SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

Percayalah, Warga Sipil (Pas-Pasan) pun Bisa Keliling Dunia dengan Asas Hemat Pangkal Kaya

Gaes-gaesku yang baik hatinya, siapa di sini yang sangat ingin mengikuti Work Tip dari @slowtravelstory ini: stand up, stretch, talk a walk, go to the airport, get on a plane, and never return? Saya sih mau dong! Nomadic living is awesome you know! Tapi saya mau ada syaratnya, yaitu tetap kaya raya sejauh atau selama apapun saya traveling. Asyik kan bosqu~

Meski AirAsia masih konsisten menjaga manifestasi Now Everyone Can Fly, fakta bahwa traveling membutuhkan banyak uang bukan lah dusta. Apalagi warga sipil yang masih bekerja kantoran, dimana waktu traveling tidak cukup fleksibel sehingga kesulitan mendapatkan promo harga pesawat, harus pintar-pintar mengelola keuangan agar dapat terus melancong dan menikmati hidup dengan sebaik-baiknya. Saya dan Mas Gepeng masih jatuh bangun dalam hal pengelolaan keuangan—jatuh miskin, bangun tak kaya pula ya kan wkwk.

Saya rasa persoalan ini banyak dialami oleh para kekanca yang masih kantoran dan punya mimpi keliling dunia. Di saat cuti terbatas atau susah diambil, harga tiket tak dapat yang murah, lalu ada cicilan rumah, kartu kredit sudah bengkak, bayar premi asuransi juga, beli susu anak, makan di luar, ah bisa apa kita ini wahai kaum menengah? Tapi percayalah, kita pasti bisa keliling dunia apapun pekerjaannya.

Kembali lah pada Hemat Pangkal Kaya
Jargon yang biasa tertempel di meja belajar kita ini sungguh ada faedahnya lho bahkan sampai sekarang. Jika dulu kita mengartikan jargon dengan tabungan yang banyak sampai akhirnya bisa beli Tamagochi impian (yang biasanya sudah ekstra penyangga dan gantungan kalung), nyatanya jargon ini adalah dasar ilmu dari pengelolaan keuangan lainnya yang sebenarnya ya, ada buanyak sekali. Jadi spasi antara 'Hemat' dan 'Pangkal Kaya' itu ada banyak trik, khukhukhu~

Bagaimana cara berhemat itu sesuai preferensi masing-masing, entah mau menekan biaya makan, belanja bulanan, hemat listrik, tidak menggunakan ATM, rajin masak, rajin puasa Daud, bawa botol minum setiap hari, bungkus pas kondangan, dan lain-lain, namun perlu ditekankan bahwa hemat itu benar-benar pangkal kaya gaes. Benar-benar pangkal kaya.

Saya tidak terlahir dengan kemampuan menabung, tapi saya lihai dalam berhemat. Maksudnya meski saya suka boros juga, saya tetap bisa bertahan jika harus berhemat (gemini mempunyai dua kepribadian, paham kan?). Salah satu hal yang awalnya impossible menjadi I'm possible selain Merry Riana adalah saya dan Mas Gepeng bisa bertahan dengan Rp2,5juta per bulan untuk hidup sehari-hari. Apa? Dua setengah juta? Bep, fyi yah uang segitu baru berlaku sejak Maret kemarin pas saya naik gaji. Sebelumnya? Dua juta saja. Seriyes? Bisa kah? Bisa kok. If there's a will, there's a way kalau kata Febrian. Percayalah, dimana ada hemat, disitu ada yang berlebih.

Salah satu hal paling menakjubkan buat kami adalah bisa pergi ke Inggris pakai uang sendiri. Perjuangannya luar biasa dari benar-benar hidup irit, menabung, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan misalnya ikut kondangan biar makan gratis, atau makan sebanyak-banyaknya saat ada yang traktiran wkwk

Paksalah dirimu untuk menabung rutin
Jika kamu belum punya guts untuk menabung rutin dengan 1001 alasan, maka kamu bisa minta bantuan pihak lain untuk mengevaluasi kondisi keuanganmu. Karena asli gaes, kita sering tidak sadar bahwa sesungguhnya perencanaan keuangan kita tuh berantakan haha. Seperti yang saya lakukan awal tahun ini yaitu minta bantuan financial planner (cabutan wkwk) untuk melihat apakah kondisi dan strategi keuangan saya sudah sehat atau masih bengek.

