Hong Kong's Spots Found: Dari Impor Telur sampai Pelembab Super

24 April 2017
Jalan-jalan ke Hong Kong kemarin, saya dan Mas Gepeng mengambil banyak sekali foto (+ video) sampai harus nambah beli memory card. Semua di Hong Kong sangat menarik. Semua terasa baru dan menyenangkan untuk setiap menit setiap langkah menemukan hal baru. Dan beneran deh, 5 hari di Hong Kong saya merasa masih banyak rahasia yang belom saya eksplor. Yaa sama sih ya, orang ke Indonesia juga 5 hari bakalan kayak baru nemu seupil rahasia Indonesia yang buanyak banget itu. Kami beruntung banyak jalan kaki di Hong Kong, jadi selain duitnya hemat, kami juga merasa menikmati Hong Kong lebih dekat apalagi gak pergi ke tempat-tempat 'biasa'.

Apa yang ada di kepala mu ketika melihat telor-telor ini? Telor rebus pasir hitam? Atau tanah? Atau telor keramat? Telor gaib? Sesungguhnya saya juga gak tau ini telor diapain. Nanya sama dedek-dedek seksi yang jaga toko juga dia gak ngerti bahasa inggris jadi ya, entahlah. Akhirnya selagi Mas Gepeng mengamati Google Map, saya menunggu diseberang tokonya menanti ada yang beli. Eh taunya si dedek-dedek penjaga tokonya ambil satu lalu dikupas. Warnanya putih aja dong kayak telor rebus biasa! Tapi harusnya rasanya berbeda sih karena saya mencium bau rempah-rempah herbal mirip bau jamu gitu. Ada yang udah pernah coba?

Beruang kutub paling sedih di Hong Kong. Oh man, I'm so sorry for your ice :'( Sebenernya agak kurang pas naruh beruang kutub di musim dingin seperti sekarang apalagi pake meleleh esnya. But campaign still a campaign! Stop global warming! Kasian ini beruangnya nanti kesumukan.

Always excited to see some succulent especially in Hong Kong. Why? They groomed them very well, clean and healthy! For medium size (one hand), price around HKD5 - HKD10. Every time I see succulent, I got awe by them! They're so pretty and charming with their petite size! Even so, I didn't buy any plant in Hong Kong simply because our flight back was late and add more hours to quarantine waiting process was not a wise-decision. Further we know that we are not necessarily allowed to bring the plant into the plane. I don't know China Airlines' rules about this but I am not interested in finding out more hahaha. Fyi in the US, you can't bring along crops and the like unless you make a license card first. Maybe you thought the bouquet of flowers could easily pass from the inspection. Watch out, a bouquet of flowers containing pieces of berries or the tip of a pine and seeds, will miss out from your belongings after passing the check out gate. I'm not ready for that kind of surprise.

Udah pernah makan swike? Enak ya hahaha. Orang Hong Kong juga suka makan katak lho. Katanya sih di goreng atau di sup. Katak goreng memang enak, tapi kalo ngeliat aslinya dulu rasanya piye gitu ya. Geli! Apalagi matanya semacam menyihir gitu kayak siapa yang mau makan dia bakalan dihipnotis lalu bunuh diri. Katak-katak ini ditaruh dalam rangka kawat dan mereka gak lompat-lompatan tuh meski tutupnya saya buka lebar. Udah pasrah kali ya. Penjual katak di Hong Kong gak sebanyak yang menjual aneka makhluk laut. Hanya ada satu yang saya temui. Apa ini berarti orang Hong Kong lebih suka makan seafood ketimbang amphibi? 

Baca juga dong: Everything We Ate in Hong Kong

Tau kah kamu kalo orang Hong Kong mengkonsumsi dua jenis telur? Yang cokelat itu telur asli ayam Hong Kong, sedangkan yang putih itu impor dari Thailand. Kenapa orang Hong Kong butuh telor dari Thailand (yang mungkin gak tau ini ayam jantan, ayam betina, atau ayam setengah jantan setengah betina)? Menurut ibu yang jualan, telor asli sini mahal harganya jadi perlu telor 'bantuan' yang lebih murah. Hemmm. Faktanya per Desember 2016, Hong Kong mulai melarang impor daging ayam dan burung serta telur  turunannya dari Jerman mengingat negara itu sedang tren flu burung, setelah hampir mengimpor 2 juta telur ayam dari awal tahun sampai Oktober. Langkah lain pemerintah Hong Kong untuk melindungi warganya dari wabah flu burung adalah melarang impor telur asin dari Vietnam dan telur ayam dari Tennessee, Amerika.

