SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

20 Fakta tentang Manila yang Belum Pernah Diceritakan oleh Siapapun!

Satu hal yang saya tahu soal Manila adalah dia tidak ada hubungannya dengan vanila, karena nama Manila sendiri terinspirasi dari tanaman bakau berbunga putih yang tumbuh di Intramuros. Yah ada beberapa hal lain seperti tentang Spanyol, Inggris, tentang bahasa Tagalog yang merupakan fusion dari bahasa Arab, Cina, Spanyol dan Sanskrit (pantesan susah betul didengarnya!), dan hal-hal yang sudah saya baca dulu sebelum terbang kesana. Tapi banyak juga fakta tentang Manila yang tidak pernah diceritakan oleh siapapun.

1. Kawasan Manila yang rapih bersih hanya di Intramuros
Mungkin selama saya mengunjungi negara-negara, ibu kota yang paling tidak terlihat ibu kota adalah Manila. Makati yang disebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan pun masih kalah sophisticated dibandingkan SCBD wkwk. Lampu kota tidak hype seperti Hong Kong atau Jakarta, trotoar kotor dan berantakan, juga gedung-gedung bertingkat yang standar saja. Satu-satunya tempat yang menurut saya rapih adalah di kawasan Intramuros. Wajar karena disana banyak tourist attractions seperti Fort Santiago.

Bahay Tsinoy yang fotojenik tjooy
Bagian dalam Gereja Santo Agustinus di Intramuros, bagus!

2. Dan ada anjing hitam baik hati dibalik papan di Almacenes Reales
Jika masuk ke kawasan Fort Santiago, di sebelah kanan ada tempat namanya Almacenes Reales (Royal Warehouse). Dibangun sejak 1591 dan runtuh karena gempa bumi. Tempat ini tidak begitu populer entah kenapa. Wisatawan lebih suka mendatangi Fort Santiago saja dan akhirnya memang berujung pada keramaian tidak nyaman disana. Kami bertiga main ke Almacenes Reales dan mengambil beberapa gambar.

Bangunan ini artistik dengan gayanya sendiri. Selain itu, ada hal yang menarik juga yaitu seekor anjing hitam besar yang berada dibalik papan tembok bangunan. Ada lubang sebesar telapak tangan disitu, jadilah si anjing hitam memoncongkan hidungnya seolah mencoba menyapa kami. Dari bentuk fisiknya sih anjing ini ada yang punya dan terawat dengan baik, di elus-elus pun dibalasnya dengan ramah. Such a good boy unchh~

Hey ganteng!

3. Semua bisa jadi jajanan di Manila
Tidak jauh beda dengan kita, Pinoy—bahasa slang untuk Filipino, punya berbagai ide untuk menjajakan jajanan. Mulai dari ayam berumur 1 hari, sate kepala ayam (helmets), sate ceker (adidas), balut, sate usus (isaw), bihun siram kuah (sotanghon), nasi mie siram kuah (palabok), telur ditepungin (kwek kwek), cumi goreng tepung (yang cuminya entah matinya kapan), jagung rebus pakai ikan tongkol (binatog), agar-agar siram saus karamel atau kelapa (kutsinta), pisang cokelat, dan sebagainya.

Pisang cokelat ini namanya Banana-Que, terinspirasi dari banana di barbeque wkwk. Ini enak!
Sate kulit ayam. Foto oleh Firda Milla
Sate ayam
Ayam berumur 1 hari di ungkep dan siap goreng. Cian qamu yam :'(
Aneka kacang goreng, paling enak yang pakai bawang putih dan cabai kering. Foto oleh Firda Milla.

4. Permainan judi keliling, anak-anak juga bisa main
Ingat tidak saat kita kecil, ada abang-abang jualan mainan keliling yang punya mainan 'pasang-pasangan'? Kita bayar, lalu bertaruh dengan ambil papan berisi kertas gulung. Kalau beruntung kita bisa dapat mainan, kalau tidak, cukup agar-agar gelasan atau permen rokok hadiahnya. Saat berada di kawasan penduduk lokal, saya melihat anak-anak berkumpul sambil ketawa-ketawa. Setelah saya intip ternyata lagi pada main judi dadu. Hadiahnya uang dan entah kenapa pada senang sekali. Joudeee!

