SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

'Jika Kita Poop di Pesawat Apakah akan Membuat Langit Menjadi Kotor?' dan Jawaban atas 14 Pertanyaan Lainnya di Pesawat

Hae apa kabar semua? Selama bulan Maret ini saya belum naik pesawat lagi. Rencana long weekend pulang kampung ke Semarang malah road trip alias jadi supir Bapak Mama. Padahal saya mau lihat-lihat lagi hal seru di pesawat. Berarti penerbangan terakhir saya saat marathon Jakarta - Medan - Pekanbaru - Jakarta. Beruntung naiknya pesawat yang indah-indah salah satunya Citilink. Saya suka Citilink! Selain karena menempati ranking 5 besar maskapai yang paling ontime di tahun 2017 (cool!), saya suka disana awak kabinnya ramah dan in-flight magazine-nya bagus banget! Majalah Linkers adalah salah satu in-flight magazine favorit saya, selain Colours-nya Garuda dan Mabuhay-nya Philippine Airlines.

Lalu kenapa ya ada majalah in-flight yang tidak boleh dibawa pulang? Tulisan ini adalah Part 2 dari tulisan sebelumnya yang menganalisis dengan khidmat dan bersahaja segala hal di pesawat yang sungguh bikin penasaran. Oke, langsung saja cekidot gaes.

1. Apakah kalau kita poop di pesawat, poopnya terjun ke langit?
Bagaimana ya mengakuinya, hmm, memalukan sih wkwk. Jadi sampai tahun lalu saya masih berkeyakinan bahwa jika kita poop di pesawat, si poop akan jatuh terbuang ke langit. Saya kira ya sama gitu dengan toilet kereta yang ketika kita lihat lubang WC, kita lihat juga jalur keretanya. Hal itu membuat saya paling malas minum di pesawat dan kereta, takut beser dan harus menjadi oknum yang menebar bau pesing di jalur kereta—kalau di pesawat berarti di jalur udara haha.

Tapi saat terbang ke London, tidak mungkin rasanya 12 jam saya tidak minum dan tidak buang air. Saat saya menyampaikan kegundahan saya akan lavatory pesawat, Mas Gepeng tertawa terbahak. Kurang ajar betul. Dengan santainya dia bilang, "Di pesawat ada septic tank sayaaang".

Jadi begitu gaes-gaesqu, poop tersimpan di septic tank, bukan terjun bebas membuat polusi di indahnya langit bertabur bintang. Bagaimana cara kerjanya? Sudah pernah menggunakan lavatory pesawat kan? Kebanyakan maskapai sekarang menggunakan closed waste system yang artinya lavatory pesawat bekerja seperti toilet rumah kita yaitu semua pembuangan di kloset masuk ke dalam tangki. Bedanya kalau di pesawat sedikit lebih modern untuk sistem flushnya yaitu "vacuum waste system" alias poopnya disedot. Bunyinya zrrrruuuutttt. Coba saja. Kalau dirumah kan bunyinya lebih santai. Kita perlu berterima kasih pada Om James Kemper untuk kemudahan ini. Pasalnya si Om James lah yang pertama kalinya menciptakan sistem toilet sedot-sedot dan dipasang pertama kali pada tahun 1982 di pesawat Boeing.

Lah sebelum sistem lavatory modern ini ditemukan, poop kebuang kemana? Dulu toilet pesawat itu bentuknya seperti ember yang didesain sedemikian rupa. Pernah juga bentuknya jadi kotak. Pokoknya bersyukur lah dengan sistem toilet sekarang wkwk. Lalu kapan septic tank dikuras? Jangan berpikir bahwa kita harus telepon jasa sedot tinja yang nomornya tertempel sembarangan entah di pagar tetangga atau tiang listrik ya. Tidak perlu telepon, nanti mobil petugas sedot tinja akan datang. Septic tank pesawat dikosongkan saat pesawat berada di ground. Masa iya lagi terbang bersihin septic tank, jijay lah ya~

Yang bisa membuka akses septic tank hanyalah ground crew karena posisinya diluar pesawat. Saat pintu septic tank dibuka, nanti ada selang yang dihubungkan, persis caranya seperti sedot tinja di rumah-rumah. Jadi kalau kamu lihat ada mobil petugas membawa selang keriting tergulung, tandanya dia mau membersihkan tangki lavatory. Tidak usah dekat-dekat ya.

