SLIDER

WELCOME

Hi fellas! My name is Justin Larissa and welcome to my online home where you can see how I Travel and Enjoy Everything! Lets pull up a bear, have a cup of Thai Tea, make yourself comfortable and enjoy my blog.

JOIN THE NEWSLETTER

Let Me be Your Guide to Enjoy Tokyo in Very Gembel Way

Ini adalah most requested article dari para umat-umat pembaca setia justinlarissa.com. Sebenarnya agak sebal juga, kok bisa-bisanya mereka berpikir saya backpacker-an di Jepang, memangnya saya ini tidak tampak mewah gitu? Memangnya kalian tidak lihat saya ini bukan backpacker. Jangan suka judge sembarangan, qu taq suqa.

Maka dari itu, saya akan memberikan panduan menikmati salah satu kota mihil-nyebelin tapi cakep dengan satu-satunya cara yang saya tahu. Cara gembel.

Saya akan bagi panduan ini dalam 4 poin besar: akomodasi, transportasi efektif, makan, dan gaya hidup. Jadi jika situ tipe menginap di hotel, makan tinggal tunjuk, sama sukanya tempat wisata berbayar, sudah tetap baca saja untuk hiburan. Oke, kita mulai nyok!

1. Akomodasi Super Hemat
Sudah paling benar yang namanya inap murah ya antara hostel atau losmen atau masjid kalau boleh wkwk. Di Tokyo saya menginap di 4 tempat berbeda. Alasannya adalah mau experience sebanyak-banyaknya mulai dari apartemen, dormitory, sampai ryokan. "Lho katanya gembel, kok apartemen? Ada ryokan pula!", salah satu dari kalian mungkin bertanya-tanya begitu.

Saya kasih tahu ya, semua akomodasi ini harganya masih rata-rata dengan fasilitas yang menunjang kemaslahatan traveler qismin nan gembel. Jadi dobel-dobel hematnya gitu bep. Apa saja sih yang harus diperhatikan pas milih tempat inap untuk para gembel?

Dormitory masih jadi pilihan terbaik buat sobat qisminqu~
Sejak menginap di dorm di Edinburgh, saya ketagihan! Selain murah, dormitory cakep sudah menjamur dimana-mana dan mereka menyediakan fasilitas umum yang mumpuni untuk kita para traveler qismin. Kamu bisa cari akomodasi murah dan bagus di HostelWorld atau booking.com—bahkan kalian bisa dapat diskon 10% dengan kode daqu lho. Saya kemarin tidak menemukan yang cuchmey di AirBnB.

Dua dorm hostel yang saya inapi kemarin adalah Sakura Hostel dan Irori Nihonbashi. Dua-duanya sangat nyaman, bersih, dan servisnya luar biasa keren. Fasilitas umum yang saya suka adalah kamar mandi (sabun dan samponya dari Shiseido lho!), hair dryer yang besar, dapur umum, ruang makan, locker (kalau di Sakura Hostel ada fee tambahan), ruang TV, juga komputer. Harga untuk Sakura Hostel adalah ¥20.500 atau sekitar Rp2,6jutaan untuk 4 malam 2 bed, sedangkan untuk Irori Nihonbashi adalah ¥11.200 atau sekitar Rp1,4jutaan untuk 2 malam 2 bed. Jadi budget per orang rata-rata adalah Rp350ribuan per malam di dorm. Meskipun buat saya lumayan mahal, tapi untuk semua fasilitas dan kemudahan yang diberikan, worth it banget!

Ruang nongkrong di Irori Nihonbashi. Nyaman sekaliiii~~ Kamu bisa nonton bola, baca buku, tidur siang, internetan, pokoknya enak sekali spot ini. Bahkan mereka meminta untuk kita foto di sini.
Bed di Sakura Hostel, lega dan luas untuk orang yang kakinya panjang seperti Mas Gepeng. Paling suka adalah di sini gordennya warna kuning!
Kamar kami di apartemen AirBnB. Enak sih ini private room, tapi dapurnya dekil dan tidak ada public room, jadi tidak bisa ngobrol sama penghuni lain. Benar-benar sunyi~ Tapi kelebihannya private room begini adalah kita bebas mau berantakin kamar wkwk.
Suasana di Sakura Hostel. Dapur, ruang makan, ruang komputer, ruang cuci, ruang TV, ada di sini semua. Hidup sekali. One of the best hostel so far~
Baca juga dong: 5 Hal yang Kamu Dapatkan Ketika Menginap di Dormitory

Lumayan dekat dengan stasiun
Memang secara hukum dunia bisnis, penginapan yang sangat memudahkan seperti dekat dengan fasilitas umum akan mahal harganya. Ono rego ono rupo, begicu. Jadi buat para gembel, cari lah penginapan yang jaraknya masih sekitar 15 menitan jalan kaki ke stasiun. Masih banyak yang bagus kok. Lagi pula jalan kaki 15 menit itu tidak berasa lho gengs selama masih pagi wkwk.

