SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

ABOUT JUSTIN

NEWSLETTER

Sore di York: Ketemu Tupai Ganas, Perahu Merah, dan Gereja Menyeramkan

Hanya meyediakan setengah hari di York gak membuat saya dan Mas Gepeng lantas bingung hendak eksplorasi kemana. Pasalnya, tempat-tempat menarik yang dekat dengan stasiun itu banyak banget dan bisa dijangkau dengan jalan kaki! Happy banget kan! Awalnya mau sewa sepeda di Cycle Heaven untuk berkeliling, tapi harganya kurang pas di kantong jadi kami jalan kaki saja. Supaya nyaman, dua tas carrier besar yang berat-beratin punggung kami titipkan sekalian minta peta (biasanya mereka menyediakan gratis, di stasiun juga ada sih). Jadi, main kemana aja kita selama di York?

Sekeluarnya dari kawasan stasiun, kami bertemu dengan Cholera Burial Ground, sebuah taman memorial yang didedikasikan bagi para korban musibah kolera yang mewabah di Inggris pada awal abad 18 silam. Perang melawan kolera masih berlanjut sampai hari ini. WHO dan tim masih terus berupaya untuk menekan peningkatan penularan kolera yang per Mei kemarin tercatat ada 2.301 kasus dugaan kolera. Semoga yang sakit cepat sembuh, dan semoga kondisi air serta lingkungan yang kita tinggali semakin bersih bebas dari penyakit yah.

Selanjutnya kami naik York's City Walls. Tembok panjang ini merupakan sisa dari tembok pertahanan York masa lampau. Panjangnya lebih dari 4 kilometer dan ada 4 gerbang yang bentuknya mirip benteng (gerbangnya keren-keren banget sumpah!). Saya sebenarnya tertarik untuk mengitari York melalui tembok ini, tapi saya lebih tertarik bertemu taman-taman dibawah (alias takut kalo kejauhan entar baliknya susah haha). Kalo kamu menelusuri city walls, kamu akan melihat beberapa sudut tembok kota dipugar menjadi jembatan yang melintasi Sungai Ouse. Hal ini juga merupakan salah satu usaha konservasi bangunan tua di York, jadi kita bisa menikmati peninggalan bersejarah dengan lebih sehari-hari gitu.
 
Berjalan kaki lanjut ke York City War Memorial Garden yang didesain oleh Sir Edwin Lutyens paska perang dunia pertama. Selain yang di York, sang desainer juga membuat satu monumen yang sama persis di Devon County War Memorial di Exeter, dan monumen lain The Cenotaph di London. Taman monumental ini di'jaga' oleh bebek-bebek, jadi hati-hatilah melangkah atau duduk di kursi karena eek bebek meranjau dimana-mana. Meskipun begitu, bebeknya baik kok gak suka kejar-kejar atau matuk-matuk.


Eh penasaran gak sih kenapa di Inggris ada banyak bebek? Di Loch Ness kemarin ketemu bebek, di Edinburgh juga ada, di taman-taman di London juga ada, dimana-mana ada bebek dan mereka ya lucu-lucu bersih gitu. Di Inggris bebek memang 'dihargai', bukan sebagai bahan masakan tapi sebagai makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia. Saking istimewanya, bebek punya jalur jalan sendiri lho. Namanya Duck Lanes. Jalur ini sudah aktif di kawasan Wales, London, Manchester, dan Birmingham. Gerakan yang diinisasi oleh Canal & River Trust ini bertujuan untuk berbagi space antar makhluk hidup agar bisa saling menghargai antar sesama pengguna jalan, jadi pas bebek ini lagi jalan-jalan di jalurnya, kita jangan ikutan jalan bareng entar gak muat hahaha.

York City Wall Memorial Garden berada di dekat Sungai Ouse. Jadi ketika jalan diteruskan, kita akan bertemu jembatan yang melintas di sungai yang panjangnya 21 kilometer ini. Nah siang itu, kami pas ketemu sama atlet York City Rowing Club lagi latihan. Sebenarnya YCRC punya program taster session, dimana kita bisa cobain main perahu rowing selama 2 jam. Tapi itu mesti daftar dulu sih. Di sekitar sungai disediakan tangga berundak yang kalo pas lagi acara perlombaan, orang-orang pada duduk nonton sambil ngemil. Beli cemilan pun gampang karena biasanya ada kafe di dekat jembatan. Sepanjang tahun, YCRC menyelenggarakan beberapa events sepeti Yorkshire Head (bulan Maret), Spring Regatta (bulan Mei), dan York Small Boats Head (bulan November).