Setelah melakukan analisa terhadap kondisi keuangan saya dan Mas Gepeng tahun 2017 lalu, si financial planner mengatakan bahwa saya harus melunasi dan tutup kartu kredit serta menyediakan dana darurat. Dia juga bilang untuk bisa nyaman menikmati hidup, sebaiknya punya simpanan dana darurat yang nominalnya 3 atau 6 kali biaya hidup kita sebulan.

Nah menabung adalah untuk ini, menyediakan dana likuid yang dipakai sehari-hari bahkan dalam keadaan darurat. Jangan sampai deh kalau tahu-tahu kita sakit dan harus ke dokter, eh pinjam uang kesana kemari, tidak cool itu gaes~ 

Jika menabung menurutmu adalah hal yang sulit karena tidak tahan godaan baju-baju di Pull & Bear atau indahnya sepatu-sepatu Adidas, coba buat sistem auto-debet direkeningmu. Sistem ini memungkinkan sejumlah uang ditarik secara otomatis pada waktu tertentu dan dipindahkan ke rekening yang lain. Jadi sebelum khilaf belanja menyerang, sisihkan sekian persen untuk ditabung di rekening lain. Apalagi niat mau ke New York tahun depan? Gunakan fitur ini untuk mempersiapkan perjalananmu supaya tidak perlu mengemis kehabisan dana di negeri orang yha—ingat kata Amrazing, beg-packer itu is a BIG NO.

Tabungan sendiri bisa kamu pisahkan sesuai jangka waktu dan peruntukkannya. Misalnya untuk sekolah S2, kamu harus punya tabungan jangka menengah. Atau mau keliling Eropa setahun penuh, kamu harus jual diri menyiapkan tabungan jangka panjang. Sesuaikan saja rencana tabunganmu.

Selain tabungan di bank, jangan remehkan celengan lho bepqu. Satu-satunya menabung yang tidak dipaksa adalah menabung receh. Percaya tidak, kami beli Unilever Pure It dengan uang koin recehan? Bahagia sekali rasanya uang receh berfaedah plus kami tidak perlu lagi refill galon. Kami memang selalu menyimpan receh di celengan karena tidak pernah dipakai. Jangan remehkan uang kecil-kecil begini. Selain bisa untuk kasih tukang parkir atau pengamen, jika bisa disimpan sampai satu toples celengan penuh bisa buat makan steak Holycow tiga kali!

Tips kecil lain dari Simone Milasas, penulis buku Getting Out of Debt Joyfully adalah menabung dari uang kembalian. Misalnya kamu makan lalu ada uang kembalian Rp5.000, langsung saja tabung masuk celengan. Tak masalah urusan jumlah, karena membiasakan hal ini membuat kita merasa aman karena telah mulai menabung.

Cari motivasi terbesarmu untuk menabung dan mengelola keuangan dengan baik, contohnya ingin keliling dunia dengan orang kesayangan tanpa pusing dengan masalah keuangan

Mulai investasi yuk
Setelah berhemat, uang yang available kan jadi banyak tuh, uang-uang ini lah yang menjadi bahan dasar dalam proses 'Pangkal Kaya'. Lalu pundi-pundi kebahagiaan ini diapakan ya?

Saya sudah hafal betul setiap ikut kelas SPM (Sekolah Pasar Modal) atau kelas pintar menabung atau ya kelas-kelas semacam itu, pembicara—yang biasanya financial planner atau orang sekuritas—mengatakan bahwa return menabung sangat kecil dibandingkan dengan investasi. Selisihnya bisa 6-8% bok! Malah ada ilustrasi begini, ketika kita taruh sejumlah uang di tabungan, saat kita tengok 10 atau 20 tahun lagi, nominalnya malah jauh menurun karena tergerus uang administrasi, pajak, juga bunga yang diperoleh tidak berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi setiap tahun. Sedih aqutu dengernya~

Jadi umat-umat pembaca yang saya cintai, jangan berpegang teguh pada tabungan, mulai lah investasi—untuk informasi beda tabungan dan investasi, silahkan baca ini. Setelah 3 tahun menikah, saya sudah mulai berinvestasi di tahun pertama karena sungguh suwer saya tidak pandai menabung. Dan investasi ini ternyata adiksi ya haha. 