Jika lavatory diberi jendela begini, apakah yang akan terjadi?

2. Dan kenapa kamu sebaiknya tidak terpengaruh film untuk melakukan hubungan seks di toilet pesawat?
Saat SMA saya pernah baca cerita bokep koleksi teman laki-laki. No pictures, no video, just words. Pas itu ceritanya tentang have sex on the plane starts from the cabin, toilet, and transit hotel. Saya angguk-angguk saja saat baca cerita itu. Namanya juga cerita bokep, bacanya tidak pakai logika. Bahkan sampai lupa kedip hahaha. Duh.

Lalu saat sudah dewasa dan mengerti bagaimana have sex, saya pun bertanya-tanya, gimana bisa ada orang ena-ena di pesawat? Bagian mana di pesawat yang cukup luas dan nyaman untuk ena-ena? Bohong betul itu cerita bokep. Tapi seorang pramugari pernah menangkap basah sepasang muda-mudi lagi make out di toilet pesawat. Berarti bisa? Iya bisa tuh wkwk. Tapi si pramugari itu berpesan kepada kita semua yang hendak ena-ena di toilet pesawat, sebaiknya tidak usah lah. Toilet pesawat itu kotornya bukan main lho gaes! Bau pesingnya saja everlasting, apalagi kumannya! Seandainya para muda-mudi itu tahu, mungkin langsung minta sunat.

3. Kenapa in-flight magazine tidak boleh dibawa pulang?
Pertanyaan ini pernah saya sampaikan saat menghadiri acara Citilink, kenapa Majalah Linkers yang saya sangat sukai itu tidak boleh dibawa pulang? Penerbangan lokal Citilink yang paling lama pun rasa-rasanya tak cukup panjang untuk dihabiskan membaca semua artikel. Menyebalkan bukan? Apalagi saya memiliki "waktu pasti tidur" di pesawat barang 15 menit saja, jadi makin sedikit kesempatan untuk membaca.

Beruntungnya pertanyaan saya dijawab dengan sangat baik oleh pihak Citilink, "Kalau memang mau, kirim e-mail saja ke saya nanti kita kirimkan". Gembira sekali rasanya! Kabar baik lainnya adalah Linkers juga sudah ada yang elektronik, jadi makin senang bukan?

Lalu kenapa majalahnya tidak boleh dibawa pulang?

Pertama karena ada kemungkinan kru pesawat butuh waktu lebih lama untuk reload majalah pengganti dan berhubung yang suka ambil majalah itu biasanya tidak mengaku ke awak kabin, makin lama lagi kan cek-cek mana yang majalahnya diambil atau hanya dipindah ke kursi lain. PR bener ciyn~

Kedua, ya jelas untuk penumpang lain baca dong. Ada seorang bijak bilang bahwa sebaiknya kita selalu melakukan hal yang bermanfaat, jangan menyia-nyiakan waktu. Meski waktu penerbangan singkat hanya sejam dua jam, mending diisi bermanfaat dengan baca majalah (dan tidur). Bisa tambah wawasan. Jadi jangan halangi orang untuk menambah wawasan ya lewat in-flight magazine.

4. Apakah deretan kursi bagian tengah adalah yang paling aman?
Jika ada kesempatan memilih kursi, saya pasti selalu ambil bagian tengah dan pinggir jendela. Jika ada ya, biasanya sih gifted karena tidak perlu ada biaya tambahan wkwk. Kenapa pilih tengah? Karena menurut hemat saya, kursi tengah itu aman. Kalau pesawat harus menabrak sesuatu di depan atau di belakang, yang tengah masih aman lah. Pintu darurat di tengah pun lebih lega kan.

Eh, memang benar aman kah?

Profesor Ed Galea, ketua grup peneliti keselamatan bencara dari Universitas Greenwich, London, menyimpulkan bahwa letak tempat duduk pesawat bisa menyelematkan penumpang setelah pesawat mengalami kecelakaan. Menurut si Prof, tempat duduk yang aman di pesawat yaitu yang dekat bagian belakang dan di samping lorong pesawat—hasil yang diperoleh setelah menganalisis sekitar 100 kecelakaan pesawat dan wawancara terhadap 1900 korban yang selamat. Bagian belakang yang mana yang paling aman? Menurut si Prof, lima baris kursi terakhir bagian belakang pesawat! 

