SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

24 Hours in Penang: Place to Visit and Food to Try

Jadi, kesimpulan apa yang saya dapatkan setelah dua puluh empat jam main ke Penang? Ya ampun Penang artistik ya gengs! Buat yang suka city-sightseeing atau jalan-jalan santai melihat bangunan bersejarah nan klasik dengan sentuhan beautiful murals and lovely cafes, I must say Penang is one of the best recommendation. Kota turis gicu deh. Banyak sekali spot untuk foto OOTD wkwk.

Ke mana dan coba kuliner apa saja selama saya di Penang?

Camera Museum

Tempat yang banyak mendapat penghargaan dari TripAdvisor ini mengklaim dirinya sebagai Museum Kamera Pertama di Asia Tenggara. TripAdvisor menghadiahi tempat ini dengan award sebagai Travellers' Choices (2015), Top Ten Museum in Malaysia (2015), Top Three Museum Specialty in Penang, dan Top Ten To Do in Penang. Lokasinya berada di Lebuh Muntri, George Town, dan museum ini nyempil ditengah ambience of heritage area yang disekitarnya banyak sekali historical building yang sangat artsy dan klasik.

Koleksi kameranya luar biasa. Banyak sekali jenis kamera yang belum pernah saya lihat sebelumnya, pun merk-merk yang sama sekali asing di telinga (meski ada juga replika kamera dan kamera 'kopong'). Ada kamera lego, kamera bentuk senapan (machine gun camera), kamera lomo, dan lain-lain. Namun sayangnya, kamera-kamera ini hanya diletakan begitu saja tanpa cerita atau penjelasan atau fun facts atau teka-teki silang gitu. Jadi ya benar-benar hanya lihat koleksi kamera.

Kamera klasik nan lawas nan kece. Yashica~
Instalasi kamera dan handphone ditanam dalam tembok semen. Artsy, tapi kasian wkwk. Seperti berdosa.
Roll kamera aneka jenis
Bangunannya well-designed dan mungil. Lebar muka tak sampai 5 meter, dua lantai, dan setiap sisi memiliki konsep seni yang telah dipikirkan masak.

Dengan kondisi museum yang hanya jadi ruang pamer kamera, eksplor museum bisa selesai dalam waktu 30 menit sudah sama foto dan terkagum-kagum. Buat RM20 itu emm agak kurang berasa wkwk. Beruntung saya pergi sama @_lulabi, jadi lumayan bisa ada yang jelasin cara kerja dark room, pinhole room, dan info-info receh lain.

Saya lupa ini ambil di ruangan mana, tapi saya bidik gambar yang memang sudah ada, melalui viewfinder kamera lawas dari atas. Jadi gambarnya terpantul di cermin dalam kamera. Klasik sekali.
Tempat ini lumayan ramah anak karena kamera disimpan rapih dalam lemari kaca. Kalau pun ada yang di luar lemari, ditaruhnya agak tinggi jadi anak-anak tidak bisa jahil mengambil kamera lalu dilempar-lempar. Tempat ini juga seru buat anak-anak main, tidak ada 'jebakan' yang bisa bikin kesandung. Kalau pun ada, itu daun pintu dalam ruangan saja kok.



Penang Street Art

Kalau atraksi yang ini sudah terkenal sekali ya di Penang. Saya sendiri pun penasaran sama gambar-gambar ekspresif yang bertebaran dimana-mana. Di Museum Camera ada satu, lalu jalan kaki sedikit nanti lihat yang anak kecil berbaju biru sedang pull up di jendela atau nama aslinya Little Girl in Blue. Yang ramai lagi mural anak kecil naik sepeda, anak-anak mau ambil kue, dan sebagainya.

Jika melihat di peta wisata George Town, ada sekitar 20-an mural yang must visit. Namun di luar itu masih ada banyak juga street art lain yang bisa dinikmati entah itu mural atau seperti wrought-Iron street art.

Paling enak menikmati street art sambil jalan kaki atau naik sepeda sore-sore. Dan siap-siap juga antre foto karena tempat ini sangat touristy sehingga banyak yang mau foto dimana-mana. Saya ingatkan ada potensi emosi di sini, yaitu saat lihat orang foto berlama-lama padahal ditunggu orang lain. Banyak-banyak sabar~

Saya suka sekali mural-mural ini. Semuanya memunculkan interpretasi yang hidup dan terima kasih kepada si ganteng Ernest Zacharevic, the artist. Sila cek website-nya Zach untuk lihat masterpiece lainnya. Mantapjiwa!

Gentayangan~~
Es serut dibentuk bola dan disiram sirup aneka rasa, pelepas dahaga saat berkeliling George Town di siang bolong~
"Ini nih jajanan terkenal, sampai masuk TV", kata teman saya sembari menunjuk warung penjual es bola. Jika kamu tidak termasuk orang yang akan pusing ketika makan es di tengah siang, silahkan coba.