Main judi sambil minum soda. Wangun tenan kowe dek!

5. Karaoke dimana-mana
Saya tahu Filipino suka karaoke, tapi saya tidak menduga kalau mereka benar-benar sangat suka dan melakukannya juga suka-suka. Saat transit di tempat makan dalam perjalanan ke El Nido, ada tetangga yang karaoke lagu berbahasa Tagalog kencang sekali. Satu album pula yang dinyayikan. Pun saat menginap di Makati, rumah depan guest house menggelar karokean bersama tetangga-tetangga sambil ngemil santai. Pitch tidak perlu perfect yang penting percaya diri, ada camilan, minuman soda, dan teks lagu.

Karaoke di depan rumah sepanjang hari sepanjang malam

6. Bus umum di Manila meski biasa saja tetap pakai AC
Jika ingin bepergian keliling Manila tapi tidak mau naik LRT, bisa naik bus umum. Jujur saat di Manila saya memang tidak berniat naik LRT karena takut mahal wkwk. Jadi lah saya pakai angkutan umum salah satunya bus. Untuk naik bus, kita harus menunggu di titik pemberhentian, ada yang halte ada yang hanya sign saja. Berhubung semua informasi jalur masih tertulis dan menempel di bus, kita perlu perhatikan baik-baik supaya tidak salah jalur. Nah yang seru lagi adalah bus-bus ini pakai AC lho! Harganya murah pula! Asyique.

Bus ke Quiapo

7. Naik jeepney berkesempatan melakukan amal jariyah
Salah satu angkutan umum yang menyenangkan di Filipina adalah jeepney. Kendaraan legendaris 'peninggalan' pasukan Amerika saat World War II ini memang ciri khas Filipina banget! Bentuknya sudah dimodifikasi sedemikian rupa supaya bisa jadi angkutan umum yang nyaman dan muat banyak, lalu dilukis-lukis entah mural atau tulisan-tulisan warna warni oleh yang punya. Tidak ada hubungannya warna dengan trayek, seperti naik bus, kita harus jeli melihat rute yang tertulis di badan jeepney.

Lalu apa amal jariyahnya? Kita bisa membantu orang untuk bayar ongkos jeepney. Jadi modelnya begini, orang paling dekat pintu akan menitipkan uang ongkos ke orang sebelahnya lalu dioper terus sampai ke supir, begitu pun uang kembaliannya akan dioper dari supir sampai ke penumpang tadi. Beramal soleh jangan lah ditunda-tunda. Saat sudah ada tangan disodorkan, bantu oper ongkosnya ya.

Saksi terjadinya amal jariyah. Alhamdulillah dapat pahala~
Jeepney nyentrik dimana-mana. Gandul gandul ganduuul!

8. Watch out tourists, supir taksi di Manila banyak yang sombong ishhh!
Ini pengalaman menyebalkan sih. Beberapa kali kami ditolak sama supir taksi gegara tempat tujuan kami kejauhan. Lha? Lalu apa bedanya naik taksi dengan tricycle yang juga suka menolak kami karena jarak? Penolakkan ini juga terjadi ketika kami di Intramuros dimana itu adalah lokasi turis. Dan catatan untuk teman-teman yang hendak naik taksi di Manila, banyak supir taksi yang tidak tahu jalan. Ada lho supir taksi tidak tahu apa itu Fort Santiago!

Jalan raya di Manila, tampak seperti Mangga Dua ya haha

9. Banyak pemandangan sedih di Manila
Anak kecil tidak pakai celana duduk dipinggir jalan mengorek-ngorek karung sampah, anak kecil tidur di meja warung pinggir jalan, gelandangan tidur beralaskan koran di depan perkantoran, kakek-kakek jalan membungkuk tanpa alas kaki dan yang membantu, pemandangan-pemandangan ini banyak saya temui di Manila. Semakin sedih mengingat sampah memang berserakan dimana-mana.

