SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

Tempura Tendon Tenya: Makan Gorengan Naik Level!

Makan gorengan naik level? Sejak kapan gorengan ada levelnya? Begini gengs, mari kita bahas sebentar tentang gorengan dengan memfokuskan diri pada makanan yang khusus digoreng pakai tepung. Apa saja yang pernah kalian coba selain ayam kentaki, tahu isi, mendoan, terong goreng, dan udang goreng tepung yang ada di warung padang? Apa? Tuh kan banyak wkwk. Daku sendiri tidak bisa hidup tanpa gorengan, dan tempura termasuk yang paling saya suka. Lalu kenapa tempura di Tendon Tenya dibilang naik level? Simple, karena belinya di luar negeri HAHA.

Tendon Tenya banyak direkomendasikan oleh para budget backpacker. Pun saat saya ketik 'tempura' saat mencari restaurant near me di Google Map, Tendon Tenya selalu keluar paling atas. Segitu enaknya kah?

Bacanya bukan EATNP. Plis deh.
Tendon Tenya tampak depan. Jendela kiri untuk melayani take out.
Suasanya Tendon Tenya yang nyaman untuk makan

Tempura adalah masakan dari aneka ikan dan seafood atau sayuran yang dibalut adonan tepung (koromo) gandum dan telur lalu digoreng dengan minyak sayur. Kita bisa lihat contohnya di berbagai restoran Jepang di Indonesia seperti Marugame Udon, Sushi Tei, dan lain-lain. Penyajian tempura sendiri ada beberapa cara yaitu tempura donburi/tendon (tempura ditaruh di atas nasi), tempura soba (disajikan di atas mie soba/udon), tenzaru (tempura jadi lauk makan udon dingin), dan ten musubi (tempura sebagai isian onigiri).

Saya mencoba Tendon Tenya yang di Asakusa, Tokyo. Kalau tidak punya uang untuk ke Jepang, coba main ke GI, sudah ada cabangnya disana wkwk. Tapi saya tidak tahu rasanya sama atau tidak ya karena tampilannya beda. Saya ceritakan yang versi Jepang.

Seperti restoran di Jepang pada umumnya, Tendon Tenya sudah menyajikan ragam menu dan lunch-set di halaman depan, kita tinggal lihat dan pilih mau yang mana. Selanjutnya kita masuk melewati pintu otomatis lalu pilih mau duduk di meja bar atau meja kotak biasa. Pesan menu ke pelayannya, lalu tunggu. Tidak sampai 5 menit makanan sudah tersaji dimejamu.

Kalau pelayannya tidak lancar berbahasa Inggris, kamu bisa pakai ilmu telunjuk alias tunjuk saja apa yang kamu mau di buku menu. Jangan kayak orang susah gitu bosqu~

Koki tempura di dapur bergerak sangat cepat
Semangkuk tendon siap disajikan~

Tahu kah kamu bahwa tempura ini sebenarnya tidak asli lahir di Jepang? Makanan ini diadaptasi dari pola memasak orang Portugis di abad 16. Sejarahnya persis sama dengan kelahiran fish and chips di Inggris. Berkembangnya pun dimulai dari kaum menengah ke bawah yang memasak tempura sayur supaya makanan lebih awet. Seiring perkembangannya, tempura malah menjadi makanan hits yang tidak boleh kita lewatkan ketika main ke Jepang.

Menu-menu di Tendon Tenya tidak hanya terdiri dari tempura sayuran dan seafood, mereka juga punya tempura telur rebus, miso soup, soft-boiled egg, bayam, juga salad rumput laut. Paket makanannya pun banyak, dari yang pakai udon/soba, rice bowl dengan campuran tempura sayur dan seafood, ada juga yang hanya nasi pakai kremesan tepung tempura wkwk.

Untuk harganya sangat variatif tergantung menu yang kita pesan. Paling murah adalah ¥520 yaitu vegetable tempura yang isinya ada jamur maitake, labu, terong, akar lotus, kacang panjang, dan ubi. Yang menggunakan tempura seafood harganya tambah ¥150 - ¥400. Masih terjangkau untuk makhluk-makhluk kismin seperti saya ini.

