SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

Foto Esai: Mari Kita Berjalan-Jalan Sebentar keliling New York

Jika kamu berada di New York, apa yang kamu akan lakukan? Menyanyikan lagu Welcome to New York sambil menari di sekitaran broadway? Napak tilas di 9/11 Memorial & Museum? Atau jajan makanan kekinian seperti @yukianggia lakukan saat ini? Karena seperti kata Taylor Swift, (we) searchin' for a sound we hadn't heard before (in New York), saya persembahkan foto-esai Ibu Kota Amerika berkolaborasi dengan Nabilla, Agung, dan Mas Tegar—teman-teman saya yang sudah duluan menginjakkan kaki ke NYC.

Places

Brooklyn Bridge

Bagi umat-umat pecinta The Amazing Sipder-man, mesti familiar dengan adegan-adegan saat manusia laba-laba itu mengayun di antara jembatan besar. Nah itu dia ada di Brooklyn Bridge, sebuah jembatan suspensi tertua di Amerika dan terpanjang di dunia. Sungguhan panjang banget! 1.825 meter! Teman saya butuh satu jam untuk menyusuri jembatan dengan jalan kaki (sambil foto-foto). Ya sebenarnya bisa naik sepeda atau taksi sih, tapi namanya juga tidak tahu wkwk.

Selain menyeberangi dari atas, untuk menikmati jembatan yang resmi dibuka pada tahun 1903 ini bisa juga dengan naik kapal ferry melintasi East River, lalu keliling melihat Patung Liberty. Kalau ingin naik kapal, kita bisa booking tur di The Battery Park. Ada banyak sekali agen tur yang menyediakan jasa ini, jadi jangan khawatir kehabisan. Sekali tur harganya $35 per orang untuk keliling sekitaran jembatan dan Patung Liberty. Tapi kalau mau yang seharian city tour juga ada, harganya $75 per orang. Mayan uga yah~

American Museum of National History

American Museum of National History adalah salah satu museum terbesar di dunia. Terletak di Upper West Side, Manhattan, museum bergengsi ini terdiri 6 lantai yang memiliki planetarium, perpustakaan, dan banyak exhibition halls yang menampilkan koleksi bersejarah dari seluruh dunia. Saya penasaran, darimana semua barang-barang koleksi museum diperoleh? 


Salah satu yang menyenangkan di New York adalah banyak spot untuk duduk bersantai, salah satunya di anak tanggan depan museum ini. Karena dia berada di kawasan wisata, tempat ini bersih dan terawat, tidak ada parkiran, dan pemandangannya cantik. Coba lihat pohon-pohon oranye dan merah itu, lalu didepannya terbentang luas Central Park, siapa yang bisa menolak piknik santai sambil menyesap cokelat panas? Aku sih yes.


Salah satu hal yang menarik di dalam museum adalah banyak fosil dinosaurus besar-besar sekali. Bahkan dari pintu masuk utama sudah bisa melihat barosaurus yang menjulang tinggi dengan leher dan ekor yang panjang. Pertanyaan saya sederhana sih, ini fosil betulan tidak ya? Masa kalau betulan dipamerin begitu, kalau hilang gimana? Kalau ahli hisab cari gimana? Kalau malam-malam hidup gimana?


Lobi utama museum, nah itu yang menjulang tinggi adalah barosaurus. Di foto ini, pintu masuk museum ada di sebelah kiri, termasuk loket tiket. Yang menarik dari museum ini adalah ketika mau beli tiket masuk, kita dibebaskan mau bayar berapapun bahkan boleh tidak bayar meskipun ada tertulis tarif tiketnya. Kalau saya yang disana mungkin ya tidak akan bayar wkwk. Kamu gimana?


