24 Hours in Penang: Places to Visit

23 May 2017
Jadi, apakah yang saya dapatkan setelah dua puluh empat jam main ke Penang? OMG Penang artistik banget ya gengs! Buat yang suka city-sightseeing atau jalan-jalan santai melihat bangunan bersejarah nan klasik dengan sentuhan beautiful murals and lovely cafe, I must say Penang is one of the best recommendation. It was like Penang really made for tourist! Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Penang dengan mobil pun menyenangkan karena pemandangan kanan kiri adalah tebing tinggi dan hijau, kebun kelapa sawit, dan langit biru melengkapi. Tapi yang namanya hidup kan gak sempurna ya, di post kali ini saya juga menyampaikan ketidaksempurnaan dari spot-spot yang saya datangi di Penang.

Camera Museum

Tempat yang banyak mendapat penghargaan dari TripAdvisor ini mengklaim dirinya sebagai Museum Kamera Pertama di Asia Tenggara. TripAdvisor menghadiahi tempat ini dengan award sebagai Travellers' Choices (2015), Top Ten Museum in Malaysia (2015), Top Three Museum Specialty in Penang, dan Top Ten To Do in Penang. Lokasinya berada di Lebuh Muntri, George Town, dan museum ini nyempil ditengah ambience of heritage area yang disekitarnya banyak sekali historical building yang sangat artsy dan klasik.

Koleksi kameranya luar biasa. Banyak sekali jenis kamera yang belum pernah saya lihat sebelumnya, pun merk-merk yang sama sekali asing di telinga saya (meski ada juga replika kamera dan kamera 'kopong'). Ada kamera lego, kamera bentuk senapan (machine gun camera), kamera lomo, dan lain-lain. Namun sayangnya, kamera-kamera ini hanya digeletakin gitu aja tanpa cerita atau penjelasan atau apa kek fun facts atau teka-teki silang gitu. Jadi ya benar-benar hanya lihat koleksi kamera.


Bangunannya sih well-designed, tapi kecil banget! Lebar muka gak sampe 5 meter (tanpa kafenya ya) dan model museumnya lorong dua tingkat. Dengan kondisi museum yang hanya jadi ruang pamer kamera, eksplor museum bisa selesai dalam waktu 30 menit udah sama foto dan terkagum-kagum. Buat RM20 itu emm agak gak berasa. Beruntung saya pergi sama @_lulabi, jadi lumayan bisa ada yang jelasin cara kerja dark room, pinhole room, dan info-info receh lain. Sebenarnya ada museum guide-nya juga sih, tapi yaudah lah hahaha.

Penang Street Art

Kalo atraksi yang ini udah well-known banget ya di Penang. Saya sendiri pun penasaran sama gambar-gambar ekspresif yang bertebaran dimana-mana. Di Museum Camera ada, lalu jalan kaki sedikit entar nemu yang anak kecil lagi pull up di jendela atau nama aslinya Little Girl in Blue. Yang rame lagi mural anak kecil naik sepeda, anak-anak mau ambil kue, dan sebagainya. Kalo lihat di peta wisata George Town, ada 20an mural yang must visit. Tapi kalo diperhatikan, masih ada banyak juga street art yang lain entah itu mural atau seperti wrought-Iron street art.

Paling enak menikmati street art sambil jalan kaki atau naik sepeda. Tapi sore-sore aja, kalo siang panasnya bikin kelojotan. Dan siap-siap antri foto karena tempat ini sangat touristy sehingga banyak yang mau foto dimana-mana. Paling geram kalo satu orang fotonya sampe 10 kali. Nunggunya garing gitu hahaha. Saya suka sekali mural-mural ini. Semuanya memunculkan interpretasi yang hidup dan terima kasih kepada si ganteng Ernest Zacharevic yang udah bikin Penang terasa sungguh unik. Eh tapi Zach ini gak hanya melukis di tembok-tembok Penang lho, tapi dimana-mana! Cek website-nya, mantapjiwa semua!

Pas lagi keliling cari street art, ada ini nih jualan ice ball. Jadi es serut dibentuk bola dengan mangkuk lalu disiram sirup berbagai rasa. Keliatan menggoda banget di siang bolong minum dingin manis seger yummm! Tapi kalo kalian tipe yang panas-panas-minum-dingin-terus-pusing kayak saya, mending gak usah. Sebenernya kemarin saya penasaran karena teman saya bilang ice ball ini terkenal banget sampe masuk TV. Tapi berhubung saya belum pegang uang ringgit sama sekali saat itu, jadi cuma bisa liat mbaknya bikin aja.


Bukit Bendera (Penang Hill)

Kalo denger bukit-bukit itu saya langsung jadi excited. Suka bener berada di ketinggian, hijau-hijau, dan udara dingin sejuk. Untuk naik ke Bukit Bendera, kita harus naik tram dari Penang Hill Lower Station, di kawasan Ayer Hitam. Harga per orang non Malaysia adalah RM30 (bayar tunai). Mahal bener kalo dibandingkan dengan naik gondola Genting Highlands yang hanya RM12 round trip. Mana antriannya panjang haha. Dan saya pikir, naik tram ini akan sangat nyaman dengan semua orang duduk, gak penuh, dan bisa bebas foto-foto. Tapi armada tram-nya sedikit, saat itu yang aktif kayaknya hanya dua naik turun gantian (mungkin sebenarnya ada banyak tapi karena tamu lagi gak bejibun, jadi yang diaktifkan dua aja). Alhasil banyak yang berdiri, yang duduk gak bisa liat pemandangan. Yang berdiri juga mau foto susah karena mesti pegangan hahaha. Meskipun begitu,  seru kok naik tram. Paling seru kalo duduknya di ujung-ujung, jadi pas keretanya naik atau turun bisa lebih asyik sensasinya.

