SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

'Mbak, Selimutnya Boleh Dibawa Pulang?' dan Jawaban atas 13 Pertanyaan Lainnya di Pesawat

Beberapa waktu lalu saya terbang ke Manila menggunakan pesawat Philippines Airlines. Ada satu hal yang baru saya temui di pesawat Airbus A321 ini. Jika biasanya life jacket berada dibawah kursi agak dalam dan horizontal, di pesawat ini berada persis di bawah kursi, didepan, dan vertikal. Sebagai orang yang terbiasa menekuk kaki ke bagian dalam kursi, hal ini lumayan mengganggu. Tapi poin bagusnya adalah saya tahu persis letak life jacket jadi kalau-kalau saya harus turun di tengah laut karena tidak tahan ingin berenang, bisa aman lah.

Mengamati kondisi dan hal-hal di pesawat sejauh ini menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan selain tidur, nonton film, baca majalah in flight, atau makan bekal. Apalagi jika maskapainya belum pernah saya naiki sebelumnya, rasanya seru sekali! Di tulisan kali ini saya mau cerita tentang hal-hal di pesawat yang membuat kita bertanya-tanya beserta jawabannya.

1. Kenapa lampu kabin harus dipadamkan saat take off dan landing?
Ini adalah misteri yang paling dasar. Pernah ada seseorang yang bilang kalau lampu di kabin dipadamkan adalah untuk menghemat bahan bakar. Dulu saya kira saat take off dan landing itu butuh energi yang besar sehingga yang dirasa tidak perlu mending dipadamkan agar dorongan ke mesin tetap maksimal. Seperti listrik rumah gitu lah, supaya tidak jeglek kan ada beberapa yang harus dimatikan.

Namun seiring waktu saya akhirnya tahu kalau pemadaman lampu tidak berkaitan dengan bahan bakar melainkan untuk keamanan, persis seperti kata mbak pramugari. Kenapa gitu gelap-gelap jadi aman? Jadi gengs, pernah nonton Critical Eleven? Wawasan pertama yang diberikan oleh Anya saat masuk ke adegan pertama adalah bahwa dalam dunia penerbangan ada sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Saat waktu tersebut, kondisi kita sebagai penumpang dan awak kabin harus dalam keadaan siaga karena secara statistik ya, 80% kecelakaan pesawat umumnya terjadi di critical eleven itu.

Hubungannya apa dengan lampu kabin? Jadi ketika memang harus terjadi apa-apa saat take off atau landing, kita bisa segera melihat penunjuk jalan di lantai pesawat yang akan mengarahkan ke pintu darurat. Bayangkan kalau lampunya nyala semua, tidak kelihatan itu garis-garis glow in the dark apalagi jika ditambah dengan panik. Hal ini—mematikan lampu—juga dilakukan ketika pesawat landing saat malam hari. Maksudnya adalah ketika ada keharusan evakuasi saat mendarat, penumpang sudah 'terbiasa' dengan kondisi gelap dan sudah lebih mudah melihat kondisi sekitar.

2. Dan kenapa juga katup jendela harus dibuka dan meja harus dilipat?
Nah ini kaitannya juga dengan keamanan. Saat berada di dalam pesawat, satu-satunya akses untuk kita melihat dunia luar adalah lewat jendela. Ketika pesawat sedang dalam kondisi waspada saat critical eleven itu, kita harus aware dengan kondisi di dalam dan di luar. Lewat jendela, kita bisa lihat apakah ada masalah di sayap atau baling-baling pesawat. Kalau tahu-tahu ada percikan api atau asap kebul, kita bisa infokan ke awak pesawat. Jadilah umat yang berguna bagi sesama, kisanak~

Selain jendela, yang perlu dipastikan oleh para awak pesawat adalah kursi ditegakkan dan meja dilipat seperti kondisi semula. Buat apa? Supaya saat melakukan evakuasi, itu kursi dan meja tidak menghalangi mobilitas penumpang. Masa iya mau bergegas menyelamatkan diri terus ketabrak meja atau kehalang kursi?