Salah satu replika hewan yang ada di museum. Sumpah saat lihat dari jauh saya kira ini betulan. Saya pun bingung, karena pergi ke savana terbuka melihat hewat-hewan bukan khas Nabilla, ternyata memang ini bohongan wkwk. Selain hewan, museum juga memiliki replika manusia lokal mengenakan baju daerah. Yang lucu lagi adalah museum banyak menampilkan kebudayaan dari berbagai benua, namun eksibisi suku asli Amerika,  Native American atau kita juga mengenalnya dengan Indian, adanya di pojokan tidak populer. Benar-benar khas sekali orang Euro-Amerika ini ya hmmm~

Central Park, Manhattan

Tupai, satu dari sekian penghuni tetap Central Park ini ramah-ramah. Dia tidak takut dengan manusia dan suka dekat-dekat minta makan. Sama sih seperti yang saya temui di Inggris, hanya yang namanya kelompok ya pasti ada saja yang menyebalkan. Jadi tetap hati-hati. "Disana ada yang jual makanan untuk dikasih ke tupai gak?", tanya saya ke Nabilla. "Gak ada, tapi yang jualan makanan buat kita ada", jawabnya dilanjut dengan menyebutkan jajanan yang ada di Central Park seperti hotdog, waffle, es krim, dan cokelat panas. Tapi mending sih tidak usah jajan disini, mahal dan tidak worth it.

Seperti yang sering terlihat di film-film Marvel dimana lokasi shooting-nya kebanyakan mengambil latar di Amerika (yaiyalah...), bus sekolah ini memang cukup ikonik dengan warna kuning, desain klasik, dan biasa disupiri oleh bapak-bapak tua. Tapi ternyata kisah nyata bus sekolah tidak seindah yang kita lihat di film. Per tahun 2015, tercatat sudah ada 1000 pengemudi/petugas bus yang dipecat karena perilaku tidak pantas seperti menurunkan celana di halte, pipis saat didalam bus (dengan tampungan air), dan sebagainya. Benar-benar meresahkan gaes~

Central Park adalah landscaped public park pertama Amerika dan meski terlihat effortlessly beautiful, Central Park dulunya dipenuhi oleh lumpur, rawa, dan batu-batu. Bahkan tanah alaminya tidak mampu membuat pohon-pohon itu tumbuh subur sampai perlu impor tanah dari New Jersey. Dan tahu kah kamu, tempat ini dulunya merupakan Desa Seneca yang 1500 lebih penduduknya dianggap sebagai "penghuni liar" sehingga tanah mereka dibeli atau kalau tidak mau, mereka digusur paksa. Hmmm.

Salah satu spot cantik di Central Park adalah di Oak Bridge yang berada di Bank Rock Bay, sebelah utara The Lake . Dari sini bisa melihat cityscape Manhattan dengan frame pepohonan khas musim gugur yang dramatis. Sebenarnya ada beberapa danau di Central Park, satu yang paling besar namanya Jacquelline Kennedy Onassis Reservoir dan dikelilingi oleh Shuman Running Track. Lokasinya berseberangan dengan The Lake dan dekat dengan lapangan baseball.

Menurut Mas Tegar, Central Park adalah oasis pelepas penat dari padatnya perkotaan. Apalagi New York itu ramai betul, jalanan macet, simpang dipenuhi orang-orang, serta kehidupan yang terlihat sibuk—begitulah yang sering terlihat di film. Oh bagi pecinta The Beatles dan sedang main ke Central Park, pastikan kamu 'ziarah' ke Strawberry Fields Memorial Park yang dibangun sebagai memoir meninggalnya John Lennon. Lahir di Liverpool, meninggal di New York, how do you sleep~

Times Square


Times Square—yang sebenarnya secara geometrik tidak berbentuk square, adalah persimpangan ikonik Kota New York. "Aku pingin belanja", kata Nabilla lantang saat saya bertanya apa yang terpikir pertama kali tentang Times Square. Hmm, melihat bahwa teman saya sangat berapi-api soal tempat yang memiliki nama asli Longacre Square ini, saya merasa geli karena konon dulu tahun 60-80an, Times Square merupakan pusat pornografi lho! Jika sekarang papan-papan reklame terang menderang itu menampilkan iklan dan cuplikan film, dulu disini banyak bioskop film porno. Hmmm~

Meski begitu, Times Square memang sangat mempesona khususnya saat malam hari. Neon reklame besar-besar dan terus bergerak kelap-kelip, orang yang berkerumun meriah, rasanya tidak heran kalau tempat ini jadi lokasi favorit untuk shooting film dan merayakan tahun baru.


