SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

NEWSLETTER

London Foto-Esai: Interaksi antara Manusia dan Makanan di Borough Market

Interaksi di Borough Market
Siapa yang setuju dengan saya bahwa Borough Market adalah salah satu tempat paling indah di dunia? Bagaimana tidak, makanan enak? Cek. Suasana hangat? Cek. Makanan unik? Cek. Buah segar? Cek. Murah meriah? Umm, saya lebih suka bilang terjangkau. Bersih? Cek. Tap water gratis? Cek. Orang-orang ramah? Cek. Interaksi? Cek. Happiness? Cek. Buat saya, tempat ini lebih dari sekedar lokasi touristy dengan jajanan serbaneka. Tempat ini sangat hangat akan interaksi, dan passion. Kali ini saya akan menjadi tour guide kalian untuk menikmati Borough Market di London melalui pameran visual lengkap dengan esai hasil riset kecil-kecilan saya yang, yah, lumayan menambah wawasan. Kita mulai ya.

0.
Borough Market adalah pasar makanan tertua di London. Usianya sudah satu abad lebih. Bermula dari pusat nongkrong dengan hotel dan pub, kemudian sejak tahun 90an bertransformasi menjadi sentra kuliner dan perdagangan. Traders yang ada disini pun berkembang seiring waktu, mulai dari makanan segar sampai makanan jadi ada disini. Tak heran pasar berkonsep semi terbuka ini jadi favorit pelancong termasuk orang Inggris sendiri. Pasar ini luas banget. Berbagai toko atau kedai makanan memamerkan hasil kreasinya dengan apik diatas meja kayu berbalut taplak klasik atau kabinet tingkat tiga. Menu terbaik mereka tulis di papan kapur, tak lupa mereka sampaikan jika hari ini ada menu atau promo spesial. Jajaran berbagai jenis keju, bumbu-bumbu, jus, roti, masakan eksotis, burger, semua disajikan rapih dengan papan informasi yang artistik. Pada awalnya kita akan bingung harus memulai darimana, tapi di Borough Market, dari titik manapun kamu memulai akan bermuara di satu kondisi bernama kepuasan.

1.
Kappacasein, Borough Market, London
London Raclette adalah kudapan pertama yang saya coba sesampainya di Borough Market. Makanan seharga £6 ini bisa didapatkan di gerai Kappacasein. Makanan ini terdiri dari kentang panggang ukuran sedang, di potong besar, lalu dilumuri keju raclette yang lumer karena dihangatkan dengan raclette grill, ditaburi black-pepper, dan didampingi acar timun dan bawang putih. Sebelum makan, coba deh hirup dulu aromanya. Saat hangat, keju asal Perancis ini mengeluarkan aroma yang luar biasa sedap! Aroma susu yang gurih bercampur hawa asin khas keju yang segar. Makin menggairahkan ketika hangatnya bertemu sejuk udara London, membuat saya memejamkan mata saking nikmatnya. Setelah puas menghirup, ambil potongan kentang dengan lumeran keju, makanlah selagi hangat. Lembut kentang dan keju dan black-pepper sungguh kenikmatan duniawi yang hakiki!

2.
Kappacasein, Borough Market, London
Raclette di Swiss dan Perancis tidak selalu berarti keju, bisa juga nama makanan dengan keju meleleh, bisa juga grill peleleh keju. Semuanya tetap berkaitan dengan keju, sih. Kata raclette berasal dari racler, bahasa Perancis yang artinya 'mengikis'. Nama ini diambil dengan filosofi setelah keju dilelehkan lalu dikikis melapisi makanan. Seperti yang kamu lihat di gambar, keju raclette dihangatkan selama beberapa menit lalu bagian yang sudah meleleh dikikis dengan pisau. Meski berasal dari Swiss dan Perancis, keju raclette yang memenangkan penghargaan juga diproduksi di Amerika lho!

3.
Kappacasein, Borough Market, London
Apakah roti lapis ini terlihat seksi? Selain London Raclette, gerai Kappacasein juga menjual toasted cheese sandwich yang nikmatnya tak ada dua. Benar-benar tak terkalahkan! Dua buah roti sourdough Poilâne seukuran telapak tangan, ditengahnya berisi campuran Montgomery cheddar cheese, cacahan bawang putih, bawang merah, dan daun bawang, lalu dipanggang hingga roti mengeras dan keju meleleh. Aromanya luar biasa! Harum bawang yang dipanggang bercampur dengan asin gurih keju cheddar, tidak ada tandingannya, ini sandwich dahsyat banget! Enak sumpah!