Memilih instrumen investasi yang cucok
Langkah investasi pertama yang saya lakukan adalah ambil KPR. 'Lho kan bunganya besar itu', kamu bertanya. Memang besar sekali, bahkan mungkin ini lah kenapa agama melarang kita ambil KPR karena kredit itu jahad! 'Terus kenapa tetap ambil KPR', kamu bertanya lagi. Karena dengan nominal yang sama, sebelum saya ambil KPR, uang itu tidak ada bekasnya, pergi begitu saja tidak jelas. Namun untuk mengambil KPR ini memang kita harus mempertimbangkan banyak aspek. Kalian bisa lihat di highlights KPR Instragram Jouska, di situ ada penjelasan soal pertimbangan membeli rumah.

Langkah berikutnya adalah saya mulai investasi saham. Memilih instrumen investasi ini sifatnya personal sekali ya gaes sesuai profil risiko kita masing-masing. Profil risiko adalah suatu cara untuk mengetahui karakter kita ketika menghadapi risiko investasi. Aspek pertimbangannya antara lain dari usia, tahapan kehidupan, kebutuhan likuiditas, juga jangka waktu investasi. Dengan mengetahui profil risiko, maka kita bisa tahu instrumen investasi apa yang tepat untuk kita. Coba cek profil risiko kamu di sini.

Hasil asesmen terhadap profil risiko menunjukkan bahwa saya agresif, maksudnya adalah saya dapat bertoleransi dengan baik terhadap risiko yang terjadi, risk-taker gitu lah, masih bisa tidur kalau tahu-tahu rugi karena penurunan harga saham. Makanya saya merasa sangat cocok dengan instrumen saham, meski saya juga punya DPLK yang kelolaannya mirip dengan reksa dana—ingat, gemini kepribadiannya dua wkwk. Baru 8 bulan mulai, saya nyatanya sangat suka investasi ini.

Selain saham, instrumen investasi lainnya yang high risk high return ada trading forex (foreign exchange), atau sederhananya perdagangan mata uang asing. Kedengaran keren? Iya ember, tapi ini (kayaknya) lebih susah dari saham wkwk tolong jangan tanya qu taq paham kak~ Jika kamu tipe profil risikonya konvensional, bisa investasi ke obligasi atau reksa dana. Investasi ini akan memberikan return pasti namun jangka waktu lebih lama. Investasi saham jika tidak di-trading-kan, sebenarnya bisa jadi moderat juga karena hanya ditanamkan saja terus secara rutin, tidak di otak-atik sampai tahu-tahu sudah bisa buat beli tanah berhektar-hektar (uuu ngeri ceu!).

Perlu di ingat ya bep, sebelum memilih instrumen investasi, pastikan kamu sudah memahami profil risiko dan tujuan investasimu supaya tepat guna. Lalu saat sudah memilih, misalnya mau beli obligasi, pastikan kamu beli obligasinya perusahaan yang sudah terjamin performanya, jangan yang abal-abal wkwk.

Tujuan akhir dari semua perjuangan finasial
Siapa di dunia ini yang tidak ingin memiliki kebebasan finansial? Tidak pusing besok akan hidup dengan apa, bisa menjamin anak sekolah setinggi-tingginya, bisa hidup dengan 'pantas', memiliki passive income, tidak punya cicilan, atau dalam kasus saya, bisa keliling dunia tanpa khawatir akan jatuh miskin, siapa yang tidak mau? Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Sekali lagi saya sebagai penggemar Merry Riana mengingatkan bahwa I'm possible!

Dan sebelum semuanya, biasakan untuk selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan dan berbagi lah dengan sesama. Berterimakasihlah atas pendapatan dari hasil usahamu, selalu optimis bahwa uang itu pasti cukup, bahkan bisa kamu putar di investasi. 'Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit' juga adalah jargon yang benar adanya. 