Foods


Outback Steakhouse di sekitaran 5th Avenue dan dekat Sephora ini model dagingnya beda lho sama yang di Indonesia. Dagingnya besar sekali. Pilihan sayurnya bisa broccoli cheese, caesar salad, dan selain steak, mereka menyediakan banyak pilihan burger yang sungguh akan membuat kita yang sudah banjir iler sebelum bahkan hanya melihat gambarnya. Kalau kamu kesini ramai-ramai, mereka juga punya menu platters mulai dari chicken wings, sate udang bakar dengan bumbu garlic herbs dan tomato basil, baby back ribs, daging ayam krispi dengan cocolan saus honey mustard atau buffalo sauce, dan lain sebagainya. Untuk urusan steak, ada yang menarik dari restoran ini, yaitu mereka ada steak yang 'dibumbui' secara natural oleh aroma bakar kayu oak—dan kamu juga bisa minta dia dipanggang secara original.

Tahun 2012 silam, Michael Bloomberg, Wali Kota New York, mengusulkan larangan penjualan minuman manis di restoran, kios makanan, toko makanan, dan bioskop. Minuman manis maksudnya minuman dengan pemanis yang mengandung lebih dari 25 kalori per 8 ons cairan. Hal ini didasari angka statistik yang menunjukkan 58% orang dewasa dan 40% siswa sekolah di New York mengalami obesitas. Pantas, setiap saya sedang mencari 'harta karun' di pasar awul-awul, baju bekas dari Amerika selalu berukuran terlalu besar—meski harganya murah wkwk.

Lalu apa hubungannya dengan gambar diatas? Tahu tidak, menurut Nabilla, satu porsi pasta ini sebenarnya bisa dinikmati oleh 3 orang! Banyak banget! Porsi makan Nabilla ini normal, jadi ya berarti memang besar. Harganya pun hanya $9, gimana tidak besar-besar badannya ya ciyn~

Roti besar-besar ini gratis. Sesungguhnya kalau ingin hemat, pesan satu makanan saja dan lengkapi dengan roti ini, sudah kenyang. Bahkan bisa dibungkus juga, jadi rajin-rajin lah bawa Tupperware wkwk. Eh itu Delfi ChicChoc akhirnya merasakan jalan-jalan keluar negeri juga. Selamat ya.


Mas Tegar bilang semua makanan di New York enak. Dari yang murah sampai yang mahal enak semua. Nah makanan diatas adalah makanan prasmanan dan harganya bisa pilih mau yang $9, $12, dan $18. Jadi kamu bisa pilih mau makan apa saja, lalu nanti pelayannya yang ambil. Porsinya wah luar biasa banget! Banyak! Selain mac n'cheese, ayam goreng, dan salad, kamu juga bisa pilih nasi biryani, pasta, kentang goreng, mashed potato, bumbunya pun banyak pilihan bisa pure cheese, carbonara, creamy sauce, wah bahagia wes!


Spots

Ini adalah persimpangan di depan The Metropolitan Museum of Art, atau bisa saya simpulkan bahwa pemandangan ini yang dilihat oleh Blair Waldorf dan Serena Van Der Woodsen ketika sedang saling curhat di The Met. Seperti kata Agung, berada di New York feels like you're in the movie, khususnya yang penuh nostalgia masa muda untuk kita generasi-hampir-lawas ini.

St. Patrick's Cathedral, salah satu bukti Euro-Amerika 'pindahan' tidak tanggung-tanggung.

Gemerlap bangunan ini di foto dari Top of The Rock, sebuah tempat untuk melihat New York 360°. Untuk bisa masuk, kita harus bayar dan dibatasi waktunya karena sungguhan ramai sekali. Karena pengunjung dibagi dalam gelombang-gelombang, paling enak pesan secara online di website resminya supaya dapat jadwal yang sudah pasti. Paling indah memang naik saat matahari hendak terbenam, New York jadi luar biasa photogenic! Daku kasih bocoran (dari Nabilla), masuk kesini itu bayarnya mahal wkwk.