4.
Kappacasein, Borough Market, London
Montgomery cheddar cheese adalah salah satu produk keju unggulan produksi The Montgomery Family yang sudah mengolah keju sejak 1911. Keju Montgomery beberapa kali mendapatkan penghargaan seperti British Cheese Awards, World Cheese Award, dan Taste of Somerset Award. Dengan penghargaan dan pengalaman seperti itu, tak heran jika rasa yang dihasilkan pun memang berkualitas. Saat membuat sandwich, keju cheddar yang diberikan itu dua genggam! Banyak sekali! Saya sempat kaget karena, sungguhan akan ada keju segitu banyak di sandwich saya? Sebanyak itu? Meleleh semua? Dengan harga £6 saya rasa ini setimpal, bahkan lebih dari cukup! Si penjual pun tersenyum geli saat saya berkata "wuaaaaah" pada sandwich buatannya. Seperti melihat masterpiece.

5.
Parmigiano-Reggiano Cheese, Borough Market, London
Di Italia ada organisasi pembuat keju yang bernama Consorzio Formaggio Parmigiano-Reggiano, yang membuat keju parmigiano-reggiano (kalau di negara lain, lebih dikenal dengan nama parmesan). Seperti yang terlihat di foto, keju ini bertekstur kasar dan biasanya dicetak dalam bentuk drum-drum kecil. Jika tidak salah ingat, keju ini rasanya sedikit manis meski masih ada sedikit pahit dan asin khas rasa keju. Tapi memang tidak terlalu kuat, seperti pada keju cheddar (lagipula kedua keju berasal dari negara yang berbeda, jelas punya identitas rasa yang berbeda pula). Keju parmigiano-reggiano ini diproses secara organik, dimana sapi yang menghasilkan susu hanya mengkonsumsi rumput dan jerami lokal, tidak sama sekali makan makanan olahan atau fermentasi. Makannya juga harus ditempat keju diproduksi. Nah untuk keterangan 24 months itu menunjukkan berapa lama proses pematangan yang dilalui. Jika proses pematangan butuh waktu 14 bulan, namanya keju segar (fresco). Jika 18 - 24 bulan, namanya keju tua (vecchio). Jika lama banget 2 - 3 tahun, namanya keju matang (stravecchio). Lebih lama lagi yaitu sampai 4 tahun, namanya keju sangat tua (stravecchione). Lama proses pematangan juga berlaku untuk jenis keju lainnya.

6.
Mayfield Cheese, Borough Market, London
Banyak keju yang memenangkan penghargaan, dan saya bisa bayangkan betapa indah hidup juri-juri yang menilai. Mayfield adalah salah satu jenis keju yang memenangkan penghargaan gold medal. Fancy! Bodohnya saya agak lupa rasanya bagaimana, tapi lebih ingat dengan fakta bawa ketika saya melihat keju-keju di toko ini, saya seketika berkata lantang "Waaah kejunya menang penghargaan!". Ekspresi takjub itu keluar dengan sendirinya karena saya memang selalu penasaran bagaimana rasa keju yang mendapatkan penghargaan emas. Saat belum tau dimana letak potongan keju tester, pria yang berpenampilan rapih dan senada ini menyodorkan satu talenan berisi keju Mayfield tepat didepan saya lalu tersenyum tipis seolah berkata "Cobalah". Saya mencoba.

Lalu saya melihat sesuatu didadanya, pin hitam bertuliskan 'Fuck Hate'. Saya lalu memandang pria itu, mencoba menipunya dengan ekspresi menikmati keju padahal saya penasaran dengan pin kecilnya. Saya kesulitan menemukan info terkait pin itu di internet, tapi jika melihat hal-hal lain yang (mungkin) terkait, 'Fuck Hate' merujuk pada gerakan yang berbeda dengan norma umum, sebuah aspirasi, sebuah keterbukaan setelah lama dipendam. Entah apa. 