Berbeda sama kebanyakan sungai di Indonesia, Sungai Ouse warnanya hitam. Entah dia mengandung partikel hitam seperti di Loch Ness, tapi sungainya benar-benar hitam seperti cincau. Saya juga gak lihat ada yang berenang disini. Tapi dia gak berbau, sehingga beberapa festival dan aktivitas pariwisata diselenggarakan juga disini. Selain lomba-lomba perahu rowing, ada juga York River Festival yang berisi lomba gak hanya rowing tapi juga ada canoe dan dragon boat. Kita juga bisa naik perahu buat jalan-jalan keliling York lewat sungai. Ini seru banget pasti karena pemandangan kota York sepanjang sungai itu CAKEP BANGET!

Would you like to explore York with these cute red boat? Satu perahu kecil muat 8 orang dewasa, kalo mau berduaan ya gak papa sih. Tuh lihat deh, bangunan klasik sepanjang sungai cakep banget!

Menyebrangi sungai lewat jembatan Lendal Bridge, kami lanjut mengunjungi York Museum Garden. Buat saya tempat ini adalah tempat terbaik untuk piknik! Semuanya baguuuuussss! Tanaman terawat, rapih, bebas sampah (semua taman di Britania memang bebas sampah), sejuk, adem, dan.......ada banyak SQUIRREL! Waaaaah! 😍

Bedanya apa squirrel sama chipmunk? Kalo squirrel/tupai gak ada garis dipunggungnya, kalo chipmunk ada garisnya dan ekor mereka gak megar seperti punya tupai. Dan paling gemes lagi adalah tupai disini kinyis-kinyis semua OMG OMG mau gigit! Kebetulan saat itu saya bawa kacang almon untuk cemilan kami kalo piknik. Pas tau-tau para tupai ini mendekat, kami cacah si kacang lalu kasih makan ke mereka. Ya ampuuun gemes pisaaaan! Saya juga memberikan cacahan kacang ke mbak bule dan anak-anak kecil yang berusaha memanggil tupai-tupai ini. Seneng deh bisa bikin orang seneng juga. Seandainya saya bawa kacang satu karung, saya bakalan jual ke pengunjung-pengunjung sini hahaha.


Tupai disini mayoritas ramah-ramah. Mereka memang malu-malu gitu kalo mau nyamperin kita, tapi pas tau kita sediain makanan pun mereka bisa tau-tau merayapi kaki atau punggungmu untuk mengambil makanan. Tapi yah, tapi nih, ada yang tetap harus diwaspadai. Disini juga ada tupai ganas! Dan tupai ganasnya gigit jari akuuuuu sampai berdarah netes-netes 😭😭😭 Jadi kalo kamu melihat ada tupai yang dia beneran takut sama kita, dia benar-benar waspada dan panik ketika kita panggil, dan ekornya botak-botak gak seperti ekor tupai bagus yang lainnya, percayalah, itu adalah tupai ganas! Saya gak melakukan apapun yang mengejutkan, hanya menyodorkan tangan berisi kacang seperti yang saya lakukan ke tupai lainnya. Tapi dia malah gigit jari akuuuuuh! *mewek*

Kalo tupainya cakep dan gak panikan, tandanya dia tupai baik. Nyenengin deh! Eh itu tuh yang lagi lari di belakang tuh si tupai ganas! Huh!

Selain tupai dan taman-taman super rapih, disini juga ada Yorkshire Museum. Di dalam museum ini ada koleksi-koleksi yang terbagi dalam 4 segmen: biologi, geologi, arkeologi, dan astronomi. Museum ini secara resmi beroperasi pada tahun 1830 setelah mengalami relokasi karena koleksinya semakin banyak. Tau gak, didalam sana ada rambut cepol orang Romawi lho! Koleksi yang hmmm gak biasanya haha. Sayangnya pas kami kesana (setelah susah payah menghentikan pendarahan di jari), museum sudah tutup jadi saya menikmati pemandangan disekitarnya saja.