Katup jendela terbuka, kalau silau ya tutup saja sih wkwk~

3. Kenapa saat lampu kabin harus dipadamkan, tapi tetap boleh menyalakan lampu baca?
Saya ya bingung juga sih ini. Meskipun merasa ya sudahlah karena lampu baca pun warnanya agak kuning, beda sama lampu kabin, tapi lampu tetaplah lampu. Ganggu juga karena bikin silau. Menurut saya ini adalah salah satu usaha untuk membuat penumpang tetap nyaman. Ada lho yang memang harus baca buku supaya tenang. Ada juga yang tidak suka gelap. Jadi ya ada pilihan untuk tetap menyalakan lampu. Daripada tidur kan?

4. Kenapa saat penerbangan panjang, lampu kabin dibiarkan redup sepanjang waktu?
Sekali-sekalinya terbang yang lebih dari 10 jam adalah saat ke London. Sepanjang perjalanan lampu di kabin redup sekali, bahkan saya harus jalan perlahan untuk ke toilet karena takut injak tikus atau kesandung batu wkwk. Untung lampu di toilet tetap terang. Kondisi ini jadi sangat menyebalkan saat kita hendak nonton film. Pedas kali mata awak ini~

Sebenarnya alasan lampu kabin dibiarkan redup adalah untuk membuat penumpang istirahat dengan nyaman. Sudah tahu kan manfaat beristirahat dalam keadaan lampu mati (atau redup lah ya)? Kondisi ini sengaja dibuat agar penumpang tidak merasa kelelahan dengan waktu penerbangan yang panjang. Emosi pun akan lebih stabil. Kita bisa istirahat dengan nyaman karena kondisi dibuat seolah-olah sudah malam. Saat ke London waktu itu, dari 12 jam penerbangan sekitar 80%-nya saya tidur. Sampai di Heathrow saya benar-benar segar bugar.

5. Kenapa bantal dan selimut di pesawat tidak boleh dibawa pulang?
Yakelesssss brooooo! Menurut ngana itu souvenir gratisan? Begini kisanak, di kereta saja tidak boleh tuh bantal dan selimut dibawa pulang, masa iya kalau di pesawat jadi boleh. Lagipula maskapai sekarang menyediakan berbagai souvenir yang bisa kita beli mulai dari topi, bantal leher, kaus, gelas, tote bag, dan sebagainya. Beli lah~

6. Air mineral gelasan yang disajikan di pesawat kenapa kuntet-kuntet ya?
Ngeh tidak kalau air mineral gelasan yang diberikan untuk pendamping makanan kita ukurannya selalu kecil? Kecil kuntet, bukan kecil yang ukuran biasanya. Kapasitasnya hanya 120 ml dan tiga kali teguk juga sudah habis. Repot juga kalau kalau harus panggil awak kabin untuk minta minum beberapa kali.

Saya rasa kenapa dikasih minumnya yang kuntet begini adalah selain untuk menghemat ruang penyimpanan, juga agar kita tidak bolak balik toilet. Kalian tahu kan toilet pesawat itu baunya sungguh setengah mati tidak enak? Jika banyak yang beser dan tidak semua orang menjaga kebersihan yang hakiki, yakin lah itu toilet pasti bisa bikin muntah. Kalau muntah, PR menyebalkan untuk para awak pesawat ya kan? Selain itu, air mineral gelasan kuntet punya alas yang lebar, tidak menyempit seperti pada ukuran gelas normal, jadi tidak mudah jatuh/tumpah saat pesawat harus menukik tajam.

Air mineral kuntet

7. Harus diapakan orang yang kakinya suka tendang-tendang kursi didepannya?
Sadar tidak kalau semakin kesini, kursi pesawat makin ramping saja? Tidak percaya? Coba ukur. Saya sih sadarnya bukan karena mengukur, tapi merasakan betapa semakin mengganggunya dorongan lutut penumpang di belakang. Semakin kesini semakin mengganggu. Semakin kesini semakin membuat emosi. Harus diapakan orang-orang ini?