Pengemis tidur di depan ruko beralaskan koran selapis tanpa selimut. Kacian :'(
Tapi ada juga pemandangan manis seperti ini. Seorang anak membelikan (mungkin) Bapaknya es krim. Foto oleh Firda Milla

10. Minuman sari kelapa murni di Filipina tidak enak
Kelapa muda atau orang lokal menyebutnya boku adalah salah satu identitas khas Filipina. Tercatat kelapa ekspor per tahun 2016 adalah lebih dari 15 juta ton. Banyak ya! Dan kualitas kelapa sini pun sudah diakui dunia. Hanya saja yang berbeda adalah ketika minum yang kemasan. Saat saya minum kelapa aslinya, rasanya segar sekali dan sangat lembut. Tapi yang kemasan itu rasanya, hmm, seperti kelapa buatan-padahal tulisannya kelapa murni. Rasanya agak kue-kue gitu, tidak seperti kelapa. Seperti dicampur soda kue atau ekstrak vanila.

Rasanya tidak seindah penampilannya

11. Dan makanan khas mereka memiliki cita rasa yang sangat sangat unik
Percayalah, banyak cita rasa baru yang akan ditemui ketika kita banyak mencicipi makanan lokal Filipina. Ikan kuah yogurt dan acar? Dadar terung? Sambal yang rasanya seperti fermented kedondong? Kuah kaldu ikan? Semua makanan yang saya rasakan disana rasanya sungguh unik, atau bisa saya bilang aneh hahaha. Tapi tenang, masih bisa dimakan kok dan saya lumayan menikmatinya. Percayalah, meski terlihat mirip-mirip makanan di rumah makan padang, tapi rasanya sangat berbeda. Pastikan kamu coba kalau ke Manila.

Ikan dengan kuah yogurt, potongan bawang, timun, wortel, dan cabai. My personal favorite!
Bapak memakan Sotanghon, mie bihun siram kuah kaldu dan minyak ayam

12. Ada kawasan muslim dipojokan Pasar Quiapo dan lokasinya sungguh memprihatinkan
Kawasan muslim ini kami temukan saat googling tempat makan halal di Manila. Pasar Quiapo yang hari itu buka pun menjadi tujuan destinasi kuliner kami dan sekalian menumpang shalat disana. Pasar Quiapo secara umum seperti tanah abang zaman dahulu. Banyak penjaja jajanan di sepanjang jalan dan lapak-lapak sederhana di sepanjang trotoar. Berantakan dan ramai sekali. Saat kita sudah berada di kawasan yang agak ke dalam lalu mulai disapa assalamu alaikum dan mendengar percakapan melayu disana sini, tandanya kita sudah berada di kawasan muslim Quiapo.

Jika terus masuk sampai ke dalam, nanti akan bertemu Manila Golden Mosque & Cultural Center dan di kanan kirinya sudah banyak sekali warga muslim yang mayoritas datang dari Malaysia. Yang menyayat hati adalah gang-gang kecil di sekitaran masjid sangat kumuh. Jalanan sempit, rumah-rumah sempit, kotor, becek dan sampah dimana-mana, aromanya pun tidak sedap. Sungguh memprihatinkan.

Bagian dalam Manila Golden Mosque & Cultural Center
Warung di dekat kawasan muslim Quiapo. Foto oleh Firda Milla
Main dengan adik bayi di masjid. Foto oleh Firda Milla

13. Ayam Jollibee tidak lebih enak dari KFC
Jika kamu jalan-jalan di Filipina, kamu akan sering melihat gambar lebah ketawa tersebar dimana-mana. Lebah itu adalah logonya Jollibee, sebuah restoran fast food yang di Filipina sendiri sudah ada lebih dari 2000 cabang. Konon restoran ini didirikan sebagai McDonald's versi Asia dan markas besarnya memang di Filipina. Menu utamanya tetap fried chicken, lalu ada juga french fries, nasi, sayur sop, es krim (ada halo-halo juga), burger, spaghetti, minuman soda, juga pie.

Bagaimana rasanya?

Hmm, seperti judul di poin 12, KFC masih jauh lebih enak sih menurut saya (maaf saya tidak suka McD, jadi tidak bisa membandingkan). Ayam Jollibee cenderung hambar, tepungnya tidak terlalu gurih, dan warnanya lebih pucat ketimbang ayam KFC. Kalau kamu tidak suka KFC, mungkin akan suka Jollibee.

