempat bertengger burung digonjang-ganjing dengan brutal. Sang anak tertawa terbahak-bahak senang sekali. Mengerikan. Tempat ini makin mengerikan karena nyetel lagu dangdut kencang-kencang. Sama sekali bukan tempat edukatif. Mengerikan. Sungguh!

Pantai Nyiur Melambai
Desa Lalang, Manggar, Belitung Timur

Adalah salah satu pantai yang bisa dikunjungi di Manggar. Berbeda sama pantai di Tanjung Pandan, pantai disini minim batu granit. Yaaa ada sih geosite kecil tapi batunya gak heboh seperti di Pantai Tanjung Kelayang atau Tanjung Tinggi. Yang menarik di pantai ini adalah jejeran pohon cemara laut yang banyaaaaakk dan panjaaaang menghias bibir pantai. Sebenarnya agak mati gaya disini, lha mau berenang kok ya pantainya dangkal, mau foto-foto kece juga ya begitu aja hahaha. Akhirnya Mas Gepeng pergi ke bagian-yang-entah-ada-dimana-pokoknya-tersembunyi untuk buang hajat dan saya? Apalagi kalo bukan duduk bersandar di pohon, memandang luas dan lurus ke laut, menikmati awan mendung, angin sejuk, dan hummmm indahnya laut yang gak bau ikan. Selain ada taman hiburan kecil dan replika Batu Satam di kawasan taman bermain, kalo jalan mengikuti pantai akan ketemu ayunan a la a la yang  dibuat oleh adek-adek KKN UGM pertengahan tahun lalu. Mungkin misinya mau bikin mirip yang di Lombok, tapi bedanya ayunan ini punya background pohon cemara.

Pantai Burong Mandi
Manggar, Belitung Timur

Nah ini pantai yang punya batu-batu granit di Manggar, tapi ukurannya kecil. Persis kayak Pantai Nyiur Melambai, pantai ini dihiasi pohon cemara laut hanya saja disini banyak perahu-perahu nelayan. Saya melipir agak jauh karena lebih suka pantai yang bebas dari hiruk pikuk dan pemandangan man-made hehe. Kalo masuk lewat pintu utama, saya belok kanan terus luruuus aja sampai ke pelosok pelosok, sampai motor perlu ngepot-ngepot lewatin jalan bertanah, ketemu deh titik pojokan sepi bebas bising.

replika sd muhammadiyah gantung belitung
Replika SD Muhammadiyah (Laskar Pelangi)
Lenggang, Gantung, Belitung Timur

Jujur, saya tau Belitung (atau Belitong, seperti mereka menyebutnya) dari film Laskar Pelangi. Saya suka film itu, termasuk lanjutannya Sang Pemimpi (dan Edensor yang saya gak tonton gegara sutradaranya ganti haha). Rasanya orang-orang seperti saya juga banyak, makanya replika SD Muhammadiyah yang juga 'prasasti' film hits tersebut jadi obyek wisata khas Belitung. Biaya masuknya Rp3000, sebenarnya bisa diakalin gak bayar tapi berhubung disekitar SD banyak UMKM dan pikiran saya uang itu digunakan untuk menjaga dan mengembangkan kesejahteraan masyarakat, jadi tentu aja ikhlas.

Replika SD ini konon memang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Jadi kursi-kursi reyot, dinding lusuh, atap seng dengan beberapa bagian bolong-bolong, lemari bobrok, dan ruang kelas beralas tanah adalah representasi tempat sekolah Andrea Hirata dulu. Bagi yang favorit nonton Laskar Pelangi dan mewek dengan kisahnya mungkin paham rasanya datang kesini bukan untuk menangisi nasib anak-anak Belitung dulu yang sekolah aja kok sedih begini kondisinya, melainkan pesan sarat nilai moral yang diagungkan seperti semangat yang berhasil disampaikan film arahan Riri Riza itu. Yang melas itu adalah secara gak sadar saya mengucapkan kalimat "Ikal yang sekolahnya begini aja semangatnya pantang menyerah begitu dan bisa mendunia, lah aku yang sekolah pake AC dua biji berakhir kerja kantoran". Why I need to said that?