Jalan kaki 15 menitan dari apartemen AirBnB menuju stasiun kereta terdekat

Menyediakan dapur umum
INI PALING PENTING. Buat saya, dapur is more important than comfort bed since I can sleep everywhere wkwk. Dengan dapur, kita bisa masak sendiri jadi biaya makan akan lebih hemat. Menunya juga yang gampang saja seperti dadar telur, omelet mie, tumis sayur, nasi goreng, nugget goreng, dan sebagainya.

Kalau kata Mas Gepeng, dapur umum itu adalah salah satu langkah buat berinteraksi dengan semua orang sekaligus. Ada cerita menarik nih saat kami menginap di Irori Nihonbashi. Jadi di suatu malam, seorang Denmark bernama Mark blablabla-sson membuat cake cokelat yang harumnya ya wah tidak kuat! Bayangkan semangkuk besar dark chocolate meleleh lalu diberi krim, ekstrak vanila, lalu dibake. Terlepas kuenya berakhir bantet karena microwave-nya sempat mati, tapi orang-orang yang tadinya sedang berbincang, sedang asyik nonton TV, baru pulang kerja, langsung berkumpul di dapur. Asyique kumpul sama bule~

Malam itu di dapur kecil ada sekelompok muda-mudi yang terdiri dari orang Prancis, Korea, Jepang, Tunisia, Amerika, dan Indonesia. Kami saling menyapa dan berbincang. Setelah Mark mempersilahkan kuenya untuk dimakan, mulailah satu per satu ambil dan memuji lezatnya lalu sama-sama nonton bola. Ternyata eh ternyata, malam itu yang tanding Denmark vs Kroasia! Hmm qu rasa kue ini pasti sogokan biar pada nyorakin tim Denmark wkwk.

Dapur Irori yang cozy, yang akan ramai menjelang malam dari orang yang mengobrol, masak, dan laptopan.

Seru kan? Bikin kue saja bisa, apalagi yang sekelas tumis sawi atau dadar telur. Biasanya hostel dengan dapur umum menyediakan peralatan dapur lengkap dengan bumbu-bumbu peninggalan yang bisa kita pakai. Jadi kita hanya keluar uang untuk beli bahan masakan yang biasanya lebih murah apalagi kalau beli di pasar/supermarket lokal. Setelah memasak pastikan kamu membuang semua sisa sampah dan cuci peralatan yang dipakai ya. Kalau masak agak banyak, bagikan juga untuk orang lain. Yang enak saja tapi. Kalau tidak enak ya kamu makan sendiri wkwk.

Dengan bahan-bahan seperti mie instan dan telur, tebak saya mau masak apaaa~
Bumbu-bumbu yang disediakan, semuanya bebas pakai. Nasihat bagi umat-umat muslim, baca ingredients-nya dulu ya gengs, biar tahu itu mengandung babi/alkohol atau tidak. Jangan lupa bismillah~
Keranjang putih berisi bahan makanan peninggalan traveler sebelumnya. Jika tidak ada tulisan "free item", tanya sama orang hostelnya apakah ini bisa kita pakai atau tidak. Biasanya sih boleh.
 
Hostels (usually) have the best staffs!
Ini sudah saya buktikan di berbagai negara, dan di Tokyo, staf di hostel juga memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik dan komunikatif. Mereka juga bisa diajak diskusi tentang tempat-tempat dan rekomendasi. Kenapa menginap di sini bisa membuatmu menghemat biaya? Karena mereka bisa memberi tahu mana restoran murah favorit lokal. Mereka juga bisa rekomendasi the best routes kalau kamu ingin jalan ke suatu tempat. Pastikan kamu selalu sapa dan ajak mereka ngobrol ya.