Ayam Jolibee paket murah

14. Pastikan beli es krim tong-tong dengan harga murah
Saya tidak tahu nama sebenarnya apa, tapi kita mengenalnya sebagai es tong-tong. Pun yang jualan mirip lah sama abang-abang es krim di Indonesia, jadi tidak apa menyebutnya begitu. Bedanya es tong-tong di Manila itu punya rasa keju lho! Saya pun langsung memesan satu dengan meminta toping keju lebih banyak ketimbang yang vanila. Rasanya yummy sekali! Jodoh dengan cuaca-panas-tanpa-angin Manila.

Tapi pastikan sebelum kamu beli es tong-tong, lakukan survey. Biasanya di kawasan Intramuros akan ada beberapa penjaja es krim, nah tanyakan satu-satu berapa harganya. Saya yakin ada yang culas menaikkan harga beberapa peso. Pastikan kamu dapat yang paling affordable ya.

Seksi!

Es krim jika pakai roti. Adeknya sudah tidak sabar, untung tidak ngences~

15. Kalau mau wisata fancy, kafe-kafe dan galeri artistik banyak di Manila
HeyDavina, salah satu akun Instagram favorit saya selalu rajin memposting foto kafe atau restoran atau a casual building in the corner of the city yang artistik dan tampak cozy. Nah kalau kamu mau dan suka yang seperti itu, Manila punya beberapa tempat yang super lit untuk kamu datangi. Sebut saja Wildflour Café + Bakery, Sarsá Kitchen + Bar, Manam Comfort Filipino, Toyo Eatery, atau Polilya. Mau berkunjung ke tempat-tempat well-designed dengan barang-barang artistik? Bisa ke GBR Museum, Tesoro's Philippine Handicrafts, Silverlens Galleries, Finale Art File, atau Archivo 1984 Gallery. Don't forget to always ootd ready!

Salah satu restoran fancy yang saya kunjungi menjual makanan India yang enak enak sekali. Namanya New Bombay.

16. Alay Filipina tidak jauh beda dengan alay Indonesia wkwk
Ah, maafkan jika saya harus membawa suku alay disini tapi beneran deh, I felt more like home when I'm in Manila because of them! Mereka-mereka yang pakai jaket oversize lalu snapback miring, lengkap dengan sepatu kets merk lokal kebesaran, ada juga yang pakai jeggings bercorak macan lalu kaus yang potongan bolongnya dimana-mana, make up seadanya, memakai wedges entah nyaman atau tidak, lalu menggoda lawan jenis sambil menjaga rambut agar tetap paripurna, dan mereka-mereka itu nongkrong duduk dimana saja, tertawa terbahak sampai lompat-lompat, ah rasanya seperti ada di Kranji. Sorry, no alay photo available.

17. Orang Filipina makan mangga pakai terasi!
INI BENERAN WOY! Geleng-geleng kepala ini mah. Saya memang tahu ada jajanan mangga tusuk di Manila dengan saus hitam, tapi saya tidak pernah menyangka kalau itu terasi. Memang sungguh para Filipino ini punya citarasa yang ajaib ckckck. Mangga ya, yang entah manis atau asam sama saja warna dan bentuknya, dibelah dua lalu ditusuk, lalu disiram kuah terasi yang rasanya udangnya gila tajam banget! Jika mangganya manis, rasanya benar-benar lucu. Mangga dan terasi udang, buah manis lalu ada asam-asam kecut terasi, menarik. Tapi jika mangganya asam, sudah lah, buang saja hahaha.

Makanan savage!

18. Penginapan di Filipina baik dorm maupun private room semua terjangkau
Negara yang saya datangi sebelum pergi ke Filipina adalah UK, dan jetlag ekonominya luar biasa ya! Saya benar-benar berasa mewah saat ke Filipina, semua masih sangat terjangkau. Jika di Edinburgh saya bayar 300ribuan per malam per orang, untuk dorm di Manila saya hanya bayar 90ribuan untuk dua malam per orang! Bagaimana dengan private room? Saya menginap di kamar private hanya di Puerto Princesa, dan kalian tahu berapa harganya per kamar? 324ribu saja dan itu dibagi bertiga!