Kirana, keponakan saya paling cuantik kalo lagi ketawa begini. Beruntung dia gak rewel saat kami lagi antre foto sama mural. Selain bisa duduk-duduk, di beberapa spot mural ada tukang jualan minuman ringan, jajan, souvenir, kipas tenaga baterai, dan mainan-mainan.
Salah satu mural favorit karena gambarnya kucing kampung
Unofficial mural yang tak kalah artistik


Bukit Bendera (Penang Hill)

Ada tempat yang sejuk di Penang, yaitu di Bukit Bendera. Lokasinya di atas bukit, sehingga untuk menuju ke sana kita harus naik tram dari Penang Hill Lower Station, di kawasan Ayer Hitam. Harga per orang non Malaysia adalah RM30 (bayar tunai). Lumayan ekspencip dibandingkan dengan naik gondola Genting Highlands yang hanya RM12 round trip.

Naik tram ini tidak seindah kisah cinta Rama dan Sinta. Antriannya panjang betul, dan karena pekan itu armadanya sedikit jadi satu tram isinya penuh. Bagi yang tidak beruntung ya harus duduk. Lho duduk kok tidak beruntung? Karena tidak bisa lihat pemandangan, terhalang orang yang berdiri wkwk. Meskipun begitu, seru kok naik tram. Paling seru kalau bisa berdiri di muka, jadi pas keretanya naik atau turun bisa lebih asyik sensasinya.

Semangkuk es serba mangga
Di atas bukit ada banyak atraksi seperti botanical garden, love lock, pemandangan kota, foto sama ular atau burung kakatua, dan jajan di kafetaria Astaka. Makanan ada nasi goreng, laksa, mie-mie-an, fish-ball soup, dll. Yang paling saya suka sih mango ice —potongan besar mangga manis di taruh di atas es serut lapis jus mangga, diberi potongan stroberi, lalu ada satu scoop es krim dan jeli-jeli rasa mangga.


Kek Lok Si Temple

Tahu kah kamu kalo Dewi Kwan Im (Buddha Avalokitesvara) itu matanya buta? Selama saya nonton Sungokong di tv, tidak pernah ngeh kalo dewi welas asih yang suka membantu geng Biksu Tong mencari kitab suci itu buta. Memang sih selalu menunduk, tapi saya kira karena Dewi selalu terbang. 

Jadi menurut cerita Mbak @teyhergika, Dewi Kwan Im dulu mengorbankan matanya untuk menyelamatkan Bapaknya dari kematian. Bapaknya itu jahat dan saat sekarat tidak ada yang mau berkorban untuk menyelamatkan. Akhirnya karena kebaikan hatinya berkorban untuk si bapak, diangkatlah Kwan Im menjadi Dewi.

Saya pernah lihat patung dewi besar begini di Manggar, Belitung, dan di Rantau Prapat, Medan. Baru kali ini saya lihat yang diluar Indonesia. Patung Dewi Kwan Im sebelumnya terbuka, namun baru dibangun 'rumahnya' dan sampai kemarin masih dalam proses penyempurnaan.

Dari kuil utama, kita bisa lihat pemandangan Penang dari ketinggian. Seluruh kota terlihat bahkan sampai lautnya juga kelihatan. Penang dari kejauhan tampak pucat. Warnanya cenderung kelabu, persis ketika menyeberang dari Kuala Lumpur. Padahal ketika kami keliling George Town, nuansa colorful sekali dengan berbagai historical building dan pernak-pernik keagamaan merah dan kuning. Penang memang lebih indah jika dilihat dari dekat.

Lilin doa
Pita-pita bertuliskan doa, bisa dibeli dan dipilih sesuai keinginan
Di Kek Lok Si temple ada banyak kuil-kuil mulai dari bawah ke atas. Jika kamu punya banyak waktu, coba eksplor semuanya sampai puas. Banyak hal menarik yang bisa diamati ketika berkunjung ke tempat ibadah.

Secara harafiah, Kek Lok Si temple artinya Wihara Kebahagiaan Tertinggi. Selain patung Dewi Kwan Im yang tingginya hampir 1000 kaki ini, ada juga Pagoda Rama VI (atau nama lainnya Pagoda Sepuluh Ribu Buddha) yang beneran ada 10.000 pagoda terbuat dari batu pualam dan perunggu. Coba kamu hitung sendiri, bebque~

Pohon jeruk yang dalam Tradisi Imlek merupakan simbol pembawa rejeki, sedang lebat berbuah. Jangan diambil, ini bukan buat bikin jus



New Lane Hawker Center

Banyak hawker center di Penang dan salah satu yang dekat dengan tempat kami menginap adalah New Lane Hawker Center. Di tempat ini, kalian bisa menemukan aneka makanan yang banyak diulas seperti oyster omelette, koay teow, ayam panggang BBQ, apong telur, kuih ketayap, hockkien mee, loh mee, fish ball, berbagai jenis bubur, stir fried clams, laksa, cuttlefish kangkung, sate-sate, gorengan-gorengan lucu, nasi ayam berbumbu, aneka masakan sea food, bahkan yang jualan durian juga mangkal disini.