batik de simpor belitung timur
Batik de Simpor
Jl. KA. Bujang No. 22 Gantung
Belitung Timur

Salah satu UMKM yang ada disekitar replika SD Muhammadiyah adalah gerai Batik de Simpor. Dicipakan sejak tahun 2012, batik khas Belitung ini terus konsisten menciptakan motif batik yang khas Negeri Sejuta Pelangi ini. Ada empat motif yang udah dipatenkan, seperti motif daun simpor (daun yang biasa digunakan untuk bungkus makanan), cempedik (ikan sungai, yaa mirip wader gitu dan cuma ada disini), katis rambai (daun pepaya), dan gelas kopi. Kemarin saya beli motif trenggiling dan ubur-ubur, yang dilukis berwarna putih diatas kain mori berwarna hijau toska dan pink. Menurut Juli Supriadi dari Ekologika Consultants, Trenggiling di Belitung sudah masuk kondisi endangered, bersamaan dengan tumbuhan keruing gajah dan damar mata kucing. Sedih ya. Sedangkan ubur-ubur memang jadi rahasia dibalik indahnya laut Belitung. Kalo ketemu, saya titip salam ya!

museum kata andrea hirata
Museum Kata Andrea Hirata
Jalan Raya Laskar Pelangi No. 7
Lenggang, Gantung, Belitung Timur

Adalah rangkaian lanjutan wisata Laskar Pelangi. Museum kata ini adalah museum literatur pertama dan satu-satunya di Indonesia. Biaya masuknya adalah beli buku panduan Laskar Pelangi seharga Rp50.000. Karena tiketnya mahal jadinya saya ngintip-ngintip aja dari luar (baca disini dan disini untuk info lebih lanjut apa yang ada didalam sana).

Jadi, begitulah. Tempat-tempat umum dan feeling saya, Belitung is so much more than these thematic places. Beneran deh! Our trip to Belitung was less-adventurous karena 'hanya' mengunjungi tempat-teman super tematik apalagi pas high season (tapi serius Tanjung Kelayang adalah pantai paling indah yang pernah saya lihat seumur hidup!). Masih banyak hal lokal yang belum saya sentuh disini, and I'm craving about that right now! Well, next time better and soooo excited to know that our Hongkong trip is less that 2 months away! Ahyeaaaayyy.... Tempat asing dan super asing dan sangat sangat asing, so adventuroussss hyehyehye... Can't wait!
4 comments on "Merangkum Lebihan Cerita Perjalanan ke Bangka Belitung"
  1. Halo mba. Foto-foto mu bagus semua. Aku jadi mikir mati gaya dibagian mana ya kalau gitu..hehehe. Tulisanmu juga enak dibaca. Simple, tapi isinya banyak gitu. Aku pengen ke belitung (sebenernya sih pengen traveling kemana aja sama suami), tapi belum sempat mulu. Nanya ya mba, waktu itu kesana pakai paket tour gitu atau sendiri? Akomodasi disana gimana ya mba? Kalau transportasi dari 1 tempat ke tempat lain sewa mobil kah? Duh..banyak nanya maaf ya mba.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaci Mba Hayu, baik banget sih hihihi :D Aku kesana gak pake tour, dan selama ini emang gak pernah pake tour biar bebas merdeka. Disana sewa motor, harganya berkisar antara Rp60.000-Rp80.000. Mobil juga ada, tapi ribet kalo bolak balik. Gapapa Mba Hayu tanya aja, semoga aku bisa bantu yaaa

      Delete
    2. Iya sih mba mobilitasnya lebih enak motor. Pasti jalan2 disana berbekal google maps ya? Atau memang sudah tahu daerah sana? Kalau penginapan gimana mba? Ada rekomendasi kah? Btw aku kepo sama kameramu mba..hehehe..

      Delete
    3. Semua tempat pake Google Map atau Waze, Mba. Mudah kok karena tempatnya familiar semua. Penginapan kemarin aku cari online dan yang paling murah hahaha. Ini tergantung budget sih Mba, jadi aku gak bisa rekomen punyaku. Saranku bandingin antar satu situs sama situs lainnya, karena harganya beda-beda. Kalo kameraku Samsung NX3000 lensa kit Mba Hayu :)

      Delete

I'd love to hear from you!