Guest house di Manila punya tembok prasasti. Pesan dengan deal terbaik disini.

19. Jangan berpikir menggunakan tricycle untuk bepergian jarak jauh. Maksimal 5 kilo lah kayaknya
Kenapa saya tidak ada naik tricycle sama sekali di Manila? Karena semua tricycle menolak saya. Untuk jarak-jarak yang lebih dari 5 km itu tidak ada yang mau lho. Beberapa taksi pun juga menolak entah kenapa. Jadi saya naik bus umum dan jeepney saja. Kalau yang dekat-dekat saya jalan kaki. Kalau urusan harga, naik jeepney dan bus sudah pasti jauh lebih murah dan willing to help-nya tinggi, berbeda dengan abang tricycle atau taksi.

Segini banyak tricycle tidak ada yang mau antar ke Quiapo
Abang tricycle yang tidak mau mengantarkan ke Quiapo

20. Air acar is lyfe!
Lanjutan poin nomor 3, disamping banyak sekali jajanan yang ada di Manila, satu yang selalu ada setia hampir dimana-mana adalah cocolan air acar atau air cuka. Di kwek-kwek, tokneneng, sate cumi, sate usus, sate kulit, fishball, semua disiram/dicocol/atau direndam air acar. Jujur, air acar ini enak! Tentu saja dengan cita rasa unik seperti yang sudah-sudah, tapi kalau kamu makan gorengan direndam ini terus kunyah bawang-bawangnya juga, wih sedap banget gengs!

Camilan paling favorit kalau dikasih air acar adalah kwek-kwek, telur puyuh yang digoreng tepung dan dimakan hangat-hangat. Cinta~

Kwek-kwek hangat pakai air acar itu enak banget ya Tuhan~~
Air acar untuk rendaman sate kulit atau sate usus atau sate cumi. Foto oleh Firda Milla


P.S.: Foto oleh Firda Milla diambil dengan kamera Olympys OM-D EM10 Mark II, selain itu diambil oleh kamera Panasonic Lumix GX85. All photos are edited by yours truly.

14 comments

  1. Semua makanan yang pake acar beneran enak enak loh

    Oh trus pas kita kemaren kesana panasnya minta ampun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mesti banget bawa payung atau kipas angin baterai

      Delete
  2. Wah baca ini saya jadi tergugah untuk mengunjungi teman-teman saya di sana yg komunitas penyuka boygroup. Biar bisa tanya itu cumi matinya sejak kapan. Haha... Nice share.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha, kalo ada cara mengetahui cumi matinya kapan dari bau amisnya tolong saya dikabarin ya wkwk

      Delete
  3. Kalau sambal mangga kan biasanya pakai sedikit terasi juga. Rasanya enak. Tapi kalau terasinya sebanyak gitu, saya jadi mikir kayak apa rasanya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sambal mangga terasinya dikit banget seiprit, lah kalo saus mangga tusuk ini benar-benar isinya terasi. Sungguh berani ya wkwk

      Delete
  4. Tiiiiin ini 20 fakta ini aku ga ada yg tau lah walau sudah ke sana. Asli ga icip makanan apa-apa karena parno babi duluan hahaha. Trus ga naik bus juga karena sendirian di manila takut nyasar, jadi ke mana2 naik uber / grab. Berasa cupu banget kala itu. Baca ini jd pengen balik lagi deh :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang Manila memang gak sereligius orang El Nido sih tapi gak berasa bahaya kok Mir. Kamu mau balik lagi ke Manila? Aku mah transit aja lah, lanjut ke Cebu wkwk

      Delete
  5. Ya ampuuun bagusss bangett!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba nurul yang bukan bocah biasa :D

      Delete
  6. Sedih liat ayam baru lahir udah jadi makanan. T,T
    Tapi aku selalu penasaran sama halo-halo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kasihan ya, baru juga belajar jalan hahaha

      Delete
  7. kalau ke negara baru tentunya sangat ingin tahu segala hal tentang negara itu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba tira. Kita jadi bener bener memperhatikan sekitar untuk tahu persis negara ini menyimpan rahasia apa aja

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.