SLIDER

WELCOME!

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

NEWSLETTER

7 Alasan Mengeluarkan Rp325ribu untuk Island Hopping di El Nido Tidak Sia-Sia

Siapa disini yang melakukan traveling sebagai investasi angkat tangan? Well, jika saham atau Reksa Dana menjadi instrumen investasi keuangan, traveling merupakan investasi yang tepat untuk kesehatan jiwa raga. Iya uang bisa bikin sehat juga—siapa yang tidak senang punya banyak uang yekan?—tapi seperti tag-line Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yaitu hati yang senang adalah obat, tentu traveling jadi bermanfaat karena membuat kita bahagia.

Nah akhir tahun lalu tepatnya saat liburan natal, saya mengeluarkan uang sebesar Rp325.200 untuk melakukan island hopping Tour A di El Nido. Dan uang itu ternyata menjadi investasi yang tepat untuk kesehatan jiwa raga saya. Kenapa? Berikut adalah alasannya.

1. Bisa Menikmati Suasana Tenang dan Sepi di Papaya Island
Halo Papaya Island!
Pemberhentian pertama Tour A hari itu adalah Papaya Island. Pulau tidak berpenghuni ini tidak jelas juga kenapa dinamai papaya padahal sejauh mata memandang, hanya pohon kelapa yang mendominasi. Mungkin di pepohonan belakang ada banyak pohon pepaya. Pulau ini jaraknya tak sampai 10 menit dari Corong-Corong, jadi kalau ditinggal kapal masih bisa lah ya berenang pulang haha. Dari jauh sudah terlihat garis pantai panjang dan pasir putih mencolok. Rasanya ini pulau yang tepat untuk menghabiskan hari dengan tiduran di hammock, baca buku, seruput es kelapa, lalu ketiduran.

Papaya Island punya spot santai-santai, juga bagi yang ingin coba snorkeling atau free diving, ada spot-nya juga. Airnya biru bening dan hitam-hitam di pasir itu bukan sampah, melainkan tanaman dan rumput laut yang terdampar.
Ciri khas pulau di El Nido adalah tebing krast monokrom. Tebing ini merupakan jenis batuan karst karena mengalami pelarutan sehingga permukaannya menjadi artistik begitu—atau bahasa kerennya exokarst.
Sepi dan bersih kan?

2. Bisa Quality Time sambil Main Kayak
Main kayak!
Memang aktivitas ini mengharuskan saya mengeluarkan uang tambahan sebesar PHP300 atau Rp81ribu untuk sewa kayak berkapasitas 2 - 3 orang, tapi percayalah, ini sangat worth it. Jika kita main ke laguna sambil berenang, mengambil foto jadi PR yang menyusahkan apalagi jika menggunakan kamera mirrorless yang dicover Dicapac seperti yang saya lakukan. Jadi mengambil foto dari atas kayak sangat memudahkan. Nah alasan lain adalah ini jadi aktivitas seru buat kamu yang traveling sama kekasih atau teman-teman. Main kayak sambil menikmati laguna? Bloody cool...
 
Tukang dayung saya siang itu ganteng sekali :p
Pakai kayak, foto jadi lebih atraktif tidak sih? Ada kuning-kuning di tengah birunya laguna. Photogenic!

3. Manjakan Diri dengan Pemandangan Small Lagoon
Siap-siap masuk gerbang small lagoon
Selamat datang di pintu kecil rahasia. Lihat gerbang diantara dua bukit batu? Itu adalah gerbang masuk ke small lagoon, bisa dijangkau dengan perahu kayak atau berenang saja. Dan small lagoon adalah tempat paling saya suka di Tour A ini. Small lagoon memang tidak terlalu besar, tapi dia punya banyak 'pojokan' yang bisa untuk santai-santai bebas tanpa banyak orang lalu lalang. Jika kalian melihat keramaian turis di foto ini, memang saat itu sedang padat sekali. Maklum, dua hari island hopping tour 'diliburkan' karena cuaca, jadi lah sekalinya bisa tour, yang ikutan pun banyak.

Small lagoon bagian tengah. Karena ramai, main kayak pun sesekali bisa tabrakan.
Beruntung sekali langit sedang cerah-cerahnya. Air toska yang bening, tebing karst dengan hijau pohon tumbuh liar, lalu kayak kuning dimana-mana, pemandangan yang sungguh menyenangkan. Semua sudut di small lagoon benar-benar layak nikmat.

Bagus banget disini sumpah!
Happy plus degdegan takut kayaknya kebalik hahaha!

4. Merasakan Makan Siang di Tengah Laut
Makan siang mewah!
"No photo, no eat", kata pemandu tour kami siang itu. Semua awak kapal adalah pria, tapi bisa-bisanya mereka menyajikan makanan dengan penampilan rapih dan penuh estetika. Harusnya kami makan siang di Simizu Island, namun hujan deras sekali, masa iya makan sambil hujan-hujanan? Meski di kapal kena hujan juga, setidaknya udang dan buah tidak jadi berkuah. Secara kualitas masakan sih sebenarnya biasa saja, tapi makan di tengah laut yang cantik membuatnya jadi spesial. Dari seluruh sajian, yang paling enak adalah nanasnya. Rasanya luar biasa manis dan luar biasa segar!