7.
Taste Croatia, Borough Market, London
Salah satu hal yang menarik tentang Borough Market adalah kita tidak hanya menemukan makanan a la Inggris, tapi juga negara-negara lain, salah satunya di Taste Croatia. Tempat ini dikelola oleh sepasang suami istri dan menyediakan produk olahan makanan seperti selai, keju, olive oils, truffle oils, cokelat, irisan daging, olahan buah ara, berbagai jenis cuka, wine khas Kroasia, dan macam-macam lainnya. Negara yang dikeliling laut super cantik ini memang terkenal dengan masakannya yang sangat tasty apalagi jika berkaitan dengan hidangan laut. Mereka suka sekali makan kerang dan memasak gurita secara utuh tanpa dipotong-potong. Serunya lagi, setiap lokasi seperti Istria, Dalmatia, Dubrovnik, Lika, Zagorje, Podravina, dan Slavonija punya cara dan tradisi masak yang berbeda-beda. Menarik!

8.
Aneka minyak makan, Borough Market, London
Konsumsi olahan minyak makan di Inggris meningkat dari tahun ke tahun. Tidak heran di Borough Market pun tersedia banyak penjaja minyak makan baik yang diolah di Inggris ataupun di tempat lain. Pengalaman baru yang saya alami disini terkait minyak-minyakan adalah mencoba makan roti yang dicelup ke Black Truffle Oil. Meski namanya black, minyak ini tetap berwarna kuning agak hijau, persis dengan warna olive oil. Minyak truffle sendiri berbahan dasar dari jamur truffle dan minyak lain seperti minyak canola atau grapeseed. Bagaimana rasanya minyak dari jamur paling eksklusif di dunia ini? Cih, tidak enak tentu saja haha. Saya tidak suka minum/makan langsung olive oil, pun dengan truffle oil. Rasanya seolah menghisap lidah saya sampai gatal. Jika ingin mencoba, saya sarankan untuk mencelup sedikit saja, kecuali jika kamu memang suka minum/makan minyak mentah.

9.
Blackwood Cheese Company, Borough Market, London
Blackwood Cheese Company adalah perusahaan penghasil keju yang beroperasi di Inggris sejak empat tahun lalu. Semua produknya handmade dengan susu yang murni diperoleh langsung dari sapi yang juga minum susu sapi (akhirnya pertanyaan misteri tentang apakah sapi juga minum susu terjawab disini). Olahan keju BCC sedikit berbeda dengan keju yang banyak saya temui di Borough Market. Seperti yang kalian lihat, kejunya lembek seperti mentega dan dikemas bersama oil dalam sebuah toples kaca berkapasitas 250gr. Keju lembek ini adalah hasil marinasi dari keju lembut Persian Fetta bersama extra virgin olive oils, bawang putih, thyme, daun salam, dan lada.

10.
Burger, Borough Market, London
Akhirnya bertemu yang familiar. Meski tidak juga sih. Banyak penjaja burger di Borough Market dan uniknya, isian burger lumayan macam-macam lho. Jika kedua burger bersaudara diatas sudah awam ditelinga, berbeda dengan toko burger lain yang menyediakan DAGING BUAYA sebagai isiannya! Oh tentu harus saya caps-lock karena, daging buaya! BUAYA! Gimana mereka menangkapnya? Bagaimana bisa? Padahal secara hukum alam, yang bisa menaklukan buaya hanya kudanil dan itu juga harus yang alpha-male. Sungguh sensasional. Selain buaya, toko ini juga menyediakan daging kalkun (ini sih, standar ya), daging kangguru (hiks, jahat!), daging bison, zebra, impala, kudu, dan lain-lain. Saking kagetnya saya sampai tidak foto tokonya sama sekali, bahkan meski diperbolehkan mencicip burger buaya pesanan remaja bule pun saya tidak berani. Berniat mencoba? Cari saja The Exotic Meat Company.