Tips buat kakak-kakak kalau bingung mau ngobrol apa, saya kasih bocoran topik yang menarik yaitu tentang Gojek (dan aplikasinya yang luar biasa itu), cuaca di Jakarta, tempat indah selain Bali, makanan Jepang di negara kita, apa pendapat kita pertama kali sampai di Jepang, dan kita mau kemana saja selama di sini. Dari situ pasti jadi lebaaarr dan banyaaaak banget ceritanya.

Staf Sakura Hostel di Asakusa adalah staf paling PALING ramah dan helpful yang pernah saya temui. Mereka seperti teman lama yang menyapa dan siap kamu ajak bicara apa saja.


2. Makan Hemat nan Enak di Tokyo
Dengan fakta yang selalu saya tulis sebelumnya, makan di Jepang bisa bikin nafsu puasa meningkat seketika. Makanya supaya bisa tetap coba makanan asli sini, kita harus pintar-pintar mengatur pengeluaran makan. Saat di Tokyo, saya menerapkan prinsip makan pagi dan malam masak sendiri, makan siang jajan. Kenapa? Karena siang suka banyak promo seperti sup miso gratis dan paket hemat bento (aqu cinta promo~~). Lagi pula, kalau siang harus masak rasanya PR betul balik lagi ke hostel di tengah perjalanan.

Dan secara keseluruhan, begini tips makan hemad dari saya.

Masak, masak, masak!
Ini lah manfaat stay di hostel yang sedia dapur, kita bisa masak dengan gas, minyak goreng, bumbu, bahkan bahan makanan bisa dapat gratis. Paling gampang beli telur ayam, lalu tumisan sayur. Saya sekali belanja bisa ¥700an untuk telur, nasi siap makan, dan sayuran. Harga segitu bisa untuk dua-tiga kali makan berdua! Hohoho canggih khaaan~ Belanjanya di mana nih? Bisa di convenience store, supermarket makanan, juga toko sayur lokal.

Di Tokyo, alternatif paling murah bisa ke Lawson 100. Ini toko asyique banget. Telur 6 butir hanya ¥100, nasi putih juga murah (beli mending langsung yang isi 5 pak, lebih ekonomis!). Terus sayur mayur mending beli di supermarket lokal pinggir jalan yang masih konvensional gitu karena biasanya harga jualnya tidak kena pajak, plus kalau sudah agak malam, suka banyak promo!

Jamur dan sawi diskon di supermarket lokal, semua tinggal tumis pakai saus bawang putih dan kecap ikan. Lejat~
Menu paling sering dimasak: telur orak-arik dengan jamur dan tumis sawi. Enak, mudah, murah. Terbhaiqqq~
Cerita menarik dari foto ini adalah makanan di bowl kiri atas adalah GRATIS. Saya nemu ini tertinggal di dapur dan bertanya pada staf hostel jika tidak ada yang punya apakah ini bisa untuk saya saja. Staf pun mengatakan jika besok pagi makanan ini masih ada di kulkas, maka akan jadi milik saya. Dan voila!, dia masih di kulkas wkwk. Beef rice bowl dari Sukiya gratisan uhuy. Lalu daging ayam itu adalah lebihan dari lunch pack KFC, karena saya tidak bisa habiskan semua. What a great breakfast!

Kalau mau masak agak mewah dikit tinggal beli daging cincang, lauk jadi, atau mie instan lah buat masak omelet mie (ini menu mewah daqu ya wkwk). Bumbu biasanya tersedia di hostel, tinggal cicip sedikit terus pakai saja. Tidak tahu halal atau tidak? Bismillah~

Serunya lagi, hostel bagus biasanya menyediakan kopi dan teh gratis, bahkan tap waternya sudah drinkable alias bisa diminum. Wah! Qu paling suka minum air keran gini wkwk. Air mineral sudah tak perlu beli, bisa ngopi sesuka hati. Uang bisa fokus untuk jajan sate kepiting.

Ada free item box di hostel. Tahu lah ya itu Indomie dan Mie Gelas siapa yang ninggalin wkwk. Berhubung saya hanya bawa Chocolatos matcha latte, jadi hanya itu yang saya bisa wariskan. Ada yang ke Sakura Hostel lalu nemu? Kabarin yha~

Restoran Murah Aqu Padamu~
Makan siang adalah saatnya cari makanan khas Jepang. Banyak orang yang menyarankan makan bento di restoran karena lebih murah dibandingkan a la carte. Tapi zuzur, daku tidak menemukan yang begicu. Budget makan siang saya ¥500 per orang (gembel khan), buat bento vegetarian di restoran saja kurang wkwk.