Memang punya kaki yang panjang tapi budget pendek membuat gaes-gaes jangkung ku terpaksa duduk di kursi ekonomi yang sungguh ngepas. Tapi bisa kan ya kalau tidak banyak gerak? Menurut saya, jika memang tidak nyaman duduk dengan kursi yang didorong-dorong, coba ingatkan baik-baik. Kalau masih tidak berubah juga, minta tukar kursi saja, sampaikan ke awak kabinnya. Meski seorang pramugari pernah bilang "Honestly, one of the hardest parts of the job is having to move the passengers because the passenger next to them is uncomfortable", tapi pasti tetap mau bantu kok.

8. Kemana siku penumpang yang duduk di kursi dekat jendela harus bersandar?
Saya adalah pecinta window seat. Mau penerbangan subuh, zuhur, ashar, magrib, isya, sebisa mungkin saya duduk dekat jendela. Rasanya lebih nyaman saja duduk dan melihat bahwa ruang saya tidak terbatas meski sebenarnya ya terbatas juga lha wong di dalam pesawat kok. Tapi saya suka bingung, tangan saya boleh tidak sih istirahat di sandaran kursi? Ini haknya penumpang tengah atau penumpang pinggir?

Jika melihat letaknya, maka sandaran itu milik kedua kursi yang mengapit. Tapi coba dengarkan ini. Orang yang duduk di dekat jendela, punya sedikit ruang lebihan dan bisa menyandarkan kepalanya ke jendela. Atau lebih nikmat lagi ruang antara kursi dan pesawat ditaruh bantal. Mewah ya gaes. Terus orang yang duduk di pinggir jalan, punya buanyak buanget ruang untuk sekedar selonjoran kaki atau mau meregangkan tangan dan punggung. Mewah juga kan gaes. Nah terus yang duduk ditengah gimana? Mau meregangkan kemana? Mau sandaran kemana? Mau selonjoran kemana? Tidak ada gaes. Kasihan. Makanya mending itu armrest diberikan buat dia saja. Setidaknya ada sedikit kemewahan yang bisa diperoleh meski tidak semewah selonjoran atau sandaran dengan bantal wkwk.

9. Kenapa ada pramugari (iya, biasanya selalu wanita) yang duduk di sebelah pintu darurat?
Ini pertanyaan teman saya sih. Dia beberapa kali dapat tempat duduk di kursi darurat dan heran kenapa harus ada mbak-mbak duduk menghadapnya. "Mana ada yang pakai kibas-kibas rok lagi kan ganggu", katanya. Kenapa ya harus ada yang duduk disitu?

Sebelum kita bahas si mbak pramugari, kita ingat-ingat kembali siapa saja sih yang diperkenankan duduk di kursi-nikmat itu? Sesuai UU No. 1 Tahun 2009 pasal 56 (1), yang boleh duduk di kursi  adalah yang mampu melakukan tindakan darurat. Pria atau wanita bebas yang penting sehat dan bisa bantu-bantu proses evakuasi baik dari buka pintu darurat atau mengamankan situasi. Nah darimana kita bisa yakin bahwa orang-orang yang disitu bisa diandalkan? Hmm, seperti mbak mantan pramugari senior bernama Gaea Peregrinor bilang bahwa pramugari itu juga memata-matai penumpang lho. Mereka memata-matai, mana penumpang yang kuat, nakal, juga yang disabilitas. Yang alay tidak diperhatikan ya, sorry nih. Jadi jikalau ada you-you yang terlihat lemas letoy disentil saja jatuh lalu nangis dan kebetulan dapat tempat duduk di kursi darurat, siap-siap di tukar. Dan you-you yang ganggu banget, mungkin akan dilempar keluar saja.

Mbak pramugari juga manusia~
Lalu jika sudah ada orang-orang kuat disitu kenapa masih ada pramugari yang duduk? Menurut saya, adanya petugas duduk disitu adalah untuk bersiap ketika ada emergency. Kita para penumpang tidak familiar dengan pintu darurat. Meski ada panduan tertulisnya, tapi kalau belum pernah punya pengalaman sama sekali ya tidak berani juga buka-buka pintu. Makanya ada awak pesawat yang bersiaga disitu.  Kenapa perempuan? Hmm, selain memang pramugari itu lebih banyak dari pramugara, mengingat kata mbak Gaea tadi, pramugari melakukan asesmen dan pengawasan pada penumpang-penumpang yang 'ditandainya'. Jadi biar enak memantaunya, duduk di kursi darurat saja. Pun wanita biasanya lebih jeli dalam mengawasi orang.