11.
Cornish crab
Apa yang ada dibenakmu ketika melihat foto capit kepiting diatas? Hmm? Ketika melihatnya untuk pertama kali, saya merasa capit kepiting ini kenapa ginuk-ginuk ya? Apa ini efek warnanya yang menggelap dibagian lengkungan luar? Dan tau kah kamu, kepiting ginuk ini termasuk kepiting terbaik yang ada di Inggris lho. Selama ratusan tahun, nelayan dari berbagai penjuru sudah memanen kepiting yang hidup sekitaran pesisir Cornish -makanya namanya Cornish crab. Sampai sekarang kepiting ini selalu jadi favorit. Menurut penuturan mereka yang sudah pernah mencoba, daging kepiting Cornish berwarna putih dan teksturnya sungguh lembut luar biasa. Ada resep lama yang lumayan bisa ditiru: daging kepiting dimasak omelette, dengan butter sedikit saja, lalu atasnya dituangi English Mustard. What a pleasure!

12.
Turnips, Borough Market, London
Satu yang saya suka dengan Borough Market adalah buah yang mereka punya segar-segar semua. Mungkin karena London dingin, jadi buah tetap segar meski lama di luar ruangan. Ini saya mencoba jus yang dijajakan oleh juice stall milik Turnips, sebuah toko sayur dan buah-buahan. Tebak ini jus apa. Mangga? Salah. Nanas campur mangga? Salah. Persik? Hmm, lumayan. Ah tapi saya yakin sulit ditebak karena fusion buah ini pun baru untuk saya. Coba dengar: peach, nectarine, orange, dan ginger. Rasanya? Wuuuuw segaar! Jus ini segar dan sesungguhnya unik juga karena pertama kalinya saya merasakan buah nectarine, saudara dekatnya buah peach (persik) dengan campuran jahe. Serunya lagi jus ini tidak banyak disaring, jadi masih ada sedikit serat-serat buah yang membuat jus terasa makin sehat meski agak geli di tenggorokan. Ternyata tidak begitu masalah minum jus dingin di cuaca dingin.

13.
Tea2You, Borough Market
Mariana, satu dari 2 orang yang ada di toko Tea2You di Borough Market menyapa saya dengan ramah saat mata saya sibuk mengobservasi toko teh ramai pengunjung ini. Lalu hanya dengan kode "what is this?" ditambah jari menunjuk pada tester teh, seketika Mariana langsung menjelaskan singkat dan menyajikan satu gelas kecil teh untuk saya. Saat itu saya cicip darjeeling tea 1st flush yang disuguhkan plain tanpa gula. Rasanya segar sekali. Belum pernah saya coba teh darjeeling yang asli dari daunnya, bukan dari celupan kantung teh Dilmah.

Teh ini sangat light dan tidak pahit, rasanya pun lembut luar biasa, pantas saja banyak yang menyebutkan teh ini adalah The Champagne of Teas. Per 40gr darjeeling tea 1st flush dibanderol seharga £5.99, satu pound lebih mahal dari yang 2nd flush. Selain darjeeling, teh favorit dari Tea2You ada chai (Indian Masala yang saya pernah coba di Nepal dan rasanya seperti teh surga!), earl grey, dan english breakfast. Teh lain yang mereka punya (dan saya yakin kalian juga baru pertama kali mendengarnya) ada teh assam, darjeeling bai mudan, green kahwa chai, holi basil, hibiscus, lady grey, dan lain-lain.

14.
Tea2You, Borough Market
Mungkin kita sering mendengar pembagian jenis teh dari tipenya (black, green, dan white tea) atau berdasarkan tempat teh itu tumbuh (teh China, teh India, teh Indonesia juga -tak kalah enak lho!). Tapi untuk kali ini saya baru tau soal first dan second flush khususnya pada teh darjeeling. Best practice-nya begini, proses pemetikan daun teh darjeeling ada 4 tipe: 1st flush berarti memetik dua daun teh dan tunas yang paling baru banget tumbuh di awal musim semi sekitar bulan Januari sampai April; 2nd flush adalah memetik daun yang tumbuh setelah bulan April sampai Mei atau Juni dan daunnya lebih matang dengan warna sedikit keunguan; monsoon flush memetik daun teh pada bulan Juni sampai Oktober dengan warna daun lebih gelap dan rasa yang lebih pekat, jenis teh ini banyak digunakan sebagai bahan teh botolan; terakhir ada autumnal flush, yaitu pemetikan sebelum masuk musim dingin dengan rasa teh yang lebih rich namum lembut. Kalau melihat contoh pada foto diatas, semakin mundur proses pemetikan maka warna teh akan semakin pekat. Hanya saja saya belum pernah lihat warna di hasil pemetikan proses monsoon dan autumnal. Pasti seru kalau bisa coba semuanya, gratis.