Di atas bukit ada banyak atraksi seperti botanical garden, love lock, pemandangan kota, foto sama ular atau burung kakatua, dan jajan di kafetaria Astaka. Makanan disini biasa aja rasanya (ada nasi goreng, laksa, mie-mie-an, fish-ball soup, dll). Yang paling saya suka sih mango ice -potongan besar mangga manis di taruh di atas es serut lapis jus mangga, diberi potongan stroberi, lalu ada satu scoop es krim mangga dan jeli-jeli rasa mangga. Rasakan semua itu dalam satu kali gigitan. Wuoooh sensasi dingin nan manis kecut segar bikin merem melek. Enak!

Kek Lok Si Temple

Tau kah kamu kalo Dewi Kwan Im (Buddha Avalokitesvara) itu matanya buta? Selama saya nonton Sungokong di tv, gak pernah ngeh kalo dewi welas asih yang suka membantu geng Biksu Tong mencari kitab suci itu buta. Memang sih selalu menunduk, tapi kirain karena doi terbang. Jadi menurut cerita teman saya, Mbak @teyhergika, Dewi Kwan Im dulu mengorbankan matanya untuk menyelamatkan Bapaknya dari kematian. Bapaknya itu jahat dan saat sekarat gak ada yang mau berkorban untuk menyelamatkan. Akhirnya karena kebaikannya itu, diangkatlah Kwan Im menjadi Dewi.

Saya pernah lihat patung dewi besar begini di Manggar, Belitung, dan di Rantau Prapat, Medan. Baru kali ini saya lihat yang diluar Indonesia. Patung Dewi Kwan Im sebelumnya terbuka, namun baru dibangun 'rumahnya' dan sampai kemarin masih dalam proses penyempurnaan. Dari kuil utama, kita bisa lihat pemandangan Penang dari ketinggian. Seluruh kota terlihat bahkan sampai lautnya juga kelihatan. Penang dari kejauhan tampak pucat. Warnanya cenderung kelabu, persis ketika menyeberang dari Kuala Lumpur, tampak dari jalanan dan bangunannya semua pucat. Padahal ketika kami keliling George Town, nuansa colorful sekali dengan berbagai historical building dan pernak-pernik keagamaan merah dan kuning. Penang memang lebih indah jika dilihat dari dekat.

Di Kek Lok Si temple ada banyak kuil-kuil. Karena kami membawa batita-batita gemes rasanya kurang bijak kalo kami banyak turun untuk mampir ke kuil. Tapi kalo kalian punya banyak waktu dan suka menikmati temple, saya saranin untuk mengeksplor dari bawah. Banyak hal menarik yang bisa diamati ketika berkunjung ke tempat ibadah. Mulai dari bagaimana mereka sembahyang, atribut apa aja yang digunakan, seperti apa ruangan tempat mereka berdoa, apa makna dibalik itu, bagaimana aktivitas ziarah mereka, dan macam-macamnya. Secara harafiah, Kek Lok Si temple artinya Wihara Kebahagiaan Tertinggi. Selain patung Dewi Kwan Im yang tingginya hampir 1000 kaki ini, ada juga Pagoda Rama VI (atau nama lainnya Pagoda Sepuluh Ribu Buddha) yang beneran ada tuh 10.000 pagoda terbuat dari batu pualam dan perunggu.

Baca juga dong: Minggu Pagi di Martapura, Banjarmasin

New Lane Hawker Center

Banyak hawker center di Penang dan salah satu yang dekat sama tempat kami menginap adalah New Lane Hawker Center. Kalo kalian browsing di Google tentang what to eat in Penang atau must try food in Penang atau apalah yang makanan-makanan di Penang, mayoritas apa yang diceritakan sama semua. Saya sampe bertanya-tanya, emang apakah hanya ini yang dimakan di Penang? Ternyata pas saya ke New Lane Hawker Center, semua makanan yang direkomendasikan di banyak artikel itu ada semua lho! Sebut aja oyster omelette, koay teow, ayam panggang BBQ, apong telur, kuih ketayap, hockkien mee, loh mee, fish ball, berbagai jenis bubur, stir fried clams, laksa, cuttlefish kangkung, sate-sate, gorengan-gorengan lucu, nasi ayam berbumbu, aneka masakan sea food, bahkan yang jualan durian juga mangkal disini. One stop food solution lah pokoknya.

Penjual disini ada yang ramah ada yang jutek, ada yang bau asem ada yang wangi, seru lah jalan-jalan disini. Tempatnya juga bersih. Kalo malam, penjaja makanan bisa lebih banyak lagi. Entah apa aja yang dijual tapi kalo saya lihat sih ramainya bisa dua kali lipat. Mirip dengan Temple Street Market, Kowloon, Hong Kong. Ramai, gemerlap, dan hidup. Makanan apa aja yang kami cicip di Penang akan saya tulis nanti yaa.

Baca juga dong: Everything We Eat in Hong Kong (maybe also a Halal-Food Guide hehe

Diluar tempat-tempat itu, saya juga sempat mampir ke KFC (mereka punya cheesy wedges dan hanya ada di Malaysia!) dan Hassan Briyani House untuk makan ayam -lumayan nostalgia sama makanan Nepal. Gimana 24 jam di Penang? Cukup? ENGGAK! Gak cukup blas! Tempat historical gini pasti punya banyak rahasia, entah itu yang mempengaruhi bumbu makanan serta tata kotanya (seperti artikel ini yang menceritakan tentang George Town). Bahkan saya belum nemu tuh pasarnya. Definitely will come back to Penang someday.
Post Comment
Post a Comment

I'd love to hear from you!