Hal ini diperkuat oleh pemaparan pada majalah Popular Mechanics. Pernah disampaikan dari semua kecelakaan pesawat yang terjadi sejak 1971 didapatkan fakta bahwa pemumpang yang duduk di kursi bagian belakang memiliki peluang 40% lebih besar untuk selamat ketimbang yang duduk di kursi bagian depan. UWOW banget gaes! Jadi bersyukurlah bagi kaum-kaum yang sudah dapat kursi gifted paling ujung belakang. Dekat dengan si Mbak Pramugari, peluang selamat tinggi juga. Alhamdulillah~

Mau selamat saat kecelakaan? Berdoa dulu sebelum terbang wkwk

5. Bagaimana cara pilot istirahat?
Kan pilot juga manusia, dia bisa saja tahu-tahu mengantuk atau lelah menyetiri pesawat menukik dan bertahan dari serangan badai. Lalu bagaimana cara mereka istirahat? Apakah ada kasur lipat di kokpit? Atau kursi duduknya bisa direbahkan jadi sofabed? Atau mengandalkan ottoman?

Sebagai orang yang memiliki tanggung jawab besar, pilot tidak didzalimi dengan membuat mereka istirahat ala kadarnya begitu gengs. Di pesawat ada kamar khusus untuk pilot dan co-pilot tidur. Seperti kata Capt. Rama Valerio Noya, ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) bahwa ada beberapa peraturan dari perusahaan atau pesawat yang mengharuskan ada bunker untuk pilot tidur dalam posisi horizontal. Tentu saja mereka tidak tidur bersama, harus bergantian, ndak nanti jadi skandal di Lambe Murah. Okesip.

Lalu dimana letaknya kamar pilot itu? Sebenarnya (mungkin) ini rahasia, karena jika penumpang tahu nanti pada numpang tidur situ wkwk. Tapi saya kasih tau saja ya untuk pengetahuan—janji ya jangan minta numpang tidur! Jadi menurut portal Independent UK, tempat tidur pilot ada di antara kokpit dan area penumpang first class. Bukan, bukan dekat kamar mandi, tapi diatasnya. Jadi ada akses tangga rahasia gitu untuk naik ke ruangan peristirahatan yang terdiri dari kasur tidur dan kursi business class—seperti pada pesawat Boeing 777.

Setiap pesawat memiliki desain kamar pilot yang berbeda-beda, tergantung selera. Seperti di Boeing 777 American Airlines, kamar pilot dilengkapi TV yang lebih besar ketimbang TV di kursi ekonomi. Lebih mengutamakan fasilitas kebersihan, kamar pilot di Airbus A380 Lufthansa dilengkapi dengan kamar mandi dan wastafel. Ada lagi yang lebih fancy di Airbus A380 Singapore Airlines, sarung bantalnya satin bok! Mevvah bossqu~

Buat penumpang ekonomi seperti saya, duduk disini saja sudah mevvah~

6. Kenapa tidak selamanya maskapai penerbangan kelas kakap dapat landing dengan halus?
Dulu ya awal-awal saya mulai rajin jalan-jalan dan naik pesawat, saya mengikuti pola pikir orang-orang yang mengapresiasi setinggi-tingginya maskapai yang bisa landing dengan mulus dan mengutuk serendah-rendahnya maskapai yang tidak. Tapi saya tidak menaruh dendam, toh saya memang secara sadar memilih maskapai itu dengan segala kemurahan dan risiko operasionalnya.

Hal itu berubah total saat saya naik Citilink dari Jakarta ke Belitung, lalu pulangnya naik Garuda. Kedua maskapai itu terkenal dengan soft-landing-nya kan ya, jadi saya yakin saya akan memiliki penerbangan yang sempurna. Tapi apa yang terjadi? Kedua pendaratan dari dua maskapai itu tidak ada yang mulus sama sekali. Tidak segrabak-grubuk Sriwijaya sih, tapi mirip-mirip lah sama landingnya Air Asia atau Lion Air. Lho kok bisa?