Tempura disajikan dengan siraman saus tentsuyu yaitu kecap campuran dari katsuobushi (ikan cakalang kering yang suka ditaruh di atas takoyaki itu lho), air, mirin, dan kecap asin. Kadang ada juga yang menyajikan dengan parutan lobak. Di Tendon Tenya ada bumbu tambahan yang bisa kamu pakai gratis yaitu jahe, shoyu, dan cabe bubuk. Nilai plus lagi adalah minumannya ocha dingin gratis bisa refill sesuka hati. Asyique~~

Si mbak sudah membawa menu pesanan saya: vegetable tempura! Yihaaaa!
Bumbu tambahan tersedia di setiap meja

Lalu bagaimana rasanya? Hmm, apakah kamu pernah makan bakwan? Yak, ini JAUH YAAA DARI BAKWAN! Saya juga kiranya ya mirip bakwan gitu atau kol goreng lah. Tapi tempura ini wah naik level betul. Sayurnya tidak melempem, masih terasa sekali 'rasa sayur'nya meski digoreng tepung. Even tepung tempuranya juga enak. Gurih tidak terlalu manis dan tidak asin juga. Rasanya segar. Seperti tepung baru. Apa pula tepung baru wkwk.

Untuk seafood tempura juga enak sekali. Daging ikan, udang, cumi, semuanya tebal dan segar dan tambah renyah dengan tepung tempura. Dari vegetarian tempura, yang paling saya suka adalah jamur maitake. Kalau di seafood, saya suka cuminya.

Yang menarik adalah tempura kan disajikan dalam kondisi adem, tapi masih lumayan renyah lho. Tepungnya tidak terlalu tebal jadi tidak lemes saat dingin. Saya tidak bertanya bisa dihangatkan atau tidak tapi menyantapnya dengan nasi hangat itu lumayan membantu meningkatkan aroma batter tempura.

A tendon of vegetable tempura, lengkap disajikan dengan miso soup (bonus) dan additional soft-boiled egg.
Seafood tempura berwarna keemasan seperti harta karun~
Saya yakinkan kepada umat-umat sekalian bahwa tempura seafood disini benar-benar worth evey yen! Ini bukan tepung diudangin. Benar-benar udang ditepungin dan dagingnya sungguhan tebal!
Pleasure.

Zuzur bagi saya seporsi normal ini sudah kenyang betul. Nasinya lumayan banyak dan lauknya pun sama banyaknya meski saya pesan menu paling murah. Jika kamu kesini dan tidak mau makan banyak nasi, kamu bisa minta nasinya setengah porsi. Harganya nanti juga dikurangi ¥50. Tapi kalau mau nambah nasi juga bisa. Orang kamu makan tendon terus tambah mie soba juga bisa wkwk.

Dibandingkan dengan restoran murah lainnya yang saya coba, Tendon Tenya bisa menyajikan tempura enak, renyah dengan affordable price. Lumayan~~



🚩 1-9-1 Asakusa, Taito, Tokyo Prefecture (atau dimana-mana cari saja di Google Map wkwk, cabangnya ada everywhereeee)
💰 Sekitar ¥520 - ¥980 (atau kalau mau lebih banyak juga bisa)
💡 No reservation needed
💡 Kalau kamu duduk di bar lalu pelayan ingin menyajikan makanan, biarkan dia sampai meletakkan mangkuknya di meja, tak perlu kamu ambil duluan

8 comments

  1. Ajib banget foto2nyaaaa, lensa baru yhaaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan dapet pinjeman wkwk (terus abis itu beli juga sih)

      Delete
  2. Ugh ya kalo di Jepang gorengan sayur sama melempemnya kaya di Indonesia nti ga terbukti orang Jepang lebih pinter dong. Hihi. Warungnya di sana juga bersih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melempemnya karena apa dulu nih wkwk, bisa karena cuaca atau karena tidak fresh digorengnya, atau karena pilih makan tempura yang paling murah hahahaha.

      Delete
  3. Ini enaaaaaak memang. Pas di jepang kmrn, aku beberapa kali makan di resto tempura. Tp jujurnya ga inget nama tokonya wkekwkwkw.. Lah asal masuk aja, tulisannya kanji semua :p. Tp semua yabg kita coba enaaaak. Bener ya mba, kalo tempura kayak udang, udang banget isinya, bukan tepung hahaha. . Thn depan ke jepang lain, aku mau coba resto tempura yg lain :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dia gorengan berkualitas. Perbandingan antara bahan dan tepungnya pas! Ditunggu yaaa ulasan untuk resto tempura lainnya di Jepang, buat aku juga balik lagi kesana~

      Delete
  4. Lapar aqutu ngeliatnya

    Gepeng
    -Nama yang paling sering disebut di blog ini-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenyang akutu ngeliatnya tu. Gambarnya tampak enaq~

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.