Salah satu kuliner ikonik di Penang adalah oyster omelette, yaitu dadar telur yang dicampur dengan tepung aci atau kanji atau apapun lah yang kalau dikasih air jadi kenyal-kenyal gitu, dimasak dadar lalu dicampur dengan daging tiram yang ditumis dengan bumbu dasar (bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, dll). Dekati si pemasak dan kamu akan mencium aroma yang lezat sekali.

Rasanya jelas enak karena apapun yang didadar pasti tak pernah mengecewakan. Bumbu halusnya pun menyerap sempurna ke seluruh adonan. Namun saya kurang nyaman dengan tiramnya yang kurang well-done, jadi masih berasa agak basah ketika digigit. Ketika saya balik lagi akan minta tiram dimasak lebih lama.

Oyster omelette
Selanjutnya yang lumayan ikonik dan familiar adalah kway teow, atau biasa kita tulis kwetiau, yang menggunakan isian seafood. Kelihatan tidak tuh udang besar gelinding? Isiannya lumayan banyak dan aromanya sedap sekali. Pesan saya, perhatikan gerobak dengan seksama, apaqa ada tulisan halal atau tidak karena teman saya sempat salah pesan wkwk.

Kwetiau tidak halal tapi baunya enak wqwq

Jika ada makanan paling enak yang saya makan di Penang, dia adalah gurita tumis. Menggunakan bumbu dapur yang familiar, gurita ditumis dan mengeluarkan aroma dan rasa yang membangkitkan selera. Tambah lagi masakan (sepertinya) menggunakan minyak wijen, minyak bawang, sedikit minyak ikan, sehingga makin gurih dan unik apalagi guritanya kenyal, wah tidak terlupakan rasanya.

Gurita tumis paling enak di Penang

Apakah kamu suka jajan kue tete (apasih nama aslinya saya lupa haha)? Saya suka banget! Dan di Penang ada yang mirip-mirip itu, namanya apong telur. Jadi adonan tepung masak dimasak garing diatas wajan bulat kecil lalu digulung. Bedanya kalo kue tete itu pakai pasta pandan dan ditengahnya ada 'gunung'nya, kalo apong telur adonannya putih dan lempeng aja, jadi enak garing-lembut gitu. Per 5 biji harganya RM3, lumayan murah. Apong telur sendiri ada juga yang versi 'basah', yaitu digulung dengan isian parutan kelapa yang dicampur dengan gula merah. Rasanya gurih-gurih manis, seperti makan klepon, atau lupis, hanya tidak kenyal-kenyal.

Apong telur sedang dimasak
Kuih Ketayap

Penjual disini ada yang ramah ada yang jutek, ada yang bau asem ada yang wangi, seru lah jalan-jalan disini. Tempatnya juga bersih. Kalau malam, penjaja makanan bisa lebih banyak lagi. Entah apa saja yang dijual tapi kalau saya lihat sih ramainya bisa dua kali lipat. Mirip dengan Temple Street Market di Kowloon, Hong Kong. Ramai, gemerlap, dan hidup. Makanannya pun sebenarnya masih lebih banyak macamnya seperti laksa, nasi ulam, chi cong fun, char koay kak, ais kacang, ais cendol, dan lain sebagainya yang terlihat sungguh menggoda. Kalau mau khatam cicip itu semua sepertinya mesti main seminggu atau jalan bareng satu RT.


Diluar tempat-tempat yang saya ulas, saya juga sempat mampir ke KFC (mereka punya cheesy wedges dan hanya ada di Malaysia) dan Hassan Briyani House untuk makan ayam -lumayan nostalgia sama makanan Nepal. Gimana 24 jam di Penang? Cukup? Tentu tidak. Tempat historical seperti ini pasti punya banyak rahasia, entah itu yang mempengaruhi bumbu makanan serta tata kotanya (seperti artikel ini yang menceritakan tentang George Town). Bahkan saya belum nemu tuh pasar tradisionalnya. Definitely will come back to Penang someday.

2 comments

  1. Wah kece kece mbak fotonya, aku tertarik sama museum kamera nya
    Semoga nanti bisa jalan2 kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Ria. Semoga yah, karena selain museum kamera, Penang itu artistik jadi bagus semua :)

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.