Idiom 'it takes two to tango' ternyata tidak hanya berlaku di kondisi ada-cewek-hamil-di-luar-nikah-yang-salah-ya-dua-duanya, tapi juga di dunia pendaratan pesawat. Pendaratan yang mulus itu melibatkan dua pihak: pesawat dan runway. Kalau pesawat sudah mulus pelan-pelan dan sangat presisi saat mendarat tapi runway-nya sudah uzur dan tidak rata? Jadi lah pesawat akan mendarat dengan kasar. Kalau sebaliknya gimana? Berarti landing skill si pilot kurang latihan wkwk.

7. Apakah bisa meminta makanan diberikan saat kita buka puasa?
Bisa dong. Kita kan pelanggan dan pelanggan adalah raja wkwk. Pengalaman ini terjadi saat saya terbang ke Nepal saat bulan puasa. Kebetulan saat itu saya berpuasa dan penerbangan ke Nepal dari Malaysia kebetulan tidak begitu jauh, jadi masih kuat puasa. Nah saat disajikan makanan, Mas Gepeng minta ke pramugarinya untuk diberikan saat jam magrib. Kebetulan juga naiknya maskapai Malaysia Airlines jadi mereka paham kapan jam buka puasa.

Benar saja pas sudah dekat waktu magrib, makanan kita diantarkan dan dalam kondisi hangat. Kita pun diberikan teh hangat. Terharu sekali. Jika pesawatnya kebetulan tidak paham soal jam buka puasa, sampaikan saja kapan makanan itu diantarkan, saya yakin awak kabin pasti bisa memenuhi.

8. Kenapa ada pramugari yang menggunakan kacamata?
Saya beri tahu sebuah rahasia ya, tapi jangan ketawa. Dulu saat lulus SD, saya mau disekolahkan ke boarding school yang ujung-ujungnya saya jadi pramugari. Bapak saya menganggap badan kurus dan tinggi saya adalah jalan menuju dunia penerbangan, faktor tambahan disamping nilai UAN saya yang lumayan lah ya bikin bangga kalau dipigura. Tapi hal itu batal dilakukan mengingat sekolah menerapkan aturan siswa tidak memakai kacamata, sedangkan sejak kelas 4 SD saya sudah berkacamata.

Lalu saat naik KLM dan Philippine Airlines, ada mbak pramugari yang pakai kacamata. Lho memangnya sudah boleh kah? Sebelumnya coba kita telaah syarat-syarat menjadi pramugari dulu yuk gaes~

Kalau saya melihat iklan lowongan yang dibuka oleh Garuda Indonesia Training Center, syarat mendaftar jadi pramugari maskapai kebanggaan kita ini adalah WNI usia 18 - 27 tahun, belum menikah, berpenampilan menarik, berkepribadian baik, sehat jasmani dan rohani, pendidikan minimal SMU/sederajat, tinggi badan minimal 160cm maksimal 172cm, tidak mengenakan kacamata (softlense boleh maksimal minus 3), berat badan ideal, postur tubuh proporsional, dan bisa Bahasa Inggris. Tentu saya tidak bisa jadi pramugari Garuda, mata saya pas SD saja sudah silinder 3,25 wkwk. Di persyaratan rekrutmen Qatar Airways tidak tertulis tentang mata minus, hanya saja pas foto seluruh badan diharuskan tanpa kacamata yang berarti ya sebaiknya tidak menggunakan kacamata. Yasudah, buyar mimpi Bapak anaknya melenggang ganjen di udara~

Bagaimana dengan Philippine Airlines? Katanya PAL hanya merekrut orang-orang dengan special breed gaes, yaitu yang mencerminkan prinsip Heart of Filipino: Magaling, Maaasahan, Maalaga, Magalang, dan Malambing. Selain itu, syarat bergabung dengan PAL adalah harus suka menolong, membuat orang lain merasa spesial dan dipedulikan, memiliki sparkling personality, dan tetap tersenyum meski lelah bekerja—mantu idaman betul wkwk. Persyaratan teknisnya hanya soal TOEIC, usia, sehat jasmani rohani, dan bisa berenang 50 meter. Tidak disebutkan soal kacamata. Sehingga saya berkesimpulan ada kok maskapai penerbangan yang tidak masalah dengan pramugari berkacamata. Meski tidak banyak, tapi ada. Jadi, percayalah, pada diri dengan harapan dan keyakinaaan~

Mbak pramugari berkacamata dan alis tebal

9. Kenapa pesawat kebanyakan warnanya putih?
Saya gembira sekali saat Scoot Airlines itu hadir. Pasalnya saya suka sekali warna kuning—tapi belum berkesampatan coba naik. Meski ada kuning-kuningnya, warna dasar badan pesawat tetap putih. Kenapa ya?