Makanan paling murah versi saya adalah ramen/soba. Fuji Soba banyak direkomendasi untuk budget traveler, memang murah, tapi saya tidak suka karena rasanya biasa saja. Mau tahu yang murah dan lumayan enak? Tachigui Soba Monju di Stasiun Asakusa, Fūunji di Shinjuku, Yoshinoya dimana-mana, dan kalau mau bento, datang lah ke kedai Delica Paku-Paku di Asakusa (you can thank me later). Semua tempat makan yang saya sebutkan bisa kamu beli dengan satu koin ¥500 bahkan bisa kembalian. Bahagia~

Mie Fuji Soba. Sing penting wareg~
Restoran makan begini ada juga yang ramah kantong. Jadi rajin-rajin lah melihat sekitar.
 🔖 Saya akan list down restoran murah secara rinci dipostingan lain yha.

Convenience Store My Hero
Ini juga tidak bisa diremehkan. Sama seperti tips para budget traveler, saya pun mengamini bahwa convenience strore sangat membantu. Onigiri isi tuna mayones seharga ¥130 sangat enak dan kalau makan dua, buat saya sudah cukup kenyang (ingat nasihat Nabi, berhentilah makan sebelum kenyang). Selain onigiri, mereka juga menjajakan sandwich, bento, dan sajian ready to eat yang tinggal dihangatkan di microwave. Harganya juga murah-murah. Onigiri paling mahal ¥240 isi salmon, makanan siap saji paling mahal ¥480 yaitu pasta, mayan khan mureee~

Onigiri gulung ¥130 saza. Makan ini dua sama susu kotak untuk sarapan berenergi.
Segini banyak pilihan menu makanan siap saji di convenience store. Dipilih dipilih~
Salah satu menu bento eksklusif di Seven Eleven. Mahal, tapi lihat lauknya segitu banyak!
Baca juga dong: 24 Hours in Penang with Friends


3. Transportasi Efektif adalah Koentji
Sistem transportasi di Jepang sudah sangat canggih. Semua terintegrasi dan mumpuni untuk menampung banyak orang dengan mobilitas tinggi. Shayangnyah harga dan paket transportasinya tidak terintegrasi dengan dompet para traveler qismin. Jadi kita harus pintar-pintar mengatur itinerary. Ya tidak harus pintar sekali sih, saya saja bisa survive wkwk. Saya coba kasih simulasi transportasi efektif ya. Begini nih...

Simulasi 1: Keliling Tokyo
Saya akan mengeksplor Tokyo selama 3 hari. Stasiun paling dekat dengan penginapan saya adalah Stasiun Subway. Jadi, saya butuh tiket Tokyo Subway Pass satu buah dengan masa berlaku 72 jam. Cara pakainya mudah, tinggal masukan ke gate stasiun kereta terus JANGAN LUPA KARTUNYA DIAMBIL LAGI YHA.

Subway Pass beli di: Stasiun, Bandara, Bic Camera, Tourist Information Center, Laox, beberapa hostel/dorm/hotel, dan sebagainya. Cek selengkapnya di sini.
Harga tiket dewasa: 24 jam ¥800, 48 jam ¥1200, 72 jam ¥1500.

Kereta cintaqu yang kuning-kuning begini nih~

Simulasi 2: Main ke Odaiba, Nikko, dan Kamakura
Kalau sudah keluar Tokyo, kartu Subway Pass tidak bisa dipakai lagi. Nah Odaiba ini meski bagian dari Tokyo, tidak ada jalur subway ke sana. Makanya saya juga butuh JR Pass atau electronic money Suica/Pasmo. Saya pilih electronic money. Kedua kartu fungsinya sama, hanya beda merek dan tempat belinya saja. Kartu ini juga bisa buat beli minum di vending machine atau bayar di convenience store atau restoran.

Suica beli di Subway Station, Pasmo beli di JR Station. Masing-masing butuh deposit ¥500 yang akan dikembalikan saat kamu refund kartu. Kartu ini multifungsi, namun tidak ada promo penggunaan seperti Subway Pass yang bebas keluar masuk tanpa batas. Kalau hanya mau sesekali keluar kota, mending beli electronic money saza bep.