Salah satu sudut pusat kota New York. Bangunan klasik berdampingan dengan yang modern rasanya tidak pernah terasa bosan untuk diabadikan. Buat dikau-dikau yang hobi fotografi, Mas Tegar bilang banyak spot foto menarik. Dari bangunan dengan arsitektur tua sampai gedung-gedung yang dicoret-coret vandalisme pun tetap menarik karena artistik.

Suasana New York saat siang. Teman saya bilang bahwa menyeberang di New York tidak susah dan orang-orang sudah sangat teratur. Meski banyak juga yang melanggar lalu lintas karena tidak tahan dengan banyaknya lampu apil di banyaknya persimpangan, tapi mereka menghargai yang menyeberang.

Bagi yang pernah ke Eropa pasti menduga-duga, apakah gedung-gedung khas ini memang gayanya Amerika atau influence dari Eropa?

Patung emas yang terletak persis di persimangan 5th Avenue 59th street, adalah salah satu bentuk memorial terhadap pimpinan Perang Saudara Amerika yang bernama Jendral William T. Sherman. Selain patung, tokoh militer ini juga menjadi inspirasi nama pohon sequoia raksasa terbesar di dunia yang berada di Giant Forest, Taman Nasional Sequoia, AS. Pohon bernama Jenderal Sherman itu usianya sudah 2000 tahun lebih lho!


9/11 Memorial & Museum adalah salah satu tempat yang sentimentil, khususnya untuk teman saya, Agung. "Sedih", katanya. Musibah yang memakan korban ribuan jiwa ini memang membuat merinding siapa saja yang mendengar ceritanya, apalagi saat mendatangi memorialnya. Jika ingin membayangkan rasanya, mungkin sama seperti saat saya mengujungi Museum Tsunami Aceh. Haru, sedih, merinding.

Gedung World Trade Center yang baru.

Jam menara Trump Tower, yang menurut saya lebih menarik ketimbang gedungnya sendiri. Mungkin karena ada keluarga presiden tinggal disitu, dan juga jadi markas utamnya The Trump Organization. Saya tidak suka Trump, karena namanya mirip trumpet wkwk. Ah pokoknya jam ini bagus sekali. Klasik dengan putaran analog, lalu warna dalamnya biru muda tampak kontras dengan casing luarnya yang gelap.

Ini tampak pintu masuk Trump Tower yang ya lumayan gemas juga sih dengan ornamen natal. Tahu tidak, traveler zaman now sudah tidak tertarik lagi dengan kemahsyuran Rockfeller Center, Empire State Building, atau Freedom Tower karena lebih suka dengan bangunan pencakar langit milik presiden yang warna rambutnya lebih pucat dari rambut Barbie ini. Meski Trump Tower ini dijadikan kantor Wayne Enterprise di film The Dark Knight Rises, tapi jangan lupakan sejarah ya nak.

Flatiron Building yang ikonik.


New York Public Library

Bagi para pecinta serial drama fenomenal—yang terdrama sedrama-dramanya wkwk—mestinya familiar dengan tempat bersejarah khususnya bagi Dan Humphrey karena tempat ini lah saat dia pertama kali melihat wanita semok-seksi-cantik-suka-nganga bernama Serena Van Der Woodson. Apa namanya pemirsah? Yak Grand Central Terminal!

New York University.



Semua foto milik Nabilla Aghnaa dan diedit oleh Justin Larissa. Kontribusi cerita dari Nabilla, Agung, dan Tegar, esai dikembangkan oleh saya—yang belum pernah kesana wkwk. Terima kasih Google.

4 comments

  1. pohon yang daunnya menguning eksotis

    ReplyDelete
  2. Pingin banget santai di Central Park gegara nonton serial/film setting-nya sering di sana.. :D Sama ke Museum National History juga liat fosil dino, impian banget.. :D

    ReplyDelete
  3. I love Central Park! Was there for about 5 hours and still want it longer. Hahaha.

    ReplyDelete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.