15.
The Turkish Deli, Borough Market, London
Jajanan ringan ini rekomendasi teman saya untuk di coba. Baklava adalah jenis jajanan khas Turki yang terbuat dari roti pastri lapis dengan isian kacang dan disiram madu atau sirup. Potongannya kecil-kecil persegi, lapisan pastrinya agak tebal, jadi bukan yang sekali gigit bisa hancur bubar seperti kertas begitu. Mungkin karena pada proses pembuatannya adonan pastri dibuat tipis dan berlapis. Roti baklava yang saya coba menggunakan kacang pistachio sebagai isian (kamu juga bisa menikmati kacang hazelnut, almond, dan walnut disini). Rasanya sudah bisa ditebak, manis dan gurih. Teman saya bilang roti ini bisa lebih enak lagi ketika lumer di mulut, sayangnya saat itu baklava sedang tidak pada performa terbaiknya. Tapi tetap saya suka dan jajanan ini  mengenyangkan. Kalau ingin mencoba, cari saja The Turkish Deli.

16.
Richard Haward Oyster, Borough Market, London
Saya pernah share pengalaman pertama makan tiram mentah di Instagram. Sampai sekarang pun saya masih ingat persis rasanya. Ukuran daging tiram ini sebesar jempol orang dewasa dikali dua, warnanya putih dengan gradasi hitam dan abu-abu dipinggirnya, seperti motif abstark hanya agak mengkilap. Karena masih segar, daging tiram masih berair jadi saya seruput dulu airnya. Rasanya asin dan amis, tentu saja. Dua kali saya menyeruput, ada butir batu pecahan tempurung tiram, ini jelas tidak bisa dimakan. Lalu sambil memejamkan mata, saya seruput daging tiramnya dan langsung merosot masuk ke mulut. Dagingnya lembut dan benar-benar segar. Enak sekali. Lebih enak daripada makan raw sushi. Sungguhan! Harganya £1 untuk tiram kecil. Buat saya makan satu saja tidak cukup. Minimal lima atau enam lah hehe.

17.
Strawberry
Centre for the Study of the Senses University of London pernah melakukan penelitian tentang korelasi antara emosi, rasa, dan bau. Berdasarkan hasil penelitian ini, 77% orang Inggris mengatakan bahwa aroma buah stroberi segar mengingatkan mereka akan kenangan-kenangan di musim panas, dan 64% lain mengaku teringat pada sinar matahari. Jika saya menjadi subjek penelitian itu, yang akan saya katakan tentang aroma stroberi adalah anak nakal yang baru mandi. 'Nakal' karena rasanya kecut, 'baru mandi' karena memang wanginya segar. Tapi stroberi di Indonesia beda dengan di Inggris. Stroberi merah merekah ini 'baik', karena rasanya super manis. Manis yang murni manis, tidak ada asamnya sama sekali. Ajaib. Teksturnya pun lebih lembut, tidak ada 'gesekan plastik' seperti stroberi kecut yang biasa kita konsumsi di Indonesia. Tak heran satu kata yang orang-orang Inggris bisa sebutkan ketika mendeskripsikan stroberi adalah 'joy'.



(Ini adalah foto penutupan, hehe) Oke teman-teman, turnya sudah selasai yaaay. Apakah kalian lega karena turnya sudah selesai? Atau malah sedih? Sebenarnya masih ada beberapa foto, lumayan banyak jika saya boleh jujur. Tapi saya yakin sebanyak dan sepanjang apapun cerita saya tentang tempat ini tak akan cukup menggambarkan betapa Borough Market sangat sangat menarik. Kita bisa menikmati banyak hal, mengobrol apa saja, bertanya, tertawa, sok malu-malu pun boleh karena orang Inggris itu ramah. Dan pasar adalah tempat terbaik untuk berinteraksi dengan orang lokal. Jika saya kembali ke London sudah pasti akan mampir ke tempat ini lagi. Bagaimana dengan kamu? Mau kesini?

2 comments

  1. Waaaah ini bagus bangeeet! Suka foto2nya, dan deskripsinya. So far, ini post favoritku di blog ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaci Mbak Dixie :* Seneng dengernya kalo ada yang menikmati tulisan aku

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.