Kelola keuangan supaya bisa traveling happy!
Happy gesture when you tidak peduli apa yang akan terjadi pokoknya traveling wkwk
Jadi teman-teman yang masih pas-pasan dan bercita-cita luhur, bersatulah! Kita harus saling mendukung ya. Silahkan kalau ada masukan, ide, pertanyaan, bisa tulis di kolom komentar nanti kita diskusikan. Tolong agan-agan yang mau nawarin gadai BPKB atau KTA cukup di SMS saja ya jangan di sini wkwk.

10 comments

  1. Baca ini jadi flash back jaman investasi masih ambil kesempatan ini ambil kesempatan itu, coba ini coba itu, dari konvensional sampe ke yang hits.

    Trus inget jaman jaman gaji mepet sampe bisa berkembang trus sekarang bisa nabung jalan jalan

    Moga moga ngasih insight ke temen temen yang baca

    Gepeng
    -nama yang sering disebut di blog ini-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah yah masih bisa jajan ikan mahi mahi meski kismin wkwk

      Delete
  2. uwuwuwu keluarga panutanku~
    sekarang tiap mau boros langsung ingat justin dan mas gepeng bisa hidup bahagia dgn 2.5 juta saja per bulan.
    maaci justiiin, mari keliling dunia!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mira semangat! Pasti kita bisa punya duit banyak buat keliling duniaaaa! Jangan lupa jajan biji bunga matahari roasted wah uenaakkk

      Delete
  3. Wkwkwkwk closing yg keceee Mbak..
    Langsung sms aja ya :D

    Btw financial planner nya dapat dari mana mbak?
    Kadang kalau mau cek-cek keuangan gitu suka gak siap.
    Jangan-jangan hasil analisa keuangan kita malah hancur lebur ya.
    Gak siap terima kenyatan hahaha..

    Tapi saya setuju sih.
    Investasi itu memang perlu bangeettt..
    Kudu, harus, wajib punya.
    Apalagi sekarang sudah banyak pilihan instrumen investasi.
    Jadi kita bisa pilih mana yang cocok untuk kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Glentina,

      Financial planner ada banyak lho, dari yang terkenal seperti Prita Ghozie (one of my favorite, follow Instagramnya deh, terus akses www.zapfinance.co.id untuk coba quick check up), atau ada juga Jouska (yg lagi hits banget wkwk). Emang ngeri sih awal mau dicek, tapi serius manfaat banget buat evaluasi. Kalau ketahuan ada yang salah kan bisa lebih cepat ambil tindakan perbaikan :)

      Delete
  4. Mbak beneran bisa hidup 2.5 juta sebulan? Waah hebaat bener. Pengen nyontoh tapi kayaknya kalau anak 3 kayak gini impossible. Hiks...2.5 juta kayaknya transport ayahnya ke kantor doang sebulan. Andai bisa 2.5 juta perbulan aku pasti bahagiaaa dan keliling duniaa.Bagi tipsnya dong Mbaak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nunung, kebetulan aku masih berdua aja nih sama suami jadi masih cukup 2,5juta. Kalau anaknya 3 ya menyesuaikan saja mba. Tips untuk menghemat transportasi sih paling benar naik kendaraan umum, atau beli motor/mobil yg hemat bahan bakar. Untuk sehari-hari perbanyak masak dirumah, sayur tanam sendiri, kalau suka jajan beli cemilan sehat kayak roasted almond atau biji-bijian biar capek ngunyah jd gak jajan lagi wkwk

      Delete
  5. Aku nggak pinter ngatur keuangan, tapi tetap mikir biar nggak bokek. Kalau nabung-nabung itu malah kelihatan angkanya dan mudah diambil, wooo nggak tahan aku. Pengen belajar investasi. Kali aja bisa buat ngetrip sekeluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama kita Mba Nur, aku paling susah mempertahankan uang tabungan hahaha tosssss. Dulu sih caranya aku umpetin ATM tabungannya sampai lupa ada dimana, tapi sekarang mending aku investasikan saja biar dia gak idle. Semoga lancar investasinya yaa :)

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.