5. Menjadi Bagian dari Orang yang Mengetahui Secret Lagoon

Foto-foto yang saya dapatkan di secret lagoon bukan lah yang terbaik, hujan deras sekali dan birunya air berubah jadi coklat karena arusnya berantakan. Tapi secret lagoon ini juga sangat cantik! Dan sejak namanya adalah secret, menjadi bagian dari segelintir orang yang mengetahui rahasia ini rasanya luar biasa. Kapal kami parkir sekitar 20 meter dari pintu secret lagoon (itu lubang segitiga yang ada di gambar), dan kami harus berenang sedikit, lalu melewati gerbang sambil duduk, dan sampai lah di kolam kecil rahasia.

Saya bukan orang yang suka berenang di laut, tapi pemandangan secret lagoon adalah pengecualian!
Karena lagunanya kecil—lebih kecil daripada small lagoon, kita harus bergantian dengan yang lain. Keluar masuknya pun juga bergantian, daripada kejepit kan. Buat yang tidak bisa berenang jangan takut jangan khawatir, kolamnya dangkal dan tidak ada ombak besar. Aman! Tapi tetap harus pakai pelampung ya, jaga-jaga kalau ada badai datang tiba-tiba lalu airnya meninggi lalu pintu rahasia sudah tertutup air, mau tidak mau kita harus mengapung terus dan berenang sampai atas tebing. Itu Mas Gepeng jangan ditiru ya!

Ini masih di laut, bukan di sungai haha.

6. Berenang Sebebas-Bebasnya di Big Lagoon
Big lagoon!
Jika tadi ada yang small, ini versi besarnya dan jadi laguna terakhir yang dikunjungi. Namanya big lagoon. Kalau saya bilang sih ini super big karena benar-benar besar dan luaaaas banget. Sama seperti yang kecil, untuk menikmati laguna besar ini bisa dengan kayak atau berenang. Jarak dari 'gerbang' ke kolam utama lumayan jauh, sekitar 200 meter. Hanya saja saat itu, kapten kapal kami—yang eksotis dan menawan—malah menjalankan kapal melewati gerbang, bagian awal laguna yang cetek, sampai ke kolam utama. Hanya kapal kami yang melakukan itu. Entah ini ilegal atau tidak, tapi melihat wajah (rupawan) kapten yang penuh keyakinan, saya pun yakin ini tidak apa-apa.

Banyak yang main kayak, hanya karena lagunanya luas sekali, jadi tidak terlihat padat. Rasanya main kayak disini akan lebih melelahkan tidak sih?
Di destinasi terakhir ini, saya berenang dan membuat beberapa video Mas Gepeng menyelam bebas. Sebenarnya kami bawa kacamata renang untuk free-diving, entah kenapa malah ditinggal di hostel hahaha untung Mas Gepeng punya mata seperti lumba-lumba, jadi tahan banting di air asin. Bagi yang suka selam-selam lucu, di big lagoon ini bisa jadi spot idola. Saya yang dari permukaan merekam Mas Gepeng menyelam saja bukan main senangnya. Pasalnya saya bisa lihat dia seperti melihat ikan pari berenang melintasi kaki! Bahkan kaki panik saya juga ikut terlihat jelas sampai kuku-kukunya! Seru!

Akhirnya saya bisa melepas cover Dicapac untuk mendapatkan foto jernih! Foto diambil oleh tour guide. Terima kasih!

7. Menikmati Hamparan Air Bening
Air bening dimana-mana
Jika island hopping di El Nido, yakinlah bahwa kita akan bertemu dengan laut dan pantai yang bersih. El Nido ini hebat. Tidak di kota atau pun laut semuanya bersih. Pun sisa makan siang juga disimpan dalam ember sampah untuk kemudian dibawa lagi ke kota. Keren ya! Sebenarnya biaya tur ini ada sebagian yang disumbangkan untuk pengelolaan lingkungan hidup, sekitar PHP200 per orang, jadi selain ikut meramaikan dunia pariwisata, kita juga berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan laut El Nido.


Jadi jika kamu hanya punya kesempatan untuk traveling sekali saja dalam setahun, saya sarankan untuk pergi ke El Nido. Datanglah di waktu yang tepat saat matahari sedang senang-senangnya bertugas. Selain karena traveling dapat mengurangi depresiif you have the condition, datang melihat pemandangan air bening dan tebing karst dengan pepohonan merayap adalah hal yang menyenangkan. Biaya dan tenaga yang kamu keluarkan disini akan berbuah manis. Saya tidak akan bohong, suatu saat saya akan datang lagi kesini dengan waktu yang lebih lama, mungkin tambah ke Cebu atau tempat cantik lainnya.


- - - - - - - -

Posting-an ini mengandung affiliate link. Gunakanlah link tersebut untuk mendapat potongan harga sehingga saya dan kamu bisa selalu Travel and Enjoy Everything cause whenever, you smile, I smile~~

2 comments

  1. Aaaah bener banget mbak, traveling emang investasi jiwa. Aku gemesh deh lihat mbak dan masnya jalan-jalan muluh aaaaaah pengen juga. Lihat air air ini juga pengen rasanya kesana, tapi ku tak bisa berenang jadi agak parno gitu kalo berada di atas air, apalagi naik semacam kano kano gituuuu.... #brbikinwhistlist2018belajarrenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa Ghe kalo gak bisa berenang, temenku juga gak bisa tuh, mau nyelup aja gak berani. Tapi gak tahan liat airnya jadi tetep nyemplung juga hahaha

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.