Gangster pojokan! Seru ya liat patung dewa dewi ini plus dupa-dupa yang sudah mengecil. Kalo boleh ngaku, saya tuh suka lho sama bau dupa. Bau mistis gitu tapi enak hahaha. Dan patung-patung ini berpose seolah melindungi toko selagi masih tutup (atau selagi yang punya sedang pergi entah kemana). Apalagi yang mukanya merah merah itu, serasa kalo ini toko dimalingin, bakalan terbakar dengan satu tatapan tajam -maaf kak, kebanyakan nonton The Flash jadi begini imajinasinya.

Baca juga dong: Minggu Pagi di Martapura

Karena di Indonesia belom ada yang jual (ada sih online shop yang emang impor barang-barang anti main stream), pas liat toko kosmetik Lush di Hong Kong saya langsung birahi! Bayangin, tokonya eye catching dengan segala kesederhanaan yang ditampilkan, tapi isinya bok, superrrrr! Contohnya sampel masker almond diatas, semua jenis face mask di tampilkan seperti itu ya ampun menggoda aduhai.... Asyiknya lagi kamu bisa cobain semua! Yaa gak maskeran langsung di wajah gitu sih, tapi di tangan dan SUMPAH YA demi mama yukkero, habis di scrub sama masker ini langsyuuung lembuuut!

And this moisturizer, is the MOST moisturizing moisturizer ever! EVER! Innalillahi enak pisan. Saya coba ditangan (yang tadi udah dibersihkan) dan lembut lembabnya tahan lama sampe balik hotel which is sampe 6 jam. Ini serius sih, beneran enak banget! Lembabnya luar biasa! Kandungannya organik dan handmade. Plus karena kandungan argan oil, shea butter, rosewood oil, ylang-ylang oil, fair trade organic cocoa butter, rose hip oil dan oil-oil lainnya, pelembab ini teksturnya balsam which is canggih gila untuk kulit kering. Beberapa review yang saya baca, pelembab ini cocok untuk kulit berminyak. Padahal pas saya coba ditanggan itu gak oily sama sekali lho (padahal kulitnya lagi kering banget karena udara dingin). Selain yang ini, varian moisturizer Lush juga oke lho! Banyak yang saya coba di tangan (HA) dan semuanya kece! Saya kepengen beli tapi sungguh, uang ngepas itu perkara berat kalo ketemu benda kayak begini. Kalo nanti ketemu lagi tokonya pas jalan-jalan, saya bakalan beli! TOP wish-list!

Baca juga dong: Currently Day and Night Skincare Routine + Favorite Products for Dry Skin Survivor

Pas lagi jalan-jalan sekitar pasar, Mas Gepeng manggil saya dari seberang dengan bilang "sayang, ini surgamu nih!". Beneran ternyata. Surga! Hahaha. Saya suka banget makan jamur. Setiap belanja sayur, pasti ada jamur entah jamur champignon, jamur tiram, jamur enoki, jamur portabella, jamur kancing, pasti selalu ada jamur. Dengan macam jamur sebanyak ini, sepertinya cocok kalo saya tinggal di Hong Kong.

Ada seorang teman, namanya Mba Titi, dia suka koleksi post card. Nah kebetulan di Hong Kong kami dapet post card gratisan dari pameran. Edisi spesial gitu. Lalu Mas Gepeng dapat ide untuk mengirimkannya langsung dari Hong Kong. Seperti yang dilihat di foto, mesin pengiriman posnya udah otomatis. Jadi tinggal masukin beberapa uang koin sesuai tarif, lalu keluar perangko. Setelah ditempel kami hanya perlu minta cap ke Pak Petugas lalu memasukan kartu pos ke dalam mesin yang tadi. Jadi biaya hanya keluar untuk perangko aja. Keren ya!

The Clock Tower Hong Kong. Gak ada yang spesial sih dari foto ini selain karena agak blurry, yaa memang gak ada yang spesial aja hahaa. Tempat ini jadi salah satu spot touristy dan landmark di Hong Kong, berdiri sejak 1915 bersama The Kowloon-Canton Railway. Saya dan Mas Gepeng hanya ingin foto berdua aja, gak ada yang lain. Kami bersyukur sekali bisa main ke Hong Kong, bisa naik tram, bertemu hal-hal baru, hal-hal asing, dan menyadari bahwa menginap di hotel murah yang kecil bisa berdampak buruk bagi hubungan badan suami istri hahaha. Wish you have a great long weekend dear blessed people. I love you.
2 comments on "Hong Kong's Spots Found: Dari Impor Telur sampai Pelembab Super"

I'd love to hear from you!