Mungkin ini ada kaitannya dengan kemurahan harga. Murah disini ada dua hal, pertama karena ngecat pesawat itu pasti mahal (dan capek wkwk), dan yang kedua warna putih itu awet alias tidak bisa luntur—paling ya kusam saja yekan? Jadi hemat tidak perlu retouch.

Tapi ada alasan yang lebih serius lagi wkwk yaitu karena putih lebih bisa merefleksikan sinar matahari. Jadi suhu di pesawat akan lebih stabil khususnya saat siang hari. Tidak kebayang jika pesawat Batman harus keluar saat siang, didalam pasti sudah kelojotan seperti cacing kepanasan.

10. Kenapa penerbangan domestik sering delay? Kenapaaaa?
Direktorat Angkatan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (fyuh~) mencatat di tahun 2017, penerbangan domestik yang delay mrncapai 159.153 penerbangan atau selitar 19% dari total seluruh penerbangan domestik. Gila! Seratus lima puluh sembilan ribu seratus lima puluh tiga penerbangan! Duh saya emosi, pertanyaan ini kita skip saja ya gaes.

Pesawat Nam Air tahun lalu OTP (On Time Performance)-nya 92,6%!

11. Apakah mengaktifkan handphone benar-benar dapat menyebabkan kecelakaan?
Gaes-gaesqu disini termasuk umat yang mengaktifkan airplane mode saat naik pesawat kan? Kalau bukan, ya sudah, saya kasih tahu ini. Mengaktifkan telepon genggam di pesawat adalah dosa karena mengganggu orang lain. Lho mengganggu siapa? Pertama jelas saya. Sebagai umat yang tertib, melihat orang masih mengaktifkan telepon genggam—apalagi hanya untuk update group WhatsApp atau scroll feed Instagram, adalah hal yang menjengkelkan. Rasanya ingin berkata kasar.

Kedua, menggangu pak pilot. Jadi gaes, gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh telepon genggam yang aktif akan mengganggu sistem navigasi pesawat. Ketika ada telepon genggam yang aktif, maka pak pilot akan mendengar bunyi bzzzzzttt bzzzzttt pada headphones instead suara arahan petugas ground control. Jadi mau pesawat terbang ke jalur yang salah? Terus tabrak meteor? Lalu jatuh ke bumi? Lalu nanyi cepawececi hua sang ning~

12. Kenapa ada kursi yang sejajar persis dengan jendela?
Pernah suatu kali saya dapat window seat tapi yang sebal adalah jendelanya kok ada persis sebelahan dengan punggung kursi. Ini mah mau lihat awan saja sudah sengklek lehernya. Kenapa sih kok ada kursi begini? Eh, ada yang tahu? Saya tak tahu wkwk. Sengaja tidak sih ini?

13. Apa fungsi lubang kecil pada jendela pesawat?
Saking seringnya dapat window seat (alhamdulillah yah anak solehah), saya jadi ngeh ada lubang kecil di bagian bawah jendela pesawat. Saya kira tidak ada faedahnya, hanya ya tanda saja kalau itu kaca pesawat. Tapi ternyata ada maksudnya. Termasuk bentuk jendela pesawat yang oval begitu ada maksudnya lho sis~

Fungsi lubang kecil itu untuk meregulasi tekanan udara dalam kabin gaes. Kata Om Chappy Hakim kepada Kompas Travel, lubang di kaca itu termasuk bagian dari air conditioning and pressurization system. Kan saat pesawat ada di ketinggian, suhu udara menjadi berkurang, nah si lubang itu akan membuat suhu dan tekanan di dalam kabin dan di luar pesawat senyaman mungkin seperti atmosfer. Jadi udara luar akan menyatu sedikit-sedikit dengan udara di dalam kabin. Sedikit saja jangan banyak-banyak nanti masuk angin semua. Makanya lubangnya kecil segitu saja. Selain itu, fungsi si lubang kecil adalah supaya jendela pesawat tidak berembun karena dingin. Jadi penumpang bisa tetap ambil gambar langit dan pulau dan matahari terbit/terbenam, lalu dibuat video kece seperti @herjourneys wkwk