10. Bisa kah kita meminta selimut atau bantal tambahan?
Tolong bagi kaum-kaum yang tidak pernah naik pesawat kelas kakap, poin ini di skip saja wkwk. Jadi pertanyaannya kan bisa minta tambahan atau tidak ya, tapi coba kita mundurkan sedikit pertanyaannya, bisa kah kita minta selimut atau bantal ketika naik pesawat murah? Jawabannya bisa. Pesawat itu harusnya memang menyediakan selimut untuk darurat seperti ada penumpang sakit atau bayi kedinginan atau sebagainya. Dan kalau kamu memang minta selimut, pastikan bahwa kamu memang membutuhkannya ya.

Lalu bisakah minta dua atau tiga? Jawabannya bisa. Saya pernah naik pesawat dalam keadaan sakit. Badan menggigil dan lemas sekali. Saya minta selimut ke pramugarinya dan diantarkan. Ternyata tidak cukup hangat, lalu saya minta satu lagi. Dikasih dong! Baik banget sih hiks. Mungkin karena itu Garuda ya, saya belum pernah coba minta ke pramugari AirAsia atau Lion Air wkwk.

11. Kenapa tidak ada kursi disediakan untuk orang yang overweight?
Kembali lagi ke waktu saya terbang naik Philippines Airline, ada sejajar kursi yang isinya orang-orang besar semua. Literally besar ya. Gemuk besar sekali. Ada 3 orang, dua perempuan satu laki-laki. Semuanya duduk sejajar dalam satu deret. Saya lihat persis ketika si laki-laki yang duduknya pinggir jalan susah payah memasang seatbelt. Susah payah sesungguhnya ya. Sudah pol paling panjang tapi masih susah juga. Kasihan. Akhirnya dengan segala kekuatan mengempiskan perut, seatbelt terpasang. Hanya saja setelah itu jadinya tidak kelihatan. Jadi ikat pinggang.

Kenapa tidak ada kursi khusus untuk orang overweight ya? Kursi khusus yang diberikan ketika penumpang overweight itu benar-benar merasa tidak nyaman dengan kursi yang standar. Bayangkan betapa susahnya pasang seatbelt, susahnya membuka meja lipat, susahnya makan, susahnya tidur, susahnya selonjoran. Duh.

12. Kenapa banyak yang bilang makanan di pesawat rasanya aneh?
Bill Granger, chef yang sudah memiliki 13 buah restauran tersebar di berbagai belahan dunia bilang bahwa dia sangat menghindari sajian makanan pesawat. "If I'm hungry, I'll enjoy a glass of champagne and a packet of nuts", katanya. Saya rasa ini bukan karena tampilan makanan yang kadang cantik kadang berantakan, tapi rasa makanan yang cenderung jadi aneh saat di pesawat, seperti yang banyak orang rasakan. Tapi di saya agak berbeda ya, saya tidak pernah merasa makanan pesawat itu aneh atau hambar. Hanya enak dan biasa saja hahaha.

Tapi coba kita telaah alasannya ya gaes-gaesqu~

"Rasa adalah kombinasi antara kuncup lidah dan indera pencium. Kedua hal itu lah yang akan pertama hilang saat kita berada di ketinggian 30.000 kaki", begitu kata Russ Brown, direktur In-Flight Dining & Retail American Airlines. Menurut penelitian pun, ketika kita berada dalam ruang bertekanan udara maka persepsi rasa asin dan manis kita berkurang. Eh tapi hanya asin dan manis ya, rasa asam, pahit, dan rasa rempah hampir tidak mengalami perubahan. Tidak tahu deh untuk rasa micin wkwk.

Dan ternyata gaes, karena kita berada diketinggian dimana tekanan udara turun dan kelembaban udara di kabin berkurang tajam mengakibatkan sensitivitas lidah terhadap rasa asin dan manis. Hal itu juga mempengaruhi indra pencium yang karena udara kering membuat hidung tidak menghasilkan lendir yang berfungsi mencium aroma makanan. Makanya makanan pesawat jadi makin tidak enak saja.