Naik kereta ke Odaiba

Simulasi 3: Main lah ke Kyoto biar Tidak Katro
Baiklah, kita hendak ke Kyoto, lalu pakai baju kimono sambil cari germo (eh?). Kyoto ini jauh ya dari Tokyo, kalau naik bus bisa semalaman. Tapi kalian sudah tahu kan ada yang namanya kereta Shinkansen? Tahu juga kan dia ekspencip? 😐

Kalau kamu berencana keliling Tokyo, Osaka, Kyoto, Yokohama, Hokkaido, apa lagi ya biasanya, saya tidak hapal, maka memang paling efisien beli JR Pass. Gunakan pass ini seeeemaksimal mungkin supaya investasimu ada manfaatnya. Untuk rincian JR Pass bisa akses ke sini yha karena saya ndak beli.


4. Praktikan Gaya Hidup Efisien
Di samping urusan akomodasi dan transportasi, gaya hidup juga perlu kita atur supaya makin hemat makin gembel wkwk. Saya punya beberapa tips gaya hidup efisien saat traveling. Nih.

Mencuci sekalian
Berhubung Mas Gepeng orangnya gerahan dan produksi keringatnya tetap aktif meski Tokyo berangin, jadi kaus-kausnya tetap bau kecut. Tapi karena mesin cuci koin di hostel harganya ¥300 sekali cuci, jadi sekalian baju saya dicuci juga meski masih wangi wkwk. Tenang, biasanya mereka menyediakan detergen dan pewangi kok, jadi ¥300 sudah all in.

Setelah cuci, kita perlu pakai mesin pengering bayar ¥300. Sebenarnya cuaca dingin juga bisa kok mengeringkan pakaian, tapi ya ngana mau nunggu berapa lama? Baju juga bawa sediqit. Jadi mending cuci dan dikeringkan sekalian kan? Saran saya cucinya di h-3 sebelum pulang, supaya enak hari-hari terakhir bajunya bersih dan wangi.

Pesan makan sesuai kemampuan
Zuzur, buat saya makanan di Jepang porsinya lumayan banyak. Apalagi makanan murah biasanya menerapkan komposisi nasi banyak lauk ngepas (serius inih!). Bisa sampai begah tidak bisa sendawa pokoknya. Kalau kamu tidak bisa makan banyak, pesan lah makanan setengah porsi saja. Selain kamu, dompetmu juga bisa bernafas lega karena bisa hemat sekitar ¥50 - ¥100. Lalu kalau mau additional, pastikan beli yang kamu suka, jadi sudah pasti habis.

Termasuk untuk urusan jajan, sebaiknya jangan kalap—I know its hard I know. Begini tipsnya, jajan satu jenis satu saja. Kalau pun mau lagi, coba varian rasa yang berbeda. Trik ini pasti sudah umum sekali bukan? Ini tetap harus dipraktikan demi menghemat uang namun tetap bisa cicip jajan sebanyak-banyaknya karena rata-rata jajanan di Jepang itu harganya ¥300 - ¥600. Tapi saya yakinkan sekali lagi, jajanan di Jepang worth going bankrupt for, ENAK SEMUA dan high quality.

Jajan Taiyaki rasa kacang merah satu untuk berdua. Kita suka kacang merah dan cukup beli satu, nanti coba jajan yang lain lagi biar bisa cicip banyak jajan.
Baca juga dong: Everything We Ate in Hong Kong

Bawa air minum sendiri
Ini sudah jurus paling standar yang sangat efisien dan kalian juga harus lakukan ini di Jepang. Memang minuman-minuman di vending machine sangat menggoda, tapi percaya lah, terlena jajan = kere.

Jadikan vending machine sebagai media coba-coba saja. Beli seperlunya saat cuaca panas, atau lelah berjalan, atau tahu-tahu lihat minuman ajaib seperti air putih rasa Coca-Cola. Lagi pula sekali beli minum di vending machine itu ¥100an, dibandingkan bawa air sendiri refill dari keran kan lebih hemat.

Beli ini setelah keliling Akihabara buat cari gundam. Lelah betul awak nih~

Beli yang diperlukan di toko duty free
Selain convenience store, ada banyak toko-toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. Selain ada beberapa barang yang lebih murah, di toko duty free juga suka ada diskon-diskon gitu. Jadi kalau kamu butuh pembalut, balsam, krim pegal linu, sabun mandi, koyo, dan yang suka butuh tiba-tiba gitu deh, bisa coba belinya di toko duty free atau toko-toko kelontong. Orang tokoknya juga helpful sekali meski kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas.