Lubang kecil di kaca terlihat setengah saja, biar penasaran wkwk

14. Kenapa ketika terbang saat cuaca buruk, kita tidak tersambar petir?
Jangan takut jangan khawatir, ini kentut bukan petir. Eh, petir ding! Petir iniiii! Lalu masih harus khawatir tidak sih? Jawabannya adalah tidak perlu gaes. Pesawat terbang memang dirancang sedemikian rupa agar aliran listrik dari petir bisa seperti di Monopoly alias hanya lewat. Lapisan luar pesawat mencegah aliran listrik terkonsentrasi di satu tempat sehingga tidam ada gangguan lonjakan energi.

Pakar fisika, Prof. Yohanes Surya menjelaskan bahwa pesawat memiliki 'penangkal petir' namanya static discharger. Alat ini lah yang bertugas melepas muatan-muatan listrik statis. Saat pesawat tersambar petir, muatan listrik akan mengalir melewati badan pesawat dan terkumpul di static discharger yang bentuknya seperti batang lancip. Nanti kalau sudah banyak, muatan listrik akan terlepas dengan sendirinya. Aman deh kita.


Sampai jumpa di penerbangan berikutnya ya
Yap, 14 misteri-misteri di pesawat sudah terpecahkan—minus 2 ding wkwk. Ya lumayan lah ya, pengetahuan nambah lagi. Blog ini semakin berfaedah dan semoga ada yang mau sponsorin apa kek naik pesawat tempur kek gitu supaya saya tambah pengalaman. Siapa tahu berbakat jadi pilot kan. Apakah masih ada pertanyaan tentang pesawat yang masih mengudara bebas dikepalamu?

10 comments

  1. Mbak, kritis banget sih... hal kecil lubang di bawah jendela aja penasaran hahaha...
    Aku pernah sih pas masih kecil, cuaca lagi cerah. Tiba-tiba ada tetesan air kena kulit tangan. Nggak hujan. Tiba-tiba ada tetesan.

    AKU CURIGA!
    JANGAN-JANGAN INI TETESAN AIR PIPIS DARI PESAWAT!!!

    Hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Vindyyy aku dulu pernah juga mikir gituuuu hahahaha! Aku jadi suka jauh jauh kalo ada pesawat lewat wkwkwk

      Delete
  2. Dulu waktu kecil sempat kepikiran juga soal tinja toilet dipesawat,masa jatuhnya me bawaah. Kalau pas kena orang kan berabe hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener! Banyak yaa ternyata yang kepikiran begini wkwk. Untungnya udah ada septic tank ya. Mungkin kalau masa-masa tahun sebelum 80an, bisa jadi ada poop terbang wkwk

      Delete
  3. nah aku salah satu yang pernah mikir klo pup di pesawat kayak di kereta bedanya dulu aku mikirnya pupnya dibuang klo pesawat lewatin laut wkwkwkk sungguh pemikiran yang gilani 🤣🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ke laut lumayan ya Mba Herva, bisa buat makan ikan wkwkwk

      Delete
  4. Jangankan pake kacamata, pas naik lufthansa ke Berlin, aku kaget pramugarinya ga cantik, ga ramping dan itu rambut cm diikat berantakan kuncir kuda wkwkwkwkw.. Beda jauh lah ama pramugari maskapai asia dan timur tengah yg mentingin banget penampilan. Apa kabar kalo dia msk ke SQ, yg pinggang melar dikit aja lgs di grounded :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama persis kaya pas aku naik KLM. Mungkin tiap perusahaan maskapai beda-beda kali ya, mau yang gondut-gondut gak papa yang penting service excellent wkwk

      Delete
  5. hahahahaha aku tuh ngak pernah kepikiran buat mikir soal bberapa pertanyaan diatas, karena biasanya tidur pulas di pesawat. Di garuda aku beberapa kali liat kacamata, di United juga kacamata dan udah tuir banget sampe udah ubanan ada juga hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dong! Aku juga tidur pulas di pesawat, sampai ada goncangan saja gak berasa. Wahahaha duh ya pramugari senior itu berarti ya, dan lupa ngecat rambutnya wkwk

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.