Mau yang tetap enak rasanya? Daripada pesan makanan, mending minum jus tomat saja. 

Di atas langit ada langit dan kulit kering ciyn~
Minta coca cola supaya ada rasanya
 
 13. Kemana perginya pudding-pudding yang tidak dimakan penumpang?
Salah satu hal yang paling saya suka dari penerbangan panjang adalah dapat makanan pesawat. Beberapa maskapai yang pernah kasih saya makan antara lain Garuda Indonesia, Malaysia Airlines, China Airlines, Philippines Airlines, KLM, juga Malindo Air. Dan kudapan yang hampir selalu enak di pesawat adalah pudding. Jika tidak semua main course makanan pesawat itu enak, maka pudding pesawat selalu enak. Lalu saya pun pernah lihat orang-orang ada yang tidak makan pudding. Kok bisa? Kenapa? Whyyyy?

Ketika pudding itu enak dan selalu dalam keadaan sealed namun tidak ada yang makan, akan dikemanakan pudding itu oleh para awak pesawat? Saya tidak akan rela jika ternyata pudding-pudding itu dimakan oleh mereka semua. Atau disimpan lagi untuk penumpang berikutnya? Tapi kan dari pihak aerofood menyiapkan makanan sesuai jumlah penumpang, termasuk puddingnya. Lalu kemana pudding itu? Saya rasa puddingnya dimakan sama pak/bu pilot. Lumayan kan cemilan atau oleh-oleh anak di rumah wkwk.

14. Eh, kalau pilot-pilotnya sakit perut bagaimana?
Bukan karena kebanyakan makan pudding ya, karena rasa-rasanya pilot itu makanannya khusus. Super higenis, enak, dengan takaran gizi seimbang. Masa iya makanin pudding sisa penumpang. Kalau pilotnya mureee ya tidak tahu yha.

Tapi kalau memang pilotnya sakit perut karena makanan yang dimakan sebelum terbang bagaimana? Kan tidak ada yang bisa melarang pilot untuk makan ayam gepuk? Nah beberapa maskapai ternyata menerapkan peraturan bahwa pilot dan co-pilot yang akan terbang bersama dilarang untuk makan makanan dari sumber yang sama. Mereka harus makan di restauran berbeda, atau kalau pun makan di tempat yang sama, yang satu harus tunggu setidaknya satu jam untuk memastikan pilot yang lagi makan itu tidak keracunan atau sakit perut.

Bagaimana? Terjawab sudah beberapa hal yang membuatmu penasaran dengan berbagai hal di pesawat. Masih ada banyak misteri-misteri yang masih saya cari tahu jawabannya, nanti saya lanjutkan di bagian 2 yha, biar banyak gitu post di blog, biar kelihatan blogger banget wkwk. Kalian ada hal-hal yang bikin penasaran tidak di pesawat?

20 comments

  1. Hai mbak, salam kenal, saya yosa.

    First, aku suka foto-fotonya. Buatku sangat informatif dan warnanya juga cakep.
    Yang kedua, yaampuuuun sungguh sharing yang asik banget. Ada hal yang bikin aku bangga ketika aku punya tubuh kecil. Mau naek kelas apapun tetep longgar hehehehe. Banyak point yang enggak aku pikirkan sebelumnya terjawab di sini. Sampe aku engga sadar tulisannya udah mau kelar. ;p
    Yang ketiga, aku tunggu lanjutannya ya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahaha terima kasih Mba Yosa, ku tersipu-sipu nih wkwk. Iya punya badan kecil enak, kursi ekonomi pun bisa terasa lebar yah wkwk. Oke ditunggu ya lanjutannya~

      Delete
  2. Micin???? Berfaedah banget Hahahaha. Aku paling sebel klo pesawat baru landing org2 Indonesia langsung pd ribut berdiri ngurusin barang bawaan. Coba duduk tenang gitu sambil selfie >��������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa mba sambil selfie? Misteri baru nih hahahaha

      Delete
  3. Utk kenapa lampu hr dipadamkan / diredupkan (dimmed) ketika take off dan landing, setauku adalah biar kita bisa melihat keadaan diluar ketika emergency landing, terutama ketika malam/gelap, sehingga bs melihat ada keadaan yg mengganggu evakuasi atau tidak d sekitar dengan jelas (api, asap, dll). Pernah iseng membandingkan, tnyt emg bener, kalo lampu terang cahaya akan mantul dan malah ga bs lihat keluar. �� menarik Justin...