Manfaatkan diskon
Khukhukhu, ini yang suka bikin happy nih. Toko suka kasih diskon-diskon juga lho, salah satu yang sering adalah supermarket penjaja makanan. Biasanya menjelang malam, aneka makanan yang sudah siap makan seperti bento, yakiniku, tempura, lalu yang mentah-mentah seperti sushi, sashimi, salad, sayuran, itu suka pada diskon.

Memang tidak sampai banting harga, tapi lumayan dari pada lumanyun kan? Wkwk. Diskonnya lumayan lho, bisa sampai ¥100! Asyique~ Aneka makanan diskonan ini  bisa kamu beli untuk lauk makan malam atau beli yang matang lalu dihangatkan buat sarapan.

Diskon kakaakk~~

Jalan kaki
Kalau kita pergi-pergi di Indonesia khususnya Jakarta, sebisa mungkin aktivitas jalan kaki hanya dilakukan di atraksi utama atau mall, sisanya harus naik kendaraan mulai dari ojek, busway, kereta, atau mobil pribadi. Kenapa harus? Ya menurut ngana jalan kaki berkilo-kilo di antara terik matahari dan polusi kendaraan plus rokok-rokok tengik itu syaaphhaaaa yang shyangguuupp! Icemochy deh.

Nah berhubung di negara maju infrastrukstur sudah canggih dan integrated, jalan kaki pun jadi aktivitas yang mudah dan MURAH—eik tidak bilang gratis ya bep, karena kalau capek kan beli minum dingin wkwk. Angkutan umum semua praktis, tepat waktu, adem, bersih, dan armadanya banyak. Jadi ketika sampai tujuan lalu butuh jalan kaki, kita masih punya energi. Lagipula, trotoar di Jepang sangat walk-friendly, bebas polusi, bebas jeglongan, bebas alay-alay nongkrong.

Jalan kaki di tempat begini khan nyaman yaa
Bisa ketemu sama anjing-anjing luchu kalau kita rajin jalan kaki~
Dan bisa melihat langit biru Tokyo~

Nikmati tester dengan sebaik-baiknya
Saya dan Mas Gepeng paling cinta tester. Tidak hanya di luar negeri, kami pun kalau jalan ke All Fresh lalu lihat ada tester gold kiwi, pasti bisa habiskan setengahnya wkwk. Nah di Jepang ini juga suka banyak tester, mulai dari milk tea, sup rumput laut, kacang aneka rasa, lauk siap saji, sirup organik, dan sebagainya. Bahkan saking kita suka sama tester, mampirnya bisa dua sampai tiga kali HAHAHA.

Milk tea gratis enak. Sepertinya di sini bisa minta dua kali hehe. Ucapkan terima kasih yaaa setelah minum.
Tester tamagoyaki di Pasar Tsukiji juga tidak boleh dilewatkan~
Baca juga dong: Pasar Tsukiji Cintaqu ❤

Jangan beli payung
Tips yang lupa orang-orang sampaikan adalah di Jepang, kamu tidak usah beli payung yha. Payung banyak disediakan oleh hostel untuk kamu pakai. Kamu pun dipersilahkan kembalikan atau jika kamu tidak balik lagi, kamu bisa taruh dimanapun kamu mau. Misal kamu bawa payung hostel, lalu kamu akan naik pesawat pulang, maka kamu bisa taruh payung itu entah di convenience store, di hostel lain, atau di tempat makan. Lucunya pas saya pulang, banyak orang Indonesia yang bawa pulang payung ini, sampai bela-belain dibungkus dan pasti harus masuk bagasi. Ya kalau kamu beli harganya ¥500 sih, ndak rugi ya dibawa pulang.

Payung bening signature Jepang. Payung paling murah, paling ringan, dan paling gampang rusak wkwk. Bagaimana jika payungnya rusak di jalan? Bagaimana hayo looohhh....
Payung pinjam~

Mayan uga ya tips hemat traveling a la justinlarissa.com dan tidak gembel-gembel amat kan ya haha. Jika saya bisa rangkum pengeluaran untuk satu orang keliling Tokyo saja ya, itu sekitar ¥4700 atau Rp620ribu per hari dengan catatan inap di dorm, sarapan dan makan malam masak sendiri, makan siang ¥500, jajan sedikit saja, lalu transportasi menggunakan Tokyo Subway Pass. Lumayan ya. Bisa lebih gembel lagi sebenarnya.

Begini lah saya dan Mas Gepeng traveling. Makan kadang sepiring berdua, tidak beli minum juga, jalan kaki puluhan ribu langkah, bawa baju sedikit, sabun suka refill dari hotel, dan sebagainya. Kalian juga punya tips traveling hemat di Jepang? Share sini dong bepque~

17 comments

  1. huahhh first time ngunjungin blog mbak
    dan kusuka membaca nyaaaaaa
    suka juga foto2 nya yang seragam gini tone nya
    berasa jadi ikutan ada di Tokyo juga.
    ku follow ya mbak say blog nya
    salam kenal
    aku dari Makassar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii Mba Qiah :) salam kenal jugaaa dan terima kasih udah subscribe yaa. Semoga bermanfaat tulisannya buat main ke Tokyo :*

      Delete
  2. Aduuuh seru bangeeeeet. Ingin tapi, aduh akunya yang belum berani jauh-jauhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jepang mah dekeeeuuutt, cuman 6 jam aza. Seru lhoo wkwk~

      Delete
  3. sukaaaaa bgt foto2 justin di jepang, jd pengen pinjem kameranya kalau aku ke jepang nantiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian akunya diajak ya kalo balik ke Jepang lagi 🦄 aku masih kepingin sepedahan keliling kota wkwk

      Delete
  4. Wkwkwkwkwkwk saluuut akyu baca tipsmu mba :). Ini temen travelingku ke jepang January thn depan bisa happy banget bacanya. Tapi sayangnya, beberapa post yg aku bikin susah diutak atik. Kmrn setelah aku ksh itin yg aku buat lngkap dengan hrga, temenku udh kayak mau pingsan. Krn mnrut budget dia mahal. Tp salut sih ama tuh anak, dia bisa merampingkan bbrp post sehingga bedanya ama aku jd jomplang gitu.

    Masalahnya, aku kalo traveling hobinya makan mba. Trus nyari wahana rollercoaster, jepang surganya pulaaa . Blm lagi jelajah sampe nagasaki yg udh pasti butuh jr pass. Biaya makan akhirnya memang berhasil temenku tekan, tp aku juga ngebujukin dia, pleaseeee siapin budget utk nyobain beef terenak di Jepang yg mengalahkan kobe beef. Matsuzaka beef yg katanya nomor 1 diantara semua jenis beef. Untungnya utk yg 1 itu temenku akhirnya mau. Ga enak aja aku makan sendiri kalo dia ga mesen ntr :p.

    Eh, jd itu payung transparan sebenernya ga haris dibalikin ya.. Thn lalu aku pake payung yg disediain ama penginapan yg aku tempati, trus payungnya ketinggalan nth di mana. Lgs ga enakan gitu, aku sampe bela2in cari payung baru yg transparan utk ganti :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peraturan gak tertulis sih itu Mba Fan, kalo kamu sampe ganti gapapa, nanti yang pake ya yg kaya aku gini wkwk. Iya bener, makan itu gak bisa ditawar apalagi jajanan-jajanan enak. Wah mewah ya bisa makan matsuzaka wkwk, kemarin mau makan pilihannya antara makan daging atau jajan sepuasnya di Tsukiji, akhirnya ya Tsukiji wkwk

      Delete
  5. bagussssssss, ada mas gepiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ada doong. Sekali sekali lah yaa muka Mas Gepi agak banyakan wkwk. E ini dengan capacih? Tunjukkan batang hidungmu!

      Delete
    2. Harusnya tunjukan ujung kumismu 🤣🤣🤣🤣

      Delete
    3. Emang capa nih? Mas Sony? Atau burung parkit yang lebih seneng di sana ketimbang rumah kita?

      Delete
    4. Anthonius Wahyu sang penikmat sofa

      Delete
  6. suka cerita dan fotonya. tapi yang paling penting adalah kamu keliahatan tajir kok kak. hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAHAHAHA duh keliatan begitu ya qu jadi malu 🤭 diaminin semoga tajir beneran ya masoji

      Delete
  7. aww...jadi pingin ke tokyo..judulnya kece he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh jadi seneng dengernya. Kalo ke Tokyo nanti pokoknya harus jajan yakitori kerang yha. Sampe sekarang aku masih keingetan rasanya enak banget 😊

      Delete

I'd love to hear from you!

© Travel and Enjoy Everything with Justin Larissa • Theme by Maira G.