Di sebelah museum, ada sisa reruntuhan benteng peninggalan Romawi bernama The Abbey of St Mary. Bentuknya seperti pagar dengan ukiran khas abad pertengahan dan benar-benar sisa penginggalan karena sudah gak berbentuk bangunan. Bangunan ini dulunya adalah gereja yang dibangun pada tahun 1055. Tapi melihat sisa bangunan, sebenarnya saya agak ngeri. Kayak melihat sesuatu yang habis di bom. Terlepas dari itu, kawasan ini sangat terawat lho. Saya rasa mereka benar-benar serius tentang menjaga bangunan bersejarah dan membuat siapapun yang menikmatinya merasa nyaman. Salut!

Keluar dari museum, saya lanjut jalan-jalan ke York Minster, salah satu highlights paling terkenal di York. Istilah 'minster' itu diberikan pada gereja-gereja yang dibangun pada masa Anglo-Saxon (apa itu?). Satu hal yang ada di kepala saya pas melihat gereja ini: berhantu. Entah lah. Tapi saya takut. Suasananya mistis banget haha. Mau masuk pun gak jadi (selain takut hantu, takut juga bayarnya, £16 bok per orang!). Tau gak, 30an tahun lalu tepatnya 9 Juli 1984, gereja ini kebakaran gara-gara disambat petir. Lebih dari 100 orang pemadam bekerja keras untuk memadamkan kobaran marah api demi menyelamatkan bangunan kebanggaan masyarakat York ini. Tapi yang menakjubkan adalah dinding depan yang ada jendela kaca bunga mawar itu gak rusak padahal kebakarannya persis ada dibelakangnya. Kaca-kaca disekitarnya rusak, tapi kaca di mawarnya gak lho! Mawar mana si? Itu lho ukiran bunga yang ada di atas tembok utama. Mungkin karena mawar ini simbol dari War of The Roses, jadi ada yang 'jagain' biar gak rusak.

Gimana gak serem coba! Ini pasti banyak hantunya hiii. Etapi kalo masuk gereja, kita bisa naik ke atapnya lho dan katanya pemandangan kota York bagus banget dilihat dari atas sana. Mengelilingi salah satu gereja katedral terbesar di Eropa utara ini juga bagus. Meski seram, tapi klasik banget dan saya belum pernah menyentuh bangunan klasik (dan seram) secara langsung. Ditelurusi ke bagian belakang komplek, kita akan ketemu Treasure's House di minster yard, Dean's Park, dan beberapa obyek wisata bersejarah lainnya. Intilin aja tur yang suka ada disana, lumayan kan gratisan.

Ketemu patung orang ungu, eeeh taunya bisa ngomong hahaha! Kaget ih!
Oh York, kamu menyenangkan! Beruntung sekali tempat-tempat cantik ini dekat dengan stasiun, jadi kami yang punya waktu sedikit ini tetap bisa menikmati York barang sebentar. Sungguh, kota York cantik sekali! Meskipun jari ini nyut-nyutan dan kaki ini gemetar kedinginan, saya menikmati sekali main sebentar ke kota viking ini. Seperti melewati mesin waktu! Perjalanan kami mulai dari stasiun dan kami akhiri juga dengan menikmati York Railway Station sambil menunggu kereta yang akan mengantarkan kami ke kota selanjutnya. Sampai jumpa!



Catatan plus plus:
  • Berbeda dengan di London, tempat penitipan tas di York berada diluar stasiun, tepatnya di Long Stay Car Park. Dari pintu keluar stasiun, jalan ke arah kanan (fyi, di UK gak pake istilah 'exit' melainkan 'way out' sebagai tanda pintu keluar). Dia berada dibawah jalan sebelah kanan, persis setelah tempat parkir mobil. Kalo kamu jalan nanti kelihatan ada papan namanya Left Luggage. Per item tarifnya £7 untuk 24 jam dan bayarnya hanya bisa cash. Menurut petugasnya sih left luggage di York ini paling murah dibandingkan yang lain tapi kalo dibandingkan dengan pelayanan yang saya terima, saya lebih puas dengan yang di Victoria, London karena lebih ramah meski harganya lebih mahal £5.
  • Belajar dari kasus saya yang digigit tupai, teman-teman kalo jalan-jalan jangan lupa bawa P3K yah! Setiap pergi, saya selalu bawa dompet P3K yang berisi obat luka, plester, perban dan perekatnya, juga obat darurat seperti obat diare, obat maag, obat pusing, paracetamol, dan obat masuk angin.

No comments

Post a Comment

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.