    Ginz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih sekali info tambahannya ya Ginz :)

      Delete
  4. Hahahaha eh tapi buatku makanan pesawat enak2 aja :p. Tapi terjawab ttg yg harus matiin lampu saat landing itu.. Yg aku bingung ya, kenapa awak kabin daro perusahaan timur tengah dan asia, sllu cantik2, ramping, dan pinggang kecil banget, sementara awakbkabin dr eropa dan amerika kebanyakan tua, judes boro2 ramping bahkan ada yg kacamataan :p. Tapi selagi mereka bisa jalanin tugasnya, walo suka judes, gpp lah :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pernah naik KLM itu awak kabinnya senior semua tapi sangat helpful dan luwes. Mereka sepertinya sudah paham sekali karakteristik dan kebutuhan penumpang, karena sigap betul kalau ada apa apa. Kalau pas ketemu yang judes, jangan dijudesin balik ya Mba, siapa tau dia lagi PMS wkwk

      Delete
  5. Ngerasain banget mbak duduk di tengah itu gak enak, gak bisa ngapa ngapain hehe
    Nice sharing mbak, tulisannya asik dan enak dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya yang tengah bisa santai sandaran Mba tangannya, cuman memang gak bisa bebas bergerak. Tapi saya tetap bisa ngulet kalo duduk di tengah wkwk. Makasih apresiasinya mba anisa :)

      Delete
  6. Mba saya mau tanya,
    Klo misal makanan yg disediakan di pesawat(bukan snack) bisa dibungkus ga ya? Misal pas lg puasa, di pesawat dpt makan siang trus kita bawa tempat makan sndiri boleh ga ya makanannya dipindahin trus ke tempat makan kita buat dimakan nanti? Trims ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dong. Saya beberapa kali melakukan itu hahaha. Pun ketika puasa juga saya request makanannya datang pas magrib saja (kalau masih terbang ya), itu juga boleh kok :)

      Delete
  7. bahahahhahaha aku baca mesem mesem dari awal sampe akhir .... keren euy bisa ngerangkum pertanyaan pertanyaan yang absurd

    kupikir cuman aku doang yang suka bertanya-tanya gaje gitu.

    ayoooo bikin lagiiii aku jadi followers mu neh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo diperhatiin memang banyak hal lucu Mba yang bikin penasaran kenapa begini kenapa begitu wkwk. Okee ditunggu yaaa :D

      Delete
  8. Nomor 7 paling gengges banget ya hahaa. Thanks for sharing Justin, aku suka nih post FYI begini, bagus dan banyak yang aku baru tau :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gengges dan bikin emosi Mba Dixie. Aku sering banget kesel lagi tidur terus ada yg tendang-tendang wkwk. Iya semoga bermanfaat yah :D

      Delete
  9. Informatif dan :)))

    Cara ceritanya renyah banget ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampuuun dikomentarin sama orang yang dulu zine-nya pernah ku baca pas kuliah :') Makasih Mba Sundea yaaa

      Delete
  10. Halo :) betapa menyenangkannya bisa tersasar di blog ini. Infonya asyik, bahasanya renyah kayak keripik kentang balado :)

    Soal selimut, aku pernah naik Scoot pas umroh eh sama FA-nya seluruh selimut disuruh "bawa rumah" alias bawa pulang (ini karena FAnya orang Singapura yang mencoba berkomunikasi dengan buk-ibuk rombongan umroh dari Indonesia haha).

    Lumayan deh, bisa bawa selimut. Bahkan yang gak kepake penumpang sebelah juga disuruh ambil hahaha.

    Salam dari Palembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahaha, mas itu keknya maskapai scoot tau banget buibuk Indonesia mesti suka bawa pulang selimut, jadi mending sekalian dikasih aja wkwkwk.

      Selamat datang mas yan di justinlarissa.com 😆😆 sering-sering